Claim Missing Document
Check
Articles

KUALITAS ISI RUMEN SAPI HASIL FORTIFIKASI DAN FERMENTASI Heryani, Ety; Kardaya, Dede; sudrajat, Deden
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.442 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i1.217

Abstract

Penelitian kualitas isi rumen sapi (IRS) yang difortifikasi dan difermentasi berasal dari sapi brahman cross jantan yang diadakan dalam rangka untuk mengungkap pengaruh perlakuan fortifikasi dan fermentasi pada kandungan nutrisi dan ciri-ciri fisik. Perlakuan adalah (1). Jenis fortifikasi A (isi rumen sapi 62% + dedak 32% + molases 6% + urea 1%) dengan tanpa fermentasi , 2 minggu dan 4 minggu waktu fermentasi. (2). Jenis fortifikasi B (isi rumen sapi 62% + dedak 32% + molases 5% + urea 1% + zeolit 1%) dengan tanpa fermentasi, 2 minggu, dan 4 minggu waktu fermentasi. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap faktorial 2 x 3 faktor, faktor yang di gunakan 2 fortifikasi yang berbeda dan 3 lama fermentasi yang berbeda, uji Duncan dan Tukey digunakan apabila sebelumnya uji univariate dan kruskal-wallis menunjukkan berbeda nyata (P<0,05). Hasil penelitian menunjukkan kandungan nutrisi isi rumen sapi fermentasi hanya kandungan protein kasar yang berbeda nyata (P<0,05) dan kandungan abu lebih rendah daripada jenis fortifikasi B ketika diperam selama 4 minggu fermentasi. Tetapi kedua perlakuan tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada serat kasar ataupun lemak dan pH. Pengaruh perlakuan pada beberapa ciri-ciri fisik isi rumen sapi menunjukkan bahwa jenis fortifikasi A menghasilkan warna, tekstur, dan aroma lebih baik daripada jenis perlakuan fortifikasi B selama 4 minggu fermentasi.
PRODUCTION PERFORMANCE OF MALE LOCAL DUCKS (ANAS PLATHYRHINCHOS) GIVEN BETEL (PIPER BETLE LINN) LEAVE EXTRACT SOLUTION INCLUDED IN COMMERCIAL RATION Dihansih, Elis; Kardaya, Dede; Rohimah, Irma
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.291 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v3i1.856

Abstract

This study was aimed at assessing production performance of male local ducks(Anasplathyrhinchos) given betel (Piper betle Linn) leave extract solution included in commercial ration.  The study was conducted at the Poultry Farm of Departement of Animal Husbandry, Faculty of Agriculture, Djuanda University, Bogor from June to August 2016.  Twenty-four male local ducks aged 2 weeks with average body weight of 450 g were used.  BR-21E commercial feed of PT SintaFeedmill and betle leaf extract solution were used.  A completely randomized design with 4 treatments and 3 replicates was used.  Treatments consisted of 100% commercial feed (R0), commercial feed + 2.5% piper betel solution (R1),  commercial feed + 5.0% piper betel solution (R2), and commercial feed + 7.5% piper betel solution (R3).  Data were subjected to an analysis of variance.  Measurements were taken on feed intake, body weight gain, feed conversion rate, and mortality rate.  Results showed that treatments did not give any significant effects (P>0.05) on all parameters measured.  Key words: production performance, male local duck, betel leaf extract solution.
PENGARUH SUBSTITUSI TEPUNG AMPAS KELAPA DALAM PAKAN KOMERSIL TERHADAP ENERGI METABOLIS AYAM KAMPUNG kapriani, julianti; Sudrajat, Deden; Kardaya, Dede
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.325 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.367

