Claim Missing Document
Check
Articles

The Effect of Lime Stone in the Probability of Formation Pores Structures in Glass Ceramic Based on Scoria Basalt Rocks Birawidha, David Candra; Sumardi, Slamet; Oktaviando, Fany; Karo-Karo, Pulung; Isnugroho, Kusno; Hendronursito, Yusup; Amin, Muhammad
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i2.44366

Abstract

This paper provides a Lightweight material is the result of technological problems in increasing the efficiency of finished products, saving manufacturing costs and environmentally friendly technology by reducing the amount of material used. There are many kinds of material manufacturing technology, ranging from the use of lightweight materials from the start, combining materials into composites and modifying the structure and characteristics of the material to make it lightweight. One commonly used method is to mix glass-ceramic with a foaming agent in purpose to modify the structure of material. The purpose of this study is to utillize basalt rock as source of glass ceramic and mixed with limestone to form cellular structure with optimal composition. The samples was crushed and sieve through 100 mesh afterward all material is mixed varied between basalt and lime with a ratio of sample A (100% Basalt), sample B (3:7), sample C (5:5), and sample D (7:3), which were burned at a temperature of 1100°C and 1300°C. After all sample reach designated temperature, all sample undergo annealed cooling in the furnace. Based on the characterization results, the best glass-ceramic sample formed with pores structure formation was sample B which is 70% addition of limestone in basalt mixture and burned at a temperature of 1100°C with a total pore size of 63% and a density of 0.92 g/cm3, where the glass-ceramic structure detected pyroxene and lime phases with a SiO2 composition of 14.61%. Basalt cellular ceramic is obtained in optimal condition with low density and higher percentage porosity.
Penerapan model inverted class sebagai upaya peningkatana kualitas pembelajaran matematika untuk mahasiswa baru di Jurusan Fisika Universitas Lampung Ayu Aprilia; Gurum Ahmad Pauzi; Amir Supriyanto; Ahmad Faruq Abdurrahman; Syafriadi Syafriadi; Pulung Karo-karo; Suprihatin Suprihatin; Posman Manurung
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30205

Abstract

Abstrak Matematika merupakan fondasi utama dalam penyelesaian berbagai masalah dalam bidang ilmu fisika. Namun, banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengusasai konsep-konsep dasar matematika sehingga menganggu prestasi akademik mahasiswa. Pengabdian ini bertujuan mengimplementasi metode inverted class untuk melihat bagaimana keberhasilannya dalam menyelesaikan permasalahan ini. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada minggu ke 3 dan 4 bulan Januari 2025. Kegiatan ini  dibagi menjadi menjadi tiga kegiatan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanan kegiatan di kelas serta evaluasi keberhasilan dengan sasaran 55 mahasiswa baru Fisika Unila. Dalam masa persiapakan disusun modul interaktif, menarik dan modern. Lalu dilakukan test pemahaman awal konsep matematika dengan hasil 42,9%. Selanjutnya dilakukan 2 kali pembelajaran dengan inverted class. Pada tahap evaluasi diperoleh peningkatan pemahaman mahasiswa menjadi 60.5%. Dengan tambahan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan dan modul yang diberikan. Pengabdian ini berhasil menunjukkan bahwa inverted class dapat menjadi solusi untuk mencarik pendekatan yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep sekaligus melatih kemandirian belajar mahasiswa.  Kata kunci: fisika; inverted class ; mahasiswa baru; pemahaman matematika AbstractHowever, many students struggle to grasp basic mathematical concepts, which negatively impacts their academic performance. This community service program aims to implement the Inverted Class method to evaluate its effectiveness in addressing this issue. The program activities were carried out in 3th dan 4th weeks of January 2025. This program was divided into three stages: preparation, classroom implementation, and evaluation of its success, involving 55 first-year physics students at Universitas Lampung. During the preparation phase, an interactive, engaging, and modern module was developed. An initial test was conducted to assess students' understanding of basic mathematical concepts, yielding an average score of 42.9%. The implementation phase involved two Inverted Class learning sessions. In the evaluation phase, the students' understanding improved significantly, with an average score increase to 60.5%. Additionally, students provided positive feedback on the learning process and the module used. This program successfully demonstrated that the Inverted Class method can serve as an effective approach to improving conceptual understanding while fostering students' independent learning skills. Keywords: inverted class; first-year students; physics; mathematical understanding; independence
Komposisi Kimia, Struktur Mikro, Holding Time dan Sifat Ketangguhan Baja Karbon Medium pada Suhu 780 0C Fitri Fitri; Ediman Ginting; Pulung Karo Karo
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.14

