Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Psychological well-being and academic achievement of Minang students viewed from family structure and living arrangements Hartati, Niken; Adiyanti, Maria Goretti; Mirza, Wenty Marina; Yuniarti, Kwartarini Wahyu
Indigenous Vol 6, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v6i1.11156

Abstract

Abstract. Previous research has proven that individuals raised in intact family structures have better psychological well-being and academic achievement than those raised in non-intact families. However, these findings emphasize only the nuclear family and have not considered the living arrangement factor that allows social support from extended families such as those in the Minang community. This study involved N = 201 students of Minang ethnicity from intact families (n = 160) and non-intact families (n = 41) who lived with nuclear families (n = 162) and extended families (n = 39). The sampling technique was carried out with convenient sampling. The instrument used is the translated Ryff's PWB(Psychological Well-Being) scale with a reliability of 0.912. Meanwhile, data on academic achievement was obtained through the participants' IPK (cumulative grade point index). Family structure data is obtained from participants' answers to the marital status of biological parents. The living arrangement data is obtained from the answer to whom the participants live with to determine the presence/absence of extended family members in their home. The analysis showed no differences in psychological well-being and academic achievement regarding family structure and living arrangements. However, the interactionsbetween groups showed differences in PWB between groups of participants from intact families and groups of non-intact families who lived with only nuclear families. This research shows the importance of paying attention to the context of the participants' socio-cultural environment, producing different conclusions from previous findingsKeywords: academic achievement; extended family; intact family; Minang; non-intact family; nuclear family; psychological well-being.
Model Perilaku Pencegahan Virus Covid-19 Berdasarkan Kepercayaan Kepada Sains Dengan Mediasi Komitmen Dan Berbagi Informasi Minza, Wenty Marina; Faturochman, Faturochman
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.84423

Abstract

Perilaku pencegahan penularan virus COVID-19 selama masa pandemi pada tingkat individu seperti yang dihimbau oleh pemerintah sering tidak dijalankan. Ketidakpercayaan kepada sains merupakan salah satu basis masalah pengabaian pencegahan tersebut. Pada sisi lain, mereka yang aktif melakukan pencegahan memiliki komitmen yang besar agar virus tidak menular. Komitmen tersebut lebih efektif ketika diikuti dengan berbagi informasi terkait dengan perkembangan virus dan pencegahannya. Penelitian ini bertujuan menguji model perilaku pencegahan dengan anteseden kepercayaan kepada sains serta komitmen dan berbagi informasi sebagai mediatornya. Uji model dilakukan pada data empat variabel tersebut, yang dikumpulkan melalui survei online dengan 544 responden melalui pemodelan persamaan struktural. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan tersebut tercapai yang ditunjukkan oleh kecocokan model teoritis dengan data yang didukung oleh parameter yang kuat. Artinya, kepercayaan kepada sains merupakan basis dari upaya pencegahan COVID-19, tetapi efeknya melalui komitmen pencegahan yang diperkuat dengan berbagi informasi. Implikasi penting dari hasil tersebut adalah perlunya pemaparan bukti-bukti ilmiah tentang permasalahan baru seperti COVID-19 atau dampak perubahan iklim dengan membagikannya kepada publik untuk menguatkan komitmen pencegahannya.