Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pendampingan psikologis dan komunikasi efektif para relawan penyintas kekerasan seksual di Yakesma, Baitussalam, Aceh Besar (Psychological and effective communication assistance for volunteers working with sexual violence survivals at Yakesma, Baitussalam, Aceh Besar) Rosemary, Rizanna; Khairani, Maya; Azman, Zakirah
Buletin Pengabdian Vol 3, No 1 (2023): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v3i1.28174

Abstract

Yakesma (Aceh Community Welfare Foundation) in Kajhu Village, Baitussalam District, Aceh Besar, focuses on nurturing management by recruiting foster parents and volunteers to assist groups of abandoned children and, primarily, survivors of sexual violence. Child survivors of sexual violence have experienced deep psychological trauma, which requires continuous psychological assistance. The presence of volunteers is significant in accompanying these survivors so that they can recover from the psychological trauma they have experienced. However, not all volunteers have psychological abilities and practical communication skills. This community service aims to equip Yakesma volunteers with the two abilities needed to help themselves when interacting with survivors of sexual violence to recover from their mental health issuesthe community service through workshop and practicum methods. The results of psychological assistance and effective communication received a positive response from the volunteers, encouraging them to write their stories as self-healing. The outputs of community service are training modules and an anthology book of volunteer stories that can be referenced to assist survivors of sexual violence in other institutions.
Dyadic Stress Dan Kepuasan Perkawinan Pada Perempuan Muda: Studi Di Aceh Selatan Ziyan Zarena Mukhtiqal; Maya Khairani
Syiah Kuala Psychology Journal Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v1i2.28439

Abstract

Pernikahan tidak hanya terjadi pada usia dewasa, namun pernikahan pada usia remaja juga masih terjadi termasuk di Aceh Selatan.Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan kepuasan pernikahan adalah stres yang dialami individu terhadap pasangannya (dyadic stress).Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara stres terhadap pasangan dengan kepuasan pernikahan pada perempuan yang menikah muda di Aceh Selatan. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Stress Questionnaire for Couples (MDS-Q) dan ENRICH (Evaluation and Nurturing Relationship Issues, Communication and Happiness) Marital Satisfaction (EMS) Scale melalui teknik purposive sampling. Sebanyak 60 perempuan terlibat dalam penelitian ini (usia =19,75). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara dyadic stress dengan kepuasan pernikahan pada perempuan muda yang menikah dengan pria dewasa (rs=-0,777; p0,001). Hal ini mengindikasikan semakin tinggi stress yang dialami dengan pasangan, maka semakin rendah kepuasan pernikahan, demikian juga sebaliknya.Marriage doesnt occur only in adulthood, but marriage in adolescence is still going on, including in South Aceh. One of the factors that may compromise marital satisfaction is stress that individuals experience in a marriage (dyadic stress). The aim of this study was to look into the correlation between dyadic stress and marital satisfaction in young married women in Aceh Selatan. Data were collected using the Multidimensional Stress Questionnaire for Couples (MDS-Q) and ENRICH (Evaluation and Nurturing Relationship Issues, Communication and Happiness) Marital Satisfaction (EMS) Scale through purposive sampling technique. As many as 60 female adolescents were involved in this study (x =19.75). Data were analyzed using the Spearman correlation technique showing that there was a significant and negative correlation between dyadic stress and marital satisfaction in young women married to adult men (rs=-0,777; p0,001). This indicates that the higher the dyadic stress, therefore, the lower the marital satisfaction, and vice versa.
KESEIMBANGAN PEKERJAAN-KELUARGA DAN KEPUASAN PERNIKAHAN PADA ISTRI BEKERJA Syifa Salsabila; Maya Khairani; Kartika Sari; Zaujatul Amna
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v2i1.4723

Abstract

Istri yang bekerja menjadi salah satu isu dalam rumah tangga yang berpotensi menimbulkan konflik dan dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam pernikahan. Oleh karena itu dibutuhkan strategi dalam menyeimbangkan karier dan keluarga agar terbentuk keharmonisan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Penelitian korelasional ini menggunakan Work-Family Balance Scale dan ENRICH Marital Satisfaction Scale untuk mengumpulkan data. Sebanyak 101 istri yang bekerja terlibat dalam penelitian dengan kriteria berstatus menikah, berusia 20-40 tahun, memiliki anak, bekerja lima hari dalam satu minggu dan delapan jam dalam sehari. Pemilihan partisipan dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik pemilihan sampel purposif. Data kemudian dianalisis dengan teknik korelasi Spearman Rho melalui aplikasi JASP 0.16.4.0 for windows. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif dan signifikan antara keseimbangan pekerjaan-keluarga dengan kepuasan pernikahan pada istri yang bekerja. Kata Kunci: keseimbangan pekerjaan-keluarga, kepuasan pernikahan, istri yang bekerja
Pengalaman Dan Peran Anggota Keluarga Dalam Perawatan Nifas Bagi Ibu Di Aceh Maya Khairani; Nida Ul Hasanat; Muhana Sofiati Utami
Syiah Kuala Psychology Journal Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi April 2026
Publisher : Prodi Psikologi, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v4i1.1117

Abstract

Masa nifas merupakan periode penting yang ditandai dengan perubahan fisiologis dan psikologis pada ibu serta risiko berbagai komplikasi kesehatan. Dalam konteks budaya Aceh, perawatan ibu nifas tidak terlepas dari praktik tradisional dan peran keluarga sebagai sumber dukungan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman dan peran keluarga dalam merawat ibu selama masa nifas di Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sebanyak 56 partisipan terlibat dalam penelitian yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan mengacu pada pendekatan Braun and Clarke. Analisis menghasilkan enam tema utama, yaitu: (1) struktur keluarga dan pola tinggal membentuk perawatan masa nifas, (2) praktik budaya dan pantangan mewarnai perawatan nifas, (3) peran keluarga dalam perawatan bersifat multidimensional, (4) ibu mengalami perubahan fisik dan emosional selama masa nifas, (5) motivasi keluarga dalam memberikan dukungan berakar pada nilai sosial dan emosional, serta (6) kebutuhan ibu melampaui aspek fisik. Keluarga memiliki peran sentral dalam perawatan ibu masa nifas di Aceh, yang dipengaruhi oleh dinamika keluarga dan konteks budaya. Oleh karena itu, intervensi kesehatan maternal perlu mengintegrasikan pendekatan berbasis keluarga dan sensitif terhadap budaya untuk mendukung pemulihan ibu secara optimal.
MAKNA HIDUP PRIA HOMOSEKSUALdi KOTA BANDA ACEH : SEBUAH STUDI KASUS Sidiq, Mursal; Dahlia, Dahlia; Khairani, Maya
MANASA Vol. 2 No. 1 (2013): Juni, 2013
Publisher : Atma Jaya Catholic University of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to understand the meaning of life among homosexuals men who live in Banda Aceh. This study used the qualitative method with a phenomenological approach. The participants of this study were three homosexual men. Data were collected using interviews and non-participant observation about 2 months. The result showed that homosexuals men found their meaning of life after becoming a gay because they had found the answer of their sexual orientation and self identity which brought them to happiness. The first and third participant found their meaning of life by sharing their life experience and supporting their homosexualmates who have the same problem related to their sexual identity. The second participant found his meaning of life by foundingYCommunity as a place to support those who are being a part of the homosexual communityand became an activist for LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) encounteringtheir sexuality and gender rights issues.