Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KECANDUAN INTERNET DAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA MAHASISWA Siti Hayani; Dahlia Dahlia; Maya Khairani; Zaujatul Amna
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 5, No 2: Juli 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v5i2.27441

Abstract

Prokrastinasi akademik dapat terjadi di kalangan mahasiswa dikarenakan adanya dampak negatif dari layanan internet yang tidak terkontrol dan berdampak terhadap berkurangnya fokus belajar mahasiswa. Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya prokrastinasi akademik adalah kecanduan internet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 101 subjek (42 laki-laki dan 59 perempuan) dengan rentang usia berkisar antara 1825 tahun yang dipilih menggunakan Purposive Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan thubungan positif dan signifikan antara kecanduan internet dengan prokrastinasi akademik pada mahasiswa dengan nilai p=0,000 (p0,05) dan koefisien korelasi (r)=0,500. Semakin tinggi kecanduan internet akan semakin tinggi prokrastinasi akademik pada mahasiswa, dan sebaliknya semakin rendah kecanduan internet maka semakin rendah prokrastinasi akademik pada mahasiswa.
DUKUNGAN SOSIAL DAN KESEPIAN LANSIA DI BANDA ACEH Chika Jonita Lestarie Pospos; Dahlia Dahlia; Maya Khairani; Afriani Afriani
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 5, No 1: Januari 2022
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v5i1.25115

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir perkembangan manusia yang kerap dikaitkan dengan terjadinya penurunan fungsi fisik dan masalah kesehatan. Hal ini membuat lansia menjadi terbatas dalam berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan sosialnya dan rentan mengalami kesepian. Salah satu hal yang banyak diteliti dan memiliki pengaruh dalam mengurangi rasa kesepian pada lansia yaitu dukungan sosial. Adanya dukungan sosial dari orang-orang di sekitar lansia akan membuat lansia merasa diterima dan dihargai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan kesepian pada lansia. Penelitian ini melibatkan 80 lansia (36 laki-laki dan 44 perempuan) yang dipilih melalui teknik pengambilan sampel purposif. Data penelitian dikumpulkan melalui Social Support Questionnaire (SSQ) dan University of California Los Angeles (UCLA) Loneliness Scale Version 3. Analisis data menggunakan statistik parametrik dengan teknik korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif dan tidak signifikan antara dukungan sosial dengan kesepian (nilai korelasi Social Support Questionnaire Number dengan kesepian r=- 0.130, dan korelasi Social Support Questionnaire Satisfaction dengan kesepian r=- 0.101 (p˃0.05). Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kesepian pada lansia di Banda Aceh. i
Menyoal Kaitan Impostor Phenomenon dan Resiliensi Pada Mahasiswa Zakiratul Ula; Marty Mawarpury; Kartika Sari; Maya Khairani
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 6, No 2: Juli 2023
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v6i2.33526

Abstract

Pencapaian prestasi dalam bidang akademik tidak hanya memberikan kepuasan dan meningkatnya rasa percaya diri bagi mahasiswa, namun pencapaian tersebut juga dapat memunculkan perasaan tidak layak akan keberhasilan, kondisi ini disebut dengan impostor phenomenon. Fenomena impostor dapat menimbulkan kecemasan, stress dan bahkan depresi jika terus menerus terjadi. Oleh karena itu, mahasiswa membutuhkan resiliensi agar mampu menyelesaikan masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi dengan impostor phenomenon pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 297 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan convenience sampling, data penelitian dikumpulkan menggunakan Clance Impostor Phenomenon Scale dan Brief Resilience Scale. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson menunjukkan nilai koefisien korelasi r=-0.249 dengan nilai signifikansi p=0.000 (p0.05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara resiliensi dengan impostor phenomenon pada mahasiswa, artinya semakin tinggi kemampuan resiliensi maka semakin rendah impostor phenomenon dan sebaliknya.
DAYA LENTING (RESILIENCE) PADA PEREMPUAN KORBAN PERKOSAAN Zuanny, Iyulen Pebry; Mawarpury, Marty; Khairani, Maya
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v2i2.1468

