Claim Missing Document
Check
Articles

PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK MENJADI PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR GUNA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUT Subekti, Sri; Puspaningrum, Diah; Zahra, Amanatta; Sari, Dini Yurindiana; Nurfauziana, Tazkia; Sutrisno, Sutrisno; Wihardjo, Edy
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i2.2527

Abstract

Pemberdayaan adalah sebuah hubungan keterkaitan antara pemberdayaan dengan sasaran yang akan menjadi tujuan pemberdayaan. Pemberdayan memiliki arah untuk memberikan sebuah motivasi kepada sasaran dengan pendidikan untuk memberikan kesadaran kepada sasaran. Partisipasi masyarakat terdiri dari 3 dimensi yaitu dimensi kontribusi yang dilakukan, dimensi pengorganisasiaan dan pemberdaayan masyarakat sehingga perlunya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan potensi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani untuk mengolah limbah peternakan menjadi input produksi pertanian yaitu pupuk. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan demonstrasi kepada anggota sekolah ternak di Desa Kemiri. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi melalui media power point lalu melakukan demonstrasi sehingga penyuluhan ini memiliki keberhasilan yaitu petani memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membuat pupuk organik cair dan padat dari limbah ternak. Keberhasilan ini diukur dengan hasil kontribusi petani yang aktif dalam diskusi ketika proses demonstrasi. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam proses penerapan kedepannya.
Agribisnis Pengembangan Plasma Nutfah Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur: Studi Komoditas Pisang Mas Kirana Suwandari, Anik; Puspaningrum, Diah; Soejono, Djoko; Zahrosa, Dimas Bastara; Maharani, Ariq Dewi; Prabowo, Rachmat Udhi; Amam, Amam
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.12101

Abstract

Mas Kirana’s banana is a germplasm as well as an icon of Lumajang District, East Java Province. Mas Kirana bananas are designated as Indonesian genetic resources based on the Decree of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia Number 516/Kpts/SR.120/12/2005. This study aims to formulate a pattern of business capital formation and development strategy for Mas Kirana banana commodity as an effort to preserve Indonesia's germplasm. Data collection was done by structured interview method. Determination of the sample is done by snowball sampling technique. Data analysis was carried out using qualitative descriptive methods and Force Field Analysis (FFA). The results showed that the pattern of capital business capital formation for Mas Kirana's banana consisted of family capital, financial institution capital, non-financial institutional capital, and personal capital. The identification process resulted in 7 (seven) driving factors and 7 (seven) inhibiting factors for Mas Kirana banana development. Key Success Factors (FKK) for developing Mas Kirana Banana Farmers Groups on the driving factor dimension are the Mas Kirana Banana commodity which has a comparative advantage and is certified Geographically Indication (GI), while the inhibiting factor dimension is the weakness of farmer resources in managing and developing group finances. Based on the FKK value of the driving and inhibiting factors, the recommended strategy is farmer institutional engineering through the formation of the Mas Kirana banana farmer cooperative.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN SAPI UNTUK MEMINIMALISIR PENGGUNAAN PUPUK KIMIA Puspaningrum, Diah; Putra, Ryan Rhesa; Mafinanik, Aliza Febrianti; Fadilah, Nisful Nur
PAPUMA: Journal of Community Services Vol. 3 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/papuma.v3i01.4396

