Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KUALITAS SILASE LIMBAH SAYURAN PASAR YANG DIPERKAYA DENGAN BERBAGAI ADITIF DAN BAKTERI ASAM LAKTAT Felly, Septian; Kardaya, Dede
JURNAL PERTANIAN Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.128 KB) | DOI: 10.30997/jp.v2i2.576

Abstract

Penelitian tentang silase yang terbuat dari limbah sayuran pasar tradisional yang diperkaya dengan berbagai aditif dan bakteri asam laktat telah dilakukan dalam tiga bulan untuk mengungkap kualitasnya. Penelitian dirancang dalam rancangan acak kelompok enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuannya terdiri atas: kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + dedak 33,33% (P1), kulit jagung 23,58% + sawi putih 16,98% + kol 16,98% + jerami 8,49% + dedak 33,96% (P2), kulit jagung 28,57% + sawi putih 28,57% + kol 14,29% + onggok 28,57% (P3), kulit jagung 25,00% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + jerami 8,33% + onggok 33,33% (P4), kulit jagung 33,33% + sawi putih 16,67% + kol 16,67% + pollard 33,33% (P5), dan kulit jagung 30,77% + sawi putih 15,38% + kol 15,38% + jerami 7,69% + pollard 33,33% (P6). Hasil penelitian menunjukkan kualitas fisik silase yang diperkaya dengan dedak, onggok dan pollard memperlihatkan tekstur yang padat, beraroma khas, tidak berjamur dan berwarna hijau kekuningan hingga kecoklatan. Semua perlakuan menghasilkan kisaran pH silase yang berkualitas baik (3,2-4,2). Kandungan asam laktat yang dihasilkan silase yang mengandung dedak padi nilainya lebih tinggi bila dibandingkan silase beraditif onggok dan pollard. Populasi BAL pada silase yang mengandung onggok memiliki jumlah bakteri asam laktat yang relatif lebih banyak dibandingkan silase yang mengandung dedak padi dan pollard.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PENINGKATAN KETRAMPILAN PETANI PETERNAK MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA TERNAK KAMBING PERAH Sudrajat, Deden; Kardaya, Dede; Dihansih, Elis; Wahyuni, Dewi
QARDHUL HASAN: MEDIA PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4, No 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.99 KB) | DOI: 10.30997/qh.v4i1.1065

Abstract

Rendahnya produktivitas kambing perah di peternakan rakyat disebabkan karena tata kelola peternakan yang masih minim,dan belum masuknya teknologi dalam manajemen seperti teknologi pakan, reproduksi, dan teknologi hasil ternak. Desa Sukamanah memiliki potensi untuk pengembangan kambing perah karena didukung oleh luas lahan dan cuaca yang cocok untuk budidaya ternak perah dan ketersediaan tenaga kerja. Namun peternak di desa ini masih belum memahami bagaimana manajemen yang baik. Pelatihan dalam bentuk penyuluhan dan praktik langsung mengenai  manajemen budidaya kambing perah dan perbaikan kandang kambing perah telah dilakukan di desa Sukamanah.  Petani peternak antusias mengikuti kegiatan penyuluhan. Materi penyuluhan sebagian besar dapat dipahami karena mereka sudah terbiasa memelihara kambing perah dan memiliki keinginan untuk mengembangkan dan meningkatkan ketrampilan.Kata Kunci: kambing Peranakan Etawa, desa SukamanahEMPOWERMENT OF FARMER WOMEN GROUP THROUGH ENHANCEMENT OF MANAGEMENT SKILLS OF FARMERS  THROUGH TRAINING MANAGEMENT OF DAIRY GOATSLIVESTOCKThe low productivity of dairy goats in livestock farming is due to poor farming management and  lack of technology in management such as feed technology, reproduction, and technology of livestock products. The Sukamanah village has potential for the development of dairy goats as it is supported by land and weather areas suitable for dairy cultivation and labor availability. But the breeder farmer  in this village still do not understand how good  management in farming . Training in the form of counseling and direct practice on dairy goat farming management and improvement of dairy cages has been done in Sukamanah village. Farmer farmers enthusiastically follow the extension activities. Extension materials are largely understandable because they are used to nurturing dairy goats and have a desire to develop and improve skills. 
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TANI BERBASIS KEMITRAAN GENDER DAN KOMODITI UNGGULAN LOKAL DALAM RANGKA PENGENTASAN KEMISKINAN DI PEDESAAN kardaya, dede
Jurnal Sosial Humaniora Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.994 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v1i1.75