Abstract

Telah dilakukan proses laku panas (heat treatment) dengan menggunakan bahan baja pegas daun. Tahapan awal preparasi sampel sebagai berikut: baja pegas daun dilakukan pemanasan awal pada suhu 600 0C selama 30 menit, selanjutnya dilakukan pemanasan sehingga suhu austenisasi pada suhu 780 0C dengan waktu tahan masing-masing 20 dan 40 menit setelah itu di quenching dengan menggunakan air. Adapun uji yang dilakukan adalah uji ketangguhan dengan metode charpy, uji komposisi kimia dan struktur mikro. Dari hasil uji komposisi kimia menunjukkan bahwa baja pegas daun tergolong ke dalam baja karbon medium (C = 0,58%). Pada uji ketangguhan (impact) hasil austenisasi diperoleh nilai ketangguhan tertinggi (paling liat) pada suhu 780 0C dengan waktu tahan 40 menit sebesar 0,07 J/mm2 hal ini disebabkan atom-atom karbon pada austenit yang berasal dari perlit masih belum banyak yang berdifusi ke fasa austenit yang berasal dari ferit. Untuk struktur mikro hasil yang paling baik juga diperoleh pada suhu 780 0C dengan waktu tahan 20 menit menunjukkan ukuran dan struktur butir yang halus dan hampir seluruhnya menjadi martensit. Kata Kunci: Baja karbon medium, heat treatment, metode charpy, impact.
Komposisi Kimia, Struktur Mikro, Holding Time dan Sifat Ketangguhan Baja Karbon Medium pada Suhu 780 0C Fitri Fitri; Ediman Ginting; Pulung Karo Karo
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 1 No. 1 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i1.33

Abstract

Telah dilakukan proses laku panas (heat treatment) dengan menggunakan bahan baja pegas daun. Tahapan awal preparasi sampel sebagai berikut: baja pegas daun dilakukan pemanasan awal pada suhu 600 0C selama 30 menit, selanjutnya dilakukan pemanasan sehingga suhu austenisasi pada suhu 780 0C dengan waktu tahan masing-masing 20 dan 40 menit setelah itu di quenching dengan menggunakan air. Adapun uji yang dilakukan adalah uji ketangguhan dengan metode charpy, uji komposisi kimia dan struktur mikro. Dari hasil uji komposisi kimia menunjukkan bahwa baja pegas daun tergolong ke dalam baja karbon medium (C = 0,58%). Pada uji ketangguhan (impact) hasil austenisasi diperoleh nilai ketangguhan tertinggi (paling liat) pada suhu 780 0C dengan waktu tahan 40 menit sebesar 0,07 J/mm2 hal ini disebabkan atom-atom karbon pada austenit yang berasal dari perlit masih belum banyak yang berdifusi ke fasa austenit yang berasal dari ferit. Untuk struktur mikro hasil yang paling baik juga diperoleh pada suhu 780 0C dengan waktu tahan 20 menit menunjukkan ukuran dan struktur butir yang halus dan hampir seluruhnya menjadi martensit. Kata Kunci: Baja karbon medium, heat treatment, metode charpy, impact.
Perbandingan Hasil Uji Fisis Komposit Polimer Berbasis Perlit Dengan Batu Apung Pulung Karo Karo
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 1 No. 2 (2013): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v1i2.42

