Claim Missing Document
Check
Articles

Parameter Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla paramamosain Estampador, 1950) di Perairan Pantai Utara Rembang, Jawa Tengah Adriyani, Alvita; Saputra, Suradi Wijaya; Sabdaningsih, Aninditia
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60833

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas perikanan penting di Indonesia sejak awal tahun 1980-an. Kepiting bakau termasuk dalam famili Portunidae yang merupakan salah satu komoditas perikanan dibudidayakan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui nisbah kelamin kepiting bakau, struktur ukuran panjang karapas kepiting bakau, hubungan panjang karapas dan berat kepiting bakau dan parameter pertumbuhan kepiting bakau. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2022 - Februari 2023 di Perairan Pantai Utara Rembang, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Data primer yang dikumpulkan yaitu panjang karapas (CL) dan bobot kepiting bakau. Analisis data menggunakan software Microsoft Excel dan FISAT II. Hasil penelitian didapatkan yaitu spesies kepiting bakau Scylla paramamosain, perbandingan nisbah kelamin kepiting bakau jantan dan betina yaitu 1,12:1. Total sampel sebanyak 167 ekor ukuran panjang karapas kepiting bakau berkisar 41-95 mm. Pola pertumbuhan kepiting bakau jantan dan betina yaitu allometrik negatif artinya tergolong ke dalam pipih atau dalam kondisi tidak gemuk. Koefisien pertumbuhan (k) kepiting bakau jantan dan betina yaitu pertumbuhan panjang karapas kepiting bakau betina lebih cepat dibandingkan dengan kepiting bakau jantan.
Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Endofit dari Akar Avicennia marina di Kawasan Mangrove Pantai Tirang, Semarang Handayani, Nur; Sabdaningsih, Aninditia; Jati, Oktavianto Eko; Ayuningrum, Diah
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.59064

Abstract

Avicennia marina merupakan salah satu spesies mangrove yang cukup penting bagi lingkungan. Struktur mangrove A. marina yang tinggi dan kokoh menjadikan tumbuhan ini sebagai bagian penting dalam rantai makanan dan bagi kehidupan biota assosiasi mangrove, baik makro maupun mikroorganisme. Mikroorganisme yang berassosiasi dengan mangrove salah satunya ialah bakteri endofit. A. marina termasuk salah satu tumbuhan yang merupakan sumber bakteri endofit. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengetahui kelimpahan jenis bakteri endofit yang hidup pada jaringan akar A. marina. Penelitian ini dilakukan pada Desember 2022 - Februari 2023 menggunakan metode deskriptif eksploratif. Tahapan penelitian terdiri dari sterilisasi permukaan sampel, isolasi bakteri pada media Peptone Yeast Agar (PYA), perhitungan Total Plate Count (TPC) serta karakterisasi morfologi bakteri. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa sampel akar yang berasal dari Stasiun II (dekat tambak) memiliki kelimpahan terbanyak dengan nilai TPC sebesar 2,51 x 104 CFU/mL dan koloni bakteri pada sampel akar A. marina memiliki karakter morfologi berbentuk bulat, elevasi cembung, tepi rata atau bergelombang dan berwarna putih susu.
Analisis Hubungan Lebar Karapas – Bobot dan Tingkat Kematangan Gonad, Kepiting Bakau (Scylla spp.) di Perairan Kendal, Jawa Tengah Putra, Muhammad Ardinan Dwi; Saputra, Suradi Wijaya; Sabdaningsih, Aninditia
Jurnal Pasir Laut Vol 7, No 2 (2023): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2023.60859

Abstract

Kepiting bakau merupakan salah satu komoditas penting yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Masyarakat di daerah Kendal umumnya menangkap kepiting bakau sebagai bahan pangan disamping untuk memenuhi permintaan pasar, oleh karena itu tingkat penangkapan kepiting bakau di Kabupaten Kendal cukup tinggi. Peningkatan permintaan kepiting bakau dapat menyebabkan terganggunya populasi kepiting di alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Lebar karapas dan bobot serta tingkat kematangan gonad kepiting bakau (Scylla spp.). Penelitian ini menggunakan metode survey yang diawali dengan pengambilan sampel, pengukuran lebar karapas kepiting, pengukuran bobot kepiting dan analisis data menggunakan perhitungan regresi linier sederhana. Penelitian ini menunjukan hasil kepiting bakau di perairan Kendal yaitu pola pertumbuhan kepiting bakau alometrik negatif (b=2,662), faktor kondisi kepiting bakau adalah 0,8 – 1,0 dan tergolong tidak gemuk, ukuran pertama kali tertangkap yaitu 93,65 mm dan nilai TKG kepiting bakau didominasi oleh TKG yang belum matang gonad sebanyak 51 ekor dan TKG yang sudah matang gonad sebanyak 28 ekor.
KEMATANGAN GONAD DAN RASIO POTENSI PEMIJAHAN IKAN KIPER (Scatophagus argus) YANG DIDARATKAN DI TPI TANGGUL MALANG, KENDAL Huda, Anisa Arifatul; Solichin, Anhar; Sabdaningsih, Aninditia; Saputra, Suradi Wijaya
Jurnal Pasir Laut Vol 6, No 1 (2022): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2022.44359

