Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Arus Laut Permukaan dari High Frequency Radar pada Musim Timur di Selat Bali Shafira Tsanyfadhila; Aris Ismanto; Muhammad Helmi
Jurnal Kelautan Tropis Vol 25, No 3 (2022): JURNAL KELAUTAN TROPIS
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkt.v25i3.13978

Abstract

Bali Strait has many activities in port and water, such as passenger and freight transportation, tourism, and fisheries. Oceanographic conditions, especially sea surface current (SSC), affect the smoothness of ports and shipping activities in the Bali Strait. High-Frequency Radar (HF Radar) has the advantage of monitoring and mapping surface currents and ocean waves with high resolution. Because of the narrow strait area, HF Radar is very beneficial in describing the characteristics of SSC in the Bali Strait. Therefore, HF Radar data is used to describe the dynamics of SSC in the Bali strait, especially in ship crossing lane, with a temporal approach during Southeast Monsoon, June to August 2020. This study was conducted for 15 days each month which included neap tide and spring tide. Surface current charts are created to analyze the pattern of temporal SSC against the wind, tides, and their components. The results showed In the southeast monsoon, the average current speed at the research site ranged from 0.1 – 1.08 m/s. The direction of the surface current is predominantly towards the south. The characteristics of surface currents in the Bali Strait are influenced by tides, sea level anomalies, and coastal morphology. Temporally, the speed of the current is greater during the ebb phase and when the spring tide. Spatially, the central region of the Bali Strait waters has a greater current speed. Knowledge of areas and times with higher current speeds can be the basis for determining the shipping lane between ports in the Bali Strait.  Selat Bali memiliki banyak kegiatan di pelabuhan dan perairan, seperti transportasi penumpang dan barang, pariwisata, serta perikanan. Kondisi oseanografi, khususnya arus permukaan laut, mempengaruhi kelancaran pelabuhan dan aktivitas pelayaran di Selat Bali. High-Frequency Radar (HF Radar) memiliki keunggulan pemantauan dan pemetaan arus permukaan dan gelombang laut dengan resolusi tinggi. Karena wilayah selat yang sempit, HF Radar sangat bermanfaat dalam menggambarkan karakteristik arus permukaan laut di Selat Bali. Oleh karena itu, data HF Radar digunakan untuk menggambarkan dinamika arus permukaan laut di jalur penyeberangan Selat Bali dengan pendekatan temporal pada musim timur, bulan Juni hingga Agustus 2020. Penelitian ini dilakukan selama 15 hari tiap bulan yang mencakup waktu pasang purnama dan pasang perbani. Grafik arus permukaan dibuat untuk menganalisis pola arus permukaan laut secara temporal ketika musim timur terhadap angin, pasang surut dan komponennya. Hasil menunjukkan pada musim timur, rata – rata kecepatan arus di lokasi penelitian berkisar antara 0.1 – 1.08 m/s. Arah arus permukaan dominan ke arah selatan. Karakteristik arus permukaan di Selat Bali di pengaruhi oleh pasang surut, sea level anomaly dan morfologi pantai. Secara temporal, kecepatan arus lebih besar ketika menuju surut dan ketika pasang purnama. Secara spasial, wilayah tengah perairan Selat Bali memiliki kecepatan arus yang lebih besar. Pengetahuan mengenai wilayah perairan dan waktu – waktu dengan kecepatan arus yang tinggi dapat menjadi dasar dalam penentuan alur pelayaran antar pelabuhan di Selat Bali.
Distribusi Spasial Kualitas Perairan di Perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa Nabilah Rizki; Lilik Maslukah; Denny Nugroho Sugianto; Muhammad Zainuri; Aris Ismanto; Anindya Wirasatriya
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.273 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8779

