Komang Ayu Kartika Sari
Bagian Ilmu Kedokteran Komunitas Dan Ilmu Kedokteran Pencegahan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Published : 46 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PUTUS OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS KOTA DENPASAR Manik Parmelia; Dyah Pradnyaparamita Duarsa; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.929 KB)

Abstract

Putus obat pada pasien tuberkulosis (TB) paru merupakan salah satu masalah dalam program penganggulangan TB. Ketidaktuntasan pengobatan TB meningkatkan risiko terjadinyamulti-drug resistance tuberculosis (MDR-TB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian putus obat pada pasien TB paru di puskesmas di KotaDenpasar tahun 2012 – 2015. Penelitian ini menggunakan metode kasus kontrol dengan 22 sampelkasus dan 44 sampel kontrol yang didapatkan dengan penelusuran register TB di Dinas KesehatanKota Denpasar serta formulir pengobatan TB (TB01) di 11 puskesmas di Kota Denpasar. Dalampenelitian ini keteraturan berobat berhubungan dengan kejadian putus obat TB paru dengan OR =6,715, 95% IK 1,552 – 29,028 dan P = 0,011. Sedangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin,tingkat pendidikan, status pekerjaan, keterjangkauan fasilitas kesehatan, status HIV, dan hasilpemeriksaan dahak awal tidak berhubungan dengan kejadian putus obat TB paru (P>0,05).Sehingga, dapat disimpulkan bahwa keteraturan berobat merupakan faktor penting yang harusdiperhatikan dalam mencegah kejadian putus obat TB paru di puskesmas di Kota Denpasar. Kata kunci: Tuberkulosis paru, putus obat, Puskesmas Kota Denpasar
HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS PADA SISWA KELAS III DI SMAN 1 GIANYAR I Dewa Ayu Ari Ritmawati; Anak Agung Sagung Sawitri; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 10 (2019): Vol 8 No 10 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.98 KB)

Abstract

ABSTRAK Acne vulgaris merupakan penyakit yang memiliki banyak faktor risiko salah satunya stres. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kejadian acne vulgaris dengan stres. Kejadian acne vulgaris pada remaja di Indonesia cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stress dengan kejadian acne vulgaris pada siswa kelas III di SMAN 1 Gianyar. Penelitian bersifat analitik cross-sectional, dilakukan dengan mengobservasi langsung adanya acne vulgaris dan membagikan kuesioner PSS-10 untuk menentukan stres kepada 90 orang responden yang dilaksanakan pada Bulan September 2017. Data dianalisis secara bivariat dan multivariat. Dari hasil analisis bivariat dan multivariat terliat bahwa kejadian stres (P=0,004) dan riwayat keluarga acne (P=0,036) secara statistic berhubungan dengan kejadian acne vulgaris. Pada penelitian ini dapat disimpulakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara stress dengan kejadian acne vulgaris pada siswa kelas III di SMAN 1 Gianyar. Kata Kunci : Acne vulgaris, stress, faktor risiko, remaja, Gianyar ABSTRACT Acne vulgaris is a disease that has many risk factors one of them stress. Various studies show a relationship between the occurrence of acne vulgaris with stress. The incidence of acne vulgaris in adolescents in Indonesia is quite high. This study aims to determine the relationship of stress with the incidence of acne vulgaris in third grade students in SMAN 1 Gianyar. The cross-sectional analytic study was conducted by observing the acne vulgaris directly and distributing PSS-10 questionnaires to determine the stress to 90 respondents conducted in September 2017. Data were analyzed bivariate and multivariate. From the results of bivariate and multivariate analyzes, it was observed that stress incidence (P = 0.004) and family history of acne (P = 0.036) were statistically related to the occurrence of acne vulgaris. In this study can be concluded that there is a significant relationship between stress with the incidence of acne vulgaris in third grade students in SMAN 1 Gianyar. Keywords: Acne vulgaris, stress, high school students, risk factor.
KEJADIAN PENURUNAN TAJAM PENGLIHATAN PADA PELAJAR SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IV DENPASAR SELATAN Putu Sindy Reiska Jayanti; Luh Seri Ani; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 9 No 2 (2020): Vol 9 No 02(2020): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2020.V09.i2.P13