Abstract

Ikan Kiper (Scatophagus argus) merupakan salah satu ikan demersal yang bernilai ekonomis. Sedikitnya informasi mengenai kematangan gonad dan rasio potensi pemijahan ikan Kiper belum didapatkan, karena merupakan hasil tangkapan sampingan yang hasil tangakapannya tidak banyak. Penelitian ini bertujuan mengkaji kematangan gonad dan rasio potensi pemijahan yang mencakup beberapa informasi berupa nisbah kelamin, struktur ukuran, LC50%, TKG, IKG, Lm50%, parameter pertumbuhan, laju mortalitas dan rasio potensi memijah. Penelitian ini dilakukan pada bulan April, Mei dan Agustus 2021 dengan pengambilan sampel sebulan sekali di TPI Tanggul Malang, Kendal. Pengambilan sampel menggunakan metode sistematik random sampling. Data yang diperoleh yaitu data panjang, bobot dan gonad ikan. Hasil penelitian diperoleh sampel sebanyak 163 ekor dengan perbandingan nisbah kelamin jantan dan betina sebesar 3,1:1, kisaran panjang 82 - 165 mmTL. Nilai Lc50% 119,5 mmTL, lebih kecil dibanding Lm50% 151 mmTL dan Lm95% 162,5 mmTL. Analisis TKG untuk ikan jantan dan betina yang belum matang gonad 93% dan 60,7%, sedangkan yang sudah matang gonad 6,8% dan 39,3%. Nilai IKG jantan berkisar antar 0,10% - 7,84%, untuk IKG betina berkisar 0,25% - 20,81%. Nilai K 1,03 mm/tahun dan L∞ 181,6 mm. Mortalitas total (Z) sebesar 3,42/tahun, F 2,12/tahun, dan M 1,12/tahun. Rasio potensi pemijahan sebesar 2%. Berdasarkan hasil penelitian ikan Kiper termasuk dalam kategori over exploited.
Optimasi Konsentrasi Primer dan Suhu Annealing untuk Deteksi Gen PKS-I Pada Bakteri Asosiasi Mangrove Avicennia Marina Asal Pantai Tirang, Semarang Rosari, Arinda; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Jati, Oktavianto Eko
Jurnal Pasir Laut Vol 8, No 2 (2024): September
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2024.66027

Abstract

Mangrove hidup di wilayah ekstrem yang memiliki mekanisme unik dalam beradaptasi yang mengarah pada jalur metabolisme dan berpengaruh terhadap proses produksi metabolit sekundernya. Bakteri asosiasi mangrove memiliki sifat yang mirip dengan inangnya. Pemanfaatan bakteri asosiasi dinilai lebih berkelanjutan, karena proses penelitian menjadi lebih cepat, mudah dan terjangkau. Senyawa metabolit sekunder disintesis oleh gen penyandi seperti PKS ( poliketida sintetase ). Gen penyandi menjadi kunci dalam produksi senyawa metabolit sekunder. Produk metabolit sekunder di kalangan industri sedang banyak dicari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeteksi keberadaan gen penyandi metabolit sekunder PKS-I pada isolat bakteri. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Kelautan Tropis . Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil deteksi gen PKS-I ditemukan pada 7 sampel isolat menggunakan optimasi konsentrasi primer 10μM dan suhu annealing 50°C.
Analisis Kelayakan Finansial dan Strategi Pengembangan Pembibitan Mangrove Di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Tahrin, Maria; Sabdaningsih, Aninditia; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 11, No 2 (2024): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/marj.v11i2.38092