Abstract

Kepulauan Karimunjawa merupakan salah satu kawasan konservasi di Indonesia yang kaya akan sumberdaya ekosistemnya. Secara sosial-ekonomi masyarakat sangat bergantung pada sumber daya pesisir, sehingga dapat berdampak pada kondisi perairan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui kondisi kualitas perairan di perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa yang berkaitan dengan kehidupan ekosistem. Analisisa kualitas perairan dilakukan dengan membandingkan hasil konsentrasi secara spasial dengan baku mutu kualitas perairan Kep.Men. LHK RI No. 5 Tahun 2004. didapatkan bahwa kualitas perairan meliputi konsentrasi suhu sekitar 29-30oC, salinitas 32  - 35 ppm, DO 9 - 11  mg/L, pH 7,6 – 7,95 dan kecerahan 1- 7 meter yang berdasarkan baku mutu perairan laut untuk kehidupan biota dari KEP. MEN. KLH RI No. 5 tahun 2004, perairan Kawasan Taman Nasional Karimunjawa sangat baik yang belum melebihi batas baku mutu.  Karimunjawa Islands is one of the conservation areas in Indonesia which is rich in ecosystems. The socio-economy of the community is very dependent on coastal resources, so that it has an impact on water conditions. The research objective is to see the condition of the waters in the waters of the Karimunjawa National Park which are related to the living ecosystem. Analysis of water quality is carried out by monitoring the results of spatial concentration with waters quality standards of Kep. Men. LHK RI No. 5 of 2004. found that water quality includes a temperature concentration of around 29 - 30 ° C, salinity 32 - 35 ppm, DO 9 - 11 mg / L, pH 7.6 - 7.95 and an area of 1-7 meters based on quality standards marine waters for biota from KEP. MEN. KLH RI No. 5 of 2004, Karimunjawa National Park waters area is very good which has not exceeded the quality standard.
Pola Arus Perairan Kemujan, Karimunjawa Pada Musim Peralihan II Dengan Menggunakan Model Delft3D Rahmat Yolansyah Putra; Elis Indrayanti; Dwi Haryo Ismunarti; Gentur Handoyo; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 3 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.865 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i3.12141

Abstract

Pulau Kemujan adalah salah satu dari 27 gugusan pulau pada Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara yang ditetapkan sebagai zona pemanfaatan pengelolaan masyarakat sebagai kawasan budidaya. Arus adalah gerakan massa air umum yang terjadi di seluruh lautan, pola dari arus laut akan sangat mempengaruhi pola distribusi unsur hara , padatan tersuspensi dan parameter fisika dan kimia. Pemahaman mengenai pola arus penting bagi suatu perairan sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus Perairan Kemujan, Karimunjawa pada musim peralihan II dengan menggunakan model Delft3D. Modul  hydrodynamic flow digunakan untuk memodelkan arah dan kecepatan arus laut, selanjutnya hasil dari model diverifikasi dengan data hasil pengukuran lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergerakan arus Perairan Kemujan, Karimunjawa pada musim peralihan II cenderung  memiliki pola arus yang bergerak ke dua arah (bi-directional) dengan arah arus dominan yakni pada saat pasang mengarah ke timur dan pada saat surut mengarah ke barat. Kecepatan maksimum rata-rata pada kondisi pasang purnama (spring tide) pada bulan September memiliki nilai 0.0505 m/s, bulan Oktober 0.0526 m/s dan bulan November 0.0564 m/s, dimana memiliki nilai yang lebih besar dibandingkan dengan kondisi pasang perbani (neap tide) yakni pada bulan September memiliki nilai 0.0475 m/s, bulan Oktober 0.0498 m/s dan bulan November 0.0523 m/s. Arus yang terdapat pada perairan pulau Kemujan cenderung didominasi oleh arus pasang surut.
Analisis Penjalaran Run-Up Gelombang Tsunami Menggunakan Pemodelan Numerik 2D di Pesisir Kota Bengkulu Geby Ayunda; Aris Ismanto; Hariyadi Hariyadi; Denny Nugroho Sugianto; Muhammad Helmi
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 3 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.906 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i3.8572

