Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Pelatihan Chse Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan Hrd The Sankara Suite Suryananta , I Made Deki; Pradana , Gede Yoga Kharisma; Purnantara , I Made Hadi
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 2 No. 4 (2023): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v2i4.386

Abstract

Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui peranan Pelatihan CHSE dalam meningkatkan kinerja karyawan, dikarenakan baru dua komponen saja yang sudah diterapkan oleh Hotel The Sankara Suite yaitu Clean dan Health untuk komponen security dan environment lingkungan belum terpenuhi semuanya, karena dalam mendukung industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pandemi yang belum juga usai, hotel harus menerapkan CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) agar terciptanya kebersihan, kesehatan, keamanan dan ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan di Hotel The Sankara Suite yaitu pada bulan April sampai dengan Juni 2021. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif yang digunakan untuk mengetahui peranan pelatihan CHSE dalam meningkatkan kinerja karyawan HRD The Sankara Suite, dengan tahapan analisis data: 1. Pengumpulan data, 2. Reduksi data, 3. Penyajian data, dan 4. Penyajian data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan CHSE memberikan peranan dalam meningkatkan kinerja karyawan HRD The Sankara Suite, yang didasari oleh 4 faktor yang saling berhubungan yaitu: Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan. Pentingnya menjaga kebersihan, kesehatan dan keramah lingkungan dengan menggunakan pelatihan CHSE bagi Karyawan HRD di The Sankara Suite agar HRD bisa kembali kerja dengan rasa aman seperti bagaimana biasanya dan mendatangkan tamu seperti sebelum pandemi. Sertifikasi CHSE yang diusung oleh kemenparkraf ini tentunya bertujuan untuk mengembalikan kepercayaan wisatawan untuk berkunjung kembali ke destinasi wisata. Diharapkan agar pihak Hotel The Sankara Suite meminta pihak manajemen Hotel untuk mensupport Hotel The Sankara Suite menjadi hemat energy agar penilaian CHSE di The Sankara Suite bisa semua terpenuhi. Hal tersebut juga akan sangat berpengaruh terhadap kegiatan operasional Hotel. The purpose of the research is to find out the role of CHSE Training in improving employee performance, because only two components that have been implemented by The Sankara Suite Hotel, namely Clean and Health for security and environmental components have not been fulfilled, because in supporting the tourism industry and the creative economy in In the midst of a pandemic that has not yet ended, hotels must implement CHSE (Clean, Health, Safety, Environment) in order to create cleanliness, health, security and environmental friendliness. This research was conducted at The Sankara Suite Hotel, from April to June 2021. The data analysis method used in this study was descriptive qualitative which was used to determine the role of CHSE training in improving the performance of HRD The Sankara Suite employees, with data analysis stages: 1 Data collection, 2. Data reduction, 3. Data presentation, and 4. Data presentation. The results of this study indicate that CHSE training plays a role in improving the performance of HRD The Sankara Suite employees, which is based on 4 interrelated factors, namely: Cleanliness, Health, Safety, and Environment. The importance of maintaining cleanliness, health and environmental friendliness by using CHSE training for HRD Employees at The Sankara Suite so that HRD can return to work safely as usual and bring in guests like before the pandemic. The CHSE certification carried out by the Ministry of Tourism and Creative Economy of course aims to restore the confidence of tourists to return to tourist destinations. It is hoped that The Sankara Suite Hotel will ask the Hotel management to support The Sankara Suite Hotel to be energy efficient so that the CHSE assessment at The Sankara Suite can all be fulfilled. This will also greatly affect the hotel's operational activities
Pengaruh Motivasi dan Beban Kerja Terhadap Tingkat Kepuasan Kerja Karyawan Food & Beverage Department Maudy, Patricia Graciela; Pradana, Gede Yoga Kharisma; Suarmana, I Wayan Restu
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i10.887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan beban kerja secara parsial maupun simultan terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan food & beverage department di Aperitif Restaurant & BAR Ubud. Responden yang digunakan adalah seluruh karyawan food & beverage department di Aperitif Restaurant & BAR Ubud dengan total 30 responden. Data yang digunakan pada penelitian ini didapatkan melalui kuisioner, selanjutnya data primer diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas dilanjutkan dengan uji asumsi klasik dan hipotesis dibuktikan menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi dan beban kerja berpengaruh secara simultan terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan food & beverage department di Aperitif Restaurant & BAR Ubud, ditunjukkan dengan nilai F hitung sebesar 56,474 lebih besar dari F tabel sebesar 2,960 (df1 = 2, df2 = 27). Secara parsial motivasi kerja berpengaruh secara parsial terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan food & beverage department di Aperitif Restaurant & BAR Ubud, hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi variabel motivasi sebesar sebesar 0.000 < 0.05. beban kerja berpengaruh secara parsial terhadap tingkat kepuasan kerja karyawan food & beverage department di Aperitif Restaurant & BAR Ubud, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi variabel beban kerja sebesar 