Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat melalui Posyandu Keluarga Berbasis Community as Partners untuk Meningkatkan Kemandirian Kesehatan Masyarakat Hadi, Irwan; Idris, Baiq Nurainun Apriani; Halid, Sopian; Supriyadi, Zaroan
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i4.4706

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan merupakan strategi utama untuk mencapai kemandirian kesehatan masyarakat. Konsep Community as Partners (CAP) menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam program Posyandu Keluarga, mengintegrasikan upaya kesehatan berbasis komunitas dengan prinsip kolaborasi dan inovasi penerapan tekhnologi. Tujuan dari pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk dapat meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat melalui kegiatan Posyandu Keluarga. Berbasis Community As Partner Metode yang digunakan dalam pengabdian Masyarakat ini adalah melalui 1). Sosialisasi (Focus group Discusion Bersama Mitra),.2). Pelatihan Kader Posyandu Keluarga (POSGA), 3). Pendampingan Kader, 4). Penerapan Tekhnologi5). Partnership (Kerjasama untuk keberlanjutan program). Hasil Pengabdian kepada Masyarakat ini menunjukkan bahwa Pemberdayaan Masyarakat melalui posyandu keluarga berbasis Community As Partner memberikan dampak terhadap kemampuan kader dalam deteksi dini, peningkatan keterampilan Kader, Kemampuan dalam memberikan Akses Layanan dan Keberlanjutan Program. Pemberdayaan Masyarakat mellaui pendekatan CAP melalui Posyandu Keluarga efektif meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga.
Pengalaman Perundungan Pada Mahasiswa Keperawatan Dalam Praktik Di Layanan Kesehatan : Experiences Of Bullying Among Nursing Students In Health Services Practice Apriani Idris, Baiq Nurainun; Hadi, Irwan; Maliki, Imam
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 4 No. 1 (2025): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v4i1.156

Abstract

Latar Belakang: Perundungan merupakan penindasan secara beulang baik secara fisik maupun melalui kata-kata yang dilakukan kepada orang lain yang lebih lemah. Perundungan dapat berdampak secara psikologis ataupun social terutama bagi mahasiswa keperawatan yang praktik di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman perundungan yang dialami oleh mahasiswa keperawatan yang melakukan praktik dilayanan kesehatan. Metode: Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 150 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner menggunakan Adolescent Peer Relations Instrument (APRI), kemudian dianalisis dengan uji statistik deskriptif. Hasil: Jenis perundungan yang paling banyak adalah perundungan verbal sebanyak 67 orang (44.7%), perundungan relasional sebanyak 45 orang (40%), perundungan fisik sebanyak 23 orang (15.3%) dan perundungan eletronik (cyberbullying) sebanyak 15 orang (10%). Kesimpulan: Adanya perundungan pada mahasiswa praktik perlu mendapat keterlibatan dari layanan Kesehatan dan pendidikan keperawatan sehingga tidak berdampak pada psikologis dan sosial mahasiswa serta karir masa depan.
Pengaruh Modul Asuhan Keperawatan Islami Terhadap Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Islami Di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram Rahayu, Sri; Hadi, Irwan; Rusiana, Harlina Putri
JURNAL KESEHATAN TROPIS INDONESIA Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Tropis Indonesia
Publisher : PT. LARPA JAYA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63265/jkti.v2i2.88

Abstract

Latar belakang: Keperawatan memandang manusia sebagai makhluk yang unik dan kompleks yang terdiri dari berbagai dimensi. Dimensi yang komprehensif pada baik dimensi biologis (fisik), psikologis, sosial dan spiritual. Sebagai tenaga kesehatan yang profesional, perawat mempunyai kesempatan paling besar untuk memberikan pelayanan kesehatan khususnya pelayanan/asuhan keperawatan yang komprehensif dengan membantu pasien memenuhi kebutuhan dasar yang holistik. Dan dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien, perawat perlu memiliki pengetahuan yang lebih untuk memberikan pelayanan, terlebih dalam memberikan pelayanan yang Islami. pada pasien Tujuan: Mengetahui Pengaruh Modul Asuhan Keperawatan Islami Terhadap Pelaksanaan Tindakan Keperawatan Islami Di RSI Siti Hajar Mataram Tahun 2020/2021. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan “Quasi Eksperimen Design”. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat Rawat RSI Siti Hajar Kota Mataram, dan menjadi sampel dalam penelitian ini 10 orang perawat yang diambil dengan teknik sampling Purposive sampling.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan keperawatan islam perawat sebelum diberikan modul asuhan keperawatan Islami adalah 5,50 (100%) atau berada pada kategorik kurang. Sedangkan setelah diberikan diberikan modul asuhan keperawatan Islami ada peningkatan nilai rata-rata tindakan keperawatan Islami di RSI Siti Hajar menjadi 11,40(100%) atau terjadi peningkatan sebesar 5,90, dengan p value 0,000<<?=0,05. Tindakan keperawatan yang terlaksana sebelum diberikan modul sebanyak 2 tindakan dan setelah diberikan modul keperawatan Islami terjadi perubahan menjadi 8 tindakan keperawatan islami yang terlaksana, dan didapatkan p value 0,031<?=0,05. Kesimpulan: Berdasarkah hasil penelitian ini dapat kitas simpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian modul asuhan keperawatan islami terhadap pelaksanaan tindakan keperawatan islami di RSI Siti Hajar Mataram.
Implementation of Knowledge Based Life Support Nursing in the Emergency Installation of Palaloi Hospital, Maros Regency Nursinah, Andi; Achmad, Viyan Septiyana; Prihatini, Surya; Hadi, Irwan; Handani, Nur; Mesa, Nofita Dewi Kok
International Journal of Health Sciences Vol. 2 No. 1 (2024): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v2i1.339