Abstract

Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng utama yaitu lempeng India-Australia, lempeng Pasifik dan lempeng Eurasia. Dari aktifitas lempeng-lempeng tersebut menjadikan Indonesia rawan akan gempa bumi. Salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana gempa bumi adalah provinsi Bengkulu. Wilayah pesisir barat Bengkulu berbentuk teluk dan pantai yang landai, apabila terjadi gempa bumi besar maka wilayah tersebut berpotensi dilanda gelombang tsunami dengan tingkat kerusakan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah memperkirakan waktu tempuh tsunami, menentukan tinggi (run-up) dan sebaran jangkauan tsunami di pesisir Pantai Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan data batimetri, titik tinggi, parameter gempa, topografi daratan dan peramalan pasang surut wilayah perairan kota Bengkulu. Pemodelan tsunami menggunakan software COMCOT versi 1.7. Berdasarkan pengolahan data, diketahui bahwa waktu tempuh gelombang dari pusat pembangkit tsunami sampai dengan pantai berkisar 36 menit dengan ketinggian run-up mencapai 2,59 meter. Gelombang tsunami tertinggi terjadi di titik pengukuran 5 karena terdapat pengaruh kondisi topografi yang landai sehingga energi gelombang yang dibawa tinggi. Wilayah jangkauan gelombang tsunami terluas berada pada ketinggian run-up 0,1 – 3,4 m dengan luas 40,101 km2, ketinggian run-up 3,4 – 6,8 seluas 1,601 km2, dan ketinggian run-up 6,8 – 10,2  seluas 0,494 km2. Berdasarkan hasil validasi dengan menggunakan nilai RSR diperoleh sebesar 0,17 yang masuk dalam kriteria sangat baik.Indonesia is located at the confluence of three main plates namely the India-Australia plate, the Pacific plate and the Eurasian plate. The activity of these plates, makes Indonesia prone to earthquakes. One area that is vulnerable to earthquake disasters is Bengkulu province. The west coast of Bengkulu is in the form of gulfs and gently sloping beaches. In the event of a large earthquake, the area is potentially to be hit by a tsunami wave with a high level of damage. The purpose of this study is to estimate the tsunami travel time, determine the height (run-up) and the distribution of tsunami coverage on the coast of Bengkulu Beach. The research method used is quantitative by using bathymetry data, high points, earthquake parameters, land topography and tidal forecasts of Bengkulu city waters. Tsunami modeling using COMCOT software version 1.7. Based on data processing, it is known that the travel time of waves from the tsunami generating center to the coast is around 36 minutes with a run-up height of 2.59 meters. The highest tsunami wave occurs at measurement point 5 because there is an influence of the sloping topographic conditions so that the wave energy carried is high. The widest range of tsunami waves is at the run-up height of 0.1 - 3.4 m with an area of 40.101 km2, the run-up height of 3.4 - 6.8 covering an area of 1.601 km2, and the run-up height of 6.8 - 10.2 covering an area of 0.494 km2. Based on the results of the validation using the RSR value obtained by 0.17 which is included in the criteria very well.
Studi Pola Arus untuk Mengkaji Fenomena Suhu Dingin di Perairan Alor-kecil Rahmadiana Andini; Anindya Wirasatriya; Muhammad Zainuri; Kunarso Kunarso; Aris Ismanto; Jahved Ferianto Maro
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 4 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.795 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i4.12411

Abstract

Alor-kecil merupakan sebuah desa yang berada di pesisir pantai di Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Perairan Alor-kecil memiliki potensi taman laut yang indah (Lau,2019). Perairan di sekitar Pulau Alor-kecil tidak hanya cantik tapi juga memiliki keunikan dari fenomena alam yaitu di perairan Alor-kecil terjadi fenomena yang disebut suhu dingin di Selat Kumbang, yang terletak antara Desa Alor Kecil dan Pulau Kepa. Salah satu parameter perairan yang penting untuk diteliti dan mempunyai pengaruh cukup tinggi terhadap parameter lainnya adalah arus laut . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus di Perairan Alor-kecil dan kaitannya dengan fenomena suhu dingin. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari pengumpulan data primer, data sekunder dan pengolahan data. Data yang diolah berupa data arus, pasang surut, batimetri, suhu, dan data angin. Hasil data lapangan dan hasil model menggunakan MIKE 21 menunjukkan bahwa Perairan Alor-kecil didominasi arus pasang surut dengan arah arus cenderung bolak-balik. Nilai formzahl sebesar 0,52 mengindikasikan adanya tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda. Hasil pemodelan hidrodinamika menunjukkan kecepatan arus berkisar antara 0,2 – 0,4 m/s pada saat pasang. Pada saat pasang menuju surut kecepatannya berkisar 0,66 – 1,33 m/s. Pada saat surut kecepatannya berkisar antara 0,08 – 0,2 m/s dan pada saat pasang menuju surut kecepatannya berkisar antara 0,66 - 1,33 m/s. Pergerakan arus cenderung bolak-balik berdasarkan kondisi yaitu saat pasang dan saat surut. Ketika pasang arusnya bergerak ke arah selatan, dan ketika surut bergerak ke arah utara. Fenomena suhu dingin terjadi saat kondisi surut menuju pasang, sehingga dapat diperkirakan bahwa sumber air dingin tersebut berada pada sebelah selatan pulau, karena pola arus saat surut menuju pasang adalah ke utara. Fenomena suhu dingin di Perairan Alor-kecil diduga merupakan fenomena upwelling.
Potensi Energi Arus Laut Di Perairan Selat Sunda Nuriyati Nuriyati; Purwanto Purwanto; Heryoso Setiyono; Warsito Atmodjo; Petrus Subardjo; Aris Ismanto; Muslim Muslim
Indonesian Journal of Oceanography Vol 1, No 1 (2019): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1301.353 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v1i1.6242

