Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MANAJEMEN KEUANGAN DALAM UPAYA MEWUJUDKAN KEMANDIRIAN KEUANGAN MADRASAH (STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYAH 1 ANNUQAYAH GULUK-GULUK SUMENEP) Junaidi Junaidi; Bambang Sigit Widodo; Muhammad Sholeh
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 7 No. 6 (2024): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/costing.v7i6.14203

Abstract

Tujuan dari adanya penelitian ini untuk mengetahui bagaimana manajemen keuangan dalam upaya mewujudkan kemandirian keuangan madrasah (studi kasus di madrasah Tsanawiyah (MTs) 1 Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep) manajemen keuangan yang dimaksud mencakup: (1) Perencanaan keuangan, (2) Pelaksanaan keuangan, (3) Evaluasi dan Pengawasan keuangan (4) kemandirian Keuangan, dan (5) Usaha-usaha dalam mewujudkan kemandirian pendanaan. Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif. Kepala sekolah, Pengelola Keuangan, dan komite sekolah adalah subjek penelitian. Untuk mengumpulkan data, digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di MTs 1 Annuqayah, Tahap-tahap manajemen keuangan sudah berjalan secara sistematis dan baik hal ini bisa kita lihat dari pengelolaannya sebagai berikut: (a) Perencanaan (Budgeting) penyusunan rencana Kegiatan Tahunan (RKT) dan rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM), (b) Pelakasanaan (Accounting) atau yang di kenal dengan pembukuan dan pelaporan, dalam pembukuan mencatat dana pendidikan yang diterima dan dana pendidikan yang di keluarkan kedalam buku kas tunai, (c) Evaluasi keuangan (accounting), berupa pengawasan dan, pengawasan dilakukan oleh kepala sekolah setiap bulan, sedangkan pemeriksaan dilakukan dua arah oleh pihak internal dan oihak eksternal. (d) Kemandirian pendanaan dengan mencari sumber dana pendidikan lain dari selain dana bantuan pemerintah yaitu dengan mendirikan kantin dan koperasi sekolah, (e) usaha-usaha dalam mewujudkan kemandirian madrasah dengan mengelola manajemen keuangannya yang profesional, selain itu meningkatkan budaya kewirausahaan di MTs 1 Annuqayah.
PELATIHAN PERENCANAAN TEMPAT PENGOLAHAN SAMPAH – REDUCE REUSE RECYCLE (TPS3R) BAGI PEMERINTAH DESA KWANGSAN KECAMATAN SEDATI KABUPATEN SIDOARJO Indah Prabawati; Muhammad Turhan Yani; Wiwik Sri Utami; Bambang Sigit Widodo; Badrudin Kurniawan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.13724

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk membantu Pemerintah Desa Kwangsan dalam memberikan pelatihan perencanaan TPS3R. Mengingat jumlah sampah yang semakin bertambah sedangkan jumlah angkutan sampah yang tidak memadai. Meskipun Pemerintah Desa Kwangsan telah merencanakan pembuatan TPS3R di tahun 2022 namun ternyata rencana ini belum terlaksana karena ada keharusan melakukan realokasi anggaran. Oleh karena itu perlu diselenggarakan sebuah pelatihan perencanaan TPS3R dengan menyesuaikan kondisi keterbatasan anggaran. Hal ini juga bertujuan untuk mewujudkan pentingnya kesadaran akan menjaga kebersihan dan peduli lingkungan. Adapun metode yang akan digunakan dalam penyelesaian permasalahan di Desa Kwangsan ini ialah penyelenggaraan pelatihan perencanaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Sedangkan metode pelaksanaan yang digunakan pada pelatihan ini ialah metode diskusi dan praktik pilah sampah dari rumah. Hasil pelaksanaan  kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman dan pengetahuan masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah sudah cukup bagus, serta pengetahuan terkait perencanaan tempat pengelolaan TPS3R sudah dapat diterima terlebih khusus oleh Pemerintah Desa Kwangsan yang harus melakukan kolaborasi bersama pihak terkait untuk dapat mewujudkan tempat pengelolaan TPS3R. Hal ini juga didukung oleh masyarakat agar jumlah sampah dan penggunaan sampah dapat berkurang.
PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA MENGATASI TINDAKAN KEKERASAN MELALUI AKTUALISASI NILAI-NILAI PANCASILA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA WIDODAREN KECAMATAN GERIH KABUPATEN NGAWI Iman Pasu Marganda Hadiarto Purba; Bambang Sigit Widodo; Silkania Swarizona
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38062

