Sri Sedjati
Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Marine Science Techno Park, Universitas Diponegoro

Published : 54 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Machine Learning-Driven Seaweed Genera Identification on a Web Application Using Teachable Machine Azhar, Riza Nur; Yudiati, Ervia; Sedjati, Sri
Jurnal Perikanan Universitas Gadjah Mada Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jfs.92955

Abstract

This study aims to evaluate the use of machine learning technology, particularly Teachable Machine, in identifying seaweed genus in Indonesia. The limitations of identification databases and the lack of previous research were the main drivers of this study. The research focused on Panjang Island with three representative field data collection stations. This field data became the basis for training machine learning models for identification. In addition to field data, information from the literature on seaweed visual characteristics was also taken to support the identification process. The machine learning model developed achieved 99.42% accuracy in identifying 13 classes of 9 seaweed genus. The implementation of the model on the web application showed satisfactory responsive performance, including in the speed test on Google PageSpeed. Overall, the integration of machine learning technology in a web application platform provides a practical solution for accurate and accessible seaweed identification. This invention has great potential in supporting research, conservation, and sustainable utilization of marine resources in Indonesia.
Potensi Metabolit Kapang Endofit Mangrove Rhizophora apiculata sebagai Anti-Staphylococcus epidermidis Limbong, Maria Fransiska; Setyati, Wilis Ari; Sedjati, Sri; Sibero, Mada Triandala
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 1 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i1.20133

Abstract

Mangrove association molds are known to produce secondary metabolite compounds that have antibacterial activity. The purpose of this study was to obtain anti-Staphylococcus epidermidis metabolites produced by the endophytic mold of mangrove Rhizophora apiculate. The screening process is carried out in exploratory descriptive research.  The stages of this research are sampling, mold isolation and purification, and macroscopic characterization. Initial screening of antibacterial activity is carried out by the agar plug method. Isolates that produce antibacterial metabolites are molecularly identified. The isolate was then cultured with Potato Dextrose Agar (PDA) media. The producing antibacterial metabolites were extracted using two solvents of different polarities (ethyl acetate and methanol) by stratified maceration method. Antibacterial metabolites are then tested to determine the concentration of extracts required to inhibit (Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and kill bacterial growth (Minimum Bactericidal Concentration / MBC). The results of this study showed that there is one species of mangrove endophytic mold Rhizophora apiculata that can produce antibacterial metabolites against S. epidermidis, namely Diaporthe sennae.  These antibacterial metabolites are present in ethyl acetate extract. The resulting bioactivity based on the ability to inhibit bacterial growth can be seen from the MIC value of 2.5 mg / mL and the ability to kill bacteria with an MBC value of 5 mg / mL. The mold metabolite Diaporthe sennae could potentially be developed as an anti-Staphylococcus epidermidis  Kapang asosiasi mangrove diketahui menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan metabolit anti-Staphylococcus epidermidis yang dihasilkan oleh kapang endofit mangrove Rhizophora apiculate. Proses skrining dilakukan secara diskriptif eksploratif.  Tahapan penelitian ini adalah pengambilan sampel, isolasi dan purifikasi kapang, serta karakterisasi makroskopis. Skrining awal aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode agar plug. Isolat yang menghasilkan metabolit antibakteri diidentifikasi secara molekuler. Isolat tersebut selanjutnya dikultur dengan media Potato Dextrose Agar (PDA). Metabolit antibakteri yang dihasilkan diekstraksi menggunakan dua pelarut yang berbeda polaritas (etil asetat dan metanol) dengan metode maserasi bertingkat. Metabolit antibakteri kemudian diuji untuk menentukan konsentrasi ekstrak  yang diperlukan untuk menghambat (Minimum Inhibitory Concentration /MIC) dan membunuh pertumbuhan bakteri (Minimum Bactericidal Concentration /MBC). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat satu spesies kapang endofit mangrove Rhizophora apiculata yang yang dapat menghasilkan metabolit antibakteri  melawan S. epidermidis, yaitu Diaporthe sennae.  Metabolit antibakteri tersebut terdapat dalam ekstrak etil asetat. Bioaktivitas yang dihasilkan berdasarkan kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri terlihat dari nilai MIC sebesar 2,5 mg/mL dan kemampuan membunuh bakteri dengan nilai MBC sebesar 5 mg/mL.  Metabolit kapang Diaporthe sennae berpotensi dikembangkan sebagai anti-Staphylococcus epidermidis 
Metabolit Sargassum sp. sebagai Agen Antioksidan dan Fotoprotektif Radiasi Ultraviolet Sedjati, Sri; Trianto, Agus; Larasati, Stefanie Jessica Henny; Haqqu, Alir Adn
Jurnal Kelautan Tropis Vol 27, No 3 (2024): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v27i3.23999