Abstract

Arus Laut merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang potensial untuk dikembangkan mengingat banyaknya pulau dan selat yang ada di Indonesia. Selat Sunda yang berada di antara Samudera Hindia dan Laut Jawa yang dipengaruhi oleh massa air dari Samudera Pasifik menjadi salah satu lokasi potensial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik arus laut beserta  potensi energi arus laut yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penentuan lokasi dengan metode sampling area. Pengolahan data dibagi menjadi tiga tahap yaitu analisa data arus dan pasang surut, pemodelan numerik dan perhitungan estimasi rapat daya. Hasil menunjukkan bahwa kecepatan arus maksimum sebesar 1.95 m/s. Daya terbesar dihasilkan pada saat kondisi surut menuju pasang  yaitu sebesar 4.51 W/m2 di daerah antara Pulau Peucang dan Ujung Kulon. Ocean current is one of the potential renewable energy sources to be developed considering there are many islands and straits that exist in Indonesia. Sunda strait that located between Indian Ocean and Java Sea be affected water masses from Pacific Ocean to be one of potential location. The purpose of this study is to determine the characteristics of ocean currents and the potential of ocean current energy that can be generated. This study used a quantitative method and determination of the location with sampling area. Data Processing is divided into 3 major phases which is analysis for currents and tides, numerical modeling and calculation of power density estimation. The results showed that the maximum of ocean current velocity is 1.95 m/s. The biggest power density is generated during ebb to flood is 4.51 W/m2in  the area between Peucang island and Ujung Kulon.
Pemodelan Perubahan Dasar Perairan (Bed Level Change) Di Perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Andi Dwi Pramulya; Indra Budi Prasetyawan; Alfi Satriadi; Elis Indrayanti; Aris Ismanto
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 1 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.601 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i1.6877

Abstract

Endapan sedimen yang terakumulasi dapat menyebabkan terjadinya pendangkalan di perairan pelabuhan. Pelabuhan Tanjung Emas merupakan pelabuhan yang mengalami pertumbuhan yang begitu pesat, namun pada alur pelayaran mengalami pendangkalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola arus, sebaran jenis sedimen dasar, dan perubahan dasar perairan berdasarkan hasil model. Simulasi pemodelan arus dan pemodelan transport sedimen dilakukan selama 30 hari. Pemodelan arus menggunakan software Mike21 Flow Model FM Hydrodinamic untuk mengetahui arah dan kecepatan arus pada daerah kajian. Simulasi pemodelan transpor sedimen menggunakan program Mike21 Flow Model FM Sand Transport untuk mengetahui pola transport sedimen di daerah kajian, dan mengetahui perubahan dasar perairan (bed level change). Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan penentuan lokasi pengambilan sampel sedimen menggunakan metode purposive sampling. Berdasarkan hasil pengolahan World Current menunjukkan arus dominan adalah arus residu. Kecepatan rata–rata arus bervariasi antara 3,32 – 3,99 cm/s. Berdasarkan hasil model arah arus dominan dari barat menuju ke timur laut dengan kecepatan maksimum lebih dari 0,114 m/s. Nilai verifikasi dengan metode CF sebesar 1,19 – 1,55 dikategorikan bagus. Analisa ukuran butir sedimen dasar yang ditemukan berupa Pasir, Lanau pasiran dan Lanau. Ukuran butir sedimen dasar dominan di perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang lanau. Hasil model perubahan dasar perairan menunjukan pengendapan sedimen di sepanjang garis pantai dan erosi terjadi di daerah laut.  
Pengolahan Data Satelit Sentinel-1 dan Pasut untuk Mengkaji Area Genangan Akibat Banjir Pasang di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak Tri Abdul Hidayat; Muhammad Helmi; Sugeng Widada; Alfi Satriadi; Heryoso Setiyono; Aris Ismanto; Muh Yusuf
Indonesian Journal of Oceanography Vol 2, No 4 (2020): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1278.97 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v2i4.8405