0.014 < 0.05. Koefisien determinasi menunjukkan nilai R Square sebesar 0,592. hal ini menunjukkan bahwa 59,2% tingkat kepuasan kerja karyawan food & beverage department di Aperitif Restaurant & BAR Ubud dipengaruhi oleh motivasi dan beban kerja, sedangkan sisanya sebesar 40,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini. This study aims to determine the effect of motivation and workload partially or simultaneously on the level of job satisfaction of employees of the food & beverage department at Aperitif Restaurant & BAR Ubud. The method used in this study is a quantitative research method. The respondents used were all employees of the food & beverage department at Aperitif Restaurant & BAR Ubud with a total of 30 respondents. The data used in this study were obtained through questionnaires, then the primary data was tested using validity and reliability tests followed by classical assumption tests and hypotheses were proven using multiple linear regression analysis. The results showed that motivation and workload had a simultaneous effect on the level of job satisfaction of employees of the food & beverage department at Aperitif Restaurant & BAR Ubud, indicated by the calculated F value of 56,474 which was greater than the F table of 2,960 (df1 = 2, df2 = 27). Partially, work motivation has a partial effect on the level of job satisfaction of employees of the food & beverage department at Aperitif Restaurant & BAR Ubud, this is indicated by the significance value of the motivation variable of 0.000 < 0.05. workload has a partial effect on the level of job satisfaction of employees of the food & beverage department at Aperitif Restaurant & BAR Ubud, this is evidenced by the significance value of the workload variable of 0.014 < 0.05. The coefficient of determination shows the R Square value of 0.592. this shows that 59.2% level of job satisfaction of food & beverage department employees at Aperitif Restaurant & BAR Ubud is influenced by motivation and workload, while the remaining 40.8% is influenced by other variables outside this study.
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Sales and Marketing Department Putra, Putu Kresna Arya; Pradana, Gede Yoga Kharisma; Widhyadanta, I Gede Dirga Surya Arya
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 3 No. 10 (2024): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Oktober 2024
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v3i10.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap kinierja karyawan sales & marketing department di hotel W Bali - Seminyak, sampel yang digunakan sebanyak 20 responden. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis Regresi Linier Berganda dengan menggunakan bantuan SPSS. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji T, Uji F dan Koefisien Determinasi (R2). Berdasarkan analisis data dalam penelitian ini bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang diperoleh yaitu t-hitung sebesar 3,759 dengan nilai signifikansi 0,002 yang lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan penelitian stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji-t yang diperoleh yaitu t-hitung sebesar 2,227 dengan nilai signifikansi 0,040 yang lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hasil keseluruhan uji menunjukan bahwa lingkungan kerja dan stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan sales & marketing di hotel W Bali – Seminyak. Dengan diperolehnya nilai R-square sebesar 0,923 sehingga dengan kata lain pengaruh lingkungan kerja dan stres kerja terhadap kinerja karyawan sales & marketing di hotel W Bali – Seminyak sebesar 92,3% sedangkan 7,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. This study aims to analy e the effect of the work environment and work stress on the performance of sales & marketing department employees at the W Bali - Seminyak hotel, the sample used was 20 respondents. The analysis in this study uses Multiple Linear Regression analysis using SPSS. The type of data used is quantitative data. Sources of data used are primary data and secondary data, while data collection techniques are done using questionnaires and literature studies. The data analysis technique used is the T-test, F-test, and coefficient of determination (R2). Based on the data analysis in this study, the work environment has a positive and significant effect on employee performance. This is evidenced by the results of the t-test obtained, namely the t-count of 3.759 with a significance value of 0.002 which is smaller than 0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. While research work stress has a positive and significant effect on employee performance. This is evidenced by the t-test results obtained, namely the t-count of 2.227 with a significance value of 0.040 which is smaller than 0.05, then Ho is rejected and Ha is accepted. The overall test results show that the work environment and work stress have a positive and significant effect on the performance of sales & marketing employees at the W Bali - Seminyak hotel. By obtaining an R-square value of 0.923, in other words, the influence of the work environment and work stress on the performance of sales & marketing employees at the W Bali - Seminyak hotel is 92.3% while 7.7% is influenced by other variables not discussed in this study.
Pengaruh Harga Tiket Dan Aksesibilitas Terhadap Kepuasan Wisatawan Di Puncak Paralayang Kota Batu Yulianto , Fredy Seravino; Lestari, Denok; Pradana, Gede Yoga Kharisma
Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Vol. 4 No. 8 (2025): Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis Agustus 2025
Publisher : Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22334/paris.v4i8.1040

