Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

GAMBARAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK PRASEKOLAH PADA ORANG TUA DENGAN POLA ASUH DEMOKRATIS Ni Luh Dewi Apriliantini; Ni Luh Putu Shinta Devi; Kadek Cahya Utami; Luh Mira Puspita
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i03.p13

Abstract

Perilaku prososial adalah salah satu indikator penting dalam perkembangan sosial emosional anak karena dapat memengaruhi hubungan anak dengan orang lain. Perilaku prososial berdampak positif bagi kehidupan anak dengan lingkungan sekitar yakni menciptakan keharmonisan, saling menghormati, dan menyayangi antar sesama. Perilaku prososial anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pola asuh orang tua. Penelitian ini memiliki tujuan  untuk mengetahui gambaran pola asuh orang tua dan perilaku prososial anak prasekolah di TK Cipta Dharma. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 129 orang tua. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh orang tua (Parenting Styles and Dimensions Questionnaire-Short Version) dan kuesioner perilaku prososial (Child Prosocial Behavior Questionnaire). Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa semua orang tua mempunyai kategori pola asuh demokratis yang lebih tinggi dan semua anak sudah mulai mengembangkan perilaku prososial meskipun mayoritas masih dalam kategori rendah.  Orang tua diharapkan mampu mempraktikkan pola asuh yang sesuai dan melatih atau menstimulasi perilaku prososial anak. Pihak sekolah juga diharapkan dapat mendorong perkembangan perilaku prososial anak selama di sekolah. Contoh stimulasi yang dapat diberikan seperti mengajarkan anak untuk berbagi, saling membantu, bekerja sama dengan temannya, dan sebagainya.
Optimalisasi perilaku perawatan kesehatan diri melalui penguatan literasi dan skrining kesehatan untuk mencegah penyakit tidak menular Gusti Ayu Ary Antari; Ni Luh Putu Shinta Devi; Desak Made Widyanthari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.35196

Abstract

Abstrak Prevalensi penyakit tidak menular terus meningkat dengan determinan utamanya adalah perilaku yang tidak sehat. Meskipun studi menunjukkan berbagai manfaat dari perilaku perawatan kesehatan, penerapannya masih kurang di level masyarakat. Rendahnya literasi, motivasi dan kepatuhan menjadi faktor yang turut berkonstribusi terhadap situasi tersebut. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan melalui edukasi promotif-preventif dan skrining kesehatan dasar. Kegiatan dilaksanakan pada 58 masyarakat Desa Tunjuk, Kabupaten Tabanan, tanggal 18-23 Agustus 2025, dengan metode edukasi dan pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan yang diperoleh berdasarkan diskusi dan tanggapan peserta menunjukkan bahwa edukasi dinilai mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai perawatan kesehatan diri, Rata-rata indeks massa tubuh 24,41 kg/m2, tekanan darah sistolik 132,29 mmHg, kadar asam urat 5,54 mg/dl, kadar kolesterol 258,92 mg/dl dan kadar gula darah sewaktu 126,63 mg/dl. Peserta telah teredukasi mengenai perawatan kesehatan dan tindak lanjut terhadap hasil skrining kesehatan tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan perlunya program edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan untuk mendorong internalisasi perilaku perawatan kesehatan diri secara konsisten. Implikasi dari kegiatan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah desa, puskesmas dan masyarakat untuk mengembangkan program perawatan kesehatan diri yang berkelanjutan. Kata kunci: literasi kesehatan; penyakit tidak menular; perawatan kesehatan diri; skrining. AbstractThe prevalence of non-communicable diseases has shown a persistent upward trend, predominantly driven by unhealthy lifestyle behaviors. Although prior research has consistently highlighted the benefits of health-promoting practices, their adoption at the community level remains suboptimal. Contributing factors include limited health literacy, low intrinsic motivation, and inadequate adherence to recommended behaviors. This community engagement initiative was designed to strengthen health literacy through promotive–preventive education and basic health screening. The program was implemented among 58 residents of Tunjuk Village, Tabanan Regency, dated 18-23 August 2025, utilizing structured educational sessions and comprehensive health assessments. Based on participants’ discussions and feedback, the educational activities were considered effective in improving their understanding of self-care, alongside clinical outcomes indicating a mean body mass index of 24.41 kg/m², mean systolic blood pressure of 132.29 mmHg, mean uric acid level of 5.54 mg/dl, mean cholesterol level of 258.92 mg/dl, and mean blood glucose level of 126.63 mg/dl. Participants received targeted education on self-care practices as well as recommendations for appropriate follow-up based on their screening results. The outcomes highlight the critical need for sustained, community-based educational interventions to foster the long-term internalization and consistent practice of health-promoting behaviors. Furthermore, the findings emphasize the importance of collaborative efforts among local authorities, primary healthcare services, and the community to ensure the continuity and sustainability of community-based self-care programs. Keywords: health literacy; non-communicable disease; self-care management; screening