Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keputusan Pembelian Minyak Goreng Curah dan Bermerek: Analisis Regresi Logistik pada Rumah Tangga Pedesaan di Kabupaten Jember Wulandari, Savira Putri; Zainuddin, Ahmad; Suciati, Luh Putu; Magfiroh, Illia Seldon; Setyawati, Intan Kartika; Rahman, Rena Yunita; Agustina, Titin; Utami, Ratih Apri
KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 4, No 4 (2025): KONTAN: Jurnal Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : CV Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/kontan.v4i4.2384

Abstract

Based on the industry, cooking oil in Jember Regency is divided into two types, namely bulk cooking oil and branded cooking oil. The emergence of these two types of cooking oil influences the decision to purchase bulk or branded cooking oil. This study aims to analyze the factors that influence rural households' decisions to purchase bulk or branded cooking oil in Jember Regency. The study used primary data from 120 respondents and was analyzed using binary logistic regression. The results show that price, age, length of education, purchase size, ethnicity, and promotion have a significant effect on cooking oil purchasing decisions. Producers should hold promotions in the form of price discounts. In addition, the government needs to provide incentives to producers who use healthier production methods so that they can set an example for other producers.ABSTRAKBerdasarkan industrinya, jenis minyak goreng di Kabupaten Jember dibagi menjadi dua yakni minyak goreng curah dan bermerek. Munculnya perbedaan kedua jenis minyak goreng memengaruhi Keputusan pembelian minyak goreng curah dan bermerk. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan rumah tangga pedesaan dalam membeli minyak goreng curah atau bermerek di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan data primer dari 120 responden dan dianalisis dengan regresi logistik biner. Hasil menunjukkan bahwa harga, umur, lama pendidikan, ukuran pembelian, etnis, dan promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian minyak goreng. Produsen hendaknya mengadakan promosi dalam bentuk potongan harga. Selain itu, pemerintah perlu memberikan insentif kepada produsen yang menggunakan metode produksi lebih sehat sehingga dapat menjadi contoh bagi produsen lainnya.
KELAYAKAN FINANSIAL PROYEK INVESTASI PENGEBUNAN JERUK KEPROK TEJAKULA DI WILAYAH KABUPATEN BANYUWANGI: Financial Feasibility of The Tejakula Tangerine Plantation Investment Project in Banyuwangi Regency Supriono, Agus; Faisal, Ahmad; Hidayati, Dwi Ratna; Ibanah, Indah; Magfiroh, Illia Seldon; Maharani, Ariq Dewi
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol. 25 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25220254960

Abstract

Sejak mulai tahun 2014, sejumlah petani jeruk Siam di Desa Temurejo yang berada di wilayah Kabupaten Banyuwangi mulai mengganti tanaman jeruk Siamnya ke jeruk keprok Tejakula. Peralihan jenis komoditas ini mendukung kebijakan Direktoral Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Akan tetapi, perkembangan pertumbuhan dan produksi tanaman jeruk keprok Tejakula yang diusahakan secara monokultur tersebut kurang maksimal dibandingkan dengan perkembangan pertumbuhan dan produksi jeruk keprok Tejakula di wilayah Provinsi Bali, yang merupakan daerah asal plasma nutfah jeruk keprok Tejakula ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur di wilayah Kabupaten Banyuwangi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara finansial proyek investasi pengebunan jeruk keprok Tejakula secara monokultur per Ha teridentifikasi layak. Selanjutnya, apabila terjadi penurunan jumlah produksi dan harga hingga 5%, serta kenaikan biaya operasional variabel hingga 5% (dimana faktor lainnya dianggap konstan), secara finansial proyek investasi juga masih teridentifikasi layak. Faktor penurunan jumlah produksi dan harga produksi, relatif lebih sensitif dalam memberikan respon (pengaruh) terhadap kondisi kelayakan finansialnya. Kata kunci: Jeruk Keprok Tejakula, Kelayakan Finansial, Monokultur, Investasi. Since 2014, Siam tangerine farmers in Temurejo Village, located in Banyuwangi Regency, have begun transitioning from Siam tangerine cultivation to Tejakula tangerine. This commodity shift aligns with agricultural policy set by the Directorate General of Horticulture, Ministry of Agriculture. However, the growth and yield performance of Tejakula tangerine cultivated in monoculture systems in Banyuwangi has been suboptimal compared to its development in Bali Province—the origin of the Tejakula tangerine germplasm. This study aims to assess the financial feasibility of a monoculture Tejakula tangerine plantation investment project in Banyuwangi Regency. The findings indicate that, financially, the investment is viable on a per-hectare basis. Furthermore, even under a scenario of a 5% decline in both yield and market price, coupled with a 5% increase in variable operational costs (assuming other factors remain constant), the project remains financially feasible. Among these variables, reductions in yield and price are relatively more sensitive in influencing the project's financial viability. Keywords: Tejakula Tangerine, Financial Feasibility, Monoculture, Investment.
INISIASI MODEL DESA CERDAS (SMART VILLAGE) MELALUI KURASI DATA MULTIDIMENSI SEBAGAI INSTRUMEN MITIGASI KEMISKINAN EKSTREM DI KABUPATEN JEMBER: Smart Village Model Initiative through Multidimensional Data Curation as an Instrument to Reduce Extreme Poverty in Jember Regency Putri, Afifah Rani; Destin, Destin; Fariel, Moch; Laily S, Rufita; Wifqi, Mirza; Qomariyah, Nur; Magfiroh, Illia Seldon
JAMAS : Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Forind Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62085/jms.v4i1.261

