Claim Missing Document
Check
Articles

PENCIPTAAN DESA PRIMA SADARSIH MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DAN PETERNAK TERHADAP KESADARAN LINGKUNGAN Nurul Dwi Novikarumsari; Puspaningrum, Diah; Harsita, Pradiptya Ayu; Sri , Subekti; Joni Murti Mulyo , Aji; Widya Widya Kristiyanti , Putri; Susan Barbara , Praticia
PAPUMA: Journal of Community Services Vol. 3 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/papuma.v3i02.5946

Abstract

Towards a Prima sadarsih Village (Aware of Environmental Cleanliness) was the main program of Turirejo Village in 2025 and supports the Food Security Program initiated by President Prabowo. In line with the Village SDGs, each village is required to realize 18 SDGs for the welfare of the village community. This community service is carried out to support the implementation of SDGs, namely SDGs [2] Hunger-Free Village and SDGs [12] Consumption and Production of Environmentally Conscious Villages. This community service activity is located in Turirejo Village, Jepon District, Blora Regency. Based on data from the Village Development Index, Turirejo Village, Jepon District, Blora Regency is still included in the developing village. One of the main village programs in 2024 focused on food and environmental agriculture problems. These activities aim to increase the environmental awareness of cattle farmers and ranchers in Prima Sadarsih Village. The activity method used is the socialization and extension method. Based on the community service activities carried out, there was an increase of their knowledge from 55% to 90%.
Pendekatan Partisipatif dalam Pengembangan Pariwisata Desa Sumberpakem Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Berbasis Potensi Lokal sebagai Upaya Mewujudkan Desa Sdg Puspaningrum, Diah; Aji, Joni Murti Mulyo; Subekti, Sri; Putri, Widya Kristiyanti; Novikarumsari, Nurul Dwi; Patricia, Susan Barbara
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.3744

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal. SDGs Desa adalah upaya ekstensif dalam mewujudkan pembangunan desa. Tujuan dari SDGs Desa adalah peningkatan ekonomi dan dari segi keberlanjutan adalah sebuah kawasan pemukiman. Sasaran ini masuk ke dalam goals 8 dan goals 11. Salah satu upaya dalam peningkatan ekonomi desa dan pembangunan berkelanjutan kawasan permukiman adalah dengan membangun kawasan pariwisata. Desa Sumberpakem belum menjadi desa wisata tetapi memiliki potensi salah satunya adalah batik sebagai komoditas unggulan. Tujuan Program Pengabdian Berbasis Desa Binaan (ProbangDebi) ini adalah untuk melakukan pengembangan rintisan eduwisata batik dengan pendekatan partisipatori dari Chambers (1994) untuk menjadi desa wisata. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah: 1) Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD); 2) Konsep Pengembangan Desa Wisata Dan Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Wisata dan 3) Penguatan Kapasitas Kelembagaan Melalui Kegiatan Pelatihan. Pengembangan desa wisata secara partisipatori yang diharapkan adalah pengelola wisata serta masyarakat Padesa dapat mengembangkan wisata. Keberhasilan sebuah desa wista serta mendapatkan pengunjung serta meningkatkan kesejahteraan Masyarakat setempat.
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PROGRAM DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK (DRPPA) DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK Puspaningrum, Diah; Aji, Joni Murti M; Subekti, Sri; Fauziah, Diana
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2948

