Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Optimasi Co-Substrat Glukosa Dan Amonium Nitrat Sebagai Sumber C/N Media Kultur Terhadap Pertumbuhan Dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus Firmus Simbion Sponge Chalinula Pseudomolitba Muhammad Zainuddin; Delianis Pringgenies; Ocky Karna Radjasa; Haeruddin Haeruddin; Aninditia Sabdaningsih; Vivi Endar Herawati
JURNAL ENGGANO Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/jenggano.7.1.52-64

Abstract

Pada budidaya udang intensif pakan merupakan komponen utama dan membutuhkan 50-60% dari biaya produksi. Pemberian pakan yang berlebih dalam budidaya intensif mengakibatkan munculnya limbah organik pakan yang secara kimiawi membentuk senyawa amoniak yang bersifat toksik terhadap udang yang dibudidayakan. Senyawa amoniak dapat mengganggu pertumbuhan udang dan bahkan membunuh udang secara masal sehingga tambak mengalami kegagalan panen. Komponen utama dalam limbah organik sisa pakan adalah protein, sehingga untuk mengatasi permasalahan limbah ini adalah dengan cara melakukan remediasi proteinnya. Proeses remediasi protein limbah pakan dapat dilakukan oleh bakteri proteolitik. Bakteri Bacillus Firmus dari simbion sponge Chalinula Pseudomolitba merupakan salah satu bakteri proteolitik yang menghasilkan enzim protease ekstraseluler. Bakteri Bacillus Firmus memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi probiotik dalam budidaya udang. Dalam upaya tersebut diperlukan informasi optimasi konsentrasi co-substrat glukosa sebagai sumber C dan amonium nitrat sebagai sumber N dalam media kultur bakteri Bacillus firmus untuk produksi biomassa bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan optimasi konsentrasi glukosa dan amonium nitrat media kultur Bakteri Bacillus Firmus terhadap pertumbuahan dan aktivitas protease ekstraseluler. Penelitian menggunakan metode eksperimen aboratoris. Penelitian telah berhasil melakukan uji optimasi konsentrasi glukosa dan amonium nitrat media kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus firmus memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada penambahan co-subtrat glukosa sebagai sumber karbon pada konsentrasi 1% yaitu dengan nilai sebesar 0,145 c dan 23,960 c IU/ml. Selain itu juga, dengan penambahan co-subtrat amonium nitrat sebagai sumber nitrogen pada konsentrasi 0,05% sebesar 0,157 c dan 27,514 c IU/ml.
Optimasi Kondisi Inkubasi Kultur (Suhu dan Agitasi) Terhadap Pertumbuhan dan Aktivitas Protease Ektraseluler Bakteri Bacillus firmus Asosiasi Sponge (Porifera: Demospongiae) dari Nusa Lembongan Bali Indonesia Muhammad Zainuddin; Delianis Pringgenies; Ocky Karna Radjasa; Haeruddin Haeruddin; Aninditia Sabdaningsih; Vivi Endar Herawati
Journal of Marine Research Vol 11, No 3 (2022): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v11i3.35001

