Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Optimalisasi perilaku perawatan kesehatan diri melalui penguatan literasi dan skrining kesehatan untuk mencegah penyakit tidak menular Gusti Ayu Ary Antari; Ni Luh Putu Shinta Devi; Desak Made Widyanthari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35196

Abstract

Abstrak Prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dengan determinan utamanya adalah perilaku yang tidak sehat. Meskipun studi menunjukkan berbagai manfaat dari perilaku perawatan kesehatan, penerapannya masih kurang di level masyarakat. Rendahnya literasi, motivasi dan kepatuhan menjadi faktor yang turut berkonstribusi terhadap situasi tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui edukasi promotif-preventif dan skrining kesehatan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 58 masyarakat Desa Tunjuk, Kabupaten Tabanan, tanggal 18-23 Agustus 2025, dengan metode edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan yang diperoleh berdasarkan diskusi dan tanggapan peserta menunjukkan bahwa edukasi dinilai mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai perawatan kesehatan diri, Rata-rata indeks massa tubuh 24,41 kg/m2, tekanan darah sistolik 132,29 mmHg, kadar asam urat 5,54 mg/dl, kadar kolesterol 258,92 mg/dl dan kadar gula darah sewaktu 126,63 mg/dl. Peserta telah teredukasi mengenai perawatan kesehatan dan tindak lanjut terhadap hasil skrining kesehatan tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan perlunya program edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong internalisasi perilaku perawatan kesehatan diri secara konsisten. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas dan masyarakat untuk mengembangkan program perawatan kesehatan diri yang berkelanjutan. Kata kunci: literasi kesehatan; penyakit tidak menular; perawatan kesehatan diri; skrining. AbstractThe prevalence of non-communicable diseases has shown a persistent upward trend, predominantly driven by unhealthy lifestyle behaviors. Although prior research has consistently highlighted the benefits of health-promoting practices, their adoption at the community level remains suboptimal. Contributing factors include limited health literacy, low intrinsic motivation, and inadequate adherence to recommended behaviors. This community engagement initiative was designed to strengthen health literacy through promotive–preventive education and basic health screening. The program was implemented among 58 residents of Tunjuk Village, Tabanan Regency, dated 18-23 August 2025, utilizing structured educational sessions and comprehensive health assessments. Based on participants’ discussions and feedback, the educational activities were considered effective in improving their understanding of self-care, alongside clinical outcomes indicating a mean body mass index of 24.41 kg/m², mean systolic blood pressure of 132.29 mmHg, mean uric acid level of 5.54 mg/dl, mean cholesterol level of 258.92 mg/dl, and mean blood glucose level of 126.63 mg/dl. Participants received targeted education on self-care practices as well as recommendations for appropriate follow-up based on their screening results. The outcomes highlight the critical need for sustained, community-based educational interventions to foster the long-term internalization and consistent practice of health-promoting behaviors. Furthermore, the findings emphasize the importance of collaborative efforts among local authorities, primary healthcare services, and the community to ensure the continuity and sustainability of community-based self-care programs. Keywords: health literacy; non-communicable disease; self-care management; screening
HUBUNGAN KEKERASAN VERBAL ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI KOTA DENPASAR Azizurrohman, Azizurrohman; Utami, Kadek Cahya; Devi, Ni Luh Putu Shinta; Puspita, Luh Mira
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i06.p04

Abstract

Kekerasan verbal merupakan tindakan negatif yang sering dilakukan orang tua terhadap anak. Tindakan ini berdampak buruk karena dapat menghambat pola pikir positif dan kreatif pada anak. Aspek pola pikir tersebut sangat berkaitan dengan perkembangan kognitif, hambatan yang terjadi pada proses berpikir pada anak akhirnya akan mengganggu perkembangan kognitifnya secara keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan kekerasan verbal dengan perkembangan kognitif anak. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan yang digunakan yaitu cross sectional. Teknik samplingang digunakan dalam penelitian ini yaitu proportional stratified random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Responden diambil menggunakan teknik acak sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu: tinggal bersama orang tua, mendapatkan izin dari wali kelas. Kriteria eksklusi penelitian ini adalah tidak hadir saat pengumpulan data dengan alasan apapun. Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank didapatkan koefisien korelasi -0.275 (r=-0,275), menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna dengan kekuatan hubungan yang lemah dan arah negatif antara kekerasan verbal orang tua dengan perkembangan kognitif anak (p=0,021). Arah hubungan negatif memiliki arti bahwa semakin tinggi kekerasan verbal yang dilakukan orang tua maka semakin rendah perkembangan kognitif anak. Orang tua diharapkan mengetahui bentuk dan dampak dari kekerasan verbal sehingga dapat mengurangi tindakan kekerasan verbal yang dilakukan pada anak.