Abstract

Perubahan iklim dapat menyebabkan terjadinya peningkatan temperatur laut yang berakibat pencairan es di kutub, sehingga berdampak pada kenaikan permukaan air laut. Naiknya muka air laut menimbulkan ancaman bagi wilayah yang berada di pinggir pantai, salah satunya adalah Kecamatan Sayung. Salah satu dampak yang ditimbulkan adalah penggenangan daratan oleh banjir pasang. Kondisi genangan rob di Sayung diperparah dengan terjadinya penurunan muka tanah yang mempunyai andil dalam perluasan genangan banjir pasang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa secara spasial daerah yang tergenang akibat naiknya air pasang pada tahun 2018 dan menganalisa laju penurunan muka tanah pada tahun 2017 – 2019 di Kecamatan Sayung. Ketinggian muka pasang tinggi tertinggi di Kecamatan Sayung pada tahun 2018 dihitung dengan menggunakan metode admiralty adalah 238,27 cm dan MSL pada tahun yang sama adalah 176,93 cm. Besarnya penurunan muka tanah yang terjadi di Kecamatan Sayung didapatkan dengan mengolah data Sentinel-1 menggunakan metode DInSAR. Desa dengan tingkat penurunan muka tanah tertinggi adalah Tugu, Timbulsloko, dan Sayung dengan rata-rata penurunan sebesar 10,68 + 1,63 cm/tahun, 8,71 + 1,78 cm/tahun dan 8,35 + 1,39 cm/tahun. Luas daerah yang tergenang banjir pasang pada tahun 2018 adalah 3350,29 hektar. Desa yang tergenang total pada saat banjir pasang Bedono, Gemulak, Sidogemah, Surodadi, Timbulsloko, dan Tugu. Climate change cause an increase in sea temperatures which results in melting of polar ice caps, thus affecting sea level rise. Sea level rise pose a threat to areas on the coast, Sayung District is one of it. One of the impacts is inundation area by tidal floods. The condition of tidal inundation was exacerbated by land subsidence which contributed to the expansion of tidal floods area. The purpose of this study is to spatially analyze areas were flooded due to highest high water level in 2018 and analyze the rate of land subsidence in 2017 - 2019 in Sayung District. The highest high water level in Sayung Subdistrict in 2018 calculated using the admiralty method was 238,27 cm and the mean sea level in the same year is 176,93 cm. The amount of land subsidence that occurred in Sayung District was obtained by processing Sentinel-1 data using the DInSAR method. The villages with the highest level of land subsidence Tugu, Timbulsloko, and Surodadi with an average decline of 10,68 + 1,63 cm/year, 8,71 + 1,78 cm/year, and 8,35 + 1,39 cm/year. The total area that was flooded by tidal floods was 3350,29 hectares. The villages that were totally inundated during the tidal flood were Bedono, Gemulak, Sidogemah, Surodadi, Timbulsloko, and Tugu. 
Simulasi Arus 2 Dimensi di Pantai Marina Boom Banyuwangi Durmont Siahaan; Aris Ismanto; Warsito Atmodjo; Rikha Widiaratih; Kunarso Kunarso
Indonesian Journal of Oceanography Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6542.051 KB) | DOI: 10.14710/ijoce.v3i2.11218