Abstract

Perkembangan budidaya udang secara intensif, diikuti pula oleh permasalahan limbah organik sisa pakan. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan limbah organik adalah dengan bioremediasi menggunakan probiotik. Komponen utama limbah organik pakan ini adalah protein. Oleh sebab itu, konsorsium probiotik merupakan bakteri proteolitik. Bakteri Bacillus firmus yang bersimbiosis dengan sponge Chalinula pseudomolitba merupakan bakteri yang menghasilkan enzim protease ektraseluler yang dapat menghidrolisis protein menjadi senyawa yang sederhana. Bakteri Bacillus firmus memiliki potensi untuk dijadikan probiotik. Diperlukan informasi tentang kondisi suhu dan agitasi inkubasi yang optimal untuk mendapatkan biomassa sel bakteri Bacillus firmus dalam pembentukan probiotik. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji optimasi suhu dan agitasi dalam inkubasi kultur terhadap pertumbuahn dan aktivitas protease ekstraseluler bakteri Bacillus firmus. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratoris. Penelitian telah berhasil melakukan uji optimasi suhu dan agitasi inkubasi kultur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri Bacillus firmus memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi kultur dengan suhu inkubasi 30 oC dengan nilai sebesar 0,194 c dan 34,660 d IU/ml. Selain itu juga memiliki laju pertumbuah dan aktivitas protease terbaik pada kondisi agitasi inkubasi 150 rpm dengan nilai sebesar 0,124 b dan 40,039 b IU/ml.The development of intensive shrimp farming is also followed by the problem of organic waste from feed residues. One way to overcome the problem of organic waste is bioremediation using probiotics. The main component of this feed organic waste is protein. Therefore, the probiotic consortium is a proteolytic bacteria. Bacillus firmus bacteria in symbiosis with Chalinula pseudomolitba sponge is a bacterium that produces extracellular protease enzymes that can hydrolyze proteins into simple compounds. Bacillus firmus bacteria have the potential to be used as probiotics. Information about optimal temperature conditions and incubation agitation is needed to obtain cell biomass of Bacillus firmus bacteria in the formation of probiotics. The purpose of this study was to test the optimization of temperature and agitation in culture incubation on the growth and activity of extracellular proteases of Bacillus firmus bacteria. The study used a laboratory experimental method. Research has successfully carried out the optimization test of culture incubation temperature and agitation. The results showed that Bacillus firmus had the best growth rate and protease activity in culture conditions with an incubation temperature of 30 oC with values of 0.194 c and 34.660 d IU/ml. In addition, it also has the best growth rate and protease activity at 150 rpm agitated incubation conditions with values of 0.124 b and 40.039 b IU/ml.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI DENGAN GEN 16S RRNA DARI BAKTERI ASOSIASI SPONS KELAS DEMOSPONGIAE DI PERAIRAN TULAMBEN BALI Fitria Sari; Niniek Widyorini; Aninditia Sabdaningsih
Jurnal Pasir Laut Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2021.49558

Abstract

Spons merupakan hewan Porifera yang hidup menetap dengan sistem filter feeder. Spons memiliki tubuh berongga, berpori-pori dan hidup menetap, memiliki hubungan asosiasi dengan mikroorganisme seperti bakteri yang dapat berperan dalam proses fiksasi nitrogen, nitrifikasi dan denitirifikasi serta menghasilkan senyawa bioaktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui banyaknya isolat bakteri dan melakukan identifikasi jenis bakteri asosiasi pada spons laut kelas Demospongiae dengan menggunakan metode identifikasi molekuler. Penelitian ini berlangsung pada November 2020 – Mei 2021 meliputi pengambilan sampel hingga analisis laboratorium. Isolasi bakteri asosiasi spons dengan menggunakan media Zobell agar yang mendapatkan 24 isolat. Uji pewarnaan Gram menghasilkan 11 isolat Gram positif dan 13 isolat Gram negatif. Identifikasi molekuler dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), menghasilkan data sekuens yang dianalisis BLAST untuk menunjukkan isolat B62A dan B92B memiliki tingkat homologi sebesar 99% dengan Bacillus cereus dan Bacillus paramycoides. Konstruksi pohon filogenetik dibuat menggunakan analisis Neighbor-joining dengan metode Kimura 2-parameter pada software MEGA X, sehingga memperoleh hasil B62A mirip dengan Bacillus cereus dengan nilai bootstrap 100 dan B92B berkerabat Bacillus paramycoides dengan nilai bootstrap sebesar 100. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari 24 isolat bakteri pada 3 sampel spons kelas Demospongiae, dengan 2 isolat bakteri yang diidentifikasi menggunakan gen 16S rRNA diketahui mendapatkan bakteri Bacillus cereus dan Bacillus paramycoides yang telah dibuktikan dengan analisis filogenetik.
Biokonsentrasi Dan Kelayakan Konsumsi Mingguan Logam Berat Tembaga (Cu) Pada Kerang Hijau (Perna viridis) di Perairan Morosari, Demak Rahmadhati, Kharisma Yulia; Rudiyanti, Siti; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 1 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i1.30775

