Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Use of CERIA E-Module to Enhance Parents’ Knowledge and Family Support Practice among Childhood Cancer Survivors Undergoing Chemotherapy Utami, Kadek Cahya Utami; Devi, Ni Luh Putu Shinta; Puspita, Luh Mira
Babali Nursing Research Vol. 5 No. 1 (2024): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2024.51331

Abstract

Introduction: Chemotherapy is scientifically demonstrated as an effective modality for childhood cancers. However, despite its therapeutic effects, chemotherapy can induce unpleasant side effects. These adverse effects often cause readmissions and trigger stressful, frightening, and painful experiences. These dreadful conditions may cumulatively affect the quality of life. Family social support has been widely mentioned as a significant factor affecting childhood cancer survivors’ quality of life. That being said, an adequate level of knowledge is needed to achieve the ideal family support for the children. For a long time, the standard method applied for knowledge improvement was direct health education and counseling. However, electronic health education is now considered an excellent alternative to the standard method. This study examined the effect of the CERIA e-module application as an electronic health education media for childhood cancer survivors and their parents and the effectiveness of CERIA e-module in improving parents’ knowledge and family support practice for childhood cancer survivors. Methods: This study is a quasi-experimental study employing a total sampling technique. Thirty participants from Rumah Singgah Yayasan Peduli Kanker Anak Bali were recruited for this study. Results: Findings from this study showed that CERIA e-module is effective in improving parents’ knowledge (p=0.000; p<0.05) and enhancing skills in delivering adequate care and support for children with cancer (p=0.001; p<0.05). Conclusion: Based on the results of this study, the authors suggest that nurses organize novel and creative education media for families with childhood cancer survivors to deliver the health messages more attractively.
PENGARUH EDUKASI PERLINDUNGAN DIRI MELALUI AUDIO VISUAL PADA ANAK PRASEKOLAH TERHADAP PENGETAHUAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL Ni Kadek Yunda Virdian Purnami; Luh Mira Puspita; Kadek Cahya Utami; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p06

Abstract

Kekerasan seksual pada anak usia prasekolah di Indonesia masih tergolong tinggi dan membawa dampak serius terhadap proses tumbuh kembang anak. Salah satu langkah preventif yang dapat dilakukan adalah melalui pendidikan terkait upaya perlindungan diri dari lingkungan yang berisiko tinggi. Media audio visual menjadi metode yang potensial dalam menyampaikan edukasi tersebut karena mengandung unsur audio dan visual yang dapat dimanfaatkan secara bersamaan, sehingga mudah untuk dipahami. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh edukasi perlindungan diri yang disampaikan melalui media audiovisual terhadap pengetahuan anak usia prasekolah tentang pencegahan kekerasan seksual. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimen dengan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 76 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil pretest dominan sebesar 61,8% dalam kategori pengetahuan cukup dan hasil posttest dominan sebesar 93,4% dalam kategori pengetahuan baik. Hasil uji analisis menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p-value 0,000 (α≤0,05) yang menunjukkan bahwa edukasi perlindungan diri melalui audio visual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengetahuan anak usia prasekolah tentang pencegahan kekerasan seksual. Edukasi perlindungan diri perlu diberikan kepada anak secara rutin dengan menggunakan media yang inovatif dan edukatif untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan anak dalam mencegah kekerasan seksual.  
GAMBARAN PENERAPAN PERILAKU IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN PERMASALAHAN GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS I DENPASAR UTARA Lisa Yultiana Rizky; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p01

Abstract

Usia balita adalah kelompok usia yang rentan terhadap permasalahan gizi yang dapat memengaruhi berbagai hal dalam proses pertumbuhan dan perkembangan hingga degradasi kondisi kesehatan di usia dewasa. Pemberdayaan masyarakat dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Perilaku ibu adalah faktor penting yang memengaruhi pemenuhan gizi sekaligus mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerapan perilaku ibu dalam upaya pencegahan permasalahan gizi pada balita di Puskesmas I Denpasar Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik sampling yakni consecutive sampling. Penelitian ini dilakukan kepada 104 responden yakni ibu yang memiliki balita yang berusia 12-59 bulan. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner modifikasi KADARZI dan CFPQ kepada setiap responden. Peneliti menggunakan analisis univariat untuk mengidentifikasi setiap variabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penerapan perilaku ibu berada di kategori baik dengan nilai sebanyak 51%. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan para ibu balita dapat meningkatkan perilaku yang baik dalam memberikan pengasuhan kepada balitanya, sehingga mampu mencegah terjadinya permasalahan gizi pada balita. 
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN ANEMIA DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH PADA REMAJA PUTRI Ni Putu Niken Setiya Dewi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p09