Abstract

Agricultural sector in a wide perspective (food crop, animal husbandry, mixed farming) is very potential in helping Indonesian people cope with the effects of global and national economic crisis. The optimization of agricultural potential can lead people in rural areas to food sovereignty and at least reduce hunger. The concept of gender and family empowerment is seen as an entry point to poverty eradication a family is the smallest institution in a society and partnership cooperation between male and female in a family is a foundation for the achievement of family prosperity. Public prosperity is achieved when family prosperity is. Therefore, this study was done in order to assess the characteristics of farmer families seen from various aspects. Results showed that most proportion of husband-wife groups were middle-aged and had highest educational level of elementary school. More than half of husband respondents (61.3% in Tasikmalaya Regency and 60.0% in Ciamis Regency) worked as farmers. More than half of wife respondents (61.3% in Tasikmalaya Regency and 60.0% in Ciamis Regency) were housewives. The highest percentage of respondents (64.0%) had 1-4 family members with total income of less than Rp500,000 per month and an average income of Rp766,421. The highest proportion of respondents spent Rp 183,289 (in Tasikmalaya Regency) and Rp157,857 (in Ciamis Regency) per month for household appliance repair. The highest percentage of respondents (29.3%) stated that individual as source of loan. The most common problem faced by respondents in Tasikmalaya and Ciamis Regencies was financial problem and the least common was food availability. Respondents in Tasikmalaya Regency faced family problems more often than those in Ciamis Regency. The strategy most commonly applied by families in both regencies to save expenses was buying cheaper food. There was a positive relationship between wife age (r = 0.204; p = 0.012), husband age (r = 0.240; p = 0.003), and wife education (r = 0.212; p = 0.009) and family problems. A positive relation was also found between husband education and coping strategy applied (r = 0.163; p =0.046). Number of family member had a positive correlation with amount of debt (r = 0.243; p = 0.003) indicating the more members a family had, the more debt the respondent had.
PERFORMA KELINCI LOKAL YANG DIBERI AIR MINUM REBUSAN DAUN SIRIH (PIPPER BETLE LINN) muhidin, asep; Kardaya, Dede; sudrajat, Deden
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.989 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i2.240

Abstract

Salah satu cara untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas ternak kelinci yaitu dengan cara memberikan air rebusan daun sirih sebagai antibiotik alami untuk memperlancar kerja sistem pencernaan ternak kelinci. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian air rebusan daun sirih dalam air minum terhadap performa kelinci lokal. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kelinci lokal jantan lepas sapih yang berumur 2 bulan. Jumlah ternak yang digunakan sebanyak 24 ekor dengan bobot badan rata-rata 1.587±154,63 gram. Pakan yang digunakan adalah pakan komersil berbentuk pellet merk Indofeed K-03 Super. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), terdiri atas 6 perlakuan masing-masing 3 taraf dosis/jumlah daun sirih yang direbus dan 2 taraf waktu/lama perebusan dengan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian yaitu faktor pertama (S) jumlah daun sirih sebanyak 3 taraf yaitu : S1 = 250 gram/liter, S2 = 200 gram/liter dan S3 = 150 gram/liter. Faktor kedua, lama perebusan (R) sebanyak 2 taraf yaitu : R1 = 10 menit dan R2 = 20 menit. Peubah yang diamati adalah konsumsi ransum, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan, konversi ransum dan mortalitas. Data dianalisis dengan ANOVA dan apabila hasilnya berbeda nyata diuji dengan uji LSD dengan selang kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian air rebusan daun sirih terhadap performa kelinci lokal jantan tidak berbeda nyata (P>0,05). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan performa kelinci lokal tidak dipengaruhi oleh pemberian minum air rebusan daun sirih dengan konsentrasi dan periode rebus yang berbeda.
PERCENTAGES OF CARCASS PARTS OF MALE LOCAL DUCKS FED TORCH GINGER FLOWER (Etlingera elatior) SOLUTION INCLUDED IN COMMERCIAL RATION Wahyan, Dwiki Tri Satya; Handarini, Ristika; Kardaya, Dede
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.773 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v3i2.926

