Koesriharti Koesriharti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 143 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

RESPON TIGA VARIETAS TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP APLIKASI ZAT PENGATUR TUMBUH GIBERELIN (GA3) Kartikasari, Oktavian; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 6 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi mentimun di Indonesia masih tergolong rendah karena usaha tani mentimun masih dianggap sebagai usaha sampingan. Peningkatan jumlah penduduk Indonesia maupun dunia berpengaruh terhadap naiknya konsumsi sayuran. Di Indonesia anjuran konsumsi sayuran untuk mencapai sehat gizi adalah sebesar 65,5 kg/kapita/tahun. Saat ini konsumsi tersebut baru terpenuhi 80 %. Salah satu upaya untuk meningkatkan persediaan sayuran adalah dengan meningkatkan produksi mentimun. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui respon tiga varietas mentimun  (Cucumis sativus L.) terhadap aplikasi zat pengatur tumbuh giberelin (GA3) pada saat awal berbunga. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2013 - Februari 2014 di Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Petak utama adalah 3 varietas mentimun yaitu Roberto F1, Vanesa dan Mercy F1. Anak petak adalah konsentrasi GA3 yaitu 0 ppm (kontrol) , 25 ppm, 50 ppm  dan 75 ppm. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terjadi interaksi antara varietas dan aplikasi GA3 pada semua peubah pengamatan. Pada perlakuan varietas menunjukkan bahwa pengamatan diameter buah dan jumlah biji per buah Vanesa dan Mercy F1 lebih tinggi daripada Roberto F1 tetapi, pada pengamatan jumlah bunga jantan lebih tinggi dan umur panen lebih lambat. Perlakuan aplikasi  GA3 menunjukkan bahwa konsentrasi 75 ppm menurunkan diameter buah.
RESPON TIGA JENIS SAWI (Brassica sp.) TERHADAP APLIKASI MACAM MULSA Sutarto, Ulfa Annisa; Koesriharti, Koesriharti; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 6 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi (Brassica juncea L.) adalah komoditas sayuran yang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi dan berprospek untuk dikembangkan di Indonesia. Pengembang-an perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi sawi. Salah satu teknik budidaya untuk meningkatkan produksi sawi yang optimal yaitu dengan memodifikasi iklim mikro disekitar tanaman dengan meng-gunakan mulsa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon tiga jenis sawi terhadap aplikasi macam mulsa. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai April 2014. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Petak utama adalah tiga jenis sawi yaitu, sawi hijau, pakcoy dan sawi pahit. Anak petak adalah aplikasi macam mulsa yaitu, mulsa plastik hitam perak, mulsa jerami, mulsa daun tebu dan mulsa batang jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi terha-dap tinggi tanaman, pada jenis sawi hijau, pakcoy dan sawi pahit menunjukkan respon berbeda terhadap aplikasi mulsa batang jagung. Perlakuan jenis sawi menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar total tanaman sawi hijau lebih tinggi daripada sawi pahit. Pemberian mulsa jerami, mulsa daun tebu dan mulsa batang jagung menunjukkan bobot segar tanaman saat panen dan bobot ekonomis saat panen lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi mulsa plastik hitam perak.
RESPON DUA VARIETAS CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) TERHADAP PEMBERIAN IAA (INDOLE ACETIC ACID) Kurniawan, Faridh; Koesriharti, Koesriharti; Nawawi, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 4 No. 8 (2016)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala utama yang dihadapi tanaman cabai merah ialah terdapat curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan terjadinya kerontokan bunga dan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas cabai merah varietas Gada F1 dan cabai merah varietas Lado F1 terhadap pemberian IAA (Indole Acetic Acid) pada konsentrasi yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada bulan Juli–Desember 2013. Percobaan ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan 3 ulangan. Petak utama adalah taraf varietas, terdiri atas 2 perlakuan yaitu varietas Gada F1 (V1) dan varietas Lado F1 (V2). Anak petak adalah konsentrasi IAA, terdiri atas 5 konsentrasi yaitu 0, 50, 100, 150 dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap varietas mempunyai respon yang bebeda terhadap pemberian IAA. Pada varietas Gada F1 pemberian IAA 100 ppm dapat meningkatkan jumlah buah panen per tanaman  sebesar 43,20 % dan bobot segar buah panen per tanaman sebesar 57,64 % dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Lado F1 dengan konsentrasi 150 dan 200 ppm menunjukkan jumlah buah panen per tanaman lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Varietas Gada F1 menunjukkan bobot per buah, diameter buah dan jumlah biji lebih tinggi dibandingkan varietas Lado F1. Pemberian IAA 100 , 150 dan 200 ppm dapat meningkatkan panjang buah dan jumlah biji. Akan tetapi, peningkatan diameter buah dan bobot per buah diperoleh pada pemberian IAA 150 dan 200 ppm.
