Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Edukasi Waspada Terkena Ispa Pada Musim Hujan Di Masa Pandemi Di Smp Salafiyah Darul Falah Pagutan Kota Mataram Hapipah, Hapipah; Istianah, Istianah; Hadi, Irwan; Apriani Idris, Baiq Nurainun
Jurnal LENTERA Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.199 KB) | DOI: 10.57267/lentera.v1i1.85

Abstract

Acute Respiratory Tract Infection (ISPA) is the leading cause of morbidity and mortality of infectious diseases in the world. Nearly four million people die from ISPA each year, 98% caused by lower respiratory tract infections, and mortality rates are very high in infants, children, and the elderly. One of the causes of the high incidence of ISPA is due to lack of knowledge about ISPA. This can be due to lack of socialization about ISPA, how to prevent ISPA, and how to deal with ISPA. One of the things that can be done to increase knowledge is to provide health education about ISPA. This community service aims to provide education about ISPA disease in the rainy season during the pandemic at Smp Salafiyah Darul Falah Pagutan Mataram City. This activity was attended by 47 students using LCD Projector and leaflets. The method used is by lectures, discussions and practices how to wash hands properly and conduct pre tests and post tests. pretest results of students' level of knowledge about ISPA the most knowledge is less than 24 people (51.0%) while after being given education in the form of health counseling, there was an increase in participants' knowledge to a sufficient level of knowledge as many as 25 people (53.2%). It is hoped that this community service activity can be useful for Smp Salafiyah Darul Falah Pagutan Mataram City.
PENINGKATAN KETAGGAPAN WARGA PESISIR TERHADAP BENCANA BANJIR ROB : WARGA TANGGUH BENCANA Nurainun Apriani Idris, Baiq; Hadi, Irwan; Ariyanti, Maelina; Supriyadi, Supriyadi; Hapipah, Hapipah
Jurnal LENTERA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal LENTERA
Publisher : Stikes Yarsi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57267/lentera.v4i2.397

Abstract

Introduction: Unexpectedly high sea water can cause flooding which can damage, threaten lives and endanger the community, especially residents who live close to the shoreline or coastline. Objective: increase the response capacity of coastal residents to tidal flood disasters. Method: conducting outreach and simulating tidal flood disasters. Results: The average posttest score reached 17.5 out of a maximum score of 20, indicating the success of counseling in increasing respondents' knowledge and preparedness. Conclusion: Increasing community understanding, as reflected in a high average posttest score, can make a significant contribution to increasing community preparedness and adaptation to the risk of tidal floods. Furthermore, efforts are needed to maintain this positive momentum through sustainable programs, collaboration with related parties, and strengthening community participation in mitigation efforts.
Pemberdayaan Kader Dalam Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat [Empowering Cadres in Early Detection of Non-Communicable Diseases in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok] Mardiatun, Mardiatun; Wijayanti, Sri Puja Warnis; Mawaddah, Ely; Sentana, Aan Dwi; Hadi, Irwan
Indonesia Berdaya Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20261318

Abstract

Abstract. Non-communicable diseases (NCDs) are a global health problem with high morbidity and mortality rates, especially in developing countries. One of the government’s efforts to reduce NCD rates is through the establishment of Integrated Counseling Posts (Posbindu) for NCDs, which involve health cadres in the early detection of risk factors. However, cadres' skills in anthropometric and blood pressure examinations remain limited due to a lack of training. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of cadres in early detection of NCDs in Dopang Village, Gunung Sari Subdistrict, West Lombok. The implementation methods included lectures, discussions, and demonstrations of anthropometric examinations (body weight, height, body mass index, waist circumference) and blood pressure measurements using a booklet as a media tool. The activity involved 30 health cadres from 11 villages, with 2-3 cadres representing each village. The results showed that before the training, most cadres had never received assistance related to early detection of NCDs. After counseling and demonstrations, all cadres were able to perform blood pressure and anthropometric examinations according to SOPs, calculate BMI, and record examination results on forms. Cadres’ skills improved along with high enthusiasm and direct assistance from the service team. In conclusion, education and demonstration-based training effectively increased cadres’ capacity in early detection of NCDs, thereby strengthening prevention and control efforts at the community level. Abstrak. Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan global dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, khususnya di negara berkembang. Salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka PTM adalah melalui pembentukan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM yang melibatkan kader kesehatan dalam deteksi dini faktor risiko. Namun, keterampilan kader dalam pemeriksaan antropometri dan tekanan darah masih terbatas akibat minimnya pelatihan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam deteksi dini PTM di Desa Dopang, Kecamatan Gunung Sari, Lombok Barat. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, lingkar perut) serta pengukuran tekanan darah dengan menggunakan media booklet. Peserta kegiatan berjumlah 30 kader kesehatan dari 11 desa dengan perwakilan 2-3 kader. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar kader belum pernah mendapatkan pendampingan terkait deteksi dini PTM. Setelah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi, seluruh kader mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah dan antropometri sesuai SOP, menghitung IMT, serta mencatat hasil pemeriksaan pada formulir. Keterampilan kader meningkat seiring dengan tingginya antusiasme dan pendampingan langsung oleh tim pengabdian. Kesimpulannya, pelatihan berbasis edukasi dan demonstrasi efektif meningkatkan kapasitas kader dalam deteksi dini PTM, sehingga dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian PTM di tingkat komunitas.
Peranan Akuntansi Syariah dalam Mendukung Keberlanjutan Bisnis Perusahaan Arifin, Muhammad; Hadi, Irwan; Zulkifli, Kiky
New Economy Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/jaeqwe49