Abstract

Secara global diestimasi orang hidup dengan masalah penglihatan semakin meningkat seiring dengan pertambahan populasi dan usia penduduk. Penurunan masalah kesehatan mata diupayakan untuk memperbaiki kehidupan orang dengan masalah penglihatan dan mencapai target sustainable development goals. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian penurunan tajam penglihatan pada pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). Studi deskriptif cross-sectional dilakukan terhadap 88 pelajar SMP Ganesha Denpasar. Sampel dipilih menggunakan metode cluster kelas. Tajam penglihatan diukur dengan metode observasi menggunakan Snellen Chart sedangkan data lain seperti jenis kelamin, riwayat keturunan, perilaku membaca, penggunaan gadget, dan kebiasaan menonton televisi diukur dengan metode wawancara. Data hasil penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat. Sebanyak 67% pelajar dijumpai mengalami penurunan tajam penglihatan. Kejadian penurunan tajam penglihatan cenderung dijumpai pada jenis kelamin lelaki, ada riwayat keturunan, posisi membaca sambil tiduran, frekuensi penggunaan gadget setiap hari, durasi penggunaan gadget > 2 jam per hari dengan posisi tengkurap, frekuensi menonton televisi setiap hari, durasi menonton televisi ? 3 jam per hari dengan jarak antara layar televisi dan mata ? 2 meter. Dapat disimpulkan bahwa masalah penurunan tajam penglihatan pada siswa SMP dalam kategori tinggi sehingga diperlukan modifikasi terhadap gaya hidup terutama saat membaca, menggunakan gadget, dan menonton televisi. Kata Kunci: Tajam penglihatan, pelajar, penggunaan gadget, perilaku menonton televisi, dan perilaku membaca
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU ANTENATAL CARE IBU HAMIL TERHADAP KEHAMILAN DENGAN RISIKO DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS I NEGARA KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2016 Dwi Puji Tiarah Astuti; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 6 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.477 KB)

Abstract

Pada Puskesmas I Negara, Bali, hasil pencatatan angka ibu hamil dengan kehamilan berisiko bulan Januari - Oktober 2016 yaitu 183 (43%), diperkirakan menjadi penyebab meningkatnya angka kematian ibu (AKI) yang mencapai 145,7/100.000 kelahiran hidup. Melalui studi pendahuluan, didapatkan bahwa pengetahuan ibu hamil masih rendah meskipun pemeriksaan kehamilan telah dilakukan rutin. Hal ini melatarbelakangi untuk dilakukan penelitian mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku ANC ibu hamil terhadap kehamilan dengan risiko di wilayah kerja UPT puskesmas 1 Negara, kabupaten Jembrana. Design penelitian adalah deskriptif cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan metode accidental sampling. Analisis statistik menggunakan software komputer. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang terpilih dan bersedia menjadi responden di wilayah kerja UPT puskesmas 1 Negara, kabupaten Jembrana. Jumlah sampel sebanyak 80. Karakteristik responden berdasarkan usia terbanyak adalah kelompok usia 20-35 tahun yaitu 58 orang; kelompok pendidikan sebagian besar tingkat pendidikan rendah yaitu 47 orang; jenis pekerjaan; sebagian besar tidak bekerja atau ibu rumah tangga yaitu 51 orang; kelompok sosial ekonomi lebih banyak berpenghasilan di bawah UMK yaitu 42 orang. Sebanyak 48 responden berpengetahuan baik dan 32 berpengetahuan kurang. Tingkat pengetahuan dan perilaku ANC di wilayah kerja UPT Puskesmas I Negara memiliki gambaran karakteristik bervariasi untuk setiap variabel yang diteliti. Hasil penelitian diharapkan dapat dipakai sebagai dasar penelitian lebih lanjut mengenai kehamilan dengan risiko.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP DAN KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI PENDERITA OSTEOARTHRITIS DI RSUP SANGLAH TAHUN 2016-2017 Suyasa Adryan Yunanda; Putu Aryani; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 8 No 9 (2019): Vol 8 No 9 (2019): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.056 KB)

