Claim Missing Document
Check
Articles

Institutional Capacity of Forest Village Community of Meru Betiri National Park Diah Puspaningrum; Ati Kusmiati
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 21 No. 4 (2018)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The empowerment of community at buffer zone of conservation area is an effort to improve community capacity, as individual and group, in managing resources potential as well as their problems in order to improve independency, prosperity and life quality of the community at buffer zone of conservation area by maintaining the sustainability of the area. The aims of the research were: (1) to find out the capacity of Conservation Forest Village Community Institution (Lembaga Masyarakat Desa Hutan Konservasi-LMDHK) as an entry point in empowerment; and (2) to find out community participation especially the members of institution in empowerment program. The research used qualitative approach to analyze empowerment conducted on forest village community institution at conservation area of Meru Betiri National Park. Primary and secondary data sources were used with data collection method of observation, in-depth interview and focus group discussion (FGD) and RRA (Rapid Rural Appraisal) method. Data analysis method used was interactive model from Miles and Hubberman (1992). Research result indicates that (1) the condition of institutional capacity of village community at buffer zone of conservation area based on: a) leadership in the institution; b) specification of values and goals; c) operational method and action in the implementation of program related to the function of institutions; and d) the formation of internal structure and institutional maintenance had not achieved as expected; (2) the form of participation of village community of buffer zone of conservation area was in the level of consultation and the highest was in the level of placation. Manipulation and therapy were in the level of “non-participation”, whereas, the level of participation of the community was in the level of tokenism.
Dukungan Kelembagaan Sistem Agribisnis dalam Pengembangan Usahatani Sayur di Kabupaten Jember Tazkia Nurfauziana; Diah Puspaningrum
JURNAL TRITON Vol 14 No 2 (2023): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v14i2.440

Abstract

Desa Sukorambi merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi usahatani sayur dapat terlihat dari produksi sayur yang cukup tinggi, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai petani sayur, pemasok terbesar tanaman sayur di Kabupaten Jember. Potensi tersebut seharusnya memberikan keuntungan kepada petani namun keadaan di lapang menunjukkan bahwa terjadi permasalahan fluktuasi harga karena kesamaan jenis dan musim yang menyebabkan oversuplay sehingga petani mengalami kerugian karena pembuangan hasil panen yang tidak terjual namun keterlibatan kelembagaan agribisnis masih belum memberikan dukungan seperti dalam permodalan dan pengolahan hasil. Fokus permasalahan dari penelitian ini yaitu bagaimana dukungan kelembagaan sistem agribisnis dalam mengembangkan usahatani sayur di Desa Sukorambi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis dukungan kelembagaan sistem agribisnis dalam pengembangan usahatani sayur di Desa Sukorambi. Pemilihan lokasi dan informan penelitian menggunakan purposive method. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis data Miles dan Huberman (2009), yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kelembagaan sistem agribisnis di Desa Sukorambi memberikan 4 dukungan dalam pengembangan usahatani sayur yaitu emotional support, informational support, instrumental support dan social companionship. Beberapa kelembagaan tidak memberikan semua dukungan yaitu kelompok tani pada subsistem produksi, petani dan tengkulak pada subsistem pasca panen dan pengolahan hasil, serta pemerintah desa pada subsistem pendukung. Dukungan yang dibutuhkan oleh petani adalah emotional support dan instrumental support sedangkan yang tidak terlalu dibutuhkan adalah social companionship.
GAYA KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI PEKERJA PADA CV. DUA PUTRI SHOLEHAH DI DESA TEGALREJO KECAMATAN DRINGU KABUPATEN PROBOLINGGO Dyah Aulia Febrianti; Diah Puspaningrum
Sosio Agri Papua Vol 11 No 1 (2022): Juni
Publisher : Department of Social Economic Agriculture, Faculty of Agriculture, University of Papua, Manokwari, West Papua, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/sap.v11i01.251