Abstract

Ampas kelapa merupakan limbah yang mempunyai kandungan nutrisi yang baik, sehingga berpotensi dijadikan pakan ternak ayam khususnya ayam kampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji energi metabolis ayam kampung dengan mensubstitusikan sebagai pakan komersil dengan tepung ampas kelapa. Penelitian dilaksanakan dari bulan Desember 2015 sampai januari 2016 di Laboratorium Lapangan Ternak Unggas, Program Studi Peternakan, Universitas Djuanda Bogor. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini P0 100% Pakan komersil, P1 90% Pakan komersil + 10% Tepung ampas kelapa, P2 80% Pakan komersil + 20% Tepung ampas kelapa, P3 70% Pakan komersil + 30% Tepung ampas kelapa. Data yang diperoleh dari analisis menggunakan Analisys of Variance (ANOVA) dan uji Duncan. Peubah yang diamati adalah konsumsi energi metabolis, energi metabolis ransum dan energi metabolis ampas kelapa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi metabolis ayam kampung selama penelitian tidak berbeda nyata (P>0,05), energi metabolis ransum ayam kampung menunjukkan tidak berbeda nyata (P>0,05) dan energi metabolis ampas kelapa. Substitusi ransum komersil dengan tepung ampas kelapa dapat dilakukan sampai tingkat 30% tanpa mengurangi kandungan energi metabolis ayam kampung.
PRODUKSI TELUR BURUNG PUYUH YANG DIBERI AIR MINUM LARUTAN DAUN SIRIH Sudrajat, Deden; Kardaya, Dede; Sahroji, Sahroji
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.043 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i2.296

Abstract

Daun sirih memiliki potensi sebagai anti biotik pengganti antibiotik komersil karena mempunyai karakteristik sebagai antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji performa produksi produksi telur burung puyuh yang diberi minum larutan daun sirih (Piper betle LINN) dalam air minum. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan tersebut adalah: R0: Air minum + antibiotik komersil; R1: Air minum + 5 ml larutan daun sirih / liter air; R2 : Air minum + 10 ml larutan daun sirih / liter air; R3: Air minum R0 + 15 ml larutan daun sirih / liter air; R4: Air minum + 20 ml larutan daun sirih / liter air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan daun sirih pada burung puyuh berpengaruh tidak berpengaruh produksi telur, konversi ransum, indeks kualitas telur dan tebal kerabang telur. Pemberian larutan daun sirih dalam air minum puyuh petelur dapat menggantikan suplemen antibiotik komersil.Kata kunci: larutan daun sirih, puyuh petelur
PERFORMA PRODUKSI KELINCI LOKAL YANG DIBERIKAN PAKAN TAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK (ANNONA MURICATA L) DAN ZEOLIT maryani, Ade; Kardaya, Dede; Dihansih, Elis
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.546 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i1.149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian tepung daun sirsak dan zeolit terhadap performa kelinci lokal. Penelitian ini menggunakan kelinci jantan lokal sebanyak 20 ekor. Kandang yang digunakan kandang baterai yang terbuat dari bilah bambu, kayu dan dinding kawat dengan ukuran panjang 0,56, lebar 0,45 dan tinggi 0,45 meter. Pakan yang digunakan adalah rumput lapangan dan pakan Indofeed K03 dengan penambahan tepung daun sirsak dan zeolit. Pakan yang digunakan terdiri atas rumput lapangan, konsentrat, tepung daun sirsak, dan zeolit dengan perlakuan sebagai berikut: 1) P0: 65% Rumput Lapangan + 35% Konsentrat, 2) P1 : (62% Rumput lapangan + 3% Tepung daun sirsak) + 35% Konsentrat, 3) P2: 65% Rumput lapangan + (32% Konsentrat + 3% Zeolit), dan 4) P3: (62% Rumput lapangan + 3% Tepung daun sirsak) + (32% Konsentrat + 3% Zeolit) dan diberikan selama 28 hari. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan pakan dan 5 ulangan. Data hasil penelitian dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap konsumsi pakan,bobot badan dan konversi pakan.
KUALITAS TELUR ITIK ALABIO (ANAS PLATHYRYNCOS BORNEO) YANG DIBERI RANSUM KOMERSIL DENGAN TAMBAHAN KROMIUM ORGANIK Aulia, Eneng; Dihansih, Elis; Kardaya, Dede
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.694 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i2.743