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjamin tidak ada seorangpun yang tertinggal (no one left behind) dalam pembangunan Desa. Semua perempuan dan anak harus terlibat aktif dalam pembangunan Desa dan memperoleh manfaat dari hasil-hasil pembangunan Desa. Tujuan kegiatan program hibah pengabdian kepada masyarakat berbasis pengembangan Desa binaan (Probang Debi) ini adalah 1) Untuk mengetahui Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dalam upaya pemberdayaan perempuan dan anak anak dan 2) Mengetahui Proses Komunikasi Pembangunan dalam Program DRPPA di Desa Sumberpakem Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Langkah-langkah menggerakkan masyarakat dalam Komunikasi Pembangunan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) adalah Inisiasi atau tahap pendahuluan, Legitimasi (pengesahan): tahap untuk mendapatkan pengesahan, Difusi, Pengorganisasian dan Aksi (action). Arti penting komunikasi pembangunan dalam Program DRPPA tersebut: 1) agar masyarakat Desa Sumberpakem tahu dan memahami Program DRPPA dan menggunakan kebijakan tersebut dalam meningkatkan perbaikan mutu hidup masyarakat; 2) Peningkatan ketrampilan masyarakat Desa Sumberpakem dalam melaksanakan Program DRPPA dan bahkan bisa mengembangkan program tersebut serta memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.
PEMANFAATAN LIMBAH TERNAK MENJADI PUPUK ORGANIK PADAT DAN CAIR GUNA MENDUKUNG PERTANIAN BERKELANJUT Subekti, Sri; Puspaningrum, Diah; Zahra, Amanatta; Sari, Dini Yurindiana; Nurfauziana, Tazkia; Sutrisno, Sutrisno; Wihardjo, Edy
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 6 No 2 (2022): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v6i2.2527

Abstract

Pemberdayaan adalah sebuah hubungan keterkaitan antara pemberdayaan dengan sasaran yang akan menjadi tujuan pemberdayaan. Pemberdayan memiliki arah untuk memberikan sebuah motivasi kepada sasaran dengan pendidikan untuk memberikan kesadaran kepada sasaran. Partisipasi masyarakat terdiri dari 3 dimensi yaitu dimensi kontribusi yang dilakukan, dimensi pengorganisasiaan dan pemberdaayan masyarakat sehingga perlunya partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan potensi. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani untuk mengolah limbah peternakan menjadi input produksi pertanian yaitu pupuk. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dan demonstrasi kepada anggota sekolah ternak di Desa Kemiri. Kegiatan ini dilakukan dengan pemberian materi melalui media power point lalu melakukan demonstrasi sehingga penyuluhan ini memiliki keberhasilan yaitu petani memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk membuat pupuk organik cair dan padat dari limbah ternak. Keberhasilan ini diukur dengan hasil kontribusi petani yang aktif dalam diskusi ketika proses demonstrasi. Peningkatan pengetahuan dan kemampuan tersebut diharapkan dapat berkontribusi dalam proses penerapan kedepannya.
Agribisnis Pengembangan Plasma Nutfah Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur: Studi Komoditas Pisang Mas Kirana Suwandari, Anik; Puspaningrum, Diah; Soejono, Djoko; Zahrosa, Dimas Bastara; Maharani, Ariq Dewi; Prabowo, Rachmat Udhi; Amam, Amam
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.12101

Abstract

Mas Kirana’s banana is a germplasm as well as an icon of Lumajang District, East Java Province. Mas Kirana bananas are designated as Indonesian genetic resources based on the Decree of the Minister of Agriculture of the Republic of Indonesia Number 516/Kpts/SR.120/12/2005. This study aims to formulate a pattern of business capital formation and development strategy for Mas Kirana banana commodity as an effort to preserve Indonesia's germplasm. Data collection was done by structured interview method. Determination of the sample is done by snowball sampling technique. Data analysis was carried out using qualitative descriptive methods and Force Field Analysis (FFA). The results showed that the pattern of capital business capital formation for Mas Kirana's banana consisted of family capital, financial institution capital, non-financial institutional capital, and personal capital. The identification process resulted in 7 (seven) driving factors and 7 (seven) inhibiting factors for Mas Kirana banana development. Key Success Factors (FKK) for developing Mas Kirana Banana Farmers Groups on the driving factor dimension are the Mas Kirana Banana commodity which has a comparative advantage and is certified Geographically Indication (GI), while the inhibiting factor dimension is the weakness of farmer resources in managing and developing group finances. Based on the FKK value of the driving and inhibiting factors, the recommended strategy is farmer institutional engineering through the formation of the Mas Kirana banana farmer cooperative.
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN SAMPAH TAKAKURA DALAM BUDIDAYA HORTIKULTURA PEKARANGAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA Subekti, Sri; Puspaningrum, Diah; Novikarumsari, Nurul Dwi; Mulyo Aji, Joni Murti; Patricia Sembiring Meliala, Susan Barbara; Harsita, Pradiptya Ayu; Putri, Widya Kristiyanti
MIMBAR INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 5 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Biro Administrasi dan Akademik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/mimbarintegritas.v5i1.7274

