Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK INVESTASI PENGEBUNAN JERUK KEPROK TEJAKULA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI: Financial Feasibility of The Tejakula Tangerine Plantation Investment Project in Banyuwangi Regency Supriono, Agus; Faisal, Ahmad; Hidayati, Dwi Ratna; Ibanah, Indah; Magfiroh, Illia Seldon; Maharani, Ariq Dewi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254960

Abstract

Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam di Desa Temurejo yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Peralihan jenis komoditas ini mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Akan tetapi, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tejakula yang diusahakan secara monokultur tersebut kurang maksimal dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali, yang merupakan daerah asal plasma nutfah jeruk keprok Tejakula ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha teridentifikasi layak. Selanjutnya, apabila terjadi penurunan jumlah produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5% (dimana faktor lainnya dianggap konstan), secara finansial proyek investasi juga masih teridentifikasi layak. Faktor penurunan jumlah produksi dan harga produksi, relatif lebih sensitif dalam memberikan respon (pengaruh) terhadap kondisi kelayakan finansialnya. Kata kunci: Jeruk Keprok Tejakula, Kelayakan Finansial, Monokultur, Investasi. Since 2014, Siam tangerine farmers in Temurejo Village, located in Banyuwangi Regency, have begun transitioning from Siam tangerine cultivation to Tejakula tangerine. This commodity shift aligns with agricultural policy set by the Directorate General of Horticulture, Ministry of Agriculture. However, the growth and yield performance of Tejakula tangerine cultivated in monoculture systems in Banyuwangi has been suboptimal compared to its development in Bali Province—the origin of the Tejakula tangerine germplasm. This study aims to assess the financial feasibility of a monoculture Tejakula tangerine plantation investment project in Banyuwangi Regency. The findings indicate that, financially, the investment is viable on a per-hectare basis. Furthermore, even under a scenario of a 5% decline in both yield and market price, coupled with a 5% increase in variable operational costs (assuming other factors remain constant), the project remains financially feasible. Among these variables, reductions in yield and price are relatively more sensitive in influencing the project's financial viability. Keywords: Tejakula Tangerine, Financial Feasibility, Monoculture, Investment.
PENDAMPINGAN PRODUKSI DAN APLIKASI SUPLEMEN BLOK MINERAL BERBASIS BAHAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK DI DESA MUNDER, KABUPATEN LUMAJANG Abdul Halim; Qongidatul Hasna; Brilianti Putu Ananda; Ahmad Seldon Zainuddin; Tiffany Rahma Abdillah; Rena Yunita Rahman; Intan Kartika Setyawati; Illia Seldon Magfiroh
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 6, No 3 (2026): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v6i4.3085

Abstract

This program is motivated by the problem of low productivity and health of cattle in Munder Village, which is mostly caused by a lack of essential mineral intake that is vital for livestock growth and production. This community service activity was attended by 18 farmers and ranchers. This activity seeks to provide a solution through the introduction and training of making mineral block supplements to local farmers. The process of making this mineral block supplement uses ingredients that are easily found around the village and is designed so that the production costs are affordable. By utilizing local resources, it is hoped that farmers can make this supplement independently after the community development program ends. The mineral block supplement made is formulated to meet the nutritional needs of cattle, which aims to increase endurance, accelerate growth, and improve the quality of livestock production, such as meat and milk. ABSTRAKProgram ini dilatar belakangi oleh permasalahan rendahnya produktivitas dan kesehatan ternak sapi di Desa Munder, yang sebagian besar disebabkan oleh kekurangan asupan mineral esensial yang vital bagi pertumbuhan dan produksi ternak. Kegiatan pengabdian ini dihadiri oleh 18 orang petani/peternak. Kegiatan ini berupaya memberikan solusi melalui pengenalan dan pelatihan pembuatan suplemen mineral blok kepada para peternak lokal. Proses pembuatan suplemen mineral blok ini menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar desa dan didesain agar biaya produksinya terjangkau. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, diharapkan para peternak dapat membuat suplemen ini secara mandiri setelah program pengabdian berakhir. Suplemen mineral blok yang dibuat diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mineral ternak sapi, yang bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pertumbuhan, dan meningkatkan kualitas hasil produksi ternak, seperti daging dan susu.
TINGKAT KEPUASAN PETERNAK AYAM BROILER TERHADAP POLA KEMITRAAN PT. CIOMAS ADISATWA KABUPATEN JEMBER Nadintha Rahmaaisya; Illia Seldon Magfiroh; Intan Kartika Setyawati; Ratih Apri Utami; Yuli Hariyati
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 5, No 2 (2026): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v5i2.2996