Abstract

Kromium (Cr) adalah  unsur golongan mineral esensial Mineral Cr adalah  mineral yang memiliki yang mempunyai bilangan oksidasi 0, 2+, 3+, 4+ dan 6+ dan masuk kedalam dalam unsur transisi. Umumnya Cr bervalensi tiga merupakan bentuk yang paling stabil. Telur dari ternak unggas merupakan sumber protein, asam oleat, besi, fosfor, mineral, vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) serta vitamin yang larut dalam air (vitamin B). Penelitian ini dilaksanakan di kandang ternak unggas Universitas Djuanda Bogor selama 6 minggu dari 1 Januari 2015 ssampai 6 Februari 2016. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 taraf suplementasi Cr yaitu R0= 0 ppm, R1= 0.75 ppm dan R2= 1.5 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa tebal kerabang berkisar antara 0.13 – 0.19 mm, indeks telur 76.90 – 80.32 %,  warna kuning 6.83 – 7.37, indeks kuning 0.39 – 0.46, indeks putih 0.10 – 0.16 dan nilai HU 85.16 – 85.75. data yang diperoleh dianalisa menggunakan table of variance (ANOVA) penambahan kromium organic sampai taraf 1.5 ppm berpengaruh nyata terhadap kualitas telur meliputi warna kuning telur dan nilai HU.
PEMBERIAN PAKAN KONSENTRAT DENGAN KADAR PROTEIN YANG BERBEDA TERHADAP RESPON SUPEROVULASI SAPI SIMENTAL pranata, anta; Kardaya, Dede
Jurnal Peternakan Nusantara Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.031 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v2i1.324

Abstract

Dalam usaha perternakan ruminansia, pakan merupakan hal yang paling dominan dalam hal biaya, biayanya bisa mencapai sekitar 70% – 80%. Ruminansia memerlukan protein sebagai sumber asam amino esensial, Protein sangat berpengaruh bagi kelangsungan sistem reproduksi. Penelitian ini bertujuan menguji pemberian pakan tambahan konsetrat dengan kadar protein yang berbeda terhadap respon superovulasi sapi simental. Penelitian ini menggunakan 20 ekor sapi Simmental dengan skor kondisi tubuh 2,8 – 3,2 yang memiliki genetik unggul, siklus estrus normal, dan bebas dari penyakit reproduksi menular. Sapi donor dibagi dalam dua perlakuan, R1: Sapi diberikan pakan konsentrat dengan kadar protein 16,88%, R2: Sapi diberikan pakan konsentrat dengan kadar protein 19,08%, perlakuan pakan terhadap sapi donor dilakukan selama satu bulan, konsentrat diberikan sebanyak 1% dari bobot badan terhadap masing-masing perlakkuan. setelah perlakuan pakan, sapi donor dilakukan program superovulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan konsentrat dengan kadar protein berbeda berpengaruh nyata terhadap respon superovulasi. Pemberian pakan dengan kadar protein 19,08% menghasilkan respon, jumlah dan kualitas embrio yang lebih baik serta proporsi embrio layak transfer yang lebih tinggi.
KUALITAS TELUR PUYUH (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) YANG DIBERI PAKAN KOMERSIAL DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BAWANG PUTIH DANTEPUNG JINTAN Fadila, Ulfa; Kardaya, Dede; Dihansih, Elis
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.065 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v4i1.1507