Abstract

The agricultural sector has a very important role in meeting people’s food needs an as a driver of the Indonesian economy. Agriculture that relies on chemical fertilizers in crop cultivation can cause damage to the soil and the environment. The use of organic fertilizer is highly recommended as an environmentally friendly alternative. Organic fertilizer is one good solution, namely by using cow dung waste as the main ingredient for making solid organic fertilizer. Professional internship activities in Paguan village, Taman Krocok District, Bondowoso Regency, aim to provide training in making solid organic fertilizer from cow dung. The stages carried out in this activity include socialization and practice of making organic fertilizer made from cow dung. The method use in this activity is Participatory Rural Appraisal (PRA), which aims to increase public awareness and trust in making solid organic fertilizer from cow dung. The empowerment carried out in this method is enabling, strengthening, protecting, supporting, and maintaining. his activity is expected to improve human resources in the form of understanding and ability of Farmer Groups in managing natural resources sustainably and reducing dependence on using chemical fertilizers. Farmers are also able to make organic fertilizer from cow manure to reduce dependence on the use of chemical fertilizers.
Edukasi Budidaya Organik Tanaman Obat di Pekarangan Rumah bagi Perempuan Kelurahan Kranjingan Putri, Widya Kristiyanti; Aji, Joni Murti Mulyo; Puspaningrum, Diah; Patricia, Susan Barbara; Novikarumsari, Nurul Dwi; Subekti, Sri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.8110

Abstract

Ketahanan pangan dimulai dari tingkat organisasi terkecil yaitu rumah tangga yang secara umum dipelopori oleh kemampuan perempuan dalam rumah tangga untuk mengatur kebutuhan pangan dan kesehatan keluarga. Tanaman obat seringkali ditemukan dalam pekarangan rumah yang dimanfaatkan ibu rumah tangga sebagai obat alternatif. Budidaya tanaman obat di pekarangan rumah warga kelurahan Kranjingan masih dilakukan secara tradisional, sehingga hasil produksi tidak menentu. Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan tanaman obat, warga masih membeli di pasar. Pengabdian yang dilakukan oleh Keris-Dimas EMAS Universitas Jember bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat perempuan kelurahan Kranjingan dalam berbudidaya tanaman obat secara organik. Pengabdian yang dilakukan melibatkan gabungan PKK dan MOSS (Mother School of Sumbersari). Pengabdian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: survei awal, sosialisasi, dan timbal balik. Hasil dari pengabdian ini yaitu sebanyak 96% warga memahami tentang budidaya organik tanaman obat dan 80% warga mampu melakukan budidaya tanaman obat organik di pekarangan rumah mereka.
Fast Food Simulacra: How MSMEs in Surakarta City Strategize Digitalization In Generation Z Consumption Patterns Arya Danendra Kurnia Dipraja; Diah Puspaningrum; Desita Wahyu Ningrum; Adnandya Muhammad Triwardana; Alief Putri Margiutami; Afifah Melani Putri; Bintang Fahreza; Arientyara Noegraheni; Erie Irawan Heryanto; Effieta Alfi Wulandari
International Journal of Entrepreneurship and Tourism Vol. 3 No. 1 (2025): IJENT sesion 5th 2025
Publisher : Tourism Department, State Polytechnic of Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/ijent.v3i1.2025.1-11

Abstract

Globalization drives digitalization in many economic sectors, including businesses; which influence fast food Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The purpose of this research is to analyze the strategies these MSMEs develop, which includes analyzing supporting and inhibiting factor, as a response of Gen-Z changes in consumption pattern. This research uses qualitative method and social fact paradigm to describe how MSMEs adapt to technological developments. The result shows that in response of changes in consumption pattern, MSMEs subjects executing some strategies to support their enterprise in digital era, using food delivery services, social media marketing, and digital training. The lack of technology literacy and human resources becomes the inhibiting factors since enterprises are managed independently by the owner, making digital promotion difficult. This research contributes to society, especially to fast food   entrepreneurs in terms of understanding digital businesses. The input of this research also contributes for government to strengthen collaboration between digital platform and also provides relevant training to support MSMEs transformation in digital era.
Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Robusta Organik di Kelompok Tani Jaya II Desa Rowosari Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Alfath, Muhammad Badar; Puspaningrum, Diah; Widjayanthi, Lenny; Sudarko, Sudarko
Jurnal Agribest Vol. 9 No. 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v9i2.3967