Abstract

Kekerasan seksual di Aceh mengalami peningkatan yang cukup signifikan selama 2010-2011, salah satunya adalah kasus perkosaan.Daya lenting (resilience) dibutuhkan pada korban perkosaan untuk membantu korban bangkit dari pengalaman buruk sehingga mampu bertahan menjalani hidup.Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya lenting (resilience) perempuan korban perkosaan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Prosedur dalam pengambilan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposeful sampling dengan menggunakan strategi sampling bola salju (snowball).Subjek dalam penelitian ini berjumlah 4 orang, yaitu perempuan korban perkosaan yang tinggal di Aceh.Data pada penelitian dikumpulkan melalui teknik wawancara dan observasi.Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis tema per-subjek.Hasil wawancara menunjukkan bahwa keempat subjek memiliki kemampuan daya lenting yang berbeda-beda. Daya lenting subjek Aberkembang dengan pesat, subjek B mampu bertahan, subjek C dan D masih berada pada fase pemulihan. Daya lenting setiap subjek dipengaruhi oleh kepribadian tangguh, peningkatan diri, menyesuaikan diri dengan respresif dan emosi positif.Faktor lain yang memengaruhi daya lenting yaitu dukungan, harapan, syukur, optimisme, kepasrahan, efikasi diri dan dampak paskaperkosaan
Kecerdasan Emosional Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) dengan Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) di Kota Banda Aceh Nurafni, Nurafni; Murnianti, Devi; Khairani, Maya
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v3i1.1946

Abstract

Emotional intelligence is an ability for someone to control and recognise their own emotions and others’s. Emotional intelligence can be developed through education and school environment. The purpose this study is to know the difference of emotional intelligence between Public Elementary School and Islamic Private Elementary School in Banda Aceh. The quantitative method is used with purposive sampling technique, involving 256 students of fifth grade, within the range of age 10 to 11 years old, both girls and boys. The Study took place in two Public Elementary School and two Islamic Private Elementary School in Banda Aceh. The data was analyzed by using t-test independent samples, the result shows t-count 0,745 < t table 1,969 and p 0,457, that is means there is no difference of emotional intelligence between Public Elementary School and Islamic Private Elementary School in Banda Aceh.
KEBERSYUKURAN DAN KEPUASAN DALAM PERNIKAHAN: SEBUAH TINJAUAN PSIKOLOGIS PADA WANITA DEWASA MUDA Khairani, Maya; Rachmatan, Risana; Sari, Kartika; Soraiya, Putri
INTERNATIONAL JOURNAL OF CHILD AND GENDER STUDIES Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/equality.v2i1.1455

Abstract

Gratitude is a value that is taught universally, either in religion or culture that surrounds us. Previous studies have demonstrated an association between gratitude with quality of long-term relationships such as romantic relationships, like marriage. This study aim to provide the description of the level of gratitude in marriage and marital satisfaction on early adult woman in Banda Aceh. This study uses a quantitative method by using purposive sampling. Methods of data collection in this study using The Gratitude Questionnaire-6 (GQ-6, which consists of 6 questions) and Enrich Marital Satisfaction (EMS, which consists of 15 questions). There are 93 early adult women participated on this study with characteristics between 20-40 years old, already have children, and have been married for 10 years maximum. Based on the results found that the gratitude’s average score is 35.6 with a standard deviation 3.67 and the marital satisfaction’s average score is 53.53 with standar deviation 9.36 . The result of this study shows that most early adult women in Banda Aceh has moderate level of gratitude and marital satisfaction.
A Analysis of Public Sentiment towards Beverage Franchise Reviews Using the Naïve Bayes Algorithm khairani, maya; Hasugian, Abdul Halim; Putri, Raissa Amanda
Bahasa Indonesia Vol 15 No 02 (2023): Instal : Jurnal Komputer Periode (Juli-Desember)
Publisher : Cattleya Darmaya Fortuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54209/jurnalkomputer.v15i01.102

Abstract

A franchise is an individual or business that is licensed to use the intellectual property or business characteristics of the franchisor. Currently, the food and beverage business is very familiar because of its rapid development, one of which is boba drinks. In the food business, customer ratings and reviews are very important because they can provide suggestions and input to improve the quality of the products sold. This study analyzes drink reviews by differentiating positive and negative reviews in the text mining process using Naïve Bayes. Data was taken from Google reviews with a total of 132 data consisting of 81 positive reviews, 38 neutral and 13 negative. The accuracy of positive reviews is 70% and for all reviews it reaches 81%.
Keinginan Pulang Ke Rumah Pada Warga Binaan Pemasyarakatan: Telaah Psikologis Prayudha, M.Nanda Bima; Khairani, Maya; Faradina, Syarifah; Nisa, Haiyun
Seurune : Jurnal Psikologi Unsyiah Vol 7, No 1: Januari 2024
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/s-jpu.v7i1.37597