Abstract

CV. Dua Putri Sholehah merupakan usaha agroindustri pengolahan bawang merah yang terletak di Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya kepemimpinan dan motivasi pekerja yang ada pada CV. Dua Putri Sholehah. Metode penentuan daerah penelitian menggunakan purposive method. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Metode penentuan informan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu purposive sampling, dan pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam, observasi, serta dokumetasi. Penelitian ini menggunakan analisis Miles and Huberman. Gaya kepemimpinan pada CV. Dua Putri Sholehah diidentifikasi melalui kegiatan disana. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat tujuh kegiatan pada CV. Dua Putri Sholehah yang menggunakan gaya kepemimpinan otokratik sekaligus demokratik, diantaranya 1) pembagian divisi kerja, 2) rekrutmen, 3) penyediaan bahan baku, 4) proses pengupasan, 5) proses produksi, 6) proses pengemasan, dan 7) pemasaran. Terdapat pula dua kegiatan pada CV. Dua Putri Sholehah yang menggunakan gaya kepemimpinan demokratik, yaitu 1)penyelesaian masalah, 2) rapat dan evaluasi. Motivasi pekeja pada CV. Dua Putri Sholehah dianalisis berdasarkan teori motivasi dua faktor Frederick Herzberg, yang terdiri dari faktor motivator dan faktor hygiene. Faktor motivator pada teori Herzberg terdiri atas beberapa poin, diantaranya 1) perasaan pencapaian 2) pekerjaan yang berarti 3) kesempatan untuk maju 4) tanggung jawab yang meningkat 5) pengakuan, dan 6) kesempatan untuk berkembang. Terdapat pula faktor hygiene dalam teori Herzberg yang terdiri atas 1) gaji 2) status 3) keamanan kerja 4) kondisi kerja 5) tunjangan 6) kebijakan dan prosedur, dan 7) hubungan interpersonal. Keberadaan faktor motivator dan hygiene tersebut terbukti dapat membuat pekerja lebih semangat dan dapat menunjang kepuasan pekerja.
PELATIHAN WIRAUSAHA PETANI MUDA MELALUI BUDIDAYA HIDROPONIK SISTEM WICK DAN NFT UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN DESA BERKELANJUTAN BERBASIS POTENSI DESA Puspaningrum, Diah; Putri, Widya Kristiyanti; Aji, Joni Murti Mulyo; Subekti, Sri; Novikarumsari, Nurul Dwi; Patricia, Susan Barbara
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i2.4909

Abstract

Suci Village, Panti District, is one of the villages fostered by Jember University which has very good agricultural potential. The young generation of the village needs to be given education and mentoring to become more familiar with the concept of modern agriculture and realize it in cultivation and entrepreneurship practices. The community service in Suci Village aims to train the Karang Taruna "Tunas Muda" youth to cultivate and become hydroponic vegetable entrepreneurs using the wick and NFT systems. The stages of community service include education, installation construction, cultivation practice, and evaluation. Community service is carried out for 5 months. The results of this community service are that the youth of Suci Village who are members of the training know about cultivating and becoming entrepreneurs of hydroponic vegetable products. It is hoped that this community service will be able to increase village food security and support sustainable village development.
Penerapan Model Pengembangan Masyarakat Lokal Melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Wisata Rengganis dalam Program Perhutanan Sosial di Desa Pakis Kecamatan Panti Kabupaten Jember Puteri, Whimas Jessica Ayudia; Puspaningrum, Diah
Jurnal Agribest Vol. 8 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agribest.v8i1.1700