Abstract

Pekarangan menjadi salah satu sumber pemenuhan kebutuhan pangan keluarga, namun sering kali tanaman pekarangan dibiarkan tumbuh liar. Sementara itu, di Desa Suci telah terbentuk kelembagaan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Larahan Makmur, tetapi pengelolaan masih terbatas pada sampah nonorganik, sedangkan sampah organik rumah tangga belum tertangani dengan baik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga menggunakan metode Takakura serta pemanfaatannya untuk budidaya di pekarangan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Peserta pelatihan adalah ibu-ibu anggota Bank Sampah Larahan Makmur. Metode Takakura yang digunakan merupakan teknik pengolahan sampah organik dengan keranjang sebagai media utama fermentasi. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan edukasi, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta sangat antusias mengikuti pelatihan serta mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengolahan sampah organik rumah tangga dengan metode Takakura untuk menghasilkan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan dalam budidaya pekarangan.
THE CAPACITY BUILDING OF FOSTER GROUPS OF THE MERU BETIRI NATIONAL PARK OFFICE IN GOAT FARMING Subekti, Sri; Andriani, Devin Dwi; Puspaningrum, Diah; Sudarko, Sudarko
AGRIBIOS Vol 23 No 02 (2025): NOVEMBER
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v23i02.6982

Abstract

Desa Sanenrejo sebagai desa penyangga Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) memiliki potensi agroklimat dan topografi yang mendukung pengembangan usaha ternak sebagai alternatif mata pencaharian. Balai TNMB memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat yang sebagian besar anggotanya merupakan mantan pelaku illegal logging, melalui program pemberdayaan, salah satunya usaha ternak kambing. Tujuan penelitian adalah menganalisis proses pemberdayaan kelompok masyarakat binaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan berjumlah 15 orang yang terdiri dari ketua dan anggota kelompok masyarakat, penyuluh kehutanan, serta pihak TNMB, termasuk polisi hutan dan bagian keuangan. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman & Saldana meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa proses pemberdayaan berjalan dalam tiga tahapan peningkatan kapasitas yaitu 1) peningkatan kapasitas sistem nilai keadilan yang dijabarkan oleh dua aturan yaitu aturan dari kelompok dan aturan Taman Nasional Meru Betiri. Aturan kelompok berupa aturan pembagian keuntungan dan aturan perawatan kambing. Sedangkan, aturan Taman Nasional Meru Betiri yakni mengadakan evaluasi kelompok dan alokasi dana usaha berupa pembuatan rekening atas nama dua orang yakni penyuluh dan ketua kelompok. 2) peningkatan kapasitas manusia melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan. Kegiatan penyuluhan berupa kegiatan Meru Betiri Service Camp (MBSC) dan kegiatan pelatihan berupa pelatihan perawatan kambing, pelatihan pembuatan silase dan penggunaan chopper, dan pelatihan pembuatan pupuk kompos. 3) Peningkatan kapasitas kelompok terdiri dari adanya kelembagaan yang jelas, adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui pelatihan, adanya kemampuan inovasi dan adaptasi melalui media sosial dan platform belanja, adanya kemampuan memperoleh informasi pasar, dan adanya jaringan konsultasi dengan penyuluh.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN SAPI UNTUK MEMINIMALISIR PENGGUNAAN PUPUK KIMIA Puspaningrum, Diah; Putra, Ryan Rhesa; Mafinanik, Aliza Febrianti; Fadilah, Nisful Nur
PAPUMA: Journal of Community Services Vol. 3 No. 01 (2025): April 2025
Publisher : Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/papuma.v3i01.4396

