Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Pertumbuhan dan Produksi Buncis Tegak (Phaseolus vulgaris) pada beberapa Kombinasi Media Tanam Organik Meilya Ramadhiana Safitry; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 1 (2013): Januari 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.062 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.1.94-103

Abstract

Media selection is one of important factor for the growth and production of erected kidney bean (Phaseolus vulgarisL.). Utilization the waste media of white oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) and waste media of paddy straw mushroom (Volvariella volvaceae), cow manure, and rice husk as plant growth media for kidney bean can be used for optimizing the utilization of local resources and minimizing environmental damage as well as to support the codification of GAP (Good Agricultural Practices) of kidney bean. The research was done from February until October 2011 in experiment field at Leuwikopo, IPB, Bogor. The experiment consisted of one factor and arranged in Randomized Complete Design with thirteen combinations from five kinds of organic media component, they were soil, waste media of white oyster mushroom, waste media of paddy straw mushroom, cow manure, and rice husk with 1:1 ratio (v/v). The kidney bean showed good responses to the combination media treatment of cow manure, combination of soil and waste media of paddy straw mushroom, combination of soil, waste media of paddy straw mushroom, and cow manure, and combination of soil, waste media of paddy straw mushroom, cow manure, and rice husk. How ever the best result of kidney bean production was given from waste media of paddy straw mushroom treatment.Keyword:  erected kidney bean, plant growth media, waste media of paddy straw mushroom, co w manure
Aplikasi 1-Methylcyclopropeneuntuk Meningkatkan Vase life Bunga Potong Tapeinochilos anannaceae K. Schum Isa Salsabilla; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 1 No. 4 (2013): Oktober 2013
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.368 KB) | DOI: 10.29244/agrob.1.4.101-110

Abstract

Kualitas bunga Tapeinochilos anannaceae K. Schum (kasturi) sebagai bunga potong harus dipertahankan kesegarannya selama masa simpan, sehingga perlu diaplikasikan perlakuan pasca panen yang tepat. Salah satu perlakuan pasca panen yang dapat digunakan adalah pemberian 1-Methylcyclopropene (1-MCP). Posisi bunga selama penyimpanan diduga dapat mempengaruhi vase life bunga potong. Penelitian ini bertujuan untuk memperpanjang vase life bunga potong kasturi dengan menggunakan 1-MCP, mendapatkan konsentrasi 1-MCP optimum dan mencari posisi yang terbaik untuk memperpanjang vase life bunga potong kasturi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor dan sepuluh ulangan, faktor pertama adalah konsentrasi 1-MCP yang terdiri dari lima taraf: 0 ppm (A0), 0.1 ppm (A1), 0.2 ppm (A2), 0.3 ppm (A3) dan 0.4 ppm (A4). Faktor kedua yaitu posisi penyimpanan secara vertikal dan horizontal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi 1-MCP pada bunga potong kasturi secara nyata dapat memperpanjang vase life bunga potong kasturi hingga 1.2-1.8 kali lipat dibandingkan tanpa perlakuan 1-MCP. Kombinasi perlakuan yang optimum untuk memperpanjang vase life bunga potong kasturi adalah 1-MCP dengan konsentrasi 0.3 ppm dan disimpan dengan posisi vertikal.
Pengaruh Pupuk Nitrogen dan Pupuk Hayati Cair Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Sayuran Daun Indigenous Tahunan Rista Delyani; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.215 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk nitrogen terbaik dan mengetahui pengaruh pupuk cair hayati terhadap pertumbuhan dan produksi dua sayuran daun indigenous tahunan sebagai komoditas sayuran yang dapat dipanen lebih dari satu kali. Penelitian dilaksanakan kebun percobaan Lewikopo IPB, Dramaga, Bogor mulai pada bulan Januari sampai Mei 2012. Penelitian menggunakan percobaan paralel dengan 2 komoditas, yaitu kenikir dan kemangi. Penelitian disusun dengan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 2 faktor untuk setiap komoditas. Faktor pertama dadalah dosis Nitrogen dengan 4 taraf, 0 kg ha-1, 45 kg ha-1, 90 kg ha-1, dan 135 kg ha-1. Faktor keduan adalah Pupuk Cair Hayati (PCH) dengan 2 taraf, dengan PCH dan tanpa PCH. Hasil menunjukkan bahwa dosis Nitrogen dapat meningkatkan produksi dua sayuran daun indigenous pada bobot hasil panen per petak. Nitrogen dapat memberikan produksi lebih baik pada lingkungan tapi belum optimum. Dosis rekomendasi Nitrogen sebesar 92,73 kg ha-1 untuk kenikir dan 45 kg ha-1 untuk kemangi. PCH tidak memberikan pengaruh terhadap produksi dari dua sayuran daun indigenous.
Budi Daya Lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf.) Shinn.) di Mayungan, Bali Antony Demas; Dewi Sukma; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 3 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.246 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i3.14654

