Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pembelajaran Berbasis Game; Dampaknya Terhadap Keterlibatan dan Hasil Belajar Siswa Ambar Subekti; Echa Putri Amelia; Hana Afififah Putri; Olya Lutviati; Winnie Tunggal Mutika; Rini Damayanti; Rochmawati Rochmawati
Educational Journal Vol. 1 No. 3 (2026): FEBRUARI-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2g2j9h76

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi Metode Pembelajaran Berbasis Game (PBG)  dalam konteks pendidikan, dengan fokus pada dampaknya terhadap keterlibatan siswa dan hasil belajar. Penelitian dilakukan di beberapa sekolah di Indonesia yang telah mengadopsi PBG sebagai bagian dari kurikulum mereka. Pendekatan kualitatif digunakan, dengan memanfaatkan observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen untuk mengumpulkan data. Temuan menunjukkan bahwa meskipun PBG berhasil meningkatkan minat dan keterlibatan siswa, hal ini tidak selalu menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam tentang materi pelajaran. Banyak siswa melaporkan menikmati pengalaman belajar yang interaktif; namun, mereka kesulitan untuk mengaitkan permainan dengan konsep yang diajarkan. Hal ini menyoroti perlunya pendekatan yang lebih terintegrasi untuk menyelaraskan permainan dengan kurikulum yang ada. Penelitian ini diakhiri dengan rekomendasi untuk meningkatkan praktik PBG, termasuk pelatihan guru dan pengembangan permainan yang lebih relevan dengan kurikulum dan karakteristik siswa.
Analisis Hubungan Status Gizi Berdasarkan Nilai Indeks Masa Tubuh Terhadap Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri. Rini Damayanti; Rochmawati; Winnie Tunggal Mutika
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2025): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/9h0f5e95

Abstract

Abstrak Tahap remaja ialah masa peralihan yang terlihat dari perubahan fisik serta mental yang cepat. Kebutuhan zat gizi meningkat selama fase ini guna mendukung pertumbuhan dan pembentukan sel darah merah. Ketidakseimbangan asupan gizi dapat menyebabkan masalah metabolisme, termasuk anemia yang ditunjukkan dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Tujuan dari penelitian ini yakni guna mengevaluasi korelasi antara status gizi remaja menurut nilai indeks massa tubuh (IMT) terhadap kadar hemoglobin. Desain cross-sectional melalui pendekatan kuantitatif diterapkam dalam penelitian ini. Penelitian ini melibatkan mahasiswa Program Studi Kebidanan sebanyak 92 responden pada periode tahun 2025 yang dipilih secara teknik purposive sampling. Selain memeriksa kadar hemoglobin menggunakan alat digital, data dikumpulkan melalui pengukuran perbandingan berat badan beserta tinggi badan guna menghitung nilai indeks masa tubuh. Uji korelasi spearman rank diterapkan guna mengetahui korelasi antara status gizi berdasarkan nilai indeks masa tubuh terhadap kadar hemoglobin. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya mayoritas peserta mempunyai status gizi normal (60,9%) dan kadar hemoglobin berada di batas normal (64,1%). Nilai rs = -0,279 dengan p = 0,007 (p < 0,01) menunjukkan adanya korelasi negatif sekaligus signifikan antara status gizi berdasarkan nilai IMT dan kadar hemoglobin. Oleh karena itu, untuk mencegah anemia pada remaja, kesadaran gizi harus ditingkatkan melalui pengaturan pola makan seimbang dan pemantauan status gizi.   Kata kunci: status gizi, IMT, kadar hemoglobin, remaja
Peran Bidan dalam Penyediaan Layanan Kesehatan Primer di Daerah Terpencil Anindya Azzahra; Annisa Rose Maharani; Siska Tiyas Aprilia; Siti Robi’ah; Winnie Tunggal Mutika; Rini Damayanti
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2026): April-Juni, Ilmu Sosial dan IPA
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/e1hwpq88

Abstract

Access to quality primary healthcare remains a major challenge in remote areas due to geographical, infrastructural, and human resource limitations. In such settings, midwives serve as key frontline providers bridging critical healthcare gaps. Objective: This study aims to systematically examine the roles, contributions, and challenges of midwives in delivering primary healthcare services in remote areas. Methods: A systematic literature review was conducted, analyzing 100 scholarly articles from databases such as PubMed, Google Scholar, ScienceDirect, and others. Inclusion criteria included a focus on midwifery in remote areas and primary health service contexts. Results: Findings reveal that midwives contribute significantly to antenatal care, safe deliveries, postnatal and neonatal care, child immunization, nutrition, family planning, and community health promotion. Despite their vital role, they face significant barriers including geographic isolation, infrastructure deficits, workforce shortages, cultural resistance, and personal safety concerns. Adaptive strategies such as mobile technology use, self-funded training, and strong community-based approaches are essential for sustaining services. Conclusion: Midwives are strategic agents of change in delivering equitable primary health care in remote settings. Sustained support through policy, infrastructure, training, and protection is crucial to ensure their continued effectiveness.