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan salah satu masalah sosial yang masih marak terjadi di masyarakat, dan tidak tertutup kemungkinan terjadi di Desa Widodaren, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi. Dalam upaya mengatasi masalah ini, penting untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pengaktualisasian nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dalam membangun keluarga yang harmonis dan saling menghormati. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan ketahanan keluarga dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila, serta pemberdayaan masyarakat desa sebagai solusi preventif terhadap kekerasan. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui pelatihan dan diskusi terkait pentingnya nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis untuk mengatasi konflik keluarga. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa aktualisasi Pancasila dapat memperkuat rasa solidaritas dan tanggung jawab dalam keluarga, serta meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran keluarga dalam pencegahan kekerasan. Dengan pemberdayaan yang tepat, diharapkan masyarakat Desa Widodaren dapat lebih mampu mengatasi masalah kekerasan domestik dan menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan damai.
Kemah Keberagaman Dan Penguatan Masyarakat Cakap Digital Di Desa Widodaren Kecamatan Gerih Kabupaten Ngawi Sebagai Rintisan Desa Pancasila Iman Pasu Purba; Bambang Sigit Widodo; Silkania Swarizona
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i1.29894

Abstract

Abstrak Penguatan nilai keberagaman dalam bingkai keIndonesiaan kebutuhan bagi semua elemen demi tercapainya visi dan cita-cita nasional yang termaktub pada konstitusi. Selain itu penguatan literasi digital melalui empat pilarnya yakni Etika Digital, Budaya Digital, Keterampilan Digital dan Keamanan digital menjadi kebutuhan yang mendesak. Warga Desa Widodaren, Kabupaten Ngawi menjadi salah satu Rintisan Desa Pancasila Universitas Negeri Surabaya dengan aktivitas pengabdian melalui Training for Facilitator (TFF) yakni Kemah Mahasiswa Literasi digital yang melahirkan modul literasi digital yang diterapkan pada saat kemah keberagaman yang diikuti Pemuda Desa yang nantinya akan menjadi fasilitator di desanya untuk memperkuat keberagaman dan literasi digital. Kegiatan ini tercapai sesuai dengan rencana dan program juga tepat sasaran guna menuju Indonesia Maju.
Evaluating Elementary School Admission Regulations in Indonesia: An SDG 4 Perspective on Equity and Access Nur Hamidah; Mustaji Mustaji; Bambang Sigit Widodo
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.2.3.243

Abstract

Objective: This study aims to explore opportunities and challenges in implementing the New Student Admission Policy (PPDB) at elementary schools in Gresik Regency, East Java, Indonesia. It examines how local education authorities manage national regulations in alignment with social, cultural, and geographical contexts. Method: A qualitative approach was used, with data collected through interviews with elementary school stakeholders under the Gresik Regency Education Office. The data were analyzed based on relevant policy concepts and regulations to understand local implementation practices. Results: Successful PPDB implementation depends on local actors’ ability to understand, respond to, and manage complex social and administrative demands. Flexible and locally adapted policies promote equitable access, relevant educational outcomes, and quality services. Effective implementation requires cross-institutional coordination, strong social networks, and community participation. Zoning systems and affirmative policies are crucial to prevent exclusion and ensure schools in low-attractiveness areas receive adequate support. Novelty: This study emphasizes reformulating PPDB policies beyond technical procedures by integrating social values, local culture, and community needs. The findings provide practical guidance for local governments and policymakers to create a more adaptive, inclusive, and sustainable student admission system.
Reformulating New Student Admission Policy for SDG 4: A Local Values-Based Approach in Elementary Schools and Islamic Madrasahs in Gresik Regency Nur Hamidah; Mustaji Mustaji; Bambang Sigit Widodo
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 2 No. 4 (2026): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.2.4.244

Abstract

Objective: To explore opportunities and challenges in implementing the New Student Admission Policy (PPDB) at elementary schools and Islamic elementary madrasahs (MI) in Gresik Regency, East Java, Indonesia. It examines how local education authorities manage national regulations while considering social, cultural, and geographical contexts. Method: A qualitative approach was employed, collecting data through interviews with stakeholders from selected SD and MI under the Gresik Regency Education Office and Ministry of Religious Affairs. Observations and document analyses supplemented the data, which were interpreted using relevant policy concepts and regulations to understand local implementation practices. Results: Successful PPDB implementation depends on local actors’ ability to navigate complex social and administrative demands. Flexible, culturally adapted policies promote equitable access, relevant educational outcomes, and high-quality services. Effective implementation requires cross-institutional coordination, strong social networks, and active community participation. Zoning systems and affirmative policies are essential to prevent exclusion and ensure schools in low-attractiveness areas receive adequate support. Novelty: The research offers a novel contribution by reformulating the implementation of the New Student Admission Policy (PPDB) beyond technical and administrative procedures through the integration of local values, socio-cultural contexts, and community needs. Unlike previous studies that primarily focus on policy compliance and operational aspects, this study demonstrates how context-sensitive policy implementation can strengthen equitable and inclusive access to basic education while advancing Sustainable Development Goal 4 (Quality Education), particularly Targets 4.1 and 4.5.
Evaluating Elementary School Admission Regulations in Indonesia: An SDG 4 Perspective on Equity and Access Nur Hamidah; Mustaji Mustaji; Bambang Sigit Widodo
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 2 No. 3 (2026): September
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.2.3.243