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif dan progresif yang dapatmenyebabkan limitasi fisik dan psikologis pada penderitanya. Penyakit ini dapat berakibatbeban sosial dan ekonomi yang besar, sehingga penting untuk mengetahui kualitas hidupdan karakteristik sosiodemografi penderita osteoarthritis. Penelitian ini menggunakanrancangan penelitian deskriptif potong lintang pada pasien osteoarthritis di RSUP Sanglah,Denpasar, Bali yang dipilih dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan datadilakukan pada Bulan Juni hingga Desember 2017 dengan menggunakan kuesioner WorldHealth Organization Quality of Life BREF untuk mengumpulkan data skor kualitas hiduppasien. Sebanyak 41 pasien memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dilibatkan dalampenelitian ini. Sebagian besar penderita osteoarthritis adalah perempuan (70,7%), usialanjut (61-70 tahun) (70,8%), memiliki jenjang pendidikan terakhir SMA (48,8%), danpensiunan (31,7%). Proporsi pasien osteoarthritis dengan kualitas hidup baik ditemukansebesar 61%, dan kualitas hidup buruk sebesar 39%. Dari hasil juga didapatkan bahwasebagian besar pasien osteoarthritis di RSUP Sanglah yang memiliki kualitas hidup baikadalah perempuan, usia dibawah 60 tahun, dengan tingkat pendidikan rendah dan tidakbekerja. Dengan demikian dapat disimpulkan skor penderita osteoarthritis untuk kesehatanfisik, psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan masih rendah sehingga masih tetapmemerlukan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup penderita osteoarthritis. Kata kunci: Karakteristik sosiodemografi, osteoarthritis, kualitas hidup, deskriptif, potonglintang
Tingkat Pengetahuan dan Kategori Persepsi Masyarakat Terhadap Penyakit Tuberkulosis (TB) di Desa Kecicang Islam Kecamatan Bebandem Karangasem-Bali Luh Made Hannisa Sandha; Komang Ayu Kartika Sari
E-Jurnal Medika Udayana Vol 6 No 12 (2017): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.808 KB)

Abstract

Knowledge and perception are very important in disease control and management of tuberculosis. A good awareness of tuberculosis will help the prevention and management program of TB to be successful. The aim of the study was to explore the level of knowledge and category of perception of the society regarding TB in Kecicang Islam village, Bebandem district, Karangasem. This research was a cross-sectional study, where the samples were from all family registers in Kecicang Islam village, Bebandem district. The instrument used was questionnaire consisted of knowledge of TB and perception of early detection of TB. Data analysis was by univariate analysis and cross tabulation. The result showed that 55.1% of the respondents had low knowledge of TB, while 67.3% had positive perception regarding early detection of TB. From this study, it could be concluded that the society of Kecicang Islam village has low knowledge and good perception of TB. Keywords: tuberculosis, knowledge, perception
GAMBARAN PERILAKU BERDASARKAN SOSIODEMOGRAFI, PENGETAHUAN, PERSEPSI TERKAIT ORAL HYGIENE PADA MAHASISWA KESEHATAN DAN NON KESEHATAN UNIVERSITAS UDAYANA Made Laras Fatmala Eni; Sari Kusumadewi; Komang Ayu Kartika Sari
ODONTO : Dental Journal Vol 5, No 1 (2018): July 2018
Publisher : Faculty of Dentistry, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/odj.5.1.18-27

Abstract

Background: The number of dental and oral diseases 24% cases occur in the age of 18 years which is the age of the college students. At this age, college students are expected to have better knowledge and behavior in maintaining oral health. This study was to describe the behaviour based on sociodemography, knowledge and perceptions related to oral hygiene in medical and non medical students of Udayana University.Method: This study use a quantitative descriptive study with cross-sectionalapproach. The total samples were 100 participants. Data were collected using questionnaire to determine the level of knowledge, perceived, behaviour, and oral hygiene.Result: The results showed that, good behaviour in maintaining dental and oral health was 47 respondents (94%) in Dentistry students and 14 respondents (28%) in English Literature’s students.Conclusion: The proportion of Dentistry students with good behavior wasgreater in those aged ≥21 years, women, high knowledge, perceived as notvulnerable, not serious, had no benefts, no barrier, feel capable and havehigh cues to action. The proportion in English literature with good behaviourwas greater in those <21 years old, women, high knowledge, perceived as not vulnerable, serious, benefcial, no barrier, feel capable and high cues to action.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN INISIASI MENYUSU DINI (IMD) DI RSU BHAKTI RAHAYU DENPASAR Ni Made Rahayu Pradnyasari; Dinar Saurmauli Lubis; Ni Komang Ekawati; Komang Ayu Kartika Sari; Desak Putu Yuli Kurniati
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p01