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya jumlah kunjungan wisatawan di beberapa objek wisata di Malang akibat permasalahan harga tiket dan aksesibilitas. Namun, fenomena ini tidak terjadi di Puncak Paralayang Kota Batu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga tiket dan aksesibilitas terhadap kepuasan wisatawan di Puncak Paralayang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan metode statistik inferensial, khususnya uji regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik harga tiket maupun aksesibilitas secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan. Dari dua variabel yang diteliti, aksesibilitas memiliki pengaruh dominan terhadap kepuasan wisatawan. Temuan ini memberikan rekomendasi praktis kepada pengelola destinasi wisata agar memperhatikan kualitas aksesibilitas dan menetapkan harga tiket yang sesuai dengan fasilitas yang ditawarkan, guna meningkatkan kepuasan dan loyalitas wisatawan. Data ini didukung oleh rata-rata skor jawaban responden yang tinggi, yaitu 4,29 untuk variabel harga tiket, 4,33 untuk aksesibilitas, dan 4,25 untuk kepuasan wisatawan. This study was motivated by the declining number of tourist visits at several attractions in Malang, primarily due to issues related to ticket prices and accessibility. However, this trend does not apply to Puncak Paralayang in Batu City. Therefore, the aim of this research is to analyze the influence of ticket prices and accessibility on tourist satisfaction at Puncak Paralayang. The study employs a quantitative method using a survey approach. Data were collected through questionnaires distributed to 100 respondents, selected using purposive sampling. The analysis technique used is inferential statistics, specifically multiple linear regression, processed with the assistance of SPSS version 25. The results show that both ticket prices and accessibility have a positive and significant influence on tourist satisfaction, both partially and simultaneously. Among the two variables, accessibility has a more dominant influence. These findings provide practical recommendations for tourism managers to improve accessibility quality and ensure that ticket prices match the facilities and services provided, in order to enhance tourist satisfaction and loyalty. These conclusions are supported by high average response scores: 4.29 for ticket price, 4.33 for accessibility, and 4.25 for tourist satisfaction.
THE WAYANG WONG ANAK-ANAK PERFORMANCE DEVELOPMENT Ruastiti, Ni Made; Rai S., I Wayan; Kharisma Pradana, Gede Yoga
Abdi Dosen : Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : LPPM Univ. Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/abdidos.v7i2.1543