Abstract

Kabupaten Jember merupakan salah satu sentra produksi kopi terbesar di Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan kopi organik, didukung oleh luas lahan perkebunan dan adanya regulasi yang mendukung. Namun, implementasi usahatani kopi organik, khususnya pada Kelompok Tani Jaya II di Desa Rowosari masih menghadapi berbagai kendala seperti belum optimalnya pengelolaan lahan, kurangnya insentif untuk konversi lahan, serta terbatasnya akses pasar dan pengetahuan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pertanian organik dan strategi pengembangan usaha tani kopi organik pada Kelompok Tani Jaya II. Penelitian menggunakan strategi metode campuran konkuren (concurrent mixed methods) dengan metode kualitatif yang didukung data kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan survei, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, dipadukan dengan Force Field Analysis untuk mengidentifikasi faktor pendorong dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok Tani Jaya II memiliki dukungan sumber daya alam dan tren pasar yang positif, namun masih dihadapkan pada kendala kelembagaan, motivasi petani, akses pasar, serta pengelolaan hasil yang belum optimal. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kapasitas dan motivasi anggota kelompok, perbaikan kelembagaan, perluasan akses pasar, serta penguatan branding kopi organik. Implikasi kebijakan yang muncul adalah perlunya penguatan dukungan pemerintah melalui insentif konversi lahan dan peningkatan pelatihan bagi kelompok tani.
Analysis of Elements in Innovation Communication of Liquid Organic Fertiliser Mustapit Mustapit; Aryo Fajar Sunartomo; Sri Subekti; Diah Puspaningrum
Agribusiness Journal Vol 8, No 1 (2025): Agribusiness Journal
Publisher : UNIVERSITAS SEMBILANBELAS NOVEMBER KOLAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31327/aj.v8i1.2350

Abstract

Organic fertiliser has been widely used by farmers in Jember Regency, one of which is the type of liquid organic fertiliser (LOF) of local microorganisms. Research related to innovation adoption mostly focuses on innovation attributes. 4 other variables affect the speed of innovation adoption besides innovation attributes, namely: (1) type of innovation decision (choice, collective, or authoritarian), (2) communication channels (interpersonal or mass media), (3) social system (norms, degree of network relatedness), and (4) change agent (level of promotion effort). The purpose of this study was to analyse the elements in LOF innovation communication in Jember Regency with descriptive statistics, including: (1) relative profit level; (2) type of innovation decision; (3) communication channels; (4) social system; and (5) change agent. The research is a type of survey research with a quantitative method approach. The data analysis method in this study includes the following stages: (1) determination of scale values, and (2) descriptive statistical analysis. The results of the study showed that the elements in LOF innovation communication in Jember Regency generally show high achievements, so it can be concluded that LOF innovation has received support from farmers in Jember Regency. The elements of communication channels, social systems, and agents of change have achieved very high achievements, while the relative advantages element is already high, and the innovation decision type element is still moderate. Some things that need to be improved are decision-making at the farmer group level to be more democratic and prioritise deliberation. In addition, the relative advantages level can still be increased by overcoming technical constraints in LOF production and application.
Pendampingan Petani Melalui Aplikasi Smart Farming “GermasTani” di Desa Sukorejo Kabupaten Jember Ariful Furqon, Muhammad; Kusmiati, Ati; Puspaningrum, Diah
JITER-PM (Jurnal Inovasi Terapan - Pengabdian Masyarakat) Vol. 3 No. 4 (2025): JITER-PM
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35143/jiter-pm.v3i4.6839