Abstract

Basic life support is a series of emergency measures designed to save the life of a person experiencing a life-threatening medical condition. Basic life support can be used in any situation, from a heart attack to an accident. Basic life support is the first effort made to maintain life when a sufferer experiences a threatening situation. Emergency events cannot be predicted and can happen anywhere and to anyone. Delays and errors in handling them can have very fatal effects and cannot be corrected in subsequent actions. The aim of this research is to look for similarities, advantages and disadvantages regarding the description of knowledge and implementation of basic life support for emergency nurses in the emergency department. This research method uses a correlational descriptive method. This research uses a sample with inclusion and exclusion criteria. Data analysis is based on percentages and described in a frequency distribution table. The results of the research show a relationship between knowledge and skills of nurses in carrying out basic life support measures in the emergency department at Palaloi Hospital, Maros Regency. The level of relationship between the two variables is that the strength of the relationship is at a medium relationship level. Apart from that, this positive relationship means an increase in knowledge followed by an increase in nurses' skills in carrying out basic life support actions.
Pengaruh Senam Yoga Terhadap Perubahan Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Cakranegara Mataram tahun 2018 Rukmana, Siti Hardianti; Hadi, Irwan; Suprayitna, Marthilda
Jurnal Kesehatan Qamarul Huda Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Qamarul Huda Badaruddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37824/jkqh.v6i2.2018.34

Abstract

Diabetes Mellitu (DM ) is a disease that is exposed by the interaction of various factors : genetic, immunologic, environmental, and lifestyle. Lack of physical activity, stress and anincreasing old age resulted in reduced insulin will decrease because the function of pancreas decreased, than exercise is recommended to control blood sugar levels, one of which is yoga exercise. This study aims to determine the effect of yoga on changes blood sugar levels in patients with diabetes mellitus type II in Working Area Of Cakra Negara Public Health Center. This research is Quasy Xperiment with pre and post without control approach. The samples in this research were 10 people with DM in Cakra Negara Public Health Center. Result of T test analysis (Paired Sample) obtained p = 0,006 < 0,05. It can concluded that there is an effect of gymnastic yoga toward blood sugar levels changes in patient with DM type II in Cakra Negara public health center, frpm this research hoped for health services in order to be a motivator for people with DM to do gymnastic yoga to control blood sugar levels and prevent complication.
Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Melalui Pelatihan Keperawatan Islami Berbasis Standar Akreditasi RS Islam (MUKISI). Hasanah, Idyatul; Hadi, Irwan; Idris, Baiq Nurainun Apriani
EMPOWERMENT: Journal of Community Practice Vol. 1 No. 1 (2024): EMPOWERMENT: Journal of Community Practice
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/empow.v1i1.122

Abstract

Islamic health training is an effort to achieve health quality based on sharia hospital accreditation standards. RSI Siti Hajar Mataram as a location of service has an important role in providing services based on Islamic values. This service aims to be able to improve the quality of health services through Islamic health training based on sharia hospital accreditation standards. Activities are carried out with socialization, training, mentoring, application of technology and evaluation. The result of this service is an increase in knowledge and attitudes and Islamic Health Training Based on Islamic Hospital Accreditation Standards (MUKISI) at RSI Siti Hajar Mataram has been successfully held involving 70 participants from various health worker professions. This training is designed to improve the understanding and skills of medical personnel in providing services based on Islamic values according to Islamic hospital accreditation standards
Pengaruh Edukasi Terintegrasi terhadap Self Efficacy pada Penderita TB Paru di Rumah Sakit Hadi, Irwan; Idris, Baiq Nurainun Apriani
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 1 (2025): Februari 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i1.5643

Abstract

Tuberkulosis Paru merupakan penyakit menular disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberkulosis. TB Paru bisa sembuh dengan pengobatan yang dilakukan selama 6-8 bulan. Untuk mencapai kesembuhan penderita harus memiliki efikasi diri yang baik sehingga akan termotivasi untuk sembuh dan memperkuat dirinya untuk menuntaskan pengobatan. Selama pengobatan TBC bisa muncul berbagai masalah baik fisiologis maupun psikologis salah satunya terkait masalah efikasi diri. Peningkatan efikasi diri selama masa pengobatan ini penting sehingga di perlukan penatalakasanaan Edukasi terintegrasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Edukasi terintegrasi terhadap self efficacy pada penderita TB Paru di RS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitaif dengan pendekatan One Group Pre-Post Test Design. Sampel pada penelitian ini sebanyak 16 orang. Instrumen penelitian ini adalah GFCSES (Guide For Constructing Self Efficacy Scale) untuk mengukur self efficacy pada penderita TB Paru. Analisis data dengan Uji Paired T Test didapatkan p-value 0,000 (<α 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Edukasi terintegrasi terhadap self efficacy pada pasien TB Paru di RS Bhanyangkara Mataram.
Edukasi Waspada Terkena Ispa Pada Musim Hujan Di Masa Pandemi Di Smp Salafiyah Darul Falah Pagutan Kota Mataram Hapipah, Hapipah; Istianah, Istianah; Hadi, Irwan; Apriani Idris, Baiq Nurainun
Jurnal LENTERA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.199 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v1i1.85