Abstract

Studi ini membahas peran akuntansi Syariah dalam mendukung keberlanjutan bisus perusahaan berbasis Syariah dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan masyarakat yang cepat. Akuntansi Syariah didasarkan pada prinsip-prinsip keadilan, transparen, Jarangan riba, gharar dan maysir dan menyediakan solusi yang stis dan berkelanjutan untuk pengelolaan keuangan bisnis Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian literatur dan interpretatif untuk menyelidiki penerapan akuntansi Syariah, yang berfokus tidak hanya pada profitabilitas tetapi juga pada kontribusi, sosial dan kepatuhan terhadap nilai-nilai Islam   Temuan penelitian menunjukkan bahwa akuntansi Syariah berkontribusi dalam meningkatkan kredibilitas perusahaan melalui pelaporan keuangan yang bertanggung jawab dan kepatuhan terhadap standar seperti PSAK Syariah, 101. Pendekatan ini mempromosikan transparansi, efisiensi dan manajemen risiko berbasis Syariah, mendukung stabilitas, dan keberlanjutan operasional. Selain itu, penerapan akuntansi syariah memfasilitasi kontribusi sosial melalui zakat, wakaf, dan kegiatan amal lainnya yang bertujuan untuk kebaikan bersama   Penelitian ini menyoroti pentingnya harmonisasi pendekatan deduktif dan induktif dalam mengembangkan teori akuntansi avariah dan menciptakan praktik yang lebih aplikatif dan tepat, Akuntansi syariah, jika diterapkan dengan benar dan didukung melalui pendidikan dan pelatihan, dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi bagi bamis bezbasia syariah dan mencapai keseimbangan antara tujuan sekuler dan spiritual dalam membangun perekonomian yang berkelanjutan
Pengaruh Pemberian Senam Kaki Terhadap Kelancaran Sirkulasi Perifer Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: The Effect Of Giving Foot Exercises To Improve Peripheral Circulation In Patients With Type 2 Diabetes Mellitus Hadi, Irwan
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i2.60

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) tipe 2 dapat menyebabkan gangguan sirkulasi perifer yang ditandai dengan penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan meningkatkan risiko ulkus diabetikum. Senam kaki diabetes merupakan intervensi keperawatan non farmakologis yang berpotensi memperbaiki sirkulasi perifer melalui peningkatan perfusi jaringan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh senam kaki diabetes terhadap perubahan  sirkulasi perifer pada pasien DM tipe 2. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel sebanyak 18 pasien di Puskesmas Sedau dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa senam kaki diabetes dilakukan selama 4 minggu dengan frekuensi 3 kali per minggu. Pengukuran ABI dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji wilcoxon signed rank. Hasil: Dari 18 responden, mayoritas responden memiliki nilai ABI pada kategori ringan/sedang sebanyak 13 responden (72.2%). Sedangkan setelah diberikan intervensi, kategori ABI responden pada kategori normal sebanyak 14 responden (77.8%). Nilai uji hipotesis menunjukkan p = 0.000. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang bermakna sebelum dan sesudah pemberian senam kaki untuk memperlancar sirkulasi perifer.