Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN DUKUNGAN KOMITE SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BILAH HULU I Hasan Maksum; Aziddin Harahap; Marlina Siregar; Sakinah Ubudiyah Siregar; Junita Junita
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10297

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the importance of improving the quality of education, which still faces challenges related to the effectiveness of principals’ leadership styles and the support of school committees in the implementation of education. The purpose of this study is to examine the influence of principals’ leadership styles and school committee support on improving the quality of education in Cluster 2 of Bilah Hulu District, both partially and simultaneously. This research employed a quantitative approach with an ex-post facto design. The population consisted of 168 public elementary school teachers, with a sample of 50 respondents selected proportionally. Data were collected through questionnaires using a Likert scale and then analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The results indicate that the instruments used met the criteria of validity and reliability, and there is a strong and significant relationship among the variables. Partially, both the principals’ leadership style and school committee support have a significant effect on the quality of education. Simultaneously, these two variables contribute 72.2% to the improvement of educational quality. Thus, it can be concluded that the more effective the principal’s leadership style and the higher the level of school committee support, the greater the improvement in educational quality. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu pendidikan yang masih menghadapi kendala terkait efektivitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terhadap peningkatan mutu pendidikan di Gugus 2 Kecamatan Bilah Hulu, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan ex-post facto. Populasi penelitian adalah 168 guru SD Negeri dengan sampel 50 responden yang diambil secara proporsional. Data  dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan telah memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas, serta terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antarvariabel. Secara parsial, gaya kepemimpinan kepala sekolah dan dukungan komite sekolah terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap mutu pendidikan. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi sebesar 72,2% terhadap peningkatan mutu pendidikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin efektif gaya kepemimpinan kepala sekolah dan semakin tinggi dukungan komite sekolah, maka mutu pendidikan akan semakin meningkat.
PENGARUH KEPEMIMPINAN MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN BILAH HULU Ummy Hairani; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhammad Ardansyah; Marlina Siregar
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i2.10312

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is a key factor in determining the quality of education in elementary schools; however, it is still influenced by various managerial and psychological aspects within the school environment. This study aims to examine the effect of principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation on teacher performance in public elementary schools located in Bilah Hulu District, Labuhanbatu Regency. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 50 teachers selected through a saturated sampling technique. Data were collected through Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability, and then analyzed using multiple linear regression. The results show that principals’ managerial leadership, school culture, and work motivation, both partially and simultaneously, have a positive and significant effect on teacher performance. The strength of the model is indicated by the coefficient of determination (R²) value of 0.629, meaning that 62.9% of the variation in teacher performance can be explained by these three variables. These findings emphasize that improving teacher performance requires strengthening principals’ leadership practices, fostering a conducive school culture, and continuously enhancing teachers’ work motivation. ABSTRAK Kinerja guru merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu pendidikan di sekolah dasar, namun masih dipengaruhi oleh berbagai aspek manajerial dan psikologis di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri yang berada di Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 50 guru yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan manajerial kepala sekolah, budaya sekolah, dan motivasi kerja, baik secara parsial maupun simultan, memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kekuatan model ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,629, yang berarti 62,9% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja guru perlu dilakukan melalui penguatan praktik kepemimpinan kepala sekolah, penciptaan budaya sekolah yang kondusif, serta peningkatan motivasi kerja guru secara berkelanjutan.
PENGARUH IKLIM SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU SEKOLAH DASAR DI GUGUS 2 BILAH HULU LABUHANBATU Sapriyani Sapriyani; Sakinah Ubudiyah Siregar; Iwan Purnama; Muhammad Ardansyah; Marlina Siregar
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10549