APLIKASI NITROGEN DAN PUPUK DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L. var. ascalonicum) Herwanda, Rangga; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan komoditi hortikultura yang tergolong sayuran rempah. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk N dengan dosis yang berbeda secara tunggal maupun kombinasi dengan penggunaan pupuk daun terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2014 di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP), Jalan Raya Karangploso Km 4, Malang Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)  yang terdiri dari 12 perlakuan yang diaplikasikan dengan 200kg N ha-1 yang berupa Urea atau ZA atau gabungan Urea dan ZA, serta pupuk daun. Hasil penelitian menujukkan bahwa pemberian Urea 80% + Za 20% + Pupuk Daun Growmore (10-55-10) memberi hasil yang lebih baik pada panjang tanaman, bobot umbi segar dan bobot susut setelah panen selama masa simpan 1 bulan. Pemberian pupuk daun Growmore (10-55-10) yang dikombinasikan dengan urea 80% + Za 20% menghasilkan peningkatan panjang tanaman pada umur 42 HST, 56 HST dan bobot umbi segar panen. Masing – masing sebesar 15 – 19% dan 18% serta mengurangi susut umbi panen hingga 22,56%.
PENGARUH PEMANGKASAN CABANG DAN PEMBERIAN PUPUK NITROGEN TERHADAP HASIL TANAMAN BROKOLI (Brassica oleracea L. var. italica) Indriya, Suli; Sunaryo, Sunaryo; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Brokoli adalah jenis sayuran spesies Brassica oleracea yang memiliki produksi cukup rendah di Indonesia. Produksi brokoli yang rendah disebabkan budidaya tanaman kurang tepat. Produksi brokoli dapat ditingkatkan melalui budidaya brokoli dengan cara melakukan pemangkasan cabang dan pemberian pupuk nitrogen di dataran tinggi. Tujuan percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemangkasan cabang brokoli dan pemberian dosis pupuk nitrogen yang tepat bagi tanaman. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Cangar, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, dimulai pada Januari sampai Maret 2014 dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dalam faktorial 2 x 4 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemangkasan  (P) terdiri dari 2 taraf yaitu; P0 = tanpa pemangkasan, P1 = pemangkasan 100%. Faktor kedua adalah pupuk nitrogen yang terkandung dalam urea (N) terdiri dari 4 taraf yatu; N0 = tanpa pupuk N, N1 = 60 kg N ha-1, N3 = 120 kg N ha-1, N3 = 180 kg N ha-1. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemangkasan dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli. Pemangkasan berpengaruh nyata terhadap peningkatan diameter bunga (curd) brokoli. Diameter curd yang dipangkas ukurannya lebih besar dibandingkan dengan yang tidak dipangkas. Pupuk nitrogen tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli.