Abstract

So that the art of wayang wong in Bali can be maintained, the research team has created Wayang Wong Anak-Anak. As a vehicle for socializing cultural values, this model is very important to be developed. The development of this wayang Wong model intensively involves young Balinese people. The problems : 1) How is the process of fostering Wayang Wong Anak-Anak?; 2) What is the form of the Wayang Wong Anak-Anak?. As a result of applied research, a number of data collection have been carried out, including document studies, observations, exercises, and in-depth interviews with informants. The results : 1) The process of fostering Wayang Wong Anak-Anak has been carried out through : (a) applying the performance concepts; (b) conducting exercises to find a model of Wayang Wong Anak-Anak that suits the tastes and abilities of the youth, (c) a trial for a Wayang Wong Anak-Anak show, (d) finalizing a model for a Wayang Wong Anak-Anak; 2) the coaching in the development of wayang wong has succeeded in implementing the Wayang Wong Anak-Anak, namely : themes, variety of movements, and performances that are in accordance with the abilities and character of the youth.
KITES AS SYMBOLS IN BALINESE KARAWITAN MUSIC NEW CREATIONS: DECONSTRUCTING THE KITE TRADITION Agus Eko Sattvika, I Putu; Ruastiti, Ni Made; Gede, Yoga Kharisma Pradana
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lksn.v8i2.3561

Abstract

In Balinese gamelan art, a new Balinese musical creation featuring kites has been introduced. While kite-flying traditions had previously existed, there had been no Balinese gamelan musical works featuring. This phenomena reflects a transformational style that involves deconstructive techniques. The concerns are: 1) What is the shape of new kite building in Balinese karawitan art activities?; 2) Are there differences in kite traditions & in Balinese karawitan art activities?; 3) What is the purpose of deconstruction of kite traditions in Balinese karawitan art activities?. A qualitative methods was applied from a cultural studies standpoint. An interdisciplinary strategy was used to collect all data, which included document studies, participant observation, and interviews with Karawitan artists. All data were analyzed qualitatively-interpretively, with consideration given to deconstruction, aesthetics, and ethnomusicology theories. The results show tha t: 1) a new construction of kite tradition elements is seen in the sound patterns of new creative karawitan music; 2) the form of kite tradition is seen in the phase preceding the realization of new creative karawitan music works with a kite theme; and 3) artistic, religious, and communicative meanings are implied in the new creative karawitan artworks as a deconstruction of the kite tradition. These discoveries help to shape karawitan art based on local wisdom and create opportunity for discussion amongst traditional cultural forms.
Rekonstruksi Tari Rejang Dewa pada Tradisi Megebeg-Gebegan dalam Rangka Penguatan Identitas Budaya Tradisional Bali di Desa Tukad Mungga, Buleleng Ni Made Ruastiti; Gede Yoga Kharisma Pradana; Ni Kadek Suryani; Arya Pageh Wibawa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin Vol. 6 No. 1 (2026): Januari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Waradin
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56910/wrd.v6i1.927