Abstract

The agricultural sector has a very important role in meeting people’s food needs an as a driver of the Indonesian economy. Agriculture that relies on chemical fertilizers in crop cultivation can cause damage to the soil and the environment. The use of organic fertilizer is highly recommended as an environmentally friendly alternative. Organic fertilizer is one good solution, namely by using cow dung waste as the main ingredient for making solid organic fertilizer. Professional internship activities in Paguan village, Taman Krocok District, Bondowoso Regency, aim to provide training in making solid organic fertilizer from cow dung. The stages carried out in this activity include socialization and practice of making organic fertilizer made from cow dung. The method use in this activity is Participatory Rural Appraisal (PRA), which aims to increase public awareness and trust in making solid organic fertilizer from cow dung. The empowerment carried out in this method is enabling, strengthening, protecting, supporting, and maintaining. his activity is expected to improve human resources in the form of understanding and ability of Farmer Groups in managing natural resources sustainably and reducing dependence on using chemical fertilizers. Farmers are also able to make organic fertilizer from cow manure to reduce dependence on the use of chemical fertilizers.
Edukasi Budidaya Organik Tanaman Obat di Pekarangan Rumah bagi Perempuan Kelurahan Kranjingan Putri, Widya Kristiyanti; Aji, Joni Murti Mulyo; Puspaningrum, Diah; Patricia, Susan Barbara; Novikarumsari, Nurul Dwi; Subekti, Sri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 1 (2024): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i1.8110

Abstract

Ketahanan pangan dimulai dari tingkat organisasi terkecil yaitu rumah tangga yang secara umum dipelopori oleh kemampuan perempuan dalam rumah tangga untuk mengatur kebutuhan pangan dan kesehatan keluarga. Tanaman obat seringkali ditemukan dalam pekarangan rumah yang dimanfaatkan ibu rumah tangga sebagai obat alternatif. Budidaya tanaman obat di pekarangan rumah warga kelurahan Kranjingan masih dilakukan secara tradisional, sehingga hasil produksi tidak menentu. Sementara itu untuk memenuhi kebutuhan tanaman obat, warga masih membeli di pasar. Pengabdian yang dilakukan oleh Keris-Dimas EMAS Universitas Jember bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat perempuan kelurahan Kranjingan dalam berbudidaya tanaman obat secara organik. Pengabdian yang dilakukan melibatkan gabungan PKK dan MOSS (Mother School of Sumbersari). Pengabdian dilakukan dalam beberapa tahap yaitu: survei awal, sosialisasi, dan timbal balik. Hasil dari pengabdian ini yaitu sebanyak 96% warga memahami tentang budidaya organik tanaman obat dan 80% warga mampu melakukan budidaya tanaman obat organik di pekarangan rumah mereka.
Fast Food Simulacra: How MSMEs in Surakarta City Strategize Digitalization In Generation Z Consumption Patterns Arya Danendra Kurnia Dipraja; Diah Puspaningrum; Desita Wahyu Ningrum; Adnandya Muhammad Triwardana; Alief Putri Margiutami; Afifah Melani Putri; Bintang Fahreza; Arientyara Noegraheni; Erie Irawan Heryanto; Effieta Alfi Wulandari
International Journal of Entrepreneurship and Tourism Vol. 3 No. 1 (2025): IJENT sesion 5th 2025
Publisher : Tourism Department, State Polytechnic of Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57203/ijent.v3i1.2025.1-11

Abstract

Globalization drives digitalization in many economic sectors, including businesses; which influence fast food Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs). The purpose of this research is to analyze the strategies these MSMEs develop, which includes analyzing supporting and inhibiting factor, as a response of Gen-Z changes in consumption pattern. This research uses qualitative method and social fact paradigm to describe how MSMEs adapt to technological developments. The result shows that in response of changes in consumption pattern, MSMEs subjects executing some strategies to support their enterprise in digital era, using food delivery services, social media marketing, and digital training. The lack of technology literacy and human resources becomes the inhibiting factors since enterprises are managed independently by the owner, making digital promotion difficult. This research contributes to society, especially to fast food   entrepreneurs in terms of understanding digital businesses. The input of this research also contributes for government to strengthen collaboration between digital platform and also provides relevant training to support MSMEs transformation in digital era.