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Jember yang masih menggunakan cara usahatani konvensional adalah Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari. Kegiatan usahatani dilakukan secara turun temurun dan konvensional tanpa menggunakan Good Agricultural Practice. Berbagai macam permasalahan muncul seperti waktu tanam kurang tepat, pemupukan dilakukan kurang berimbang, dan penentuan harga hasil panen oleh tengkulak. Oleh karena itu dalam kegiatan pengabdian ini dikembangkan sebuah sistem smart farming berbasis mobile yang diberikan nama “GermasTani”. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan kemandirian digital petani melalui pendekatan teknologi dan pendampingan partisipatif. Metode yang digunakan meliputi pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan intensif selama enam bulan, pembentukan Kelompok Tani Digital. Dari hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa aplikasi “GermasTani” dapat meningkatkan literasi digital, bahkan di kalangan petani lanjut usia, berkat desain antarmuka yang inklusif.
Inovasi Kelembagaan untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga (Studi Strategi Berkelanjutan Penurunan Stunting di Desa Suci Jember) Aji, Joni Murti Mulyo; Subekti, Sri; Puspaningrum, Diah; Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia; Putri, Widya Kristiyanti; Dwi Novikarumsari, Nurul
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.110507

Abstract

Stunting pada masa tumbuh anak masih menjadi tantangan besar di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang menunjukkan bahwa kemandirian desa tidak otomatis menjamin ketahanan pangan rumah tangga maupun perbaikan status gizi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan dengan prevalensi stunting sekaligus merumuskan model inovasi kelembagaan sosial-ekonomi dan pertanian yang terintegrasi. Dengan menggunakan pendekatan mixed methods, penelitian ini memadukan klasifikasi kemiskinan Sajogyo, analisis Location Quotient (LQ), dan uji Chi-square dengan thematic analysis dari diskusi kelompok terfokus, wawancara, serta observasi partisipatif pada desa agraris dengan prevalensi stunting yang tinggi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan akses pangan bergizi pada rumah tangga berpendapatan rendah merupakan faktor dominan, dengan bukti statistik yang mengonfirmasi hubungan signifikan antara kemiskinan dan status gizi anak. Studi ini berkontribusi melalui perumusan model kelembagaan yang mengoptimalkan pekarangan, integrasi tanaman–ternak, pemanfaatan lahan tidur, dan distribusi pangan melalui koperasi desa. Model ini memberikan konseptual dan kebijakan bagi pengurangan stunting berkelanjutan serta penguatan ketahanan pangan pedesaan di negara berkembang.
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Ekonomi Lokal melalui Peningkatan Kapasitas Pokdarwis dan Redesain Paket Wisata dalam Mendukung SDGs Ati Kusmiati; Rebecha Prananta; Diah Puspaningrum; Meidiana Purnamasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Manage Vol. 7 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/manage.v7i2.5456