Abstract

In expanding its business, PT Ciomas Adisatwa Jember endeavors to evaluate its partnerships, particularly those with broiler farmers in Jember Regency. The company aims to determine whether its partner farmers are satisfied with the collaboration. This study aims to analyze the nucleus-plasma partnership model of PT Ciomas Adisatwa Jember Regency, assess farmer satisfaction with the partnership, and formulate partnership development strategies for the company. The partnership model was analyzed descriptively, farmer satisfaction was evaluated using the Customer Satisfaction Index (CSI), and the partnership strategy was analyzed through Importance-Performance Analysis (IPA). The results of the study indicate the following: First, the implementation of the nucleus-plasma partnership model at PT Ciomas Adisatwa Jember is established with the company acting as the nucleus and the farmers as the plasma. Second, the Customer Satisfaction Index (CSI) score of the partner farmers is 78.86%, falling into the "satisfied" category, which indicates that the farmers are satisfied with the partnership. Third, the partnership development strategy for PT Ciomas Adisatwa is carried out by prioritizing improvements in contract feed prices, Day Old Chick (DOC) quality, and Feed Conversion Ratio (FCR) bonuses to enhance farmer satisfaction. This development strategy is evaluated based on the ongoing implementation of the nucleus-plasma partnership model. Furthermore, the satisfaction level serves as a valuable reference for the company, specifically by reviewing Quadrant I to identify priority areas that must be improved to achieve maximum farmer satisfaction. ABSTRAKPT. Ciomas Adisatwa Jember dalam mengembangkan usahanya berupaya melakukan evaluasi terhadap kemitraan yang dilakukan terutama dengan peternak ayam broiler di Kabupaten Jember. Perusahaan ingin mengetahui apakah peternak mitra merasa puas dengan kemitraan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pola kemitraan inti-plasma PT. Ciomas Adisatwa Kabupaten Jember, kepuasan peternak terhadap kemitraan, dan strategi pengembangan kemitraan PT. Ciomas Adisatwa Kabupaten Jember. Pola kemitraan dianalisis secara deskriptif, kepuasan peternak dianalisis dengan Customer Satisfaction Index (CSI), dan strategi kemitraan dianalisis menggunakan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan pertama Pelaksanaan pola kemitraan inti-plasma PT. Ciomas Adisatwa Jember terjalin dengan perusahaan sebagai inti dan peternak sebagai plasma. Kedua, Nilai indeks kepuasan peternak mitra PT. Ciomas Adisatwa adalah sebesar 78,86% berada pada kriteria puas, artinya peternak merasa puas terhadap kemitraan. Ketiga, Strategi pengembangan kemitraan PT. Ciomas Adisatwa dilakukan dengan memprioritaskan harga kontrak pakan, kualitas DOC (Day Old Chick), dan bonus FCR (Feed Conversion Ratio) untuk diperbaiki agar mencapai kepuasan peternak. Strategi dalam pengembangan kemitraan ditinjau dari pelaksanaan pola kemitraan inti-plasma. Tingkat kepuasan  dapat menjadi referensi bagi perusahaan dengan meninjau kuadran I terkait hal yang harus diperbaiki sehingga dapat mencapai kepuasan peternak yang maksimal.
Analisis Risiko Menggunakan Metode House of Risk (HOR) pada Peternakan Sapi Perah Rembangan Dairy Farm Kabupaten Jember Cindy Padma Widhah; Intan Kartika Setyawati; Joni Murti Mulyo Aji; Cindera Rosa Damascena; Illia Seldon Magfiroh
JOSETA Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 7 No. 3 (2025): December
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi, Fakultas Pertanian, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v7i3.902

Abstract

Dairy farming is one of the agribusiness sectors that is highly vulnerable to various risk threeats, ranging from feed price fluctuations to disease risks and livestock deaths. Risk analysis in dairy farming is a systematic process which aims to identify and manage potential risks or uncertainties that can negatively affect dairy cattle farming businesses. The method used in this research is descriptive quantitative with a House of Risk (HOR) approach. The location of this research is at the Rembangan Dairy Farm in Kemuning Lor village, Arjasa sub-district. The objective of this study is to determine the priority risk agents and preventive actions at Rembangan Dairy Farm. The results show there are two priority risk agents: dairy cattle diseases (A7) and insufficient number of lactating cows (A9), with one priority preventive action being the administration of medicine and vitamins (PA2).