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh remaja putri dan berdampak pada perkembangan fisik, kognitif, serta produktivitas. Upaya pencegahan anemia telah dilakukan melalui program pemberian tablet tambah darah (TTD), namun tingkat kepatuhan remaja putri terhadap konsumsi TTD masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan tentang pencegahan anemia dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 157 orang yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan kepatuhan konsumsi TTD. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan tinggi (72,6%) dan kepatuhan tinggi (48,4%) dalam mengonsumsi TTD. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi TTD (p = 0,001) dengan nilai korelasi (r) = 0,252 yang menunjukkan hubungan positif lemah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengetahuan responden tentang pencegahan anemia, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhannya dalam mengonsumsi TTD. Remaja putri diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang pencegahan anemia yang dimiliki melalui tindakan nyata dan memilah informasi tentang pencegahan anemia dengan cara mengklarifikasi kepada petugas kesehatan sehingga dapat meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah pada remaja putri.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI PENGASUHAN DENGAN STRES PENGASUHAN PADA ORANG TUA DENGAN ANAK SINDROM DOWN DI PIK POTADS BALI I Gusti Ayu Srimas Cahyani P.A; Kadek Cahya Utami; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i06.p11

Abstract

Orang tua yang memiliki anak dengan sindrom down memerlukan waktu dan tenaga yang lebih besar untuk mengoptimalkan perawatan anak, namun kondisi ini juga membuat orang tua berisiko mengalami stres pengasuhan akibat banyaknya tekanan dalam perawatan anak. Stres pengasuhan dapat berakibat negatif bagi psikologis orang tua dan berisiko mengganggu tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Parental Stress Scale (PSS) dan Self-Efficacy for Parenting Task Index (SEPTI). Besar sampel adalah 30 orang yang merupakan orang tua (ayah atau ibu) yang memiliki anak sindrom down berusia 5-12 tahun. Uji statistik yang digunakan adalah Pearson product moment dan didapatkan nilai p= 0,000 (α=<0,05) dengan skor koefisien korelasi r -0,609. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif yang kuat antara efikasi diri pengasuhan dengan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak sindrom down di PIK POTADS Bali yang dapat diartikan semakin tinggi tingkat efikasi diri pengasuhan maka tingkat stres pengasuhan akan menurun, begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian ini, orang tua diharapkan dapat meminimalkan stres pengasuhan yang terjadi dengan meningkatkan efikasi diri pengasuhan dan mengikuti program-program yang memiliki support system pengasuhan yang baik.
PERBEDAAN ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA YANG MEMILIKI AKTIVITAS HALF DAY SCHOOL DENGAN FULL DAY SCHOOL DI KABUPATEN GIANYAR Desak Ayu Diana Diantari; Ni Luh Putu Shinta Devi; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 12 No. 5 (2024): Oktober 2024
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2024.v12.i05.p02

Abstract

Academic burnout dapat diartikan sebagai perasaan lelah dan jenuh karena waktu pembelajaran yang lama serta monoton. Academic burnout dapat dipengaruhi oleh aktivitas sistem pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan academic burnout pada siswa SMA yang memiliki aktivitas half day school dengan full day school di Kabupaten Gianyar. Desain penelitian ini kuantitatif dengan pendekatan komparatif. Responden penelitian siswa kelas X dan XI di SMAN 1 Sukawati 90 responden dan SMAN 1 Ubud 87 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling Proportionate Stratified Random Sampling. Alat ukur pada penelitian ini yaitu Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada academic burnout antara sistem pendidikan half day school dengan full day school (nilai p = 0,016 (p <0,05). Meskipun terdapat perbedaan academic burnout pada kedua sistem pembelajaran ini, tidak menunjukkan bahwa salah satu sistem pembelajaran merupakan sistem yang terbaik. Kedua sistem pendidikan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya sesuai dengan kebutuhan dan konteks pendidikan tertentu. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang academic burnout sehingga, dapat merancang sistem pembelajaran yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan prestasi akademik pada siswa.
GAMBARAN SIKAP ORANG TUA MENGENAI PEMBERIAN PENDIDIKAN SEKSUAL PADA ANAK DI TK NEGERI PEMBINA DENPASAR Gaby Margaretha; Ida Arimurti Sanjiwani; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Luh Putu Shinta Devi
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p07