Abstract

Perairan Morosari menjadi lintasan pembuangan limbah dari kawasan industri sepanjang Jl. Raya Semarang-Demak yang diduga berpotensi tercemar logam berat. Kerang hijau (Perna.viridis) merupakan salah satu produk perikanan bernilai ekonomis tinggi, apabila biota tersebut mengakumulasi logam berat secara berlebihan dapat membahayakan manusia. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2020 di Perairan Morosari, Demak bertujuan untuk mengetahui konsentrasi logam berat Cu pada air dan kerang hijau, mengetahui perbedaan dan hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, serta mengetahui nilai BCF (Bioconcentration Factor) dan MTI (Maximum Tolerable Intake). Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi Cu pada air berkisar <0,002 – 0,007 mg/L, sementara pada P. viridis berkisar 0,062 – 0,145 mg/kg. Konsentrasi tersebut masih di bawah baku mutu berdasarkan KepMen LH No. 51 Tahun 2004 dan Direktorat POM No. 03725/B/SK/VII/89. Terdapat perbedaan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis, Sig. (0,000) < 0,05. Hubungan konsentrasi Cu pada air dengan P.viridis menunjukkan hubungan yang kuat, R sebesar 0,696. Tingkat akumulasi Cu pada P.viridis berdasarkan hasil perhitungan BCF termasuk kategori akumulatif rendah. Kelayakan konsumsi mingguan untuk individu dengan berat badan 60 kg diperoleh nilai MTI rata-rata sebesar 2,348 kg/minggu.
Analisis Total Bakteri Pseudomonas sp pada Sampel Air Karamba Jaring Apung Nglonder Perairan Rawa Pening, Kabupaten Semarang Yurnaningsih, Dianti Eka; Widyorini, Niniek; Sabdaningsih, Aninditia
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 10, No 2 (2023): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v10i2.28440

Abstract

Rawa Pening merupakan danau di Jawa Tengah yang memiliki peran penting bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar. Permasalahan utama yang terjadi di Rawa Pening hingga saat ini adalah adanya fenomena eutrofikasi akibat banyaknya masukan bahan organik dari berbagai sumber, salah satunya dari kegiatan budidaya ikan di karamba jaring apung (KJA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri denitrifikasi, salah satunya yaitu kelompok Pseudomonas sp menggunakan media selektif Glutamate Starch Phenol (GSP) dan mengetahui parameter fisika-kimia perairan di kawasan KJA Rawa Pening. Penelitian ini berlangsung pada bulan Januari - Mei 2020, diawali dengan pengambilan sampel dan pengukuran parameter fisika dan kimia pada tanggal 23 Januari 2020. Perhitungan total bakteri dilakukan dengan metode Total Plate Count (TPC) dengan hasil berkisar antara 4,0 ×  cfu/mL hingga 3,8 ×  cfu/mL. Jumlah kelimpahan tertinggi berada di titik 2, yaitu titik yang berada di tengah-tengah kawasan karamba jaring apung (KJA). Hal ini berbanding lurus dengan hasil perhitungan nitrat dimana semakin tinggi kandungan nitrat maka kelimpahan bakteri juga semakin tinggi. Kandungan nitrat menunjukkan angka yang melebihi 0,2 mg/L, yaitu 1,17 – 1,60 mg/L sehingga berpotensi meningkatkan eutrofikasi. Hasil pengukuran parameter fisika-kimia pada perairan KJA Nglonder apabila dibandingkan dengan standar baku mutu PP No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalia menunjukkan bahwa variabel temperatur, kecerahan, kedalaman, pH, dan nitrat masih sesuai sedangkan nilai  DO berada di bawah standar baku mutu. 
WATER QUALITY AND TROPHIC STATUS IN JATIBARANG RESERVOIR, SEMARANG Rahmawati, Silviana Dian; Ain, Churun; Sabdaningsih, Aninditia
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 19, No 3 (2023): SAINTEK PERIKANAN
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijfst.19.3.152-158

Abstract

Jatibarang Reservoir is one of the reservoirs in Central Java. This reservoir has functions for fisheries and tourism activities. The reservoir needs to be managed properly with water quality and water fertility for the function of the reservoir. The characteristics of a reservoir that is lentic cause nutrient mixing, so it is possible that there are differences in characteristics in certain columns. The purpose of this research is to analyze the water quality and trophic status in Jatibarang Reservoir. The sampling technique used purposive sampling technique at 7 stations with 3 depth points (surface, middle, and bottom). Water quality variables measured included nitrate, phosphate, and total bacteria. The results of the variable concentrations were then calculated and compared with the literature. The results showed nitrate concentrations of 0,5 – 3,5 mg/l. Phosphate results ranged from 0,29 – 2,63 mg/l. Total bacteria ranged from 2 x 102 to 1,4 x 104  CFU/ml. Based on the nitrate concentration, Jatibarang Reservoir waters are classified as oligotrophic-mesotrophic.
DINAMIKA POPULASI IKAN LAYUR (Trichiurus sp.) YANG DIDARATKAN DI TPI TANGGUL MALANG, KENDAL Sakina, Kurnia; Saputra, Suradi Wijaya; Sabdaningsih, Aninditia; Solichin, Anhar
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.44315