Abstract

Selat Bali merupakan selat yang membelah Kabupaten Banyuwangi di Pulau Jawa dan Kabupaten Jembrana di Pulau Bali. Pantai Marina Boom akan dikembangkan sebagai wilayah pariwisata perlu kajian oseanografi yaitu arus laut. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pola arus di Perairan Selat Bali setiap musim selama 1 tahun. Metode pengukuran arus menggunakan instrumen Acoustic Wave and Current (AWAC). Metode analisis menggunakan pemodelan hidrodinamika. Hasil penelitian diperoleh tipe pasang surut di Perairan Kabupaten Banyuwangi bertipe pasang surut campuran condong harian ganda dengan nilai Formzahl 0,59. Data arus pengukuran di lapangan memiliki kecepatan maksimum sebesar 1,581 m/det dengan arah arus dominan mengarah dari Barat Laut ke Tenggara pada kedalaman 2 meter, sedangkan berdasarkan hasil pemodelan arus menunjukkan kecepatan maksimum pada Musim Barat sebesar 1,254 m/det, pada Musim Peralihan 1 sebesar 1,217 m/det, pada Musim Timur sebesar 1,088 m/det, dan pada Musim Peralihan 2 sebesar 1,561 m/det. Hasil analisis kecepatan arus pada setiap musim menunjukkan bahwa didapatkan kecepatan maksimum terjadi pada kondisi pasang purnama (spring tide), dikarenakan pada saat bulan purnama, tinggi pasang terjadi maksimum yang menyebabkan kecepatan arus laut menjadi maksimum. Arah arus pada setiap musim menunjukkan arah yang bolak-balik, yaitu mengarah dari Utara ke Selatan dan dari Selatan ke Utara. Tipe arus pada setiap musim di Perairan Selat Bali, khususnya di Pantai Marina Boom, Kabupaten Banyuwangi merupakan arus pasang surut karena memiliki pola pergerakan arus laut yang bergerak bolak-balik keluar masuk selat. Kecepatan arus maksimum terjadi pada Musim Peralihan 2 saat kondisi pasang purnama sebesar 1,561 m/det dan kecepatan arus minimum terjadi pada Musim Peralihan 2 saat kondisi pasang perbani sebesar 0,133 m/det. Kecepatan arus saat pasang purnama cenderung memiliki nilai yang besar dengan kisaran nilai sebesar 0,433 – 1,561 m/det, sedangkan kecepatan arus saat pasang perbani cenderung memiliki nilai yang kecil dengan kisaran nilai sebesar 0,133 – 0,959 m/det.
Sebaran Konsentrasi Fosfat di Muara Sungai Sengkarang dengan Pendekatan Model Matematika 2 Dimensi Talitha Rahma Damayanti; Aris Ismanto; Elis Indrayanti; Muhammad Zainuri; Lilik Maslukah
Indonesian Journal of Oceanography Vol 4, No 1 (2022): Indonesian Journal of Oceanography
Publisher : University of Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ijoce.v4i1.12691