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar yang berkaitan dengan pengalaman praktik kerja lapangan pada budi daya lisianthus (Eustoma grandiflorum (Raf) Shinn.). Penelitian dilaksanakan di Mayungan, Bali dari Februari - Juni 2009. Selama penelitian berlangsung, pekerjaan yang dilakukan sebagai buruh, pengawas asisten, dan asisten manajer. Beberapa data diperoleh melalui wawancara dan diskusi dengan pekerja dan manajer, selain itu juga pengamatan langsung di lapangan. Informasi yang diperoleh berkaitan dengan profil perusahaan, kondisi tanah, konstruksi penanaman, dan kendala pekerjaan. Fakta budi daya lisianthus, seperti pengembangan tanaman di pembibitan dan rumah kaca, karakteristik tanaman, metode irigasi, pupuk, persentase tanaman produktif, sebaran panen, dan vase life telah diamati. Lisianthus memiliki karakteristik yang unik sebagai tanaman bunga potong, selain itu bervariasi antar varietasnya. Metode budidayanya tidak hanya merawat tanaman muda pada plug produksi tetapi juga menumbuhkan lisianthus dalam rumah kaca produksi, hingga penanganan pascapanen. Terdapat kekurangan dalam produktivitas tanaman yang terlihat sangat rendah. Secara khusus pada produksi dan sistem pemasaran dalam rangka untuk bersaing dengan petani bunga potong berpengalaman dan terlatih.
Penggunaan Pupuk Cair Hayati Berbahan Dasar Sawi Putih dan Keong untuk Meningkatkan Produksi Sawi Putih (Brassica pekinensis (Lour)) Prama Nurgama; Heni Purnamawati; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.712 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan PCH sebagai substitusi pupuk anorganik untuk produksi sawi putih sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gedepangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi mulai bulan Januari hingga Mei 2011. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan satu faktor perlakuan yang terdiri atas 13 macam perlakuan dan menggunakan empat kali ulangan, sehingga terdapat 52 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada parameter tinggi tanaman perlakuan 1 440 L PCH keong ha-1 menghasilkan tinggi krop tertinggi yaitu 29.94 cm, sedangkan untuk parameter lingkar horizontal, lingkar vertikal dan diameter 2, perlakuan 200 kg NPK ha-1 + 720 L PCH keong ha-1 yang menghasilkan nilai tertinggi dengan nilai masing-masing berturut 34.42 cm, 68.33 cm, dan 9.31 cm. Perlakuan 300 kg NPK ha-1 + 360 L PCH keong/ha menunjukan hasil tertinggi untuk parameter diameter 1 yaitu sebesar 11.04. Perlakuan 100 kg NPK ha-1 + 1080 L PCH campuran (sawi+keong) ha-1 menghasilkan bobot rata-rata tajuk tanaman tertinggi yaitu 996.43 g per tanaman. Secara umum perlakuan 200 kg NPK ha-1 + 720 L PCH keong ha-1 menunjukan hasil terbaik berdasarkan uji hedonik oleh 30 panelis terhadap semua parameter yang diujikan yaitu warna, bentuk, ukuran, kerenyahan, dan kesukaan.
Pengaruh Pupuk Organik pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kenikir (Cosmos caudatus) dan Katuk (Sauropus androgynus) Prima Rahanita; Anas D Susila; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.318 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14921