Abstract

Objective: This study aims to explore opportunities and challenges in implementing the New Student Admission Policy (PPDB) at elementary schools in Gresik Regency, East Java, Indonesia. It examines how local education authorities manage national regulations in alignment with social, cultural, and geographical contexts. Method: A qualitative approach was used, with data collected through interviews with elementary school stakeholders under the Gresik Regency Education Office. The data were analyzed based on relevant policy concepts and regulations to understand local implementation practices. Results: Successful PPDB implementation depends on local actors’ ability to understand, respond to, and manage complex social and administrative demands. Flexible and locally adapted policies promote equitable access, relevant educational outcomes, and quality services. Effective implementation requires cross-institutional coordination, strong social networks, and community participation. Zoning systems and affirmative policies are crucial to prevent exclusion and ensure schools in low-attractiveness areas receive adequate support. Novelty: This study emphasizes reformulating PPDB policies beyond technical procedures by integrating social values, local culture, and community needs. The findings provide practical guidance for local governments and policymakers to create a more adaptive, inclusive, and sustainable student admission system.
Reformulating New Student Admission Policy for SDG 4: A Local Values-Based Approach in Elementary Schools and Islamic Madrasahs in Gresik Regency Nur Hamidah; Mustaji Mustaji; Bambang Sigit Widodo
Journal of Current Studies in SDGs Vol. 2 No. 4 (2026): December
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63230/jocsis.2.4.244

Abstract

Objective: To explore opportunities and challenges in implementing the New Student Admission Policy (PPDB) at elementary schools and Islamic elementary madrasahs (MI) in Gresik Regency, East Java, Indonesia. It examines how local education authorities manage national regulations while considering social, cultural, and geographical contexts. Method: A qualitative approach was employed, collecting data through interviews with stakeholders from selected SD and MI under the Gresik Regency Education Office and Ministry of Religious Affairs. Observations and document analyses supplemented the data, which were interpreted using relevant policy concepts and regulations to understand local implementation practices. Results: Successful PPDB implementation depends on local actors’ ability to navigate complex social and administrative demands. Flexible, culturally adapted policies promote equitable access, relevant educational outcomes, and high-quality services. Effective implementation requires cross-institutional coordination, strong social networks, and active community participation. Zoning systems and affirmative policies are essential to prevent exclusion and ensure schools in low-attractiveness areas receive adequate support. Novelty: The research offers a novel contribution by reformulating the implementation of the New Student Admission Policy (PPDB) beyond technical and administrative procedures through the integration of local values, socio-cultural contexts, and community needs. Unlike previous studies that primarily focus on policy compliance and operational aspects, this study demonstrates how context-sensitive policy implementation can strengthen equitable and inclusive access to basic education while advancing Sustainable Development Goal 4 (Quality Education), particularly Targets 4.1 and 4.5.
Institutional Financial Sustainability through Innovative Financing Management: Evidence from Madrasah Aliyah Riinawati; Syaiful Bahri; Rusnadi; Nadzmi Akbar; Bambang Sigit Widodo; Iqbal Asyauqi
Kharisma: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Integrative Islamic Education Management
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/kharisma.v5i2.182

Abstract

This study is motivated by the increasing need for effective and sustainable financial management in educational institutions, particularly in madrasahs facing dynamic financial challenges. The study aims to analyze financing management innovations in supporting financial efficiency and sustainability at Madrasah Aliyah Siti Mariam Banjarmasin. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through semi-structured interviews, direct observation, and documentation of madrasah financial statements. The data were analyzed thematically to identify effective financial management practices and to explore the supporting and inhibiting factors in implementing technology-based financial innovations. The findings reveal that the madrasah has implemented structured budget planning through the Revenue and Expenditure Budget Plan (RAPB), along with systematic financial recording and the use of financial applications that enhance transparency and accountability. The main sources of funding include tuition fees, internal business units, and contributions from students’ guardians, supported by ongoing efforts to diversify funding sources for long-term sustainability. However, challenges remain in optimizing technology use and improving human resource capacity in financial management. The study implies that strengthening technology-based financial systems and enhancing human resource competencies are essential for improving financial efficiency and ensuring institutional sustainability. These findings provide practical insights for madrasah administrators and policymakers in developing more transparent, accountable, and innovative financing management strategies.