Abstract

Ultraviolet radiation (UVR) from sunlight can damage human skin. The formation of free radicals in skin tissue, sunburn, erythema, and skin tanning are effects that often occur due to exposure to high intensity. Sunscreen cosmetics are commonly used to protect human skin, some use seaweed extract in their formulations. This study was conducted to search for metabolites from Sargassum sp. which have activity as antioxidants and ultraviolet radiation (UVR) photoprotective.  Graded maceration with hexane, ethyl acetate, and ethanol solvents was done to extract all metabolites according to their polarity. The content of pigments (chlorophyll & carotenoids), total phenolic content (TPC), antioxidant activity, and UVR photoprotective are determined by spectrophotometry. Antioxidant activity was analyzed based on the value of inhibition percentage (IC50) against 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and  UVR photoprotective was based on the value of sun protection factor (SPF), a percentage of erythema transmission (%Te), and pigmentation transmission (% Tp). The results of the research showed that of the three, hexane extract (H), ethyl acetate extract (Ea), and ethanol extract (Et) all contain carotenoids, but one of them, namely H, did not contain chlorophyll. The largest TPC was found in Et i.e. 15.79 mg of GAE/g. The highest antioxidant activity was achieved by H, followed by Ea with a slight difference in IC50, respectively at 198.61 and 204.12 μg/mL. The highest UVR photoprotective activity was achieved by Ea with an SPF value of 13,480, %Te 4,037, and %Tp 24,316 (at 200 μg/mL). Ethyl acetate extract from Sargassum sp. has been tested as the best antioxidant and UVR photoprotective agent and can be used in sunscreen cosmetic formulations.  Radiasi ultraviolet (UVR) yang bersumber dari cahaya matahari dapat memicu kerusakan kulit manusia. Terbentuknya radikal bebas dalam jaringan kulit, kulit terbakar, kulit memerah, maupun penggelapan kulit merupakan efek yang sering terjadi akibat paparan UVR dalam intensitas tinggi. Kosmetik tabir surya biasa digunakan untuk melindungi kulit manusia dan beberapa di antaranya menggunakan ekstrak rumput laut dalam formulasinya. Penelitian ini dilakukan untuk mencari metabolit dari Sargassum sp. yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan dan fotoprotektif UVR. Maserasi bertingkat dengan pelarut heksana, etil asetat, dan etanol dilakukan untuk mengekstrak semua metabolit sesuai dengan polaritasnya. Kandungan pigmen (klorofil & karotenoid), fenolik total, aktivitas antioksidan, maupun fotoprotektif UVR ditentukan dengan metode spektrofotometri. Aktivitas antioksidan dianalisis berdasarkan nilai persentase inhibisisi (IC50) terhadap 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), sedangkan fotoprotektif UVR berdasarkan nilai sun protection factor (SPF), persentase transmisi eritema (%Te), dan transmisi pigmentasi (% Tp). Hasil peneltian menunjukkan bahwa dari ketiganya, ekstrak heksana (H), ekstrak etil asetat (Ea), dan ekstrak etanol (Et) semuanya mengandung karotenoid, tetapi salah satunya, yaitu H tidak mengandung klorofil. Kandungan fenolik total paling besar terdapat pada Et, yaitu sebesar 15,79 mg GAE/g. Aktivitas antioksidan tertinggi dicapai oleh H, diikuti oleh Ea dengan sedikit perbedaan nilai IC50, secara berurutan yaitu sebesar 198,61 dan 204,12 µg/mL. Aktivitas fotoprotektif UVR paling tinggi dicapai oleh Ea, yaitu dengan nilai SPF sebesar 13,480, %Te 4,037, dan %Tp 24,316 (pada konsentrasi 200 µg/mL).  Ekstrak etil asetat dari Sargassum sp. teruji sebagai agen antioksidan dan fotoprotektif UVR terbaik dan bisa dimanfaatkan dalam formulasi kosmetik tabir surya. 
Kitosan sebagai Bioadsorben Logam Besi (Fe) pada Jaringan Lunak Kerang Hijau (Perna viridis) Pramastuti, Fransisca Ria; Supriyantini, Endang; Pramesti, Rini; Sedjati, Sri; Ridlo, Ali
Buletin Oseanografi Marina Vol 13, No 1 (2024): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v13i1.41095