Abstract

Desa Rowosari terletak di lereng Gunung Raung dan dikelilingi hamparan alam yang memukau mulai dari tebing-tebing hijau, air terjun, sungai yang jernih, hingga udara sejuk yang masih terjaga keasriannya. Potensi besar ini mendorong desa untuk mengembangkan diri sebagai desa wisata sejak tahun 2021. Namun, berbagai tantangan masih muncul, seperti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembangunan desa wisata, terbatasnya pendampingan dan pelatihan, minimnya promosi, belum terjalinnya kerja sama yang kuat, serta kurangnya fasilitas pendukung seperti papan penunjuk arah dan paket wisata yang belum berjalan maksimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk membantu Desa Rowosari memperkuat pondasi pengembangan desanya. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang nilai Sapta Pesona, memperbaiki akses menuju lokasi wisata, serta mendorong promosi yang lebih kreatif dan menjangkau khalayak luas. Melalui pendekatan penyuluhan dan pendampingan yang melibatkan masyarakat secara aktif, berbagai perubahan positif mulai terlihat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas Pokdarwis, terutama terkait pemahaman Sapta Pesona yang mendorong masyarakat menjaga suasana wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan penuh kenangan. Selain itu, pemasangan delapan papan penunjuk arah dan tiga papan edukasi berhasil meningkatkan kualitas aksesibilitas wisata. Di sisi lain, strategi pemasaran disusun melalui diversifikasi atraksi dan promosi digital, termasuk redesign paket wisata Raung dan Bidadari 1, 2, dan 3. Pelatihan mengenai river tubing, agrotourism, tour guiding, dan pengelolaan media sosial semakin memperkuat daya tarik wisata. Upaya ini membuka peluang lebih luas bagi Air Terjun Tujuh Bidadari untuk dikenal hingga luar Jember bahkan mancanegara sehingga pendapatan masyarakat meningkat. Rowosari Village was located on the slopes of Mount Raung and was surrounded by captivating natural landscapes, ranging from green cliffs and waterfalls to clear rivers and cool, pristine air. This abundant potential encouraged the village to develop itself as a tourist village starting in 2021. However, several challenges still emerged, including low community awareness of the importance of tourism development, limited mentoring and training, minimal promotion, the absence of strong collaboration, and a lack of supporting facilities such as directional signs and fully operational tour packages. This community service program was carried out to help Rowosari Village strengthen the foundation of its tourism development. The main objectives of the program were to enhance the community’s understanding of the values of Sapta Pesona, improve accessibility to tourist sites, and encourage more creative and far-reaching promotional efforts. Through counseling and mentoring approaches that actively involved the community, various positive changes began to appear. The results showed an increase in the capacity of the tourism awareness group (Pokdarwis), particularly in their understanding of Sapta Pesona, which encouraged the community to maintain a tourism environment that was safe, orderly, clean, cool, beautiful, friendly, and memorable. In addition, the installation of eight directional signs and three educational boards successfully improved tourism accessibility. Furthermore, marketing strategies were developed through the diversification of attractions and digital promotion, including the redesign of the Raung and Bidadari 1, 2, and 3 tour packages. Training on river tubing, agrotourism, tour guiding, and social media management further strengthened the village’s tourism appeal. These efforts opened greater opportunities for the Seven Angels Waterfall to gain international recognition, thereby increasing community income
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adnandya Muhammad Triwardana Afifah Melani Putri Agustina, Titin Aji, Joni Murti M Alfath, Muhammad Badar Alief Putri Margiutami Amam, Amam Anik Suwandari Annisa Trya Puspitasari Arientyara Noegraheni Arya Danendra Kurnia Dipraja Aryo Fajar Sunartomo Aryo Fajar Sunartomo Ati Kusmiati Ati Kusmiati Ati Kusmiati Aulia Syifa Abdillah Bintang Fahreza Desita Wahyu Ningrum Devin Dwi Andriani Djoko Soejono Dyah Aulia Febrianti Effieta Alfi Wulandari Erie Irawan Heryanto Fadilah, Nisful Nur Fauziah, Diana Frida Dewi Alfina Rahmah Furqon, Muhammad Ariful Herman Cahyo Diartho Indah Tri Qurniawati Joni Murti Mulyo , Aji Joni Murti Mulyo Aji Lenny Luthfiyah Lenny Widjayanthi Mafinanik, Aliza Febrianti Maharani, Ariq Dewi Meidiana Purnamasari Mustapit Mustapit Nurfauziana, Tazkia Nurul Dwi Novikarumsari, Nurul Dwi Pambudi, Andika Patricia, Susan Barbara Prabowo, Rachmat Udhi Pradiptya Ayu Harsita Pradiptya Ayu Harsita Puteri, Whimas Jessica Ayudia Putra, Ryan Rhesa Rachmi Masnilah Rebecha Prananta Rokhani Rokhani Sari, Dini Yurindiana Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia Sri , Subekti Sri Subekti Subekti, Sri Sudarko Sudarko Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Susan Barbara , Praticia Susan Barbara Patricia Sembiring Meliala Susan Barbara Patricia Sembiring Meliala Sutrisno, Sutrisno Tazkia Nurfauziana Titin Agustina Triya Sri Lestari Widya Kristiyanti Putri Widya Kristiyanti Putri Widya Kristiyanti Putri Widya Widya Kristiyanti , Putri WIHARDJO, EDY Yanuarti, Rizky Zahra, Amanatta Zahrosa, Dimas Bastara Zulfidda Lillah