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh dosis pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil panen tanaman kenikir (Cosmos caudatus) dan katuk (Sauropus androgynus) yang dilaksanakan di Vegetable Garden, Unit Lapangan Darmaga, University Farm, Institut Pertanian Bogor mulai Juni 2008 hingga November 2008. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok faktor tunggal terdiri atas 6 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan tersebut yaitu, dosis pupuk kandang sapi 0 ton ha-1, 5 ton ha-1, 10 ton ha-1, 20 ton ha-1, dosis pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 ditambah pupuk majemuk NPK dosis 100 kg ha-1 , dan dosis pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 ditambah pupuk majemuk NPK dosis 200 kg ha-1. Pengamatan yang dilakukan pada tanaman kenikir yaitu, daya tumbuh, tinggi tanaman, dan jumlah daun, sedangkan pada tanaman katuk diamati daya tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anak daun, dan bobot panen. Hasil penelitian menunjukkan dosis pupuk kandang sapi dan pupuk kandang sapi yang ditambah pupuk majemuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap daya tumbuh dan jumlah daun tanaman kenikir dan katuk, serta jumlah anak daun dan bobot panen tanaman katuk. Hasil yang berbeda nyata pada tinggi tanaman kenikir umur 2 MST dan pertambahan tinggi tanaman katuk umur 6, 7, 8, 9, dan 11 MST. Tanaman kenikir umur 4 MST mulai berbunga kemudian pertambahan tinggi menjadi lambat dan daun muda tidak dapat muncul serta berkembang, sehingga tidak ada bagian yang dapat dikonsumsi dan dipanen. Tanaman kenikir mati pada 8 MST.
Peningkatan Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Gedi (Abelmoschus manihot (L.) Medik.) melalui Aplikasi Pupuk Organik dan Pupuk Anorganik Rahmat Hadi Wibowo; Anas D. Susila; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.644 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan pupuk organik dan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan produksi gedi (Abelmoschus manihot (L) Medik.). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari sampai dengan Agustus 2011 di Unit Lapang Cikabayan, Institut Pertanian Bogor, Indonesia. Bahan tanam merupakan stek gedi yang berasal dari Sorong, Papua Barat. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok Teracak (RKLT) dengan satu faktor perlakuan yaitu dosis pupuk. Terdapat delapan taraf pupuk yang dicobakan 0, 20, 40, 60 ton.ha−1 pupuk organik dan 0, 20, 40, 60 ton.ha−1 pupuk organik + NPK. Pupuk organik yang dipakai adalah pupuk kandang ayam dan pupuk anorganik yang dipakai adalah NPK 15-15-15. Hasil penelitian menunjukkan pupuk organik dengan dosis 30.39-34.04 ton.ha−1 akan memberikan hasil yang optimum. Dosis pupuk optimum pupuk organik + NPK belum dapat ditentukan. Namun, penambahan pupuk NPK pada pemupukan organik dapat meningkatkan hasil panen tanaman.
Pengelolaan Aspek Produksi dan Pasca Panen Sayuran Daun Secara Aeroponik dan Hidroponik : Studi Kasus Lembang, Bandung Benny Rahardian Prawoto; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 1 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.731 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i1.14994

Abstract

Sayuran dikonsumsi oleh manusia untuk memenuhi sebagian asupan nutrisi sehari-hari, oleh sebab itu masih terbuka peluang dalam mengembangkan produksi sayuran skala luas. Kesempatan ini mendorong orang untuk menggunakan teknik budi daya yang mampu menghasilkan produk yang berkualitas, kuantitas, dan kontinuitas secara optimal salah satunya dengan menggunakan sistem aeroponik dan hidroponik Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Cikahuripan 1, Lembang, Bandung. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari produksi sayuran (Selada keriting, Lollorossa dan Romaine) secara aeroponik dan hidroponik. Sistem aeroponik menghasilkan selada yang lebih baik dibandingkan menggunakan sistem hidroponik. Pengamatan pasca panen tidak berbeda nyata pada selada aeroponik dan hidroponik. Analisis keuntungan produksi menunjukkan selada hasil sistem aeroponik lebih menguntungkan dibandingkan selada pada sistem hidroponik walaupun membutuhkan modal awal yang lebih besar.
Pengaruh Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil, Panen Tanaman Sayuran di dalam Nethouse Anita Maryam; Anas D. Susila; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.322 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.15109

Abstract

Pupuk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada. Pupuk merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman sayur. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh beberapa sumber pupuk organik terhadap pertumbuhan dan produksi hasil caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Penelitian ini dilakukan secara seri dengan empat tanaman sayur : caisin, kangkung, pakcoi, dan selada. Perlakuan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak sebanyak tiga ulangan yang terdiri dari sumber pupuk organik (pupuk kandang ayam, pupuk kandang sapi, kompos 20 ton ha-1 dan kontrol/tanpa penggunaan pupuk organik). Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman sayur berpengaruh sangat nyata oleh pemberian pupuk organik, Perlakuan pemberian pupuk kandang ayam menghasilkan tinggi tanaman dan jumlah daun lebih banyak pada tanaman caisin, kangkung, dan selada. Pemberian pupuk kandang ayam juga menghasilkan berat batang dan berat akar tertinggi pada tanaman caisin, kangkung, dan pakcoi. Selain itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan panjang akar terbesar pada selada.
Aplikasi Biomulsa Arachis pintoi Krap. & Greg. terhadap Kualitas Tanah dan Produksi Sayuran pada Dua Musim Tanam Muhammad Isnan; Juang Gema Kartika
Buletin Agrohorti Vol. 4 No. 2 (2016): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.622 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v4i2.16787

