Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search
Journal : KESMAS

HUBUNGAN VARIABILITAS IKLIM DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD TAHUN 2018 - JUNI 2020 Tumey, Almita; Kaunang, Wulan P. J.; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah dengue (DBD) adalah infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegipty. Demam berdarah tersebar luas di seluruh daerah tropis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabilitas iklim dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud tahun 2018 – Juni 2020. Penelitian ini menggunakan rancangan studi Ekologi dengan jenis Time Series Study yang dilakukan pada Juli 2020. Jenis analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi. Hasil yang didapatkan dari uji korelasi curah hujan dengan DBD p = 0,093, Suhu dengan DBD p =  0,512,  Kelembapan dengan DBD p = 0,153. Kesimpulannya secara statistik tidak ada hubungan yang signifikan antara Curah hujan, Suhu dan Kelembapan  dengan kejadian demam berdarah dengue di Kabupaten Kepulauan Talaud Tahun 2018 – Juni 2020.  Kata Kunci : DBD, Variabilitas Iklim ABSTRACTDengue hemorrhagic fever (DHF) is a disease that caused by the dengue virus which spread by the Aedes aegipty mosquito. Dengue fever is widespread throughout the tropics. This study aims to determine the relationship between climate variability and the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in the Talaud Islands Regency in 2018 - June 2020. This research uses an Ecological study design with the Time Series Study type which was conducted in July 2020. The data were analysed using univariate and bivariate analysis with correlation test. As a results, it is founded from the correlation test of rainfall with dengue fever p = 0.093, temperature with dengue fever p = 0.512, humidity with dengue fever p = 0.153. The conclusion is that there is no statistically significant relationship between Rainfall, Temperature and Humidity with the incidence of dengue hemorrhagic fever in Talaud Islands Regency in 2018 - June 2020. Keywords : DBD, Climate Variability
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI JAJANAN PADA PESERTA DIDIK SD GMIM RAMBUNAN KABUPATEN MINAHASA Rumengan, Prisckylla; Engkeng, Sulaemana; Kaunang, Wulan P. J.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu indikator PHBS di sekolah yaitu mengonsumsi jajanan yang sehat dan aman. Masalah konsumsi jajanan anak tampaknya hanya masalah yang sepele akan tetapi memberi pengarun besar bagi kesehatan baik jangka panjang maupun jangka pende karena makanan yang dijual di sekolah sebagian telah tercemar baik cemaran kimia ataupun cemaran biologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku konsumsi jajanan dan hubungan antara sikap dengan perilaku konsumsi jajanan pada peserta didik di SD Gmim Rambunan Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa.. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectiona. Sampel penelitian ini adalah peserta didik SD Gmim Rambunan yang berjumlah 38 responden. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku konsumsi jajanan pada peserta didik SD Gmim Rambunan (sig 2-tailed=0.008) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan perilaku konsumsi jajanan pada peserta didik SD Gmim Rambunan (sig. 2-tailed=0.213). Kata kunci : pengetahuan, sikap, perilaku, konsumsi jajanan ABSTRACTOne of the indicators of Clean and Healthy Behavior  in schools is consuming healthy and safe snacks. The problem of consuming snacks for children seems to be only a trivial problem, but it has a big impact on health, both in the long term and in the short term, because some of the food sold in schools has been contaminated with either chemical or biological contaminants. This study aims to determine the relationship between knowledge and snack consumption behavior and the relationship between attitudes and snack consumption behavior among students at SD Gmim Rambunan, Sonder District, Minahasa Regency. This research is a quantitative study using an analytical survey with a cross section approach. The sample of this research was 38 students of SD Gmim Rambunan. This study uses univariate and bivariate analysis using the correlation test. The results of this study indicate that there is a relationship between knowledge and snack consumption behavior in SD Gmim Rambunan students (sig 2-tailed = 0.008) and there is no significant relationship between attitude and snack consumption behavior in SD Gmim Rambunan elementary students (sig. 2-tailed. = 0.213). Keywords : knowledge, attitude, behaviour, consumption of snacks