PENGARUH APLIKASI PUPUK N DAN K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa var. chinensis) FLAMINGO F1 Kurniawan, Andi; Islami, Titiek; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 2 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakcoy ialah sayuran yang digemari oleh masyarakat. Pupuk nitrogen dan kalium menentukan kualitas dan kuantitas hasil tanaman. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh nitrogen dan kalium serta memperoleh dosis pupuk nitrogen dan kalium yang tepat agar diperoleh hasil panen pakcoy yang tinggi.  Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bawang, Tunggulwulung, Malang pada bulan April–Mei 2015. Penelitian ini merupakan percobaan sederhana yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan [N kg ha-1 (Urea) + K2O kg ha-1 (KCl) + K2O kg  ha-1 (KNO3 Merah)] yaitu: P1 [100 + 100 K2O (KCl)], P2 [100 +  75 + 25], P3 [100 + 50 + 50], P4 [100 + 25 + 75],      P5 [100 + 100 K2O (KNO3 Merah)],    P6 [75 + 100 K2O (KCl)], P7 [75 + 75 + 25], P8 [75  + 50 + 50], P9 [75 + 25 + 75], P10 [75 + 100 K2O (KNO3 Merah)]. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bobot segar panen tanaman-1 lebih tinggi pada perlakuan (100 + 75 + 25) dan (100 + 50 + 50). Sedangkan bobot segar panen hektar-1 pada perlakuan (100  + 75 + 25), (100 + 50 + 50), (100 + 25 + 75) dan (75  + 25 + 75) memberikan hasil yang lebih tinggi, Perlakuan pupuk nitrogen yang dikombinasikan dengan pupuk KNO3 Merah memberikan hasil yang lebih tinggi terhadap diameter bonggol, bobot segar per tanaman, bobot segar panen hektar-1 tanaman pakcoy, Dosis 100 + 100 dan 100 + 50 + 50 memberikan jumlah stomata lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainya.
PENGARUH WAKTU APLIKASI DAN PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS KOMPOS AZOLLA (Azolla pinnata) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN PAKCHOY (Brassica rapa var. chinensis) Mahmudah, Laili Hayatul; Koesriharti, Koesriharti; Nawawi, Mochammad
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan dalam tanaman produksi tanaman pakchoy dapat dilakukan dengan pemupukan. Pemupukan dapat berupa pupuk organik maupun pupuk anorganik. Pupuk organik yang memiliki nilai kandungan N tinggi yaitu kompos Azolla. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan waktu aplikasi serta mendapatkan dosis kompos azolla yang tepat dalam peningkatan produksi tanaman pakchoy (Brassica rapa var. chinensis). Penelitian dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2014 di Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji, Batu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor yang diulang dengan 3 kali. Faktor 1 waktu aplikasi (A), yang terdiri dari : A1 = 0 hari (saat tanam), A2 = 7 hari sebelum tanaman, A3 = 14 hari sebelum tanaman. Faktor 2 dosis kompos Azolla (B) yang terdiri dari : B1 = 3 ton ha⁻¹, B2 = 6 ton ha⁻¹,  B3 = 9 ton ha⁻¹. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi waktu aplikasi dan dosis kompos Azolla terhadap semua variabel pengamatan. Perlakuan waktu aplikasi kompos azolla 7 hari sebelum tanam mempunyai tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan waktu aplikasi 14 hari sebelum tanam. Perlakuan dosis kompos Azolla berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 28 hst. Perlakuan dosis kompos Azolla 6 ton ha⁻¹ mempunyai tinggi tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dosis kompos Azolla 3 dan 9 ton ha⁻¹, tetapi mempunyai jumlah daun yang tidak berbeda nyata dengan 9 ton ha⁻¹.
PENGARUH APLIKASI PUPUK KALSIUM (CaCO3) DAN GIBERELIN TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL, DAN KUALITAS BUAH PADA TANAMAN TOMAT (LYCOPERSICON ESCULENTUM MILL.) Rachmah, Chasanatur; Nawawi, Mochammad; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 3 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat ialah komoditas hortikultura dengan prospek pasar yang menjanjikan. Namun produksi tomat tidak sesuai dengan peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Permasalahan yang lainnya adalah kelainan blossom-end rot, ialah kelainan fisiologis pada buah tomat akibat kekurangan kalsium saat pembentukan buah. Aplikasi giberelin dapat meningkatkan hasil tanaman tomat. Namun aplikasi giberelin juga meningkatkan jumlah buah dengan kelainan blossom-end rot. Penambahan pupuk kalsium diharapkan dapat mengurangi jumlah buah dengan blossom-end rot. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh dosis pupuk kalsium dan konsentrasi giberelin yang tepat untuk pertumbuhan, hasil, dan kualitas buah pada tanaman tomat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan November 2014 di dalam rumah plastik, Tegalweru, Dau, Malang. Penelitian ini menggunakan percobaan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan yang diulang 3 kali. Perlakuan tersebut terdiri dari aplikasi pupuk kalsium dengan 3 taraf (0, 5, dan 10 kg ha-1) dan giberelin dengan 3 taraf (0, 70, dan 140 ppm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi nyata pada jumlah daun dengan perlakuan pupuk kalsium 5 kg ha-1 dan giberelin 70 ppm. Namun dari semua perlakuan tidak mempengaruhi hasil dan kualitas buah yang dipanen.