Abstract

Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Wisata Rengganis menjadi bagian kontribusi LMDH Rengganis dalam memajukan taraf ekonomi dan mengoptimalkan potensi hutan di wilayah Desa Pakis. Permasalahan yang sering terjadi pada KUPS Wisata Rengganis yaitu lemahnya pelaksanaan administrasi dan pengelolaan wisata dikarenakan secara umum, pengelola KUPS Wisata Rengganis belum sepenuhnya memahami dan memiliki wawasan prospek wisata sebagai produk jasa yang menguntungkan. Model pengembangan masyarakat lokal pada KUPS Wisata Rengganis menjadi pihak utama dan aktif dalam mengambil keputusan atas apa yang terbaik dengan bermusyawarah, mengusulkan, dan memberikan keputusan. Tujuan penelitian untuk menganalisis model pengembangan masyarakat lokal melalui KUPS Wisata Rengganis dalam Program Perhutanan Sosial di Desa Pakis Kecamatan Panti Kabupaten Jember. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan menggunakan purposive method. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menggunakan dua belas indikator model pengembangan masyarakat lokal yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan tujuan yang dibentuk. Melalui 12 indikator model pengembangan masyarakat lokal dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu indikator yang cukup untuk dipertahakan dan indicator yang perlu peningkatan pengembangan wisata agar dapat berkelanjutan dan mensejahterakan masyarakat.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA ANTIROGO MELALUI PENINGKATAN KAPASITAS KELEMBAGAAN DESA BERMUTU Kusmiati, Ati; Puspaningrum, Diah; Furqon, Muhammad Ariful; Yanuarti, Rizky; Diartho, Herman Cahyo
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 9 No 1 (2025): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v9i1.6075

Abstract

Pembangunan berkelanjutan dalam lingkup pedesaan adalah upaya ekstensif dalam mewujudkan pembangunan desa dimana seluruh masyarakat desa harus merasakan dan menikmati hasil dari manfaat SDGs. Pemberdayaan Masyarakat melalui Implementasi SDG’s Desa Berbasis Potensi Lokal dapat menjadi pendekatan efektif untuk keberlanjutan Pembangunan desa termasuk di Kelurahan Antirogo Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. Salah satu potensi lokal yang dimiliki adalah kelembagaan Kampung Keluarga Berkualitas (KKB). Namun aktivitas KKB kurang optimal dan partisipasi aktif anggotanya masih sedikit. Oleh karenanya penting untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan tersebut untuk mencapai Indeks Ketahanan Sosial (IKS) sehingga tujuan SDG’s Desa No 3 (Desa Sehat dan Sejahtera) dapat terwujud. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini yaitu meningkatkan kapasitas kelembagaan Kampung Keluarga Berkualitas (KKB). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Focus Group Discussion (FGD). Hasil yang diperoleh dalam pengabdian ini antara lain (1) peningkatan kapasitas kelembagaan Kampung Keluarga Berkualitas (KKB) melalui penyuluhan kepada Tribina untuk meningkatkan ketahanan keluarga dan dan status kesehatan masyarakat secara keseluruhan; (2) adanya promosi Lingkungan Desa yang Sehat dan Bersih dengan memperindah bantaran Sungai melalui kegiatan pengecatan dan menjaga kebersihan Sungai. Kegiatan ini sangat mendukung keberhasilan program Open Defecation Free (ODF) sehingga diharapkan adanya perubahan perilaku Masyarakat.
Proses Adopsi Inovasi Rumah Burung Hantu (RUBUHA) di Desa Wonosari Kecamatan Puger Kabupaten Jember Pambudi, Andika; Puspaningrum, Diah; Novikarumsari, Nurul Dwi; Rokhani, Rokhani
Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development Vol 7 No 01 (2025): Suluh Pembangunan: Journal of Extension and Development
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsp.Vol7.No01.2025.220