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB, Darmaga Bogor dari bulan Agustus hingga Desember 2013. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh aplikasi biomulsa Arachis pintoi dalam peningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman oyong (Luffa acutangula) dan pakcoy (Brassica chinensis) serta dampaknya terhadap kualitas tanah. Penelitian ini terdiri dari dua percobaan yang dilakukan secara berurutan menggunakan bedeng yang sama. Musim tanam petama bedeng ditanam tanaman oyong, sedangkan musim tanam kedua dengan tanaman pakcoy tanpa pengolahan tanah namun dilakukan penggantian mulsa plastik hitam perak (MPHP) sesuai jarak tanam pakcoy. Perlakuan terdiri atas tanpa mulsa, mulsa plastik hitam perak, biomulsa Arachis pintoi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biomulsa Arachis pintoi setelah dua musim tanam menunjukan penurunan nilai C-organik paling kecil dibandingkan perlakuan lain. Perlakuan MPHP pada tanaman oyong meningkatkan pertumbuhan vegetatif yaitu pada parameter panjang tanaman, jumlah cabang dan bobot brangkasan dengan  respon yang sama dengan  perlakuan tanpa mulsa, sedangkan pada parameter bobot akar perlakuan MPHP memiliki nilai paling tinggi dari perlakuan lainnya. Perlakuan MPHP terhadap komponen produksi buah/tanaman dan jumlah buah/tanaman memiliki respon yang paling baik dibandingkan perlakuan lainnya. Secara umum perlakuan MPHP memiliki nilai terbaik dibandingkan dengan perlakuan tanpa mulsa dan biomulsa A. pintoi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot akar, dan bobot panen.
Co-Authors , Krisantini Abdjad Asih Nawangsih Aditama, Ravi Agik Suprayogi Agung Nugraha Agus Purwito Anas D Susila Anas D. Susila Anas Dinurrohman Susila Ani Kurniawati Anita Maryam Annisa Fadila Antony Demas Aris Aprilianto Asih, Ni Putu Sri Asri Sulistiawati Bambang Suhartawan Benny Rahardian Prawoto Chandi Tri Akbar Daawia, Daawia Dani, Robi Rahmat Delyani, Rista Demas, Antony Dewi Sukma Didy Sopandie Dwi Mei Setiawan Edi Santosa Eneng Fakhrunnisa Fachrul Rohimin Iska Fadili, Muhamad Faisal Radjab Munawar Fakhrunnisa, Eneng Faqih Udin Fina Oktavianti Firmansyah, Eriyanto Fisyhuri, Yuswikha Astafirdha Fitria Andini Hakiki, Firdha Annisa Hardi Satria Tarigan Hasantie, Annisa Nurul Herdyanti, Tri Heru Purwandari I Gusti Ngurah Galang Aditya IKA DAMAYANTI Irsyad, Reza Fathianto Isa Salsabilla Isa Salsabilla Iska, Fachrul Rohimin Isnan, Muhammad Karyana, Shinta Wulandari Ketty Suketi Kyoung, Cheong Min Lamawati, Shelvy Luh Putu Ratna Sundari Maryam, Anita Maryati Sari Masruroh, Qibtiyatul Matra, Deden D. Maya Melati Megayani Sri Rahayu Meilya Ramadhiana Safitry Meilya Ramadhiana Safitry Muhammad Arifianto Muhammad Arifianto, Muhammad Muhammad Isnan Munawar, Faisal Radjab Ni Made Armini Wiendi Nindita, Anggi Novianti, Vina Nurgama, Prama Nurul Fadilah, Nurul Parida, Ida Prama Nurgama Prasetyawati , Adinda Prawoto, Benny Rahardian Prima Rahanita Puspita, Gusti Reza Rahanita, Prima Rahmah, Yulia Rahmat Hadi Wibowo Rista Delyani Ritonga, Arya Widura Rosyad, Astyani Shandra Amarillis Shelvy Lamawati Siti Nabila Nur Safha Sofyan Zaman Sudarsono Sugiyanta Suryo Wiyono Tarigan, Hardi Satria Thresna Suci Riyandhini Tiara Adyantari Visasti , Khurul Wahyu Arif Sudarsono Wahyu Arif Sudarsono Wibowo, Rahmat Hadi Yudhi, Joshinjitsu Fatirizqina