Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Proceeding Seminar LPPM UMP Tahun 2014

PENERAPAN PENCEGAHAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER PENULARAN TB DI TEMPAT KERJA Subijanto, Achmad Arman; Khotijah, Khotijah; Widyaningsih, Vitri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (Tb) yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis masih merupakan masalah kesehatan utama di dunia, termasuk di Indonesia. Tb merupakan penyebab kematian dan kesakitan utama akibat infeksi di dunia. WHO mengestimasikan sepertiga penduduk di dunia yang terinfeksi Tb, sekitar 5-10% diantaranya berkembang menjadi Tb aktif yang dapat menular. Industri Batik merupakan industri informal yang mempunyai cukup banyak tenaga kerja. Lingkungan kerja pada workplace printing dan cap yang mengharuskan lembab dan tertutup dapat meningkatkan perkembangbiakan mycobacterium tuberculosis sehingga risiko penularan penyakit Tb pada tenaga kerja sangat tinggi. Perlu dilakukan identifikasi faktor lingkungan di tempat kerja serta kondisi kesehatan secara umum untuk mencegah terjadinya penularan Tb di tempat kerja pada pekerja sektor informal. Langkah yang dilakukan meliputi identifikasi hazard, risk assessment, dan risk control dengan melaksanakan hirarkhi pengendalian yang meliputi eliminasi, substitusi, pengendalian teknik, pengendalian administratif, serta pemakaian alat pelindung diri. Setiap industri memiliki risiko dan prioritas risiko masing-masing sehingga memerlukan tindakan pengendalian yang berbeda. Pencegahan sekunder dilakukan dengan skrining dan pencegahan tersier dilakukan dengan merujuk penderita Tb ke Puskesmas.Kata Kunci: Pencegahan Primer, Sekunder, Tersier, Tempat Kerja, Tuberculosis
5R SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PRIMER PENULARAN TUBERKULOSIS (TBCC) DI TEMPAT KERJA Khotijah, Khotijah; Kambodiansyah, Bobby Pasca; Kurniastuti, Asri
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hingga saat ini penyakit Tuberculosis (TBCC) masih menjadi masalah kesehatan baik pada tingkat dunia maupun di Indonesia. Prevalensi TBCC di Indonesia berkisar antara 0,2 – 0,65 %. Sektor industri formal telah banyak mendapat perhatian serius pada penanganan penyakit tuberkulosis, namun pada industri informal belum mendapat perhatian yang serius bahkan belum tertangani secara baik. Industri informal seperti industri batik merupakan industri yang rentan dari penularan penyakit menular seperti TBCC. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit TBCC di tempat kerja antara lain faktor host dan lingkungan yang mendukung perkembangan penyakit ini. Lingkungan yang lembab dan kurang pencahayaan sinar matahari dan terdapat kontak antara penderita TBCC di tempat kerja dengan rekan kerja lainnya. Tidak hanya itu kontak penyakit TBCC ini juga dapat terjadi oleh karena keluarga yang menderita TBCC melakukan kontak dengan anggota keluarga lainnya. Dimana kontak ini utamanya adalah melalui udara yaitu ketika saling berinteraksi satu sama lain. Oleh karena itu perlu adanya penanganan terkait permasalahan lingkungan kerja yang dapat menimbulkan penyakit tuberkulosis. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah problem cycle solving (PSC) dengan analisis diskriptif. Dari hasil kegiatan skrining awal menemukan empat tenaga kerja suspect TBCC dan satu penderita TBCC aktif  dalam pengobatan. Untuk itu perlu upaya pengendalian berupa 5R sebagai salah satu pencegahan primer.  Kata Kunci      : Industri; Kontak; Lingkungan; Tempat Kerja; Tuberkulosis
PEMBERDAYAAN ANAK JALANAN MELAUI TABUNGAN SAMPAH Subijanto, Achmad Arman; Khotijah, Khotijah; Astrika, Fresthy