Abstract

The Rejang Dewa is one of Bali's traditional cultures that has long been preserved in the Megebeg-Gebegan tradition. However, it is nonexistent as part of the Megebeg-Gebegan. This community service activity aims to reconstruct the Rejang Dewa Dance and strengthen local cultural identity. Specifically, this activity aims to reveal the crisis facing the Rejang Dewa dance in Megebeg-Gebegan (1), reconstruct the Rejang Dewa dance in the Megebeg-Gegeban (2), and analyze the contribution of Rejang Dewa in the Megebeg-Gebegan tradition (3). Data analysis was conducted qualitatively based on the achievements of participatory observation, interviews, choreography training, and workshops. The results: 1) the loss of pride among the local community and the difficulty in finding Rejang Dewa dancers indicate a crisis; 2) the reconstruction of the Rejang Dewa dance was carried out through replication and integration of art and education in PKM activities based on local cultural studies; 3) the reconstruction of the Rejang Dewa has impacted on strengthening the aesthetic aspects and the function of religion and fostering a sense of pride in the culture of the Tukad Mungga Village community.
CHARACTERISTIC DISTINGUISHMENTS OF PANCA MAHA BHUTA AS A BALINESE CULTURAL HEALTH SERVICE AT THE FIVELEMENTS RETREAT BALI HOTEL Gede Yoga Kharisma Pradana; I Putu Sabda Jayendra
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 2 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i2.3855

Abstract

The purpose of this article is to reveal the distinctive characteristics of Panca Maha Bhuta at Fivelements Retreat Hotel Bali. Panca Maha Bhuta is a local wisdom in Balinese culture that is often practiced by Balinese people in Hindu ritual activities. However, there is a Panca Maha Bhuta service intended for guests of Fivelements Retreat Hotel Bali. The problem formulation centers on: 1) What is the form of Panca Maha Bhuta at Fivelements Retreat Hotel Bali?; 2) Is there a nexus of Balinese cultural elements in Panca Maha Bhuta at Fivelements Retreat Hotel Bali?; 3) What is the distinctive form of Panca Maha Bhuta characteristics at Fivelements Retreat Hotel Bali?. This study uses a qualitative method. Observations and interviews with informants at Fivelements Retreat Hotel Bali have been conducted to collect primary data. Literature studies have been useful in searching for secondary data. The totality of data was analyzed qualitatively using the theory of power relations of knowledge and symbol theory. The results of the research are: 1) Panca Maha Bhuta is a special type of health service for guests of the Fivelements Retreat Bali Hotel; 2) There is a nexus of Balinese cultural elements in Panca Maha Bhuta at the Fivelements Retreat Bali Hotel; 3) The distinctive characteristics of Panca Maha Bhuta at the Fivelements Retreat Bali Hotel lie in the representation of Balinese culture in the name of the service package, the Balinese cultural style in the service package protocol components and the operational sensation.
Deconstruction Powers Of Relations Behind The Shadow Puppet Performance For Tourism In Ubud Village Bali Gede Yoga Kharisma Pradana
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i2.5768

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami konstruksi hubungan kekuasaan di balik pertunjukan Wayang Kulit dalam konteks pariwisata di Desa Ubud, Bali. Penelitian ini dilakukan karena ada ketimpangan antara asumsi dan fakta di lapangan. Sebagai salah satu seni pertunjukan tradisional, Wayang Kulit jarang dapat disajikan secara berkelanjutan sebagai seni pertunjukan pariwisata di Bali. Namun kenyataannya berbeda. Pertanyaannya adalah: (1) bagaimana bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud?; (2) Mengapa Wayang Kulit dapat dikembangkan terus menerus sebagai seni pertunjukan pariwisata?. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif. Data primer dan data sekunder penelitian ini diperoleh dengan cara observasi dan studi pustaka. Semua data yang dikumpulkan dianalisis secara kritis dalam perspektif kajian budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Bentuk pertunjukan Wayang Kulit untuk pariwisata di Desa Ubud adalah pertunjukan Wayang Kulit Parwa. Hal ini dapat dilihat dari lakonnya, struktur pertunjukannya, tokoh-tokohnya dan iringan pertunjukannya; (2) Pertunjukan Wayang Kulit di Desa Ubud dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk pariwisata karena adanya hubungan kekuasaan yang bersifat negosiasi, hegemoni, oposisional antara pemilik pentas, pengelola objek wisata dan dalang.
Mendekonstruksi mitos budaya pada pembangunan desa wisata Gintangan di Banyuwangi: Deconstructing cultural myths in the development of the Gintangan tourist village in Banyuwangi Gede Yoga Kharisma Pradana; Ida Bagus Putu Wira Diana; Dedy Sumardi; Gema Sukana Putra; Putu Ayu Permatasari; I Gusti Agung Ngurah Dharma Suyasa
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v7i1.613