Abstract

Breast and thigh are the parts of duck carcass which are most commonly utilized and consumed by people.  These carcass parts consist of meat, skin, and bones.  This study was aimed at assessing the effects of the inclusion of torch ginger flower solution in commercial ration on live weight and percentages of carcass and its parts of male local ducks.  The study was conducted from June to August 2016 at Poultry Laboratory of Animal Science Study Program, Faculty of Agriculture, Djuanda University, Bogor.  Twenty-four male local ducks aged 2 weeks with average initial body weight of 450 ± 53.04 g were used.  A completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates was used.  Treatments consisted of commercial ration + 0% torch ginger flower solution (R0), commercial ration + 2.5% torch ginger flower solution (R1), commercial ration + 5.0% torch ginger flower solution (R2), and commercial ration + 7.5% torch ginger flower solution (R3).  Measurements were taken on the percentages of whole breast, breast meat, breast bones, whole thigh, thigh meat, and thigh bones.  Data were subjected to an analysis of variance and a Duncan test.  Results showed that treatments gave significant effect (P<0.05) on the percentage of thigh meat.  The inclusion of torch ginger flower solution in ration did not negatively affect carcass parts of male local ducks.  The inclusion of 7.5% torch ginger flower solution in commercial ration increased the percentage of whole breast.  It was also found that the inclusion of 5.0 and 7.5% torch ginger flower solution in commercial ration increased the percentage of thigh meat.Key words: torch ginger flower solution, male local duck, carcass parts
PENGARUH PENGGUNAAN FERMENTASI ISI RUMEN SAPI SEBAGAI PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN BOBOT BADAN DOMBA EKOR TIPIS Bimantoro, Danudyo; Kardaya, Dede; Jatmiko, Jatmiko
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.409 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i2.744

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian isi rumen sebagai pakan pengganti hijauan terhadap peningkatan bobot domba. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai bulan Desember 2014 di kandang domba di Desa Tambilung, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Masing-masing terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang digunakan yaitu : R0 = pemberian hijauan (rumput lapang) 100 %, R1 = + campuran fermentasi isi rumen 50 % + pemberian hijauan (rumput lapang) 50,  R2 = campuran fermentasi isi rumen 75% + pemberian hijauan (rumput lapang) 25 %, R3 = campuran fermentasi isi rumen 85 % + pemberian hijauan (rumput lapang) 15 %. Data yang diperoleh dianaisa menggunakan Analysis of Variation (ANOVA), bila data menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0.05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Penggatian Isi rumen sapi fermentasi sebagai hijauan tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan domba ekor tipis.
THE EFFICACY OF PAPAYA LEAF EXTRACT INCLUSION IN DRINKING WATER AS AN IMPROVING OF LAYER QUAIL PRODUCTION Kusbiyantari, Asri; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.034 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v3i1.855

Abstract

Bacterial resistance to antibiotic has made the reduction in the use of antibiotic a concern in animal production.  The restriction of antibiotic application in animal production can be achieved if the antimicrobial strategy is available.  Papaya leaf extract has some antibacterial properties that make it is potential to be used as a substitute for commercial antibiotic.  This study was aimed at assessing the efficacy and potential of papaya leaf extract inclusion in drinking water in controlling pathogenic bacteria and improving the production efficiency and feed conversion ratio (FCR) of layer quails.  The study was conducted from 24 August to 20 September 2016 at the poultry farm of Department of Animal Husbandry, Djuanda University, Bogor.  One-hundred layer quails were allocated into 4 treatments and 3 replicates in a completely randomized design.  The treatments consisted of five levels of papaya leaf extract inclusions in drinking water , namely drinking water + commercial antibiotic of 0.5 g/liter water (R1), drinking water + papaya leaf extract of 10 ml/liter water (R2), drinking water + papaya leaf extract of 20 ml/liter water (R3), and drinking water + papaya leaf extract of 30 ml/liter water (R4).  Data were subjected to an analysis of variance and a Duncan test.  Results showed that the inclusion of papaya leaf extract in drinking water gave significant effects on egg mass, egg production efficiency, FCR, egg quality index, and egg shell thickness but not on feed intake, egg weight, and mortality rate.  It was concluded that papaya leaf extract produced by a boiling method could be used as a substitute for synthetic antibiotic.  Key words: Papaya leaf extract, production efficiency, feed conversion, layer quail.  
PENGARUH LARUTAN DAUN SIRIH DALAM AIR MINUM SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK TERHADAP RETENSI NITROGEN DAN ENERGI METABOLIS RANSUM Sudrajat, Deden; Kardaya, Dede; malik, burhanudin; abas, abas
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (651.7 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i1.158