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ISPA) is the leading cause of morbidity and mortality of infectious diseases in the world. Nearly four million people die from ISPA each year, 98% caused by lower respiratory tract infections, and mortality rates are very high in infants, children, and the elderly. One of the causes of the high incidence of ISPA is due to lack of knowledge about ISPA. This can be due to lack of socialization about ISPA, how to prevent ISPA, and how to deal with ISPA. One of the things that can be done to increase knowledge is to provide health education about ISPA. This community service aims to provide education about ISPA disease in the rainy season during the pandemic at Smp Salafiyah Darul Falah Pagutan Mataram City. This activity was attended by 47 students using LCD Projector and leaflets. The method used is by lectures, discussions and practices how to wash hands properly and conduct pre tests and post tests. pretest results of students' level of knowledge about ISPA the most knowledge is less than 24 people (51.0%) while after being given education in the form of health counseling, there was an increase in participants' knowledge to a sufficient level of knowledge as many as 25 people (53.2%). It is hoped that this community service activity can be useful for Smp Salafiyah Darul Falah Pagutan Mataram City.
PENINGKATAN KETAGGAPAN WARGA PESISIR TERHADAP BENCANA BANJIR ROB : WARGA TANGGUH BENCANA Nurainun Apriani Idris, Baiq; Hadi, Irwan; Ariyanti, Maelina; Supriyadi, Supriyadi; Hapipah, Hapipah
Jurnal LENTERA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v4i2.397

Abstract

Introduction: Unexpectedly high sea water can cause flooding which can damage, threaten lives and endanger the community, especially residents who live close to the shoreline or coastline. Objective: increase the response capacity of coastal residents to tidal flood disasters. Method: conducting outreach and simulating tidal flood disasters. Results: The average posttest score reached 17.5 out of a maximum score of 20, indicating the success of counseling in increasing respondents' knowledge and preparedness. Conclusion: Increasing community understanding, as reflected in a high average posttest score, can make a significant contribution to increasing community preparedness and adaptation to the risk of tidal floods. Furthermore, efforts are needed to maintain this positive momentum through sustainable programs, collaboration with related parties, and strengthening community participation in mitigation efforts.
Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat [Empowering Cadres in Early Detection of Non-Communicable Diseases in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok] Mardiatun, Mardiatun; Wijayanti, Sri Puja Warnis; Mawaddah, Ely; Sentana, Aan Dwi; Hadi, Irwan
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261318

Abstract

Abstract. Non-communicable diseases (NCDs) are a global health problem with high morbidity and mortality rates, especially in developing countries. One of the government’s efforts to reduce NCD rates is through the establishment of Integrated Counseling Posts (Posbindu) for NCDs, which involve health cadres in the early detection of risk factors. However, cadres' skills in anthropometric and blood pressure examinations remain limited due to a lack of training. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in early detection of NCDs in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok. The implementation methods included lectures, discussions, and demonstrations of anthropometric examinations (body weight, height, body mass index, waist circumference) and blood pressure measurements using a booklet as a media tool. The activity involved 30 health cadres from 11 villages, with 2-3 cadres representing each village. The results showed that before the training, most cadres had never received assistance related to early detection of NCDs. After counseling and demonstrations, all cadres were able to perform blood pressure and anthropometric examinations according to SOPs, calculate BMI, and record examination results on forms. Cadres’ skills improved along with high enthusiasm and direct assistance from the service team. In conclusion, education and demonstration-based training effectively increased cadres’ capacity in early detection of NCDs, thereby strengthening prevention and control efforts at the community level. Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka PTM adalah melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang melibatkan kader kesehatan dalam deteksi dini faktor risiko. Namun, keterampilan kader dalam pemeriksaan antropometri dan tekanan darah masih terbatas akibat minimnya pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini PTM di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut) serta pengukuran tekanan darah dengan menggunakan media booklet. Peserta kegiatan berjumlah 30 kader kesehatan dari 11 desa dengan perwakilan 2-3 kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar kader belum pernah mendapatkan pendampingan terkait deteksi dini PTM. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi, seluruh kader mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan antropometri sesuai SOP, menghitung IMT, serta mencatat hasil pemeriksaan pada formulir. Keterampilan kader meningkat seiring dengan tingginya antusiasme dan pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Kesimpulannya, pelatihan berbasis edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM, sehingga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat komunitas.