Abstract

Berbagai bentuk kekerasan seksual, seperti pelecehan seksual, pemerkosaan, eksploitasi seksual, dan pelecehan seksual di dunia maya, dapat menimpa siapa saja, termasuk anak-anak. Salah satu bentuk untuk mencegah kekerasan seksual, diperlukan pendekatan holistik yang mencakup berbagai aspek, termasuk pendidikan seksual yang komprehensif. Tujuan studi ini ialah untuk menganalisis gambaran sikap orang tua mengenai pemberian pendidikan seksual pada anak di TK Negeri Pembina Denpasar. Studi ini ialah studi kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah purposive sampling. Jumlah responden pada studi ini yakni 85 responden. Pengumpulan data didapatkan dengan pengisian kuesioner sikap orang tua dijalankan secara online. Adapun analisis data penelitian ini memanfaatkan analisis statistik deskriptif. Hasil studi ini menyampaikan mayoritas responden pada studi ini memerankan sikap netral mengenai pemberian pendidikan seksual anak di TK Negeri Pembina Denpasar total 39 responden (45,9%). Sedangkan total 4 responden (4,7%) memiliki sikap positif, 21 responden (24,7%) memiliki sikap cenderung positif, 14 responden (16,5%) memiliki sikap cenderung negatif, dan 7 responden (8,2%) memiliki sikap negatif. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan orang tua dan sekolah mampu bekerja sama agar melakukan pembekalan kepada orang tua serta anak mengenai pendidikan seksual anak usia dini.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN PERMAINAN MONOPOLI TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD NEGERI 1 SUMERTA Ni Made Oktariani Atmaja; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i02.p09

Abstract

Perilaku personal hygiene yang rendah pada anak sekolah dasar dapat meningkatkan risiko anak mengalami berbagai penyakit seperti diare, sakit gigi, dan penyakit kulit. Upaya pencegahan sangat diperlukan untuk meningkatkan perilaku ini. Pemberian intervensi berupa pendidikan kesehatan menggunakan metode yang menarik minat dan interaksi anak selama pembelajaran diharapkan dapat meningkatkan perilaku personal hygiene. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan permainan monopoli terhadap pengetahuan personal hygiene anak usia sekolah di SD Negeri 1 Sumerta. Penelitian ini menggunakan desain pra experimental dengan jenis one group pre-test and post-test design. Dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 32 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil analisis data menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,00 (α<0,05), yang berarti adanya perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dengan menggunakan permainan monopoli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan anak tentang personal hygiene sebelum intervensi berada pada kategori baik sebesar 37,4%, dan meningkat menjadi 100% dalam kategori baik setelah intervensi. Diharapkan hasil ini dapat berkontribusi bagi anak usia sekolah dalam meningkatkan pengetahuan terkait personal hygiene, sehingga mereka mampu menerapkan dan mempertahankan pola hidup bersih dan sehat secara konsisten.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH YANG DIBERIKAN PERAWATAN METODE KANGURU Ni Putu Manik Cahyati; Luh Mira Puspita; Ni Luh Putu Shinta Devi; Francisca Shanti Kusumaningsih
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i04.p02

Abstract

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) berisiko mengalami masalah kesehatan seperti Respiratory Distress Syndrome (RDS), asfiksia, dan pneumonia. Salah satu intervensi yang dapat diberikan untuk BBLR dalam membantu meningkatkan berat badannya adalah Perawatan Metode Kanguru (PMK). Terdapat banyak faktor dalam pelaksanaan PMK yang berhubungan dengan peningkatan berat badan BBLR diantaranya adalah usia gestasi, jenis kelamin, berat badan lahir bayi, suhu bayi, paritas, durasi tinggal di RS, durasi pemberian PMK, dan waktu pertama diberikan PMK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan peningkatan berat badan pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) yang diberikan Perawatan Metode Kanguru (PMK). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 87 data rekam medis dan lembar PMK BBLR di Rumah Sakit Bali Mandara. Hasil uji statistik pada variabel bebas dengan skala data numerik menggunakan uji Spearman Rank dan pada skala data nominal menggunakan Korelasi Point Biserial.  Hasil uji mendapatkan hasil bahwa faktor usia gestasi, berat badan lahir bayi, suhu bayi, durasi tinggal di RS, dan waktu pertama diberikan PMK berhubungan dengan peningkatan berat badan pada BBLR yang diberikan PMK dengan p-value <0,05. Berdasarkan hasil tersebut, maka diharapkan tenaga kesehatan untuk memperhatikan faktor-faktor tersebut guna mengoptimalkan pemberian PMK untuk BBLR.
GAMBARAN STRES AKADEMIK SISWA SMP NEGERI 1 KUBU SELAMA PANDEMI COVID-19 Ni Made Riasmita Santhika Dewi; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i01.p07

Abstract

Pandemi Covid-19 membawa perubahan yang signifikan dalam proses pembelajaran yang menyebabkan stres akademik pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres akademik siswa SMP Negeri 1 Kubu. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif dan pendekatan cross-sectional. Partisipan penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Kubu yang dipilih menggunakan teknik sampling probability sampling dengan cara stratified random sampling yang berjumlah 229 orang responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Educational Stress Scale for Adolescents (ESSA). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar siswa adalah perempuan, kelas IX, dan mengalami stres akademik pada kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan guru ataupun siswa bekerja sama dalam menciptakan suasana belajar yang inovatif dan kreatif untuk meningkatkan kemampuan adaptasi sekaligus menurunkan stres akademik siswa akibat perubahan pada sistem pembelajaran.