Abstract

The Owl House is an innovation to help farmers protect their crops from pests, especially rats. Rat pests are a problem for farmers in Wonosari Village because they cause damage to their crops. The damage to the crops leads to a reduction in the farmer’s yield, which can affect their income. The research site was purposively selected in Wonosari Village, Puger Subdistrict, Jember Regency. The method used in this research is qualitative. Informants were identified through snowball sampling technique. Data collection methods used include interview with informants, field observation, and documentation. The results show that the process of adopting of innovations by farmers includes: (1) innovation information sources are agricultural extension workers and East West Company, Farmers' knowledge includes how to work, functions and benefits of innovation., (2) farmers accept innovations after knowing the characteristics of the Owl House innovation, (3) farmers decide to apply innovations obtained from assistance and self-help, (4) procurement of Owl Houses comes from assistance and self-help with problems that arise are illegal shooting of owls and lack of farmer cohesiveness, (5) farmers are willing to apply innovations on an ongoing basis as a form of anticipation and hope to benefit from the application of Owl Houses.
PENCIPTAAN DESA PRIMA SADARSIH MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN PETANI DAN PETERNAK TERHADAP KESADARAN LINGKUNGAN Nurul Dwi Novikarumsari; Puspaningrum, Diah; Harsita, Pradiptya Ayu; Sri , Subekti; Joni Murti Mulyo , Aji; Widya Widya Kristiyanti , Putri; Susan Barbara , Praticia
PAPUMA: Journal of Community Services Vol. 3 No. 02 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/papuma.v3i02.5946

Abstract

Towards a Prima sadarsih Village (Aware of Environmental Cleanliness) was the main program of Turirejo Village in 2025 and supports the Food Security Program initiated by President Prabowo. In line with the Village SDGs, each village is required to realize 18 SDGs for the welfare of the village community. This community service is carried out to support the implementation of SDGs, namely SDGs [2] Hunger-Free Village and SDGs [12] Consumption and Production of Environmentally Conscious Villages. This community service activity is located in Turirejo Village, Jepon District, Blora Regency. Based on data from the Village Development Index, Turirejo Village, Jepon District, Blora Regency is still included in the developing village. One of the main village programs in 2024 focused on food and environmental agriculture problems. These activities aim to increase the environmental awareness of cattle farmers and ranchers in Prima Sadarsih Village. The activity method used is the socialization and extension method. Based on the community service activities carried out, there was an increase of their knowledge from 55% to 90%.
Pendekatan Partisipatif dalam Pengembangan Pariwisata Desa Sumberpakem Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember Berbasis Potensi Lokal sebagai Upaya Mewujudkan Desa Sdg Puspaningrum, Diah; Aji, Joni Murti Mulyo; Subekti, Sri; Putri, Widya Kristiyanti; Novikarumsari, Nurul Dwi; Patricia, Susan Barbara
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 2 (2023): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i2.3744

Abstract

Peningkatan kesejahteraan masyarakat desa dapat dilakukan dengan memanfaatkan potensi lokal. SDGs Desa adalah upaya ekstensif dalam mewujudkan pembangunan desa. Tujuan dari SDGs Desa adalah peningkatan ekonomi dan dari segi keberlanjutan adalah sebuah kawasan pemukiman. Sasaran ini masuk ke dalam goals 8 dan goals 11. Salah satu upaya dalam peningkatan ekonomi desa dan pembangunan berkelanjutan kawasan permukiman adalah dengan membangun kawasan pariwisata. Desa Sumberpakem belum menjadi desa wisata tetapi memiliki potensi salah satunya adalah batik sebagai komoditas unggulan. Tujuan Program Pengabdian Berbasis Desa Binaan (ProbangDebi) ini adalah untuk melakukan pengembangan rintisan eduwisata batik dengan pendekatan partisipatori dari Chambers (1994) untuk menjadi desa wisata. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah: 1) Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD); 2) Konsep Pengembangan Desa Wisata Dan Penguatan Kelembagaan Pengelolaan Wisata dan 3) Penguatan Kapasitas Kelembagaan Melalui Kegiatan Pelatihan. Pengembangan desa wisata secara partisipatori yang diharapkan adalah pengelola wisata serta masyarakat Padesa dapat mengembangkan wisata. Keberhasilan sebuah desa wista serta mendapatkan pengunjung serta meningkatkan kesejahteraan Masyarakat setempat.
KOMUNIKASI PEMBANGUNAN DALAM PROGRAM DESA RAMAH PEREMPUAN DAN PEDULI ANAK (DRPPA) DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK Puspaningrum, Diah; Aji, Joni Murti M; Subekti, Sri; Fauziah, Diana
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 7 No 1 (2023): JANUARI - JULI
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v7i1.2948