Abstract

Ikan Layur (Trichiurus sp.) merupakan ikan demersal yang memiliki nilai ekonomis penting sebagai komoditas perikanan. Adanya kegiatan penangkapan ikan Layur secara terus-menurus dapat mengakibatkan terjadinya penurunan stok ikan layur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui laju mortalitas, pertumbuhan dan tingkat pemanfaatan ikan Layur. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan April, Mei dan Agustus 2021 dan dilakukan satu kali pada tiap bulannya di TPI Tanggul Malang Kendal. Metode yang digunakan yaitu Survey. Sampel ikan diambil menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang diambil yaitu data panjang dan bobot ikan Layur. Hasil penelitian diperoleh sampel sebanyak 157 ekor, dengan kisaran panjang 80-685 mmTL dan bobot berkisar 5,2-197 gram. Ukuran pertama kali tertangkap (Lc50%) sebesar 450 mmTL. Hasil perhitungan hubungan panjang bobot menunjukkan ikan bersifat allometric negative, dengan persamaan W = 0,0085L2,947. Analisa pertumbuhan diperoleh L∞ sebesar 450 mmTL, koefisien pertumbuhan (K) sebesar 0,70, t0 = - 0,094 tahun, dengan puncak rekrutmen terjadi pada bulan Agustus. Mortalitas total (Z) sekitar 2,75/tahun, mortalitas alami (M) sebesar 0,58/tahun dan mortalitas penangkapan (F) sebesar 2,17/tahun. Tingkat pemanfaatan (E) sebesar 0,79 yang menunjukkan tingkat pemanfaatan sudah di atas optimum.
Analisis Morfometri dan Meristik Rajungan (Portunus pelagicus Linnaeus, 1758) di Perairan Utara Jepara Nailirohmah, Ulya Melly; Sabdaningsih, Aninditia; Rudiyanti, Siti
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.61751

Abstract

Rajungan (Portunus pelagicus) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi dan nilai jual yang cukup tinggi. Hal tersebut menyebabkan permintaan pasar spesies P. pelagicus menjadi tinggi dan meningkatkan intensitas penangkapan yang berakibat terganggunya keinginan spesies ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfologi dan meristik P. pelagicus dari Perairan Utara Jepara, dan mengetahui perbedaan morfometri rajungan pada periode waktu dan jenis kelamin yang berbeda. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus sampai September 2022 di Perairan Utara Jepara, Jawa Tengah. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Jumlah sampel rajungan yang diambil pada bulan Agustus dan September sebanyak 10 ekor dari jumlah sampel 36 ekor. Analisis data morfometri pada periode waktu dan jenis kelamin menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil dari penelitian diketahui rajungan yang ada di Perairan Utara Jepara memiliki warna karapas hitam kebiruan dengan bentuk tubuh ramping. Hasil data meristik memiliki ICW antara 9,5 cm hingga 12,5 cm. Sedangkan, hasil ACL adalah A.IX. 5,4 cm - 6 cm. Duri FRMW memiliki jumlah IV duri. Duri anterolateral sebelah kanan dan kiri memiliki jumlah IX duri. P. pelagicus yang ditangkap di Perairan Utara Jepara memiliki perbedaan ukuran morfometri pada bulan September memiliki ukuran yang lebih besar dan P. pelagicus betina cenderung memiliki ukuran yang lebih besar.
Isolasi dan Karakterisasi Jamur dari Sedimen Mangrove Tapak, Semarang Millatia, Zulfa; Sabdaningsih, Aninditia; Muskananfola, Max Rudolf
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 2 (2022): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.48286