Abstract

Two kinds of polymer composites hava been made from the basic materials: (a) of an epoxy resin with a river sand aggregate which was mixed with a pumice, and (b) of an apoxy resin with a silica sand aggregate which was mixed with perlite. The preparation of samples used the same percentage of weight, and the percentages of epoxy resin with a thinner were varied from 45 gr, 60 gr and 75 gr. Based on the physical comparative test, such as, density, porosity, presure strength, and sound-proof capacity, it is obtained that sample (b) is better than sample (a) if it is used as a construction material. Keywords: pumice, perlite, polymer composites, resin epoxy.
Pengaruh Variasi Volume Terak (Slag) dan Abu Sekam Padi Terhadap Sifat Fisis dan Mekanis Komposit Semen-Terak (Slag)-Abu Sekam Padi Iwan M Ridwan; Pulung Karo Karo; S Suprihatin
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 2 No. 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.62

Abstract

Telah dilakukan pembuatan komposit konstruksi dari agregat limbah terak dan abu sekam padi. Perbandingan antara semen : terak (slag) : abu sekam padi yang dilakukan yaitu 1:2:3, 1:2:4, 1:2:5, 1:3:3, 1:3:4 dan 1:3:5. Pengujian dilakukan ketika sampel telah berumur 28 hari. Berdasarkan hasil pengujian, sampel 1:2:3 memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan sampel lain. Sampel 1:2:3 memiliki bulk density (kerapatan) 0,950 gram/cm3, porositas 21,81%, nilai kuat tekan 55,17 kg/cm2 dan sifat penyerapan suara yang efisien pada frekuensi di bawah 1000 Hz. Berdasarkan uji kuat tekan sampel yang dihasilkan memiliki mutu yang setara dengan batako tipe III dan IV berdasarkan SNI 03-0348-1989 Selain itu berdasarkan uji kuat redam suara sampel yang dihasilakn memenuhi syarat minimum sebagai bahan peredam (0,15) sesuai dengan ISO 11654.
Pengaruh Heat Treatment Dengan Variasi Media Quenching Air Garam dan Oli Terhadap Struktur Mikro dan Nilai Kekerasan Baja Pegas Daun AISI 6135 Anggun Mersilia; Pulung Karo Karo; Yayat Iman Supriyatna
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.119

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh heat treatment dengan variasi media quenching air garam dan oli terhadap struktur mikro dan nilai kekerasan baja pegas daun AISI 6135. Proses pemanasan dilakukan pada temperatur 800? selama 60 menit, lalu proses quenching dengan variasi media pendingin 100% air garam dan campuran 50% air garam : 50% oli, dan tempering pada temperatur 600? selama 45 menit. Hasil uji komposisi kimia menunjukkan baja pegas daun termasuk baja karbon sedang (C = 0,343%) dan chromium-vanadium steel (AISI 6135).Hasil uji kekerasan raw material sebesar 42,27 HRc, pada media quenching 100% air garam sebesar 34,27% HRc. Sementara pada media quenching campuran 50% air garam : 50% oli sebesar 38,27 HRc. Hasil struktur mikro pada sampel raw material menunjukkan fasa ferit dan perlit. Sementara Quench-temper campuran 50% air garam : 50% oli terbentuk fasa ferit, austenit sisa dan martensit temper yang lebih rapat dan menyebar merata dibandingkan100% air garam.
Pengaruh Penambahan Alumina (Al2O3) 0, 10, dan 15 wt% terhadap Karakteristik Konduktivitas Listrik dan Mikrostruktur Cordierite (2MgO.2Al2O3.5SiO2) Berbasis Silika Sekam Padi Shella Windi Oktivianty; Simon Sembiring; Wasinton Simanjuntak; Pulung Karo-Karo
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 4 No. 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.122

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan alumina terhadap karakteristik fisis, mikrostruktur, dan konduktivitas listrik cordierite. Silika diperoleh dari sekam padi melalui metode sol-gel sedangkan alumina dan magnesium berasal dari MERCK. Cordierite disintesis melalui metode padatan dengan suhu sintering 1200oC. Hasil Pengukuran menunjukkan bahwa penambahan alumina mengurangi densitas, menambah porositas, dan menurunkan nilai konduktivitas listrik sampel. Karakterisasi dengan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan adanya bentuk yang tidak beraturan, pori yang semakin banyak dan aglomerasi yang semakin besar pada sampel dengan penambahan alumina.
Studi Luas Permukaan Spesifik Zeolit Akibat Pengaruh Mikrostruktur dan Potensinya Sebagai Elektrode Superkapasitor Jennifer Kapriati Pakpahan; Pulung Karo Karo; Bambang Joko Suroto
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v5i1.133