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih terhadap Retensi Nitrogen dan Energi Metabolis ransum pada ayam Broiler. Penelitian ini menggunakan 25 ayam Broiler jantan strain Cobb umur 30 hari, Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan dengan (KO) sebagai kontrol atau perlakuan tanpa daun sirih, (K1) pakan +anti biotik Zn-Bacitracin 50 ppm, (S1) 10 ml larutan perlakuan daun sirih per liter air minum, (S2) 20 ml larutan perlakuan daun sirih per liter air minum, dan (S3) 30 ml larutan perlakuan daun sirih per liter air minum. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian daun sirih dalam air minum berpengaruh nyata (P<0,05) meningkatkan energi metabolis dan retensi nitrogen. Konsentrasi larutan 10 ml/L (perlakuan S1) menunjukan nilai tertinggi untuk energi metabolis dan retensi nitrogen dibandingkan dan K1 perlakuan. Dengan
KUALITAS FISIK DAGING KELINCI LOKAL YANG DIBERIKAN PAKAN TAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK DAN ZEOLIT firmansyah, imam; Kardaya, Dede; Dihansih, Elis
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.835 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengethui sifat fisik daging kelinci lokal yang diberi pakan dengan bahan campuran tepung daun sirsak dan zeolit. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juni 2014. Penelitian ini menggunkan 12 ekor kelinci lokal. Kandang yang digunakan adalah kandang individu dengan ukuran panjang 0,56 meter, lebar 0,45 meter dan tinggi 0,45 meter. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah (P0) 65% hijauan + 35% konsentrat, (P1) 62% Hijauan +3% Tepung daun sirsak + 35% konsentrat, (P2) 65% hijauan +(32% konsentrat +3% zeolit), (P3) 62% Hijauan +3% tepung daun sirsak +(32% konsentrat +3% zeolit). Peubah yang diamati diantaranya adalah sifat fisk daging kelinci yang meliputi pH, susut masak, daya mengikat air (DMA), keempukkan dan warna. Pemberian pakan diberikan berdasarkan bobot badan dan pemberian air minum diberikan secara ad libitum. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acakk Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menyimpulkan nahwa pemberian daun sirsak, zeolit, atau zeolit dan daun sirsak pada ransum kelinci lokal belum dapat memperbaiki kualitas sifat fisik daging yang diukur berdasarkan nilai pH, susut masak, daya mengikat air, dan indeks warna daging (a*, b* dan h*). Namun intensitas warna daging (C*) kelinci menjadi lebih kuat pada kelinci yang diberi ransum tepung daun sirsak atau daun sirsak dan zeolit
Pengaruh Subtitusi Pakan Komersil Dengan Tepung Ampas Kelapa Terhadap Bobot Potong Dan Bobot Karkas Ayam Kampung ramdani, ilham; Kardaya, Dede; anggraeni, Anggraeni
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.833 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.323

Abstract

Karkas ayam merupakan salah satu komoditas penting berdasarkan aspek gizi, sosial budaya, dan ekonomi. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 17 September sampai dengan tanggal 12 Desember 2015 di Kandang Ternak Unggas Program Studi Peternakan Universitas Djuanda Bogor. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah DOC ayam Kampung dengan jumlah 100 ekor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, perlakuan dalam penelitian ini R0 : 100% Pakan Komersil, R1 : 90% pakan Komersil + 10% Tepung Ampas kelapa, R2 : 80% pakan Komersil + 20 % Tepung Ampas kelapa, R3 : 70% pakan Komersil + 30% Tepung Ampas kelapa, R4 : 60% pakan Komersil + 40% Tepung Ampas kelapa. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisys of variance (ANOVA), bila data menunjukan hasil yang berbeda nyata (P<0,05) dilanjutkan dengan uji Duncan. Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah Bobot potong, persentase karkas, dan Bagian karkas. Hasil analisis rataan bobot potong, persentase karkas, persentase dada, persentase sayap, persentase paha atas, persentase paha bawah, persentase punggung menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05).