Abstract

Logam besi (Fe) merupakan logam berat essensial yang dibutuhkan oleh makhluk hidup termasuk manusia dalam jumlah sedikit.  Jika jumlahnya melebihi batas ambang dapat menimbulkan efek racun karena bersifat karsinogenik. Salah satu upaya mengurangi kadar logam Fe pada daging kerang tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan kitosan atau turunan kitosan yaitu karboksimetil kitosan (KMK) sebagai adsorben. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi KMK dan kitosan terhadap kapasitas dan daya adsorpsi, serta konsentrasi terbaik dalam menurunkan kandungan logam berat Fe pada jaringan lunak kerang hijau. Metode penelitian secara eksperimental laboratoris. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu sumber kitosan yang digunakan yaitu kitosan dan karboksimetil kitosan (KMK) dan faktor kedua yaitu variasi konsentrasi yaitu kontrol (0%); 0,5%; 1%; 1,5% dan masing-masing perlakuan dengan 3 ulangan. Konsentrasi logam berat Fe awal pada kerang hijau sebesar 13,17 mg/kg. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh variasi konsentrasi kitosan dan KMK terhadap kapasitas dan daya adsorpsi logam berat Fe pada jaringan lunak kerang hijau. Konsentrasi terbaik pada kitosan 1,5% dapat menurunkan logam berat Fe menjadi 2,43 mg/kg dengan kapasitas adsorpsi sebesar 0,72 mg/g dan daya serap 81,56%, sedangkan KMK 1,5% dapat menurunkan logam berat Fe menjadi 3,68 mg/kg dengan kapasitas adsorpsi 0,63 mg/g dan daya serap sebesar 72,04%.  Fe is an essential heavy metal needed by humans in small amounts, if the amount exceeds the threshold, it can cause toxic effects because it is carcinogenic. To reduce the metal content of Fe in mussel meat, it can be done by utilizing chitosan or chitosan derivatives, namely carboxymethyl chitosan (KMK) as an adsorbent. This study aims to determine the effect of variations in the concentration of KMK and chitosan on the adsorption capacity and power as well as the best concentration in reducing the heavy metal content of Fe in the soft tissue of green mussels. The research method is experimental laboratory. The research design used a completely randomized design (CRD) with 2 factors. The first factor is the source of chitosan used, namely chitosan and carboxymethyl chitosan (KMK) and the second factor is the variation in concentration used, namely control (0%), 0.5%, 1%, and 1.5% and each treatment 3 repetition. The initial heavy metal concentration of Fe in green mussels was 13.17 mg/kg. The results showed that there was an effect of variations in the concentration of chitosan and KMK on the capacity and adsorption ability of heavy metal Fe in green mussel meat. The best concentration of 1.5% chitosan can reduce heavy metal Fe to 2,43 mg/kg with adsorption capacity of 0.72 mg/g and absorption ability of 81.56%. Meanwhile, KMK 1.5% can reduce heavy metal Fe to 3.68 mg/kg with adsorption capacity of 0.63 mg/g and absorption ability of 72.04%. 
Co-Authors Adam Sojuangon Pasaribu Adella, Alisa Sukma Adha Susanto Adi Santosa Adi Santoso Agus Trianto Ali Ridlo Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Amtoni Caesario Nainggolan Annisa Afifah Nugroho Ardiani Widya Wandira Arif Maa’ruf Al Ayyub Arvianto Wibowo Azhar, Riza Nur Aziz Rifai Bahry, Muhammad Syaifudien Bambang Yulianto Bolu, Wa Ode Rima Alam Sari Budhy Wiyarsih Chika Velita Anindya Yulian Deska Dwi Iriana Dewi Meynita, Dewi Dhimas Firmansyaf Dinda Ayuniar Zanjabila Dwi Haryo Ismunarti Eka Mulya Eksa Novritasari Elis Indrayanti Endang Supriyantini Ervia Yudiati Faith Dibri Kimberly Gita Wismayanti Hadi Endrawati Haeruddin Haeruddin Hafida Salma Haqqu, Alir Adn Ighwerb, Mostafa Imhmed Ikhlasul Amal Irene Ulsadriatny Iriana, Deska Dwi Jamaludin Jamaludin Khoirunnisah Riswanti Kirana Fatika Brilianti Larasati, Stefanie Jessica Henny Lilik Maslukah Limbong, Maria Fransiska Linggar Dirgantara Prasetyo M. Hafizulhaq Mahadika Fanindhita Sany Max Rudolf Muskananfola McCauley, Erin Muhammad S. Bahry Muhammad Syaifudien Bahry Nada Kristiani Ginting Nirwani Soenardjo Nur Islamiah Sulastri Nuril Azhar Ocky Karna Radjasa Oetari Kusuma Putri Pasaribu, Adam Sojuangon Pradhika, Vicky Dimas Pramastuti, Fransisca Ria Rabia Alghazeer Rachmat Afriyanto Raden Ario Rani Agustian Rizkina Ria Azizah Tri Nuraini Rima Rosema Rini Pramesti Riska Novianti Putri Risnita Tri Utami Rizky Rifatma Jezzi Rizqi Umi Arifah Sakti Imam Muchlisin Saniyatul Ulya Savitri, Nadiah Humairoh Mufidah Septhy Kusuma Radjasa Sibero, Mada Triandala Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Sulistiana, Zalsabila Sunaryo Sunaryo Sunaryo Sunaryo Suryono Suryono Vicky Dimas Pradhika Victoria Ratna Widiyanti Victorina Yulina Santi Wandira, Ardiani Widya Widiyanti, Victoria Ratna Wilis Ari Setyati Wismayanti, Gita Yusup Bayu Permadi Yusup Bayu Permadi Zidny Nurfadhli