Abstract

ABSTRAK IMD adalah meletakkan bayi diatas dada atau perut ibu dan membiarkan bayi mencari puting susu ibu pada satu jam pertama kelahiran. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan implementasi kebijakan IMD di RSU Bhakti Rahayu. Desain penelitian adalah deskriptif kualitatif. Informan utama penelitian yaitu bidan pelaksana dan perawat Unit Bedah Sentral. Informan pendukung yaitu ibu hamil dan ibu bersalin. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam dan observasi. Strategi keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Terdapat SOP sebagai petunjuk kerja unit pelaksana, monitoring dilakukan setiap persalinan dan pembagian tugas dilakukan secara situasional. Jumlah, kompetensi dan pelatihan Sumber Daya Manusia sudah terpenuhi, ketersediaan fasilitas sudah baik. SOP disampaikan saat pelatihan dan KIE mengenai IMD diberikan saat ANC. Bidan sudah memiliki sikap mendukung tetapi ditemukan kesalahpahaman tatalaksana IMD. Hambatan pelaksanaan IMD adalah tidak ada ruang observasi khusus persalinan SC, kondisi ibu dan bayi dengan tindak lanjut medis dan kurangnya dukungan suami mendampingi saat bersalin. Kesimpulannya adalah implementasi kebijakan IMD sudah berjalan sesuai SOP walaupun terdapat kesalahpahaman tatalaksana IMD dan hambatan pada pelaksanaannya. Peran rumah sakit dapat dimaksimalkan untuk mendukung implementasi IMD sesuai SOP yang berlaku, bagi peneliti selanjutnya agar memilih topik serupa terkait implementasi IMD di fasilitas kesehatan dengan metode yang berbeda. Kata kunci : Implementasi, IMD dan rumah sakit ABSTRACT EIB is placing the baby on the mother's chest or stomach and letting the baby look for the mother's nipple in the first hour of birth. The purpose of this study is to describe the implementation of the EIB policy at Bhakti Rahayu General Hospital. The research design is descriptive qualitative. The main informants of the study were midwives and nurses of the Central Surgical Unit. Supporting informants are pregnant women and mothers giving birth. Data collection by in-depth interviews and observations. The data validity strategy uses source triangulation. There are SOPs as work instructions for the implementing unit, monitoring is carried out every delivery and the division of tasks is carried out situationally. The number, competence and training of Human Resources have been met, the availability of facilities is good. The SOP was delivered during the training and information about EIB was given during the ANC. Midwives already have a supportive attitude but there are misunderstandings about the management of EIB. Barriers to the implementation of IMD are that there is no special observation room for cesarean delivery, the condition of the mother and baby with medical follow-up and the lack of husband support during delivery. The conclusion is that the implementation of the EIB policy has been running according to the SOP, although there are misunderstandings in the management of EIB and obstacles to its implementation. The role of the hospital can be maximized to support the implementation of EIB according to the applicable SOP, for further researchers to choose a similar topic related to the implementation of EIB in health facilities with different methods. Keywords : Implementation, Early Initiation of Breastfeeding (EIB), hospital
GAMBARAN KONDISI PSIKOLOGIS SISWA SMA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI DENPASAR BARAT Ni Made Rai Sintya Devi; Komang Ayu Kartika Sari
ARCHIVE OF COMMUNITY HEALTH Vol 9 No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana Berasosiasi Dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ACH.2022.v09.i02.p10