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku II Bidang Ilmu Pendidikan dan Sosial Humaniora, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 2
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak jalanan masih merupakan permasalahan global, termasuk di Indonesia. Data Kementerian Sosial menunjukkan sekitar 4,5 juta anak jalanan tersebar diseluruh provinsi di Indonesia, sebanyak 80% faktor kemiskinan sebagai pencetusnya. Berbagai solusi telah dilakukan dalam  menangani permasalahan anak jalanan, namun demikian, permasalahan masih muncul. Penanganan anak jalanan secara holistik dengan memperhatikan berbagai dimensi seperti pengembangan masyarakat, karakteritik masyarakat, dan model yang diterapkan akan menghasilkan suatu dampak yang lebih lama pula. Tabungan sampah anak jalanan (tabalan) adalah suatu model yang memiliki konsep menciptakan lapangan pekerjaan tanpa mengikatnya. Karena berbagai dimensi dilibatkan dalam model ini, model tabalan dapat digunakan sebagai salah satu alternatif dalam menangani permasalahan anak jalanan secara holistik. Participatori rurall appraisal digunakan sebagai metode dalam pelaksanaan karena melibatkan banyak elemen seperti pengepul sampah sebagai penadah dari anak jalanan yang bertugas sebagai pemasok sampah daur ulang, karang taruna sebagai pengawas dan wadah anak jalanan, serta kelurahan sebagai pembinanya. Evaluasi dilakukan setiap tiga bulan oleh karang taruna dan dilaporkan ke kelurahan sebagai bahan evaluasi program. Kata Kunci      : Anak Jalanan, Pemberdayaan, Tabungan Sampah
HUBUNGAN KADAR TIMAH HITAM (Pb) DENGAN KADAR HEMOGLOBIN (Hb) DAN TEKANAN DARAH PADA PEKERJA SPBU DI KARESIDENAN SURAKARTA Sjarifah, Ipop; Khotijah, Khotijah; Setyawan, Haris
Proceeding Seminar LPPM UMP 2015: Buku III Bidang Ilmu Kesehatan dan Sains Teknik, Proceeding Seminar Nasional LPPM 2015, 26 Se
Publisher : Proceeding Seminar LPPM UMP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timah Hitam (Timbal/Pb) merupakan logam berat yang sangat berbahaya dan kontaminasi timbal dalam tubuh berpengaruh terhadap biosintesa hemoglobin, sistem saraf, sistem kardiovaskuler, dan sistem ginjal. Kontaminasi timbal yang berpengaruh terhadap sistem ginjal dapat menyebabkan pengaruh terhadap tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar timah hitam (Pb) dalam darah dengan kadar hemoglobin dan tekanan darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  observasional analitik, dengan desain cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh. Sampel berjumlah 30 orang. Pengujian Pb darah menggunakan alat Atomic Absorbtion Spectofotometeri (AAS) dengan pengambilan darah sebanyak 10 mL dan pengukuran tekanan darah dengan Tensimeter dan pengukuran Hb dengan alat Sfignomanometer. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi spearman. Kadar Pb dalam darah semua pekerja masih dibawah NAB yaitu <40 µg/dL dengan rerata 3,26 µg/d.  Hasil pengukuran kadar Hb 28 responden dengan kadar Hb normal dan 2 responden dengan Hb <12 mmHg . Hasil uji korelasi spearman menunjukkan tidak ada hubungan kadar Pb dalam darah dengan kadar Hb dengan p value 0,201 dan r = 0,dan tidak ada korelasi yang signifikan antara pb darah dengan tekanan darah,dengan nilai p = 0.693 dan r= 0,075 untuk tekanan darah systole, dan  p = 0.327 dan r = 0.185 untuk tekanan darah diastole dengan nilai arah korelasi + (positif) dan kekuatan korelasi lemah. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna antara kedua variabel untuk tekanan darah systole dan diastole, dan kadar Pb dalam darah yang masih dibawah batas normal tidak mengakibatkan anemia.Kata Kunci : Kadar Timah Hitam, Kadar Hemoglobin, Tekanan Darah, Pekerja SPBU