Abstract

Mangunharjo merupakan salah satu Kecamatan Tugu yang berlokasi di Semarang Jawa Tengah. Wilayah Mangunharjo pernah mengalami rob akibat alih guna lahan mangrove menjadi tambak. Hal ini mendorong warga sekitar untuk menanam mangrove kembali serta melakukan pembibitan yang dapat dijual kembali. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses dan teknik pembibitan mangrove, tingkat kelayakan finansial usaha pembibitan mangrove dan mengetahui strategi pengembangan usaha pembibitan mangrove di Mangunharjo, Kecamatan Tugu Semarang Jawa Tengah. Metode dari pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Hasil yang diperoleh yaitu teknik pembibitan dilakukan secara tradisional. Usaha pembibitan di Mangunharjo berdasarkan hasil analisis R/C ratio  dianggap layak dengan nilai lebih dari 1 yaitu 1,077  dan melalui pendekatan Break Even Point (BEP) mendapatkan hasil untuk BEP biaya produksi jika penjualan  mencapai 1.257 bibit dan penjualan bibit dikatakan impas jika memperoleh pendapatan sebesar Rp1.508.823,53. Berdasarkan analisis (SWOT), strengths (kekuatan),weaknesses (kelemahan), opportunities (peluang), threats (ancaman) usaha pembibitan ini berada pada kuadran III. Hal tersebut menunjukkan bahwa peluang usaha pembibitan sangat besar, namun masih menghadapi kendala secara internal. Maka diperlukan peningkatkan promosi, sistem pengadministrasian yang baik, dan partisipasi dari masyarakat.
Analisis hubungan parameter fisika kimia kualitas air dengan total Vibrio spp. pada tambak udang vaname yang diberikan probiotik jamur Rizaldi, Rahmat; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Bahry, Muhammad Syaifudien
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.24421

Abstract

Penyakit vibriosis yang disebabkan oleh tingginya kelimpahan Vibrio spp. telah menyebabkan kerugian besar pada budidaya Udang Vaname. Probiotik jamur memiliki potensi sebagai probiotik untuk tambak udang yang berperan dalam menekan kelimpahan bakteri Vibrio spp. dan menjaga kualitas air tambak. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui kemampuan variabel suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut sebagai indikator total Vibrio spp. pada tambak Udang Vaname yang diberikan probiotik jamur. Penelitian dimulai dari bulan September 2023 hingga bulan Maret 2024. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling yaitu sampel diambil pada satu titik yang sama. Sampel yang diambil adalah sampel air tambak Udang Vaname di Balai Budidaya Ikan Air Payau dan Laut (BBIAPL) Karanganyar, Semarang setiap 1 minggu sekali dengan total 7 kali sampling pada masing-masing kolam : Kolam C (tanpa pemberian probiotik) dan Kolam T (perlakuan probiotik jamur). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kelimpahan bakteri Vibrio spp. pada Kolam C yaitu 5,93 102 CFU/ml yang artinya memiliki rata-rata kelimpahan bakteri Vibrio spp. yang lebih banyak dibandingkan dengan rata-rata total Vibrio spp. pada Kolam T yaitu 4,84 102 CFU/ml. Berdasarkan uji korelasi antara variabel total Vibrio spp. sebagai variabel terikat dengan variabel suhu, salinitas, pH, dan oksigen terlarut sebagai variabel bebas menunjukkan bahwa variabel yang memiliki nilai pearson correlation (R) dengan total Vibrio spp. yang tinggi pada kedua perlakuan tambak adalah pH air. Nilai R pada kolam C dan T masing-masing yaitu 0,769 dan 0,524, tetapi hubungan kedua variabel tersebut hanya signifikan pada Kolam C. Oleh karena itu, variabel derajat keasaman air (pH) memiliki peluang untuk dijadikan indikator total Vibrio spp. pada tambak Udang Vaname tanpa perlakuan probiotik jamur. Kata kunci : hubungan, jamur, kualitas air, probiotik, Vibrio spp.
Bakteri yang Berasosiasi dengan Karang Keras yang Terinfeksi Penyakit White Syndrome di Perairan Sawopudo, Sulawesi Tenggara, Indonesia Palupi, Ratna Diyah; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Sabdono, Agus
Jurnal Kelautan Tropis Vol 28, No 1 (2025): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.%v.%i.%Y.%p