GAMBARAN PERASAAN KELELAHAN KERJA PADA PETANI POHON AREN PEMBUAT GULA DAN CAP TIKUS DI DESA SAWANGAN KECAMATAN SONDER Tueyeh, Virginia; Pinontoan, Odi R.; Kaunang, Wulan P. J.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelelahan merupakan kondisi ketahanan fisik untuk melangsungkan aktivitas yang dapat menurunkan kemampuan prestasi kerja. Kelelahan kerja perlu ditanggulangi karena sebagai satu dari beberapa masalah penting yang dikarenakan kelelahan bisa membuat keadaan kesehatan jadi menurun yang kemudian dapat berdampak kecelakaan kerja, juga produktivitas serta kecakapan dalam bekerja menghilang, prestasi kerja berkurang. Performa kerja tidak ergonomis dapat menimbulkan kelelahan, nyeri dan gangguan kesehatan lainnya. Suatu perlawanan (reaksi) terhadap suatu beban (aksi) mengakibatkan otot mengalami kontraksi yang berlebihan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mendapatkan gambaran perasaan kelelahan kerja pada petani pohon Aren pembuat gula dan cap tikus di Desa Sawangan Kecamatan Sonder. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian non eksperimental dengan rancangan deskriptif survey, metode kuantitatif yang dilaksanakan di Desa Sawangan Kecamatan Sonder pada bulan Januari-Juli 2021 dengan jumlah sampel berjumlah 33 responden. Instrument pada penelitian ini yaitu Kuisioner Alat Ukur Perasaan Kelelahan Kerja adalah parameter yang dipakai pada pengukuran perasaan kelelahan kerja sebagai gejala subyektif yang di rasakan tenaga kerja juga perasaan yang tidak menyenangkan. Berdasarkan hasil survey deskriptif mengenai kelelahan kerja pada responden didapati bahwa sebanyak 4 (12.1%) responden tidak merasakan lelah. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang tidak melebihi nilai median untuk merasakan lelah dimana responden yang tidak merasakan lelah berada pada kategori umur muda yaitu >40 tahun. Dan sebanyak 29 (87.9%) responden mengalami kelelahan atau lelah. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang lebih dari nilai median untuk merasakan lelah.Kata Kunci : Kelelahan KerjaABSTRACTFatigue is a condition of physical endurance to carry out activities that can reduce work performance abilities. Work fatigue needs to be overcome because fatigue is one of several serious problems that can cause health decline which can cause work accidents, the productivity and skills at work disappear, and also reduced work performance. Work performance that is not ergonomic can cause fatigue, pain and other health problems. A resistance (reaction) to a load (action) causes the muscle to contract excessively. The purpose of this study is to get a picture of feeling of fatigue from a palm tree farmers while they are working to make palm sugar and cap tikus (Traditional alcoholic drink) in Sawangan Village, Sonder District. This type of research uses non-experimental research with a descriptive survey design, the quantitative method applied in this study in Sawangan Village, Sonder District in January-July 2021 with a total sample of 33 respondents. The instrument in this study, the Questionnaire for measuring feelings of work fatigue, is a parameter used to measure feelings of work fatigue as a subjective symptom felt by the workforce as well as an unpleasant feeling. Based on the results of a descriptive survey regarding work fatigue in respondents, it was found that as many as 4 (12.1%) respondents did not feel tired. This can be seen from the answers of respondents who did not exceed the median value for feeling tired where respondents who did not feel tired were in the young age category, namely >40 years. And as many as 29 (87.9%) respondents experienced fatigue or tiredness. This can be seen from the respondents' answers, which are more than the median value for feeling tired.Keywords : Work fatigue
HUBUNGAN ANTARA CURAH HUJAN, SUHU UDARA DAN KELEMBABAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI KOTA MANADO TAHUN 2015-2020 Bone, Tesalonika; Kaunang, Wulan P. J.; Langi, Fima L. F. G.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus demam berdarah dengue (DBD) masih tinggi di Manado. Kondisi lingkungan diduga berpengaruh pada angka kejadian DBD tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan curah hujan, suhu udara, dan kelembaban dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Manado tahun 2015-2020. Penelitian ini adalah studi korelasional menggunakan data kejadian DBD, curah hujan, suhu udara dan kelembaban di Manado dari Januari 2015 – Desember 2020. Hubungan faktor-faktor lingkungan ini dengan angka kejadian DBD dianalisis menggunakan grafik dan analisis korelasi Spearman. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara curah hujan (rho = 0,32; p = 0,006) dan suhu udara (rho = -0,41; p < 0,001) dengan angka kejadian DBD. Namun demikian, hubungan kelembaban dengan kejadian DBD tidak signifikan (rho = 0,12; p = 0,299). Penduduk Manado di daerah dengan curah hujan relatif tinggi dan suhu udara cenderung lebih rendah dari wilayah lain di Manado perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perjangkitan DBD. Penelitian ini memperlihatkan adanya hubungan antara faktor-faktor lingkungan tersebut dengan kejadian DBD di Manado. Kata Kunci: Kejadian DBD, Curah Hujan, Suhu Udara, Kelembaban ABSTRACTThe prevalence of dengue hemorrhagic fever (DHF) remains high in Manado. It has been suggested that certain environmental factors play a role in the number of cases. The objective of this study was to evaluate the relationship of precipitation, ambient temperature, and humidity with the prevalence of DHF in Manado. This was a correlational study using the data on rainfall rate, ambient temperature, and humidity in Manado recorded between January 2015 and December 2020 by the local department of meteorology and geophysics, as well as the information about DHF number of cases at the same period as published by the Health Department of Manado. The relationship between these environmental factors and DHF prevalence was analyzed using graphs and Spearman correlation. The results of the analysis showed a significant relationship between precipitation (rho = 0.32; p = 0.006) and air temperature (rho = -0.41; p < 0.001) with the prevalence of DHF. However, there was no significant relationship found between humidity and DHF prevalence (rho = 0.12; p = 0.299). Manado residents in areas with relatively high rainfall and air temperatures tend to be lower than other areas in Manado need to increase vigilance against DHF infection. This study shows a link between these environmental factors and the incidence of DHF in Manado. Keyword: DHF Prevalence, Precipitation, Ambient Temperature, Humidity
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN MEROKOK DENGAN HIPERTENSI DI KOTA TOMOHON Prang, Mefiany Feronika; Kaunang, Wulan P. J.; Sekeon, Sekplin A. S.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit berbahaya yang dikenal dengan “silent killer” dikarenakan penyakit ini biasanya tidak minimbulkan gejala peringatan sehingga banyak orang yang tidak menyadari jika memiliki penyakit ini. Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kejadian hipertensi yaitu faktor kebiasaan merokok. Penelitian bertujuan yaitu untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi di Kelurahan Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Metode penelitian adalah penelitian survei analitik dengan desain Cross Sectional Study (Studi Potong Lintang). Penelitian dilakukan di Kelurahan Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon. Responden pada penelitian ini sebanyak 93 responden yang berusia antara 18-40 tahun. Pengumpulan data denganmenggunakan kuesioner untuk wawancara dan menggunakan tensimeter dan stetoskop untuk mengukur tekanan darah. Hasil uji Chi Square menunjukkan bahwa p value = 0,219 (p ˃ α = 0,05) maka penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok dengan hipertensi di Kelurahan Kakaskasen Tiga Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon.Kata Kunci: Hipertensi, Kebiasaan MerokokABSTRACTHypertension is a dangerous disease known as the "silent killer" because this disease usually does not cause warning symptoms so many people are not aware that they have this disease. One of the factors that can cause hypertension is smoking. This study aims to determine the relationship between smoking habitsand hypertension in Kakaskasen Tiga Village, North Tomohon District, Tomohon City. The research method is an analytic survey research with a cross sectional study design. The research was conducted in Kakaskasen Tiga Village, North Tomohon District, Tomohon City. Respondents in this study were 93 respondents aged between 18-40 years. Collecting data using a questionnaire for interviews and using a sphygmomanometer and a stethoscope to measure blood pressure. The results of the Chi Square test show that p value = 0.219 (p = 0.05) so there is no relationship between smoking and hypertension. This study can be concluded that there is no relationship between smoking habits and hypertension in Kakaskasen Tiga Village, North Tomohon District, Tomohon City.Keywords: Hypertension, Smoking Habits