Abstract

ABSTRACT  Deconstructing cultural myths in the Gintangan Tourism Village is a focus in efforts to strengthen local tourism competitiveness during the IPBI TPPP Master's p.c.s activities in the village of Gintangan. The Gintangan people already have solutions for developing local tourism potential based on cultural myths. However, it turns out that some of them are reluctant to local brand tourism commodities because of cultural myths. The issues are : 1) What is the impact of Gintangan cultural myths?; 2) How does diffrance respond to Gintangan cultural myths?; 3) How is a new construction being built amid Gintangan cultural myths in the development of the Gintangan tourist village?. These issues were resolved using qualitative methods. The results show : 1) Gintangan cultural myths have had impacts on collective pride, economic enablers, bamboo innovation, bamboo weaving education centers, bamboo houses, bamboo-themed meeting halls, bamboo-themed costume designs, bamboo festivals, symbolic dependencies, and product branding.; 2) Cultural myths are diffracted by suspending old solutions and designing new ones while analyzing the situation, opening counseling services, providing assistance in the creation of tourism commodities, and ensuring and perfecting new solutions to the problems of improving the quality of tourism village development desired by the actors. 3) New construction for the development of Gintangan Tourism Village in the form of promotional innovation designs, human resource capacity building designs, and tourism facility designs based on strategically developed local tourism capital to revitalize the local brand image competitiveness of Gintangan Tourism Village. Keywords: deconstruction, cultural myths, tourism village, Gintangan, Banyuwangi.   ABSTRAK  Dekonstruksi Mitos Budaya pada pembangunan Desa Wisata Gintangan merupakan sebuah konsentrasi dalam usaha penguatan daya saing wisata lokal selama kegiatan pengabdian S2 TPPP IPBI kepada masyarakat desa Gintangan. Masyarakat desa Gintangan telah memiliki solusi pengembangkan potensi wisata lokal berdasarkan mitos budaya. Akan tetapi, ternyata diantara mereka enggan membranding komoditi wisata dengan identitas lokal karena mitos budaya. Permasalahannya : 1) Apa dampak mitos budaya Gintangan?; 2) Bagaimana tindakan diffrance atas mitos budaya Gintangan?; 3) Bagaimana konstruksi baru ditengah praktik mitos budaya dalam pembangunan desa wisata Gintangan?. Permasalahan ini diselesaikan dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil analisis kegiatan menunjukan : 1) Mitos budaya Gintangan telah berdampak positif terhadap collective pride, economic enabler, inovasi karya bambu, pusat edukasi kerajinan anyaman bambu, griya bambu, balai pertemuan bermotif bambu, model kostum bermotif bambu, festival bambu, depedensi simbolik, branding produk yang sangat potensial menjadi bagian dari pembangunan nilai kualitas desa wisata Gintangan.; 2) Diffrance mitos budaya dilakukan dengan menangguhkan solusi lama dan rancangan solusi baru sambil melakukan analisis situasi, membuka layanan konseling, melakukan pendampingan pembuatan komoditi wisata, memastikan dan menyempurnakan solusi baru untuk masalah peningkatan kualitas pembangunan desa wisata yang diinginkan pelaku.; 3) Konstruksi baru untuk pembangunan Desa Wisata Gintangan berupa rancangan inovasi promosi, rancangan peningkatan kapasitas SDM dan rancangan sarana wisata berbasis modal wisata lokal yang strategis dikembangkan untuk merevitalisasi daya saing brand image lokal dari desa wisata Gintangan. Kata kunci: Dekonstruksi, Mitos Budaya, Pembangunan Desa Wisata, Gintangan, Banyuwangi.