Abstract

Research on the egg quality of quail (Coturnix coturnix japonica) fed garlic flour and cumin flour supplemented commercial has been done for one month to assess the effect of each treatment on the eggs quality of quail. This study used 180 quail aged 30 days with a complete randomized design study method treated as follows: P0 (commercial feeding without garlic flour and cumin flour, P1 (commercial feeding with 2% garlic flour), P2 ( Commercial feeding with 2% cumin flour), and P3 (1% garlic flour and 1% cumin flour). The addition of 1-2% garlic feed additive potency to improve the quality of quail eggs, especially on the quality of quail egg yolk.Key words : quality of quail eggs, garlic flour, cumin flour.
THE GIVING TOMATO FLOUR (LYCOPERSICON ESCULENTUM) AND TOFU WASTE ON COMMERCIAL FEED TO QUAIL TO EXTERNAL QUALITY OF QUAIL EGG (COTURNIX COTURNIX JAPONICA) LAYER PERIOD Yusuf, Mochamad; Kardaya, Dede; Sudrajat, Deden
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 5 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2482.411 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v5i1.1800

Abstract

Tomato (lycopersicon esculentum) is one of Indonesia's local fruits that contain lots of vitamin C and lycopene. Tofu waste is a plant commonly used as an alternative feed to reduce the cost of large feeds. The aims of this research is to find out how far the addition of tomato flour and tofu waste has an influence on the external quality of quail eggs (Coturnix coturnix japanica). The material used in this research was 160 quails, aged 35 weeks with the treatment given : P0 100% control food; P1: 95% control food + 2.5% tomato flour and 2.5% tofu waste; P2: 90% control food + 5% tomato flour and 5% tofu waste; P3: 85% control food + 7.5% tomato flour and 7.5% tofu waste. The design used was Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 3 replications with each treatment filled with 13 chickens so that there were 160 quails, then continued with Duncan's multiple range test. Variables observed during the study included egg index, shell thickness and egg weight. The results showed that giving tomato flour and tofu waste to quail feed did not affect the real results on the external quality of quail eggs (egg weight, shell thickness and egg index).Key words : external quality of quail egg, tomato flour, tofu waste
KUALITAS FISIK DAGING KELINCI LOKAL YANG DIBERIKAN PAKAN TAMBAHAN TEPUNG DAUN SIRSAK DAN ZEOLIT firmansyah, imam; Kardaya, Dede; Dihansih, Elis
Jurnal Peternakan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.835 KB) | DOI: 10.30997/jpnu.v1i1.136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengethui sifat fisik daging kelinci lokal yang diberi pakan dengan bahan campuran tepung daun sirsak dan zeolit. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Mei sampai bulan Juni 2014. Penelitian ini menggunkan 12 ekor kelinci lokal. Kandang yang digunakan adalah kandang individu dengan ukuran panjang 0,56 meter, lebar 0,45 meter dan tinggi 0,45 meter. Perlakuan yang diberikan dalam penelitian ini adalah (P0) 65% hijauan + 35% konsentrat, (P1) 62% Hijauan +3% Tepung daun sirsak + 35% konsentrat, (P2) 65% hijauan +(32% konsentrat +3% zeolit), (P3) 62% Hijauan +3% tepung daun sirsak +(32% konsentrat +3% zeolit). Peubah yang diamati diantaranya adalah sifat fisk daging kelinci yang meliputi pH, susut masak, daya mengikat air (DMA), keempukkan dan warna. Pemberian pakan diberikan berdasarkan bobot badan dan pemberian air minum diberikan secara ad libitum. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acakk Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Analisis data menggunakan sidik ragam dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menyimpulkan nahwa pemberian daun sirsak, zeolit, atau zeolit dan daun sirsak pada ransum kelinci lokal belum dapat memperbaiki kualitas sifat fisik daging yang diukur berdasarkan nilai pH, susut masak, daya mengikat air, dan indeks warna daging (a*, b* dan h*). Namun intensitas warna daging (C*) kelinci menjadi lebih kuat pada kelinci yang diberi ransum tepung daun sirsak atau daun sirsak dan zeolit