Abstract

Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjamin tidak ada seorangpun yang tertinggal (no one left behind) dalam pembangunan Desa. Semua perempuan dan anak harus terlibat aktif dalam pembangunan Desa dan memperoleh manfaat dari hasil-hasil pembangunan Desa. Tujuan kegiatan program hibah pengabdian kepada masyarakat berbasis pengembangan Desa binaan (Probang Debi) ini adalah 1) Untuk mengetahui Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) dalam upaya pemberdayaan perempuan dan anak anak dan 2) Mengetahui Proses Komunikasi Pembangunan dalam Program DRPPA di Desa Sumberpakem Kecamatan Sumberjambe Kabupaten Jember. Langkah-langkah menggerakkan masyarakat dalam Komunikasi Pembangunan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) adalah Inisiasi atau tahap pendahuluan, Legitimasi (pengesahan): tahap untuk mendapatkan pengesahan, Difusi, Pengorganisasian dan Aksi (action). Arti penting komunikasi pembangunan dalam Program DRPPA tersebut: 1) agar masyarakat Desa Sumberpakem tahu dan memahami Program DRPPA dan menggunakan kebijakan tersebut dalam meningkatkan perbaikan mutu hidup masyarakat; 2) Peningkatan ketrampilan masyarakat Desa Sumberpakem dalam melaksanakan Program DRPPA dan bahkan bisa mengembangkan program tersebut serta memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Adnandya Muhammad Triwardana Afifah Melani Putri Agustina, Titin Aji, Joni Murti M Alfath, Muhammad Badar Alief Putri Margiutami Amam, Amam Anik Suwandari Annisa Trya Puspitasari Arientyara Noegraheni Arya Danendra Kurnia Dipraja Aryo Fajar Sunartomo Aryo Fajar Sunartomo Ati Kusmiati Ati Kusmiati Ati Kusmiati Aulia Syifa Abdillah Bintang Fahreza Desita Wahyu Ningrum Devin Dwi Andriani Djoko Soejono Dyah Aulia Febrianti Effieta Alfi Wulandari Erie Irawan Heryanto Fadilah, Nisful Nur Fauziah, Diana Frida Dewi Alfina Rahmah Furqon, Muhammad Ariful Herman Cahyo Diartho Indah Tri Qurniawati Joni Murti Mulyo , Aji Joni Murti Mulyo Aji Lenny Luthfiyah Lenny Widjayanthi Mafinanik, Aliza Febrianti Maharani, Ariq Dewi Meidiana Purnamasari Mustapit Mustapit Nurfauziana, Tazkia Nurul Dwi Novikarumsari, Nurul Dwi Pambudi, Andika Patricia, Susan Barbara Prabowo, Rachmat Udhi Pradiptya Ayu Harsita Pradiptya Ayu Harsita Puteri, Whimas Jessica Ayudia Putra, Ryan Rhesa Rachmi Masnilah Rebecha Prananta Rokhani Rokhani Sari, Dini Yurindiana Sembiring Meliala, Susan Barbara Patricia Sri , Subekti Sri Subekti Subekti, Sri Sudarko Sudarko Suhartiningsih Dwi Nurcahyanti Susan Barbara , Praticia Susan Barbara Patricia Sembiring Meliala Susan Barbara Patricia Sembiring Meliala Sutrisno, Sutrisno Tazkia Nurfauziana Titin Agustina Triya Sri Lestari Widya Kristiyanti Putri Widya Kristiyanti Putri Widya Kristiyanti Putri Widya Widya Kristiyanti , Putri WIHARDJO, EDY Yanuarti, Rizky Zahra, Amanatta Zahrosa, Dimas Bastara Zulfidda Lillah