PENGARUH PEMBERIAN BIOURIN KAMBING DAN KASCING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L. var. Acephala) Setiatma, Faiz Tyas; Koesriharti, Koesriharti; Herlina, Ninuk
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Kailan (Brassica oleraceae L. var. Acephala) ialah sayuran yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Pengembangan budidaya kailan mempunyai prospek yang bagus, karena dapat meningkatkan pendapatan petani dan sumber gizi masyarakat. Produktivitas tanaman kailan tidak terlepas dari peran pupuk. Pemanfaatan dan penggunaan kembali limbah peternakan sebagai bahan organik masih belum ditangani secara optimal, sedangkan ketersediaan limbah ternak dari peternakan juga terus bertambah seiring meningkatnya produksi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mempelajari pengaruh pemberian biourin kambing dan pupuk kascing yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Percobaan dalam polibag dilaksanakan di Green House Kurnia Kitri Ayu Farm berada di Jalan Rajawali No. 10 Sukun Kota Malang pada bulan September sampai November 2014. Percobaan ini disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan 9 perlakuan : P0: Kontrol tanpa pemberian biourin kambing dan kascing, P1: 33% Biourin kambing + 0% kascing, P2 : 33% Biourin kambing + 10% kascing, P3 : 33% Biourin kambing + 20% kascing, P4 : 33% Biourin kambing + 30% kascing, P5: 66% Biourin kambing + 0% kascing, P6 : 66% Biourin kambing + 10% kascing, P7 : 66% Biourin kambing + 20% kascing, P8 : 66% Biourin + 30% kascing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian biourin kambing tanpa disertai kascing tidak dapat meningkatkan parameter pertumbuhan  tanaman kailan. Pemberian 66% biourin kambing + 30% kascing mampu meningkatkan luas daun, diameter batang, bobot kering tanaman, bobot segar tanaman dan bobot segar konsumsi. Perlakuan pemberian 66% biourin kambing + 30% kascing mampu meningkatkan bobot segar konsumsi dari 3.49 menjadi 31.91 g/tanaman.