Abstract

Coral disease is one of the most significant factors contributing to coral mortality, leading to a reduction in coral cover. The direct causes of coral disease remain a subject of ongoing investigation by researchers at both national and international levels. There is a relationship between corals and microbes that form the coral holobiont, which can be beneficial, harmful, or neutral. This study aims to isolate, purify, and identify bacteria associated with corals infected with white syndrome (WS) at the molecular level through 16S rRNA gene amplification. Coral samples infected with WS were collected from the Sawopudo Waters in Southeast Sulawesi using purposive sampling through snorkeling. The coral life forms sampled included massive, sub-massive, and branching types, collected from approximately three different colonies. Bacterial analysis associated with WS coral disease was conducted in the laboratory, initially with isolation using the spread plate method and purification through quadrant streaking on peptone, yeast, and agar media. Once pure bacterial colonies were obtained, the bacterial isolates associated with WS-infected corals were injected into healthy corals using laboratory-scale Koch's postulates. The results showed 8 (eight) bacterial isolates associated with WS-infected corals (SWS01, SWS02, SWS03, SWS04, SWS05, SWS06, SWS07, and SWS08). Based on Koch's postulates, isolates SWS01 and SWS07 exhibited visual signs of WS disease. Further isolation and purification were only conducted on isolate SWS01. Molecular identification using 16S rRNA gene amplification revealed that isolate SWS01 is closely related to Priestia flexa (99.72% similarity), isolate SWS07 is closely related to Bacillus velezensis (99.68% similarity), and the re-cultured isolate from Koch's postulates is closely related to Alteromonas macleodii (99.64% similarity).Penyakit karang adalah salah satu faktor terpenting penyebab kematian karang dan dapat menurunkan tutupan karang. Penyebab langsung penyakit karang hingga saat ini masih terus dicari oleh para peneliti baik skala nasional maupun internasional. Terdapat hubungan antara karang dengan mikrobia yang membentuk coral holobiont yang dapat bersifat menguntungkan, merugikan, dan netral. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mempurifikasi, dan mengidentifikasi bakteri yang berasosiasi dengan karang terinfeksi white syndrome (WS) secara molekuler dengan amplifikasi gen 16S rRNA. Sampel karang terinfeksi WS diambil di Perairan Sawopudo-Sulawesi Tenggara dengan metode purposive sampling melalui snorkeling. Bentuk pertumbuhan karang yang diambil sebagai sampel adalah massive, sub massive, dan branching yang diambil dari 3 koloni yang berbeda. Analisis bakteri asosiasi karang terinfeksi WS dilakukan di laboratorium dimulai dengan isolasi dengan metode sebar dan purifikasi dengan metode gores kuadran pada media pepton, yeast, dan agar. Setelah diperoleh koloni murni, isolat bakteri yang berasosiasi dengan karang WS diinjeksikan ke karang sehat menggunakan uji Postulat Koch skala laboratorium. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya 8 (delapan) isolat bakteri yang berasosiasi dengan karang terinfeksi WS dengan kode isolat S.WS.01, S.WS.02, S.WS.03, S.WS.04, S.WS.05, S.WS.06, S.WS.07, dan S.WS.08. Uji Postulat Koch tidak berhasil dalam penelitian ini, akan tetapi isolat bakteri S.WS.01 dan S.WS.07 menunjukkan tanda-tanda penyakit WS secara visual pada saat uji Postulat Koch. Setelah dilakukan identifikasi molekuler menggunakan amplifikasi gen 16S rRNA, isolat S.WS.01 berkerabat dekat dengan Priestia flexa (99,72% kemiripan), isolat S.WS.07 berkerabat dekat dengan Bacillus velezensis (99,68% kemiripan), dan untuk isolat hasil kultur kembali dari Postulat Koch berkerabat dekat dengan Alteromonas macleodii (99,64% kemiripan).
First report of baby crab molecular identification from the North Coast of Cirebon, Indonesia Karohmatullah, Achmad Mufidh; Sabdaningsih, Aninditia; Saputra, Suradi Wijaya; Sari, Fitria
Depik Jurnal Ilmu Ilmu Perairan, Pesisir, dan Perikanan Vol 13, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.13.1.34897