Abstract

ABSTRAK COVID-19 berdampak pada kesehatan fisik dan psikologis masyarakat terutama remaja. Tujuan penelitian ini untuk melihat kondisi psikologis siswa SMA pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilakukan pada bulan Juli-September 2021. Sampel sebanyak 146 dari SMA Negeri 4 Denpasar dan SMA PGRI 2 Denpasar. Instrumen menggunakan kuesioner dengan teknik analisis data univariat. Hasil penelitian ini diketahui khawatir keluarga tidak menerapkan protokol kesehatan (64,4%), khawatir tidak mampu memahami pelajaran (61,0%), khawatir penghasilan keluarga mengalami penurunan (58,2%), khawatir menerima informasi COVID-19 (63,7%). Perasaan sedih tidak bisa bertemu/berkumpul dengan teman-teman (54,1%). Mayoritas responden berusia ? 16 dan responden berjenis kelamin perempuan mengalami kondisi psikologis dan berada di kategori tinggi. Diharapkan guru dapat bekerja sama dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas untuk memberikan informasi COVID-19, siswa dapat memanfaatkan teknologi videocall untuk memberi kabar teman, siswa dapat membentuk kelompok belajar, pihak sekolah memberikan kesempatan untuk orang tua membayar bulanan dengan mencicil dan guru bekerja sama dengan OSIS menyebarkan informasi terbaru COVID-19. Kata Kunci : Kondisi Psikologis, Covid-19, Siswa ABSTRACT COVID-19 has an impact on the physical and psychological health of the community, especially teenagers. The purpose of this study is to see the psychological condition of high school students during the pandemic. This research is a descriptive cross sectional study with a quatitative approach conducted in July-September 2021. The samples is 146 from SMA Negeri 4 Denpasar and SMA PGRI 2 Denpasar. The instrument uses a questionnaire with univariate data analysis techniques. The results of this study are known to be worried that the family does not apply health protocols (64.4%), worried about not being able to understand the lessons (61.0%), worried that family income has decreased (58.2%), worried about receiving information on COVID-19 (63.7%). Feeling sad not being able to meet/gather with friends (54.1%). The majority of respondents aged 16 and female respondents experienced psychological conditions and were in the high category. It is hoped that teachers can work together with the health office or puskesmas to provide information on COVID-19, students can use videocall technology to inform friends, students can from study groups, the school provides opportunities for parents to pay monthly in installments and teachers work with OSIS to spread the latest information on COVID-19. Keywords : Psychological Condition, Covid-19, Students
Overview of adherence and factors related to medication adherence in hypertensive patients at Puskesmas Tembuku 1 in 2017 Thivyaroobini Ramah; Komang Ayu Kartika Sari
Intisari Sains Medis Vol. 9 No. 1 (2018): (Available online: 1 April 2018)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.055 KB) | DOI: 10.15562/ism.v9i1.153

Abstract

Background: Hypertension remains a public health issue in Indonesia as its prevalence increases considerably. Adherence to treatment is an important factor in the long-term health and well-being of hypertensive patients. Basic Health Research (Riskesdas) in 2007 reported that the prevalence of hypertension in the population aged over 18 years in Indonesia is as high as 31.7%, of which only 7.2% known that they had hypertension and only 0.4% took antihypertensive medications. Coverage of hypertension cases at Puskesmas Tembuku I in 2016 increased by 50% from the previous year, from 292 cases to 584 cases.Methods: The research was conducted in the coverage area of Tembuku I Community Health Center, Bangli Regency, in 2017. The descriptive cross-sectional method was used in this research. 81 respondents were chosen as research sample using non-probability consecutive sampling method. Primary data were collected through interviews on the research sample using questionnaire and Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8).Results: Most of the respondents had low medication adherence (96.3%), followed by moderate adherence (3.7%). None of the respondents had high medication adherence. Most of the respondents had low knowledge of hypertension (70.4%) and had sufficient access to healthcare facilities (71.6%). Most of the respondents reported high family support (93.8%), and high support from healthcare officials (71.6%). Most of the respondents (97.5%) reported high motivation.Conclusion: Low medication adherence and low knowledge regarding hypertension were observed, despite sufficient access to healthcare facilities, high family and healthcare officials support, and high motivation in hypertensive patients.