PENGARUH MULSA DAN SUMBER UNSUR HARA NITROGEN PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa var. ascalonicum) Ekowati, Delvi Violita; Koesriharti, Koesriharti; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 4 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah adalah komoditas sayuran unggulan yang diminati masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh mulsa dan sumber unsur hara nitrogen pada pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya di desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang pada bulan Februari–Juni 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi yang diulang tiga kali. Faktor pertama, mulsa sebagai petak utama terdiri dari mulsa plastik hitam perak (M1) dan tanpa mulsa (M2). Faktor kedua, sumber unsur hara nitrogen sebagai anak petak terdiri dari N-Urea (P1), N-ZA (P2), 1/2 N-Urea + 1/2 N-ZA (P3), 1/3 N-Urea + N-2/3 ZA (P4), 2/3 N-Urea + 1/3 N-ZA (P5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara mulsa dengan sumber unsur hara nitrogen terhadap panjang tanaman. Pada perlakuan mulsa plastik hitam perak dengan sumber unsur hara nitrogen berupa 2/3 N-Urea + 1/3 N-ZA (P5) memiliki panjang tanaman yang lebih tinggi daripada sumber unsur hara nitrogen berupa N-Urea (P1), 1/2 N-Urea + 1/2 N-ZA (P3), dan 1/3 N-Urea + 2/3 N-ZA (P4). Perlakuan tanpa mulsa menunjukkan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan mulsa plastik hitam perak. Perlakuan sumber nitrogen yang berbeda memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Co-Authors Adelia, Prita Fatma Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Alif Utama Haqi Alfarisiy, Naufal Afif Andi Kurniawan Annisa Istiqomah, Annisa Armita, Deffi Armita, Deffi Asih, Samsiyah Budi Asih, Samsiyah Budi Astutik, Apriana Dwi Astutik, Apriana Dwi Atari, Nindya Atari, Nindya Ayuningtyas, Vinny Barunawati, Nunun Bazaz, Haikal Akmam Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Damanik, Rofida Nurliawati Damanik, Rofida Nurliawati Daniyah, Rokibatun Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dina, Annisa Dita, Franciska Bella Ayu Dita Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Emir, Muhammad Nazri Emir, Muhammad Nazri Erlen Agus Satriowibowo Fadholi, Mohamad Ghifari, Ahmad Fillah Ghifari, Ahmad Fillah Haidlir, Mutiara Nisa Haidlir, Mutiara Nisa Hambali, Puspa Fadillah Hambali, Puspa Fadillah Heddy, Y.B.Suwasono Herwanda, Rangga Herwanda, Rangga Indriya, Suli Indriya, Suli Inovian Wahyuningsih, Inovian Kanwal, N. D. S. Karlina, Nabilla Prilly Karlina, Nabilla Prilly Kartikasari, Oktavian Kartikasari, Oktavian Karyawati, Anna Satyana  Khoir, Mochammad Shofarul Khoir, Mochammad Shofarul Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khumairo’, Kukuh Kurniawan, Faridh Kurniawan, Faridh Labeda, Amelia Gabriela Lia Rachmawati Lilis Styaningrum Mahmudah, Laili Hayatul Mahmudah, Laili Hayatul Mariani, Sekty Denny Mariani, Sekty Denny Meylia, Rizky Dwi Meylia, Rizky Dwi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santosa Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nindita, Ajeng Devi Nindita, Ajeng Devi Ninuk Herlina Noviana, Dini Atika Noviana, Dini Atika Novinda Pratiwi Nunun Barunawati, Nunun Nur Winda Rachmadhani Nursanti, Sri Nursanti, Sri Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Oktavian Erta Ananda Putri Oktavianti, Lala Dwi Oktavianti, Lala Dwi Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Pradita, Nabila Pradita, Nabila Pratiwi, Novinda Prita Fatma Adelia Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Puspita, Dahniar Yudha Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Qorina Syafitri, Pranita Puspa Qorina Syafitri, Pranita Puspa Rachmadhani, Nur Winda Rachmah, Chasanatur Rachmah, Chasanatur Rahayu, Aldila Putri Retik Puji Ayu Sanjaya Rinaldi, Ridwan Aries Rinaldi, Ridwan Aries Roedy Soelistyono Rohmawati, Fauziah Aini Rohmawati, Fauziah Aini Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Sanjaya, Retik Puji Ayu Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Beti Purnama Sari, Beti Purnama Sasongko, Danang Pujo Satriowibowo, Erlen Agus Setiatma, Faiz Tyas Setiatma, Faiz Tyas Shofiah Yasmin Styaningrum, Lilis Styarini, Ririn Styarini, Ririn Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Sutarto, Ulfa Annisa Sutarto, Ulfa Annisa Syarifuddin, Muhammad Hadi Tatik Wardiyati Titiek Islami Wahyuningsih, Inovian Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Waskito, Kiki Waskito, Kiki Widiyanti, Tirani Widiyanti, Tirani Wirayuda, Bahtiar Wulandari, Palupi Wulandari, Palupi Wulansari, Dessy Wulansari, Dessy Y.B.Suwasono Heddy Yasmin, Shofiah Yuli Dwi Puspitasari Zainuddin, Muchamad Anwar