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem yang dinamis karena dipengaruhi oleh pasang surut, mendapatkan resapan air tawar dari daratan, tempat akumulasi mineral dan terdapat aktivitas makro dan mikroorganisme. Mikroorgansime di dalam sedimen mangrove terbagi menjadi bakteri, jamur dan aktinomisetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi jamur yang terdapat dalam sedimen mangrove. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2021 – Januari 2022 dengan metode eksploratif dimana penelitian ini bertujuan untuk menggali data dan informasi mengenai jamur yang hidup dalam sedimen mangrove. Metode penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu tahap pertama isolasi dan purifikasi isolat jamur dari sampel sedimen. Tahap kedua yaitu karakterisasi isolat jamur yang didapatkan berdasarkan pengamatan secara makroskopik. Hasil yang didapatkan dari isolasi dan purifikasi isolat jamur dari sampel sedimen mangrove sebanyak 13 isolat jamur dimana 11 isolat diduga golongan kapang dan 2 isolat golongan khamir.
Isolasi dan Kelimpahan Bakteri Sedimen Mangrove di Pantai Tirang, Kota Semarang Fadhila, Zalfa Langgeng; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.58842

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan kawasan produktif di daerah pesisir pantai yang dipengaruhi oleh adanya pasang surut dan memiliki keanekaragaman hayati tinggi termasuk mikroba. Sumber karbon organik yang ada pada sedimen mangrove berasal dari detritus makhluk hidup baik hewan maupun tumbuhan dan adanya aktivitas antropogenik. Bakteri pada sedimen mangrove membantu dalam transfer bahan organik pada proses dekomposisi serasah mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan bakteri dan jumlah isolat bakteri yang didapatkan dari isolasi bakteri sedimen ekosistem mangrove Pantai Tirang, Semarang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 - Maret 2023. Metode yang digunakan yaitu deskriptif eksploratif dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel sedimen mangrove diambil pada 3 stasiun yang berada di dekat pemukiman, dekat tambak dan dekat dengaurnian muara. Hasil kelimpahan bakteri tertinggi terdapat pada stasiun dekat pemukiman sebesar 4,3 x 104 CFU/mL dan kelimpahan terendah pada stasiun dekat tambak sebesar 8,9 x 103 CFU/mL. Hasil isolasi bakteri didapatkan sebanyak 32 isolat bakteri, dimana pada stasiun dekat pemukiman didapatkan sebanyak 14 isolat, stasiun dekat tambak sebanyak 8 isolat, dan stasiun dekat muara sebanyak 10 isolat dengan karakteristik morfologi yang berbeda. 
Co-Authors Achmad Mufidh Karomatullah Adriyani, Alvita Afwa, Rainuy Saninzita Agus Hartoko Agus Sabdono Agus Trianto Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Solichin Anhar Solichin Anto Budiharjo Arif Rahman Arina Tri Lunggani Aristi Dian Purnama Fitri Asriyana, . Bahry, Muhammad Syaifudien Baroqi, A. Riza Churun Ain Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies DIAH AYUNINGRUM Diah Ayuningrum, Diah Dianti Eka Yurnaningsih Diva Triza Novitasari Endang Kusdiyantini Fadhila, Zalfa Langgeng Febrianto, Sigit Fitria Sari Fitria Sari Fitriadi, Ren Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Huda, Anisa Arifatul Karohmatullah, Achmad Mufidh Kharisma Ayu Zeina Halisah Lazuardhi, Risqi M. Rehatta, Beatrix Mada Triandala Sibero Max Rudolf Muskananfola Millatia, Zulfa Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Nailirohmah, Ulya Melly Natalie, Gyorgiana Gilda Niniek Widyorini Niniek Widyorini Novitasari, Diva Triza Nur Handayani Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Oktavianto Eko Jati Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putra, Muhammad Ardinan Dwi Rahmadhati, Kharisma Yulia Rahmawati, Silviana Dian Ratna Diyah Palupi Rizaldi, Rahmat Rosari, Arinda Sakina, Kurnia Sarjito - Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno slamet budi prayitno Soedibya, Petrus Hary Tjahja Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subhan Subhan Suradi Wijaya Saputra Suradi Wijaya Saputra Suradi Wijaya Saputra Suradi wijaya Saputra Suryanti Tahrin, Maria Taufani, Wiwiet Teguh Timur, Putra Satria Vivi Endar Herawati Vivi Endar Herawati Widjaya Saputra, Suradi Yurnaningsih, Dianti Eka