Abstract

Upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di tingkat desa sering kali terbentur pada persoalan klasik berupa rendahnya akurasi data yang masih bersifat unidimensi dan dikelola secara konvensional. Di Desa Balung Kidul, meskipun literasi digital masyarakat pada sektor ekonomi berkembang pesat, tata kelola pendataan kemiskinan masih rentan terhadap kesalahan sasaran akibat belum adanya instrumen verifikasi yang presisi. Menanggapi tantangan tersebut, inisiasi transformasi tata kelola melalui konsep Desa Cerdas dilakukan dengan fokus utama pada pengembangan sistem kurasi data kemiskinan multidimensi. Melalui pendekatan partisipatif, program ini melibatkan perangkat desa dan kader lokal dalam proses pemetaan lapangan berbasis aplikasi digital untuk merekam indikator ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga aspek geospasial di Dusun Balung Kopi dan Sumber Kadut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi teknologi informasi mampu mengungkap anatomi kemiskinan desa yang lebih spesifik, seperti kerentanan musiman pada sektor agraris dan hambatan aksesibilitas layanan dasar bagi kelompok lansia. Visualisasi data ke dalam dasbor profil desa ini telah mengubah mekanisme pengambilan keputusan dari yang semula bersifat subjektif menjadi berbasis bukti lapangan yang kuat (evidence based policy). Sinergi antara keterlibatan aktif komunitas dan pemanfaatan teknologi tepat guna terbukti efektif dalam meminimalisir bias pendataan, sehingga alokasi sumber daya desa dapat diarahkan secara lebih adil, transparan, dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan.
PENERAPAN GOOD AGRICULTURE PRACTICES (GAP) PADA USAHATANI BUAH NAGA MERAH DI KECAMATAN PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI Firdaus, Nahrul; Magfiroh, Illia Seldon; Yulilenaningtyas, Didin
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 21, No 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v21i2.77271

Abstract

This research develops and applies the implementation of Good Agriculture Practices to red dragon fruit farming, influencing factors, and recommendations for providing extension materials to increase its implementation. Implementing Good Agricultural Practices must be by Control Points, Standard Operating Procedures, Plant Pest Control, filling out workbooks, and re-registration, which are obligations that farmers must carry out after obtaining a Good Agricultural Practices certificate. In this study, as many as 62 red dragon fruit farmers certified as Good Agriculture Practices were selected as a whole or total sampling. The Likert scale is used to analyze the level of implementation of Good Agriculture Practices. Logistic Regression Analysis is used to see the factors that influence the level of implementation of Good Agriculture Practices. Efforts to increase the implementation of Good Agricultural Practices through rankings. The research results show that (1) the implementation of Good Agriculture Practices in red dragon fruit farming is sufficient; (2) factors that influence the implementation of Good Agriculture Practices are the variables of farming experience, perception of production quantity, and perception of selling price. (3) recommendations for increasing the implementation of Good Agriculture Practices in red dragon fruit farming in Pesanggaran District can be done by providing material on priority efforts starting from Mandatory Control Points, Very Green Control Points, filling out workbooks, implementing Plant Pest Control, re-registering, Points Control Recommendations, and implementation of Standard Operating Procedures.