Abstract

Sungai Sengkarang merupakan salah satu sungai terbesar di Kabupaten Pekalongan yang alirannya membawa limbah rumah tangga maupun limbah industri dari aktivitas warga sekitar. Limbah tersebut banyak berkontribusi terhadap masukan nutrien ke dalam perairan, salah satunya adalah fosfat. Di perairan muara, fosfat akan didistribusikan oleh pengaruh pasang surut. Kondisi tersebut mengakibatkan kenaikan konsentrasi fosfat dimana fosfat merupakan salah satu unsur yang memberikan efek terhadap kesuburan perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa model pola sebaran konsentrasi fosfat di muara Sungai Sengkarang oleh pengaruh arus pasang dan surut menggunakan pendekatan model matematika 2 dimensi. Penelitian ini dibagi dalam dua proses pengolahan data yaitu tahap pengambilan sampel lapangan dan pemodelan menggunakan software Delft3D. Tahap pemodelan distribusi fosfat menggunakan modul hidrodinamika flow untuk memodelkan arah dan kecepatan arus laut, kemudian dilanjutkan simulasi model sebaran fosfat. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi fosfat di Muara Sungai Sengkarang memiliki range nilai antara 2,9x10-3 – 3,9 x 10-3 mg/L. Pola sebaran konsentrasi fosfat searah dengan pergerakan pola arus yang terjadi di perairan baik pada kondisi pasang maupun surut.
Co-Authors Adiprabowo, Samuel Radityo Agus Hartoko Agus Indarjo Ahmad Fikri Delardi Akbar Nurrahman Putra Akbar, Luis Figo Sagita Desario Alfi Satriadi Amalya, Afroh Andi Dwi Pramulya Andri Ramdhani Anindya Wirasatriya Aradea Ramadhan Hakim Arintika Widhayanti, Arintika Astuti, Rohmatun Dwi Ayuk Milasari Azhary, Abrar Dalisfasha Azis Rifai Aziz Rifai Aziz Rifai Bambang Yulianto Baskoro Rochaddi Bayu Munandar Bayu Priyono, Bayu Beselly Putra, Sebrian Mirdeklis Candisukma Marsha Serodja Chrisna Adhi Suryono Denny Nugroho Sugianto Dimas Nopriansyah Djoko Rubyanto Durmont Siahaan Dwi Haryanti, Dwi Haryanti Dwi Haryo Ismunarti Dwi Haryo Ismunarti Efendi, Usman Elia Hendri Astuti, Elia Hendri Elis Indrayanti Erfando, Wahyu Erinne Natalie, Erinne Fajrin, Muhamad Nur Al Farid Muldiyatno Fernandito Suryo Hutomo Galuh Permatasari Geby Ayunda Gentio Harsono Gentur Handoyo Gentur Handoyo Ginnia Julianti Utomo Hadi Endrawati Hakim, Aradea R. Hanah Khoirunnisa Hariyadi Hariyadi Hendry Siagian Hendry Siagian Heriyoso Setyono Hermin Pancasakti Kusumaningrum Heryoso Setiyono Ika Bagus Priambodo Ilham Panra, Ilham Ilyas, Riyanti Maharani Indra Budi Prasetyawan Ishak Putra Pangururan, Ishak Putra Jarot Marwoto Jihadi, Muhammad Shulhan Julian Saputra Kunarso Kunarso Kusuma, Prima Danu Lilik Maslukah Lintang Fauzia Ichsari Lusi Swastika Dewi Lutfi Agung Mardiansyah Ma'ariq Badrutamam S. Maharani, Galung Dhiva Mahinsha, Amryl Naufal Ilham Majhic Aryono Maria Kurniawati Lena Liwun Maro, Jahved Ferianto Maya Eria Br Sinurat, Maya Eria Br Muh Dandi Firmansyah Muh Yusuf Muhamad Herdadi Ramadhan, Muhamad Herdadi Muhammad Chusnul Marom Muhammad Helmi Muhammad Helmi Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muslim Muslim Muslim Muslim Nabilah Rizki Nadira, Audria Izza Nugraha Syafutra Nugroho Agus D Nur Azhar Fahrian Nuriyati Nuriyati Nusratina, Rina Hazrina Ory Kristanto Oscar Agustino Osen Faber Romario Tampubolon Parichat Wetchayont Perwira, Akmal Yazid Petrus Subardjo Pinardo Sidauruk, Pinardo Prahandhy Kusuma, Novian Prayogi Prayogi Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Purwanto Putranto Kondang Wijaya Putri, Nia Oktaviani Annisa Radhwarana, Amani Rahutri Rahmadiana Andini Rahmat Hidayat Rahmat Yolansyah Putra Ramdhani, Andri Renaning Wulan Mahardika Rifa’i, Aziz Rikha Widiaratih Rina Rina Ritonga, Maura Dhia Khanza Rudhi Pribadi Safikri, Ilham Salman Asatidz Shafira Tsanyfadhila Shidqirrohman, Naufal Siahaan, Eirene Sharon Siddhi Saputro Siddhi Saputro Siswantoputri, Ummy Zulaichah Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Sugeng Widada Suprajitno Munadi Suryani, Oda Gracia Ariela Suwignyo, Tyo Syafiq Muhammad Aziz Tagore, Rafa Fahrezi Talitha Rahma Damayanti Tamara Centong Mandey Taufiq Hidayat Tissa Permatasari Putri Tony Hadibarata, Tony Tri Abdul Hidayat Tridhia Cahyadi, Alifalah Wahyu Budi Setyawan Warsito Atmodjo Widianingsih Widianingsih Widiaratih, Rikha Widyani, Afidhah Puspita Wisman Fabrisse Doloksaribu Wisnu Dewanto Yanthi Sepriana Siagian, Yanthi Sepriana Yoga Yuniadi Zulfa, Istna Nabila