Abstract

Warga binaan pemasyarakatan menghadapi masalah penyesuaian dengan lingkungan baru ketika pertama kali berada di lapas. Salah satu reaksi psikologis yang muncul akibat berpisah dari lingkungan lama dan proses penyesuaian adalah keinginan pulang ke rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika keinginan pulang ke rumah yang dialami warga binaan pemasyarakatan di lapas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang melibatkan empat orang responden dengan kriteria usia antara 20-30 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan hasil yang diperoleh dilakukan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima kategori keinginan pulang ke rumah yaitu ingatan tentang rumah dan keluarga, keinginan kumpul dengan keluarga, perasaan tentang lapas, emosi yang dialami, dan tindakan mengurangi rasa rindu rumah.Prisoners face problems adjusting to a new environment when they enter prison. One of the psychological reactions that arises as a result of separating from the old environment and the adjustment process is homesickness. This research aims to determine the dynamics of homesickness experienced by prisoners in prison. This research used a descriptive qualitative approach involving four respondents with age criteria between 20-30 years. The results showed that there are five categories of homesickness, namely memories of home and family, desire to be with family, feelings about prison, emotions experienced, and actions to reduce homesickness.
Selera Humor dan Kepuasan Pernikahan pada Pasangan Menikah Natasya, Meutia; Khairani, Maya; Dahlia, Dahlia; Amna, Zaujatul
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v9i1.18206.2025

Abstract

Marital satisfaction is one of the important factors in order to stabilize the couple's relationship, shape the welfare in the family, the length of the marriage age and can reduce the risk of divorce. One of the things you can do to increase marital satisfaction is to share your sense of humor with your partner. The most important role of humor in marriage lies in increasing intimacy, strengthening bonds, and forming healthier marriages. This study aims to determine the relationship between sense of humor and marital satisfaction in married couples. This quantitative research method involved 60 married couples (120 people) who have children with a marriage age range of (1-10) years who live in Banda Aceh. Research data collection was carried out using two measuring tools, namely Multidimensional Sense of Humor (MSHS) and ENRICH Marital Satisfaction (EMS). The results of data analysis showed a significant value p=0.000 (p <0.05. R 0.255). This can be interpreted that there is a relationship between sense of humor and marital satisfaction in married couples, the higher the sense of humor, the higher the marital satisfaction. 
Dyadic Stress Dan Kepuasan Perkawinan Pada Perempuan Muda: Studi Di Aceh Selatan Mukhtiqal, Ziyan Zarena; Khairani, Maya
Syiah Kuala Psychology Journal Vol 1, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/skpj.v1i2.28439

Abstract

Pernikahan tidak hanya terjadi pada usia dewasa, namun pernikahan pada usia remaja juga masih terjadi termasuk di Aceh Selatan.Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan kepuasan pernikahan adalah stres yang dialami individu terhadap pasangannya (dyadic stress).Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara stres terhadap pasangan dengan kepuasan pernikahan pada perempuan yang menikah muda di Aceh Selatan. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Stress Questionnaire for Couples (MDS-Q) dan ENRICH (Evaluation and Nurturing Relationship Issues, Communication and Happiness) Marital Satisfaction (EMS) Scale melalui teknik purposive sampling. Sebanyak 60 perempuan terlibat dalam penelitian ini (usia =19,75). Hasil analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara dyadic stress dengan kepuasan pernikahan pada perempuan muda yang menikah dengan pria dewasa (rs=-0,777; p0,001). Hal ini mengindikasikan semakin tinggi stress yang dialami dengan pasangan, maka semakin rendah kepuasan pernikahan, demikian juga sebaliknya.Marriage doesnt occur only in adulthood, but marriage in adolescence is still going on, including in South Aceh. One of the factors that may compromise marital satisfaction is stress that individuals experience in a marriage (dyadic stress). The aim of this study was to look into the correlation between dyadic stress and marital satisfaction in young married women in Aceh Selatan. Data were collected using the Multidimensional Stress Questionnaire for Couples (MDS-Q) and ENRICH (Evaluation and Nurturing Relationship Issues, Communication and Happiness) Marital Satisfaction (EMS) Scale through purposive sampling technique. As many as 60 female adolescents were involved in this study (x =19.75). Data were analyzed using the Spearman correlation technique showing that there was a significant and negative correlation between dyadic stress and marital satisfaction in young women married to adult men (rs=-0,777; p0,001). This indicates that the higher the dyadic stress, therefore, the lower the marital satisfaction, and vice versa.