Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Psychological well-being and academic achievement of Minang students viewed from family structure and living arrangements Hartati, Niken; Adiyanti, Maria Goretti; Mirza, Wenty Marina; Yuniarti, Kwartarini Wahyu
Indigenous Vol 6, No 1 (2021): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v6i1.11156

Abstract

Abstract. Previous research has proven that individuals raised in intact family structures have better psychological well-being and academic achievement than those raised in non-intact families. However, these findings emphasize only the nuclear family and have not considered the living arrangement factor that allows social support from extended families such as those in the Minang community. This study involved N = 201 students of Minang ethnicity from intact families (n = 160) and non-intact families (n = 41) who lived with nuclear families (n = 162) and extended families (n = 39). The sampling technique was carried out with convenient sampling. The instrument used is the translated Ryff's PWB(Psychological Well-Being) scale with a reliability of 0.912. Meanwhile, data on academic achievement was obtained through the participants' IPK (cumulative grade point index). Family structure data is obtained from participants' answers to the marital status of biological parents. The living arrangement data is obtained from the answer to whom the participants live with to determine the presence/absence of extended family members in their home. The analysis showed no differences in psychological well-being and academic achievement regarding family structure and living arrangements. However, the interactionsbetween groups showed differences in PWB between groups of participants from intact families and groups of non-intact families who lived with only nuclear families. This research shows the importance of paying attention to the context of the participants' socio-cultural environment, producing different conclusions from previous findingsKeywords: academic achievement; extended family; intact family; Minang; non-intact family; nuclear family; psychological well-being.
Model Perilaku Pencegahan Virus Covid-19 Berdasarkan Kepercayaan Kepada Sains Dengan Mediasi Komitmen Dan Berbagi Informasi Minza, Wenty Marina; Faturochman, Faturochman
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 10, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.84423

Abstract

Perilaku pencegahan penularan virus COVID-19 selama masa pandemi pada tingkat individu seperti yang dihimbau oleh pemerintah sering tidak dijalankan. Ketidakpercayaan kepada sains merupakan salah satu basis masalah pengabaian pencegahan tersebut. Pada sisi lain, mereka yang aktif melakukan pencegahan memiliki komitmen yang besar agar virus tidak menular. Komitmen tersebut lebih efektif ketika diikuti dengan berbagi informasi terkait dengan perkembangan virus dan pencegahannya. Penelitian ini bertujuan menguji model perilaku pencegahan dengan anteseden kepercayaan kepada sains serta komitmen dan berbagi informasi sebagai mediatornya. Uji model dilakukan pada data empat variabel tersebut, yang dikumpulkan melalui survei online dengan 544 responden melalui pemodelan persamaan struktural. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan tersebut tercapai yang ditunjukkan oleh kecocokan model teoritis dengan data yang didukung oleh parameter yang kuat. Artinya, kepercayaan kepada sains merupakan basis dari upaya pencegahan COVID-19, tetapi efeknya melalui komitmen pencegahan yang diperkuat dengan berbagi informasi. Implikasi penting dari hasil tersebut adalah perlunya pemaparan bukti-bukti ilmiah tentang permasalahan baru seperti COVID-19 atau dampak perubahan iklim dengan membagikannya kepada publik untuk menguatkan komitmen pencegahannya.
Relasi Sosial pada Mantan Pengguna Narkoba yang Diasingkan Dita Permata Aditya; Wenty Marina Minza
Journal Psikologi Forensik Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): Volume 1, No. 1. Tahun 2021
Publisher : Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71088/jpfi.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan sosial pada mantan pengguna narkoba yang diasingkan. Lingkup relasi sosial yang diteliti adalah keluarga, teman pengguna narkoba, teman bukan pengguna narkoba, dan tetangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi multiple case. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mantan pengguna narkoba memiliki kualitas hubungan sosial yang positif, netral, dan negatif. Partisipan memiliki hubungan positif dengan keluarga dan teman bukan pengguna narkoba.  Selanjutnya, partisipan memiliki hubungan negatif dengan tetangga dan beberapa teman. Hubungan negatif dicirikan dengan stigma dan pengasingan sosial. Mantan pengguna narkoba akan menyikapi relasi tersebut dengan mempertahankan atau mengakhiri relasi berdasarkan hubungan positif, netral, atau negatif mereka.
From Nafs to Tranquility: A Psychospiritual Transformation Process Nita Trimulyaningsih; Subandi; Kwartarini Wahyu Yuniarti; Wenty Marina Minza
Jurnal Psikologi Integratif Vol. 14 No. 1 (2026): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jpsi.v14i1.3651

Abstract

Islamic psychology identifies nafs al-muthmainnah as a form of human developmental attainment, yet its conceptual structure and relation to nafs and ruh remain empirically underexplored. This study reconstructs these concepts through an integrative psychospiritual model distinguishing ruh as a stable, non-transformative transcendent dimension from nafs as a dynamic, transformable self. Using a phenomenological approach, expert interviews were conducted with ten purposively sampled Islamic scholars and psychology experts, analyzed through process-oriented thematic analysis. Findings show nafs as a developing psychospiritual system, while ruh remains a stable orientation toward God. Nafs al-muthmainnah emerges as a higher stage marked by inner calmness, moral consistency, and psychological stability, achieved through repentance (taubat), mujahadah, and riyadlah, integrating consciousness, moral regulation, and God-awareness as a form of eudaimonic well-being.   Psikologi Islam mengidentifikasi nafs al-muthmainnah sebagai capaian perkembangan manusia, namun kejelasan empiris mengenai struktur konseptual dan relasinya dengan nafs dan ruh masih terbatas. Penelitian ini merekonstruksi konsep tersebut melalui model psikospiritual integratif yang membedakan ruh sebagai dimensi transenden stabil yang tidak mengalami transformasi, dan nafs sebagai diri yang dinamis dan dapat berkembang. Melalui pendekatan fenomenologis, dilakukan wawancara ahli terhadap sepuluh partisipan (ulama dan pakar psikologi Islam) yang dipilih secara purposive, dianalisis dengan analisis tematik berorientasi proses. Hasil menunjukkan nafs sebagai sistem psikospiritual yang berkembang, sementara ruh menjadi sumber orientasi stabil kepada Allah. Nafs al-muthmainnah muncul sebagai tahap lebih tinggi yang ditandai ketenangan batin, konsistensi moral, dan stabilitas psikologis melalui proses taubat, mujahadah, dan riyadlah, mengintegrasikan kesadaran, regulasi moral, dan kesadaran akan Allah sebagai bentuk kesejahteraan eudaimonik.