Abstract

Baby crab consumption has become a growing trend in snack markets across Asia, with rising popularity in at least five countries. Cirebon, situated on the coast of West Java, is a region experiencing particularly high demand for baby crab commodities, notably the locally known "kroyo" crab. However, without adequate information on this species, its future stock sustainability may be compromised. Indonesian regulations governing high-value Crustacea commodities, outlined in Ministry of Marine Affairs and Fisheries Regulation Number 16 of 2022, include lobster (Panulirus spp.), mangrove crab (Scylla spp.), and blue swimming crab (Portunus spp.). This study employs both morphological and molecular analyses, utilizing DNA barcoding techniques. Male (AMJ) and female (AMB) crabs were collected in February 2023 from Gebang Waters, Cirebon, Indonesia. Morphological identification followed guidelines established by the Food and Agriculture Organization (FAO) for crabs, while molecular identification utilized the Cytochrome Oxidase I (COI) gene. Morphological features such as carapace characteristics, front-orbital border, and cheliped spine morphology categorize the specimens under the genus Charybdis. Specifically, the presence of two spines in the cheliped indicates classification as Charybdis anisodon, a conclusion supported by molecular analysis revealing a 98.9298.96% similarity with C. anisodon. Further analysis of the stock of this crab species is necessary to enhance awareness of its exploitation and inform sustainable management practices.Keywords:Baby crabDNA barcodingFisheries managementIdentificationMorphological
Identification and Phylogenetic Analysis of Blue Swimming Crab (Portunus sp.) in The Northern Waters of Jepara Used DNA Barcoding Lazuardhi, Risqi; Sabdaningsih, Aninditia; Ayuningrum, Diah; Saputra, Suradi Wijaya; Hartoko, Agus; Haeruddin, Haeruddin
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 18, No 2 (2025): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v18i2.38705

Abstract

The Awur Bay and Kartini Beach in Jepara, Central Java, are fishing areas with blue swimming crab as a main catch. This study aims to examine the species of blue swimming crabs captured in the Northern Waters of Jepara from different locations, analyze the molecular characteristics based on gender differences, obtain GenBank accession numbers as genetic conservation, and construct their phylogenetic tree. The research used a quantitative descriptive method. Samples were collected using purposive sampling from fishermen's catches and selected based on the difference in crab claws and carapace color, with a total of 4 samples. The samples were extracted using a DNA extraction kit and tested using Polymerase Chain Reaction (PCR) to visualize mitochondrial DNA (COI gene) and processed using MEGA 11. BLAST results showed that the similarity of the samples to Portunus pelagicus ranged from 97.02% to 99.42%. The different colors of claws and carapace did not affect the DNA sequence composition, hence indicating sexual dimorphisms. The DNA sequences from this study were deposited to GenBank with accession number LC836055.1-LC836058.1. Based on the phylogenetic tree construction, the clade of all samples shows a close relationship with the species Portunus pelagicus.
Co-Authors Abdul Qadir Jailani, Abdul Qadir Achmad Mufidh Karomatullah Adriyani, Alvita Afwa, Rainuy Saninzita Agus Hartoko Agus Sabdono Agus Trianto Anakotta, Anthoinette Rosaline Fransisca Anhar Solichin Anhar Solichin Anto Budiharjo Arif Rahman Arina Tri Lunggani Aristi Dian Purnama Fitri Asriyana, . Bahry, Muhammad Syaifudien Baroqi, A. Riza Churun Ain Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies DIAH AYUNINGRUM Diah Ayuningrum, Diah Dianti Eka Yurnaningsih Diva Triza Novitasari Endang Kusdiyantini Fadhila, Zalfa Langgeng Febrianto, Sigit Fitria Sari Fitria Sari Fitriadi, Ren Haeruddin Haeruddin Haeruddin Haeruddin Huda, Anisa Arifatul Karohmatullah, Achmad Mufidh Kharisma Ayu Zeina Halisah Lazuardhi, Risqi M. Rehatta, Beatrix Mada Triandala Sibero Max Rudolf Muskananfola Millatia, Zulfa Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Muhammad Zainuddin Nailirohmah, Ulya Melly Natalie, Gyorgiana Gilda Niniek Widyorini Niniek Widyorini Novitasari, Diva Triza Nur Handayani Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Ocky Karna Radjasa Oktavianto Eko Jati Pujiono Wahyu Purnomo Pujiono Wahyu Purnomo Putra, Muhammad Ardinan Dwi Rahmadhati, Kharisma Yulia Rahmawati, Silviana Dian Ratna Diyah Palupi Rizaldi, Rahmat Rosari, Arinda Sakina, Kurnia Sarjito - Siti Rudiyanti Slamet Budi Prayitno slamet budi prayitno Soedibya, Petrus Hary Tjahja Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subhan Subhan Suradi Wijaya Saputra Suradi wijaya Saputra Suradi Wijaya Saputra Suradi Wijaya Saputra Suryanti Tahrin, Maria Taufani, Wiwiet Teguh Timur, Putra Satria Vivi Endar Herawati Vivi Endar Herawati Widjaya Saputra, Suradi Yurnaningsih, Dianti Eka