Abstract

Pengaruh Luas Permukaan Spesifik terhadap Kapasitansi Spesifik Elektrode Zeolit Akibat Variasi Suhu Kalsinasi R Rosalina; S Suprihatin; Pulung Karo Karo
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v5i1.136

Abstract

The effect of specific surface area to the specific capacitance of electrode zeolite with variation of calcintion temperatures. This study describes the potential of zeolite as a supercapacitor electrode which aims to determine the effect of surface area on the specific capacitance of the zeolite. Zeolites was synthesized from a mixture of silica based rice husk and alumina using sol gel methode and was calcined at 150, 250, 350, 450, 550, and 650oC. The XRD result showed already formed alumina and silica phases for each calcinations temperature and the temperature of 350oC has formed gmelinite phase which marks have been formed zeolite. The specific capacitance increase in the specific surface area at 90.69 - 150.01 m2/g, and occurred saturation of specific capacitance at a specific surface area of 150.01 m2/g. The highest of specific capacitance is at specific surface area of 150.01 m2/g is equal to 8.13x10-3 F/g obtained from zeolites with calcination temperature of 650oC. Based on this value, the zeolite can be used as a supercapacitor electrode material.
Co-Authors Abdurrahman, Ahmad Faruq Achmad Shofi Agus Riyanto Ahmad Faruq Abdurrahman Ahmad Saiful Munir Alfi Hamidah Amilia Rasitiani Amir Supriyanto Anggun Mersilia Anton Sapto Handoko Aprilia, Ayu Apriliana Apriliana Aris Pratama Ayu Aprilia Bambang Joko Suroto Birawidha, David Candra Candra Kurniawan Delfi Oktavia Amrani Dwi Asmi Ediman Ginting Ediman Ginting Ediman Ginting Ediman Ginting Ediman Ginting Ediman Ginting Suka Ediman Ginting Suka Eko Arief Setiadi Elsa Mega Puspitaratu Fajar Nurjaman Fitri Fitri Gurum Ahmad Pauzi Herullah Herullah Indah Pratiwi Indriyawati, Agapetalia Intan Wandira Iqbal Firdaus Ismi Nurhayati Isnugroho, Kusno Iwan M Ridwan Jayanti Pusvitasari Jennifer Kapriati Pakpahan Junaidi Junaidi Junaidi Junaidi Karlina Rahmah Malik, Daffa Abdul Mareli Telaumbanua Marjunus, Roniyus Muhammad Amin Muhammad Amin Muhammad Nursani Muhammad Rizki Muhammad Yunus Nabilah Rafidiyah Nia Diana Nindia Agustin Oktaviando, Fany Oktivianty, Shella Windi Parmadean Subayang Pauzi, Gurum Ahmad Perdamean Sebayang Posman Manurung R Rosalina Rianita Nurhasanah Rio Orlando Pratama Riski Wulan Sari Risky Putra Ramadhan Rizky Damayanti Rudy T M Situmeang S Suprihatin Sembiring, Simon Shella Windi Oktivianty Simon Sembiring Simon Sembiring Simon Sembiring Simon Sembiring Slamet Sumardi, Slamet Sri Harjanti Suci Pangestuti Sudibyo Sudibyo Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Suprihatin Supriyanto, Amir Sutopo Hadi Syafriadi Syafriadi Syafriadi Syafriadi Syah, Aminudin Telaumbanua, Syukur Trianasari Trianasari Trianasari, Trianasari Vega Rahmawati Ar Wahyuningsih Wahyuningsih Wasinton Simanjuntak Wasinton Simanjuntak Wini Rahmawati Wisnu Ari Adi Yanti Yulianti Yanti Yulianti Yanti Yulianti Yayat Iman Supriyatna Yayat Iman Supriyatna Yohanes W.M Purba Yusup Hendronursito, Yusup Zahra Maria Ulfa