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is one of the important aspects that influences the quality of learning and the success of education in elementary schools. However, the level of teacher performance is still influenced by various factors, both originating from within the teachers themselves and from the school environment. This study aims to analyze the influence of school climate and principal leadership on the performance of elementary school teachers in Cluster 2 Bilah Hulu, Labuhanbatu Regency. This research employed a quantitative approach with an associative correlational ex post facto design. The population of this study consisted of 128 elementary school teachers, while the sample included 97 respondents selected using the Slovin formula with a 5% error rate. Data collection techniques used questionnaires that had passed validity and reliability tests. Data analysis was conducted using multiple linear regression assisted by SPSS version 26, including classical assumption tests, t-tests, F-tests, and coefficient of determination tests. The results showed that school climate had a positive and significant effect on teacher performance with a significance value of 0.003 < 0.05. In addition, principal leadership was also proven to have a positive and significant effect on teacher performance with a significance value of 0.000 < 0.05. Simultaneously, school climate and principal leadership had a positive and significant influence on teacher performance with a significance value of 0.000 < 0.05. The coefficient of determination value of 0.445 indicates that 44.5% of the variation in teacher performance can be explained by these two variables. Therefore, the creation of a conducive school climate and effective principal leadership are important factors in improving teacher performance. ABSTRAK Kinerja guru menjadi salah satu aspek penting yang berpengaruh terhadap mutu pembelajaran serta keberhasilan pendidikan di sekolah dasar. Namun demikian, tingkat kinerja tersebut masih dipengaruhi oleh beragam faktor, baik yang berasal dari dalam diri guru maupun dari lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru Sekolah Dasar yang berada di Gugus 2 Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang bersifat asosiatif korelasional. Populasi dalam penelitian terdiri atas 128 guru Sekolah Dasar, sedangkan sampel penelitian berjumlah 97 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan sebesar 5%. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda berbantuan program SPSS versi 26, yang meliputi uji asumsi klasik, uji t, uji F, serta uji koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim sekolah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 < 0,05. Selain itu, kepemimpinan kepala sekolah juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan, iklim sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap kinerja guru dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,445 menunjukkan bahwa sebesar 44,5% variasi kinerja guru dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Oleh karena itu, terciptanya iklim sekolah yang kondusif serta kepemimpinan kepala sekolah yang efektif menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan kinerja guru.
KEPEMIMPINAN VISIONER KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH UNGGUL BERBASIS DIGITAL DI GUGUS I BILAH HULU Faisal Efendi Siregar; Iwan Purnama; Sakinah Ubudiyah Siregar; Marlina Siregar; Aziddin Harahap
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i2.10224

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology requires the education sector to transform toward an innovative and adaptive system, making the role of the principal as a visionary leader crucial in improving teacher performance and implementing digital-based learning. This study aims to analyze the role of visionary leadership of the principal, identify the challenges encountered, and examine the strategies implemented in realizing a digitally superior school at SD Negeri 43 Bilah Hulu. This research employed a descriptive qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that the principal’s visionary leadership plays a significant role in improving teacher performance through role modeling, inspirational motivation, intellectual stimulation, and individualized consideration. However, several challenges were identified, including limited technological infrastructure, disparities in teachers’ digital competencies, and difficulties in implementing adaptive and fair policies. To address these challenges, the principal implemented strategies such as strengthening collaborative leadership, improving the quality of technology-based learning, enhancing teacher competence and professionalism, promoting student achievement, and gradually providing adequate facilities and infrastructure. Thus, it can be emphasized that the principal’s visionary leadership is a key factor in realizing a digitally-based excellent school, as the success of educational transformation is determined not only by the availability of technology, but more importantly by the quality of leadership and the readiness of human resources to manage and optimize it. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital menuntut dunia pendidikan untuk bertransformasi menuju sistem yang inovatif dan adaptif, sehingga peran kepala sekolah sebagai pemimpin visioner menjadi sangat penting dalam mendorong peningkatan kinerja guru dan implementasi pembelajaran berbasis digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan visioner kepala sekolah, mengidentifikasi hambatan yang dihadapi, serta mengkaji strategi yang diterapkan dalam mewujudkan sekolah unggul berbasis digital di SD Negeri 43 Bilah Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah berperan signifikan dalam meningkatkan kinerja guru melalui keteladanan, motivasi, stimulasi intelektual, dan perhatian individual. Namun, terdapat hambatan berupa keterbatasan sarana prasarana teknologi, ketimpangan kompetensi digital guru, serta tantangan dalam penerapan kebijakan yang adaptif dan adil. Untuk mengatasi hambatan tersebut, kepala sekolah menerapkan strategi berupa penguatan kepemimpinan kolaboratif, peningkatan mutu pembelajaran berbasis teknologi, pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru, peningkatan prestasi siswa, serta penyediaan sarana prasarana secara bertahap. Dengan demikian, dapat ditegaskan bahwa kepemimpinan visioner kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam mewujudkan sekolah unggul berbasis digital, karena keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi terutama oleh kualitas kepemimpinan dan kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola serta mengoptimalkannya.