Koesriharti Koesriharti
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Published : 143 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH APLIKASI PUPUK ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) Emir, Muhammad Nazri; Aini, Nurul; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 11 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan cabai nasional terhitung pada tahun 2005 yaitu sebesar 788.544 ton dengan luas tanam sekitar 5.000 ha/bulan. Sementara itu, peningkatan permintaan akan cabai merah mencapai 7,5%/tahun. Permintaan yang terus bertambah dan tidak terpenuhi ini disebabkan karena penggunaan bahan tanam, pemupukan yang belum berimbang, pengendalian hama dan penyakit tanaman terpadu serta pengelolaan yang tidak efisien. Oleh karena itu, perlu dilakukannya suatu penelitian pada salah satu varietas dengan mengkombinasikan penggunaan pupuk organik dan anorganik dengan aplikasi pemupukan yang berbeda guna mengetahui pemupukan yang sesuai untuk menghasilkan produksi maksimum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara penggunaan pupuk organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah dan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk organik dan anorganik yang tepat guna mendapatkan hasil yang maksimal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Oktober 2015 di Dusun Kasin, Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk organik dan anorganik berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada semua umur pengamatan. Sedangkan untuk diameter batang berpengaruh nyata hanya pada umur 42 hst. Untuk pengamatan jumlah bunga yang terbentukjuga memberikan pengaruh yang nyata. Dari hasil penelitian juga diketahui bahwa perlakuan pupuk organik dan anorganik berpengaruh tidak nyata terhadap komponen hasil panen per tanaman dan hasil panen per hektar. Hasil panen yang diperoleh berkisar antara 21,99 ton/ha hingga 23,02 ton/ha yang lebih besar dari potensi hasil (0,7 kg/tanaman) atau setara dengan 23 ton/ha.
PENGARUH PUPUK KOMPOS UB DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI BUNGA Atari, Nindya; Murdiono, Wisnu Eko; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pupuk nitrogen berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis (Noverita, 2005). Disamping pemberian pupuk non organik, juga harus dilakukan pemberian pupuk organik. Pemberian kompos pada tanaman sayuran sangat penting untuk menyediakan hara yang dibutuhkan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah Mendapatkan dosis kompos UB dan pupuk nitrogen yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman sawi bunga (Brassica juncea L.). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pengaruh Kompos dan  Dosis Nitrogen terhadap jumlah daun sawi. Perlakuan tanpa pupuk kompos UB dengan pupuk nitrogen 180 kg N ha-1 pada umur 25 hst menghasilkan jumlah daun yang tidak berbeda nyata dengan perlakuan pupuk kompos UB dengan dosis pupuk nitrogen 45, 90, 135, dan 180 kg ha-1. Kompos UB berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total tanaman sawi dan bobot segar total konsumsi sawi. Perlakuan kompos UB menghasilkan tinggi tanaman sawi (18,28 cm). bobot segar total tanaman sawi (39,24 g) dan bobot segar total konsumsi sawi (25,55 g) lebih tinggi bila dibandingkan dengan tanpa kompos. Nitrogen berpengaruh nyata terhadap bobot segar total tanaman sawi dan bobot segar total konsumsi sawi. Perlakuan nitrogen 180 kg N ha-1 menghasilkan bobot segar total tanaman sawi (g) dan bobot segar total konsumsi sawi (g) yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan perlakuan 45 kg N ha.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI MERAH (Capsicum annuum L.) DENGAN APLIKASI PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA DAN MULSA JERAMI Astutik, Apriana Dwi; Koesriharti, Koesriharti; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 3 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas yang sangat dibutuhkan oleh hampir semua orang. Permintaan cabai besar di Jawa Timur perlu diimbangi dengan hasil panen yang tinggi, sehingga perlu dilakukan teknik budidaya untuk meningkatkan produksi di Jawa Timur. Salah satu strategi untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman cabai adalah dengan menggunakan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dengan kombinasi mulsa jerami. Mulsa jerami merupakan salah satu sumber nutrisi mikroorganisme, sehingga dengan adanya sumber makanan, perkembangan mikroorganisme menjadi meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara PGPR dengan mulsa jerami terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2014 - Maret 2015 di kebun percobaan Universitas Brawijaya, Desa Jatikerto. Rancangan penelitian yang digunakan, Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi PGPR dengan mulsa jerami memberikan hasil nyata pada luas daun, jumlah bunga, jumlah buah total, jumlah buah saat panen, dan bobot segar buah saat panen. Jumlah buah saat panen perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memiliki hasil yang lebih tinggi (10,09 buah) jika dibandingkan dengan perlakuan benih direndam air tanpa mulsa jerami (P1) dan perlakuan benih direndam air + mulsa jerami (P4) hasil tersebut berbeda dengan bobot segar buah saat panen. Perlakuan benih direndam PGPR 10 ml l-1 + PGPR susulan 15 ml l-1 + mulsa jerami (P6) memberikan hasil lebih tinggi (3,25 t ha-1) jika dibandingkan dengan perlakuan yang lain (P1, P2, P3, P4, dan P5).
PENGARUH CEKAMAN AIR DAN PEMBERIAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) Karlina, Nabilla Prilly; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki beberapa kandungan vitamin dan mineral. Tingginya tingkat konsumsi tanaman  tersebut tidak sepadan dengan jumlah peningkatan produksi terung di Indonesia. Salah satu usaha untuk meningkatkan produksi tanaman adalah dengan cara ekstensifikasi. Lahan yang digunakan untuk ekstenifikasi ini tentunya memiliki beberapa permasalahan diantaranya keterbatasan air sehingga menyebabkan tanaman mengalami cekaman air. Pemberian pupuk akan membantu tanaman terung untuk beradaptasi ketika mengalami cekaman air. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mempelajari pengaruh cekaman air dan pemberian pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu. Penelitian dilaksanakan pada bulan April hingga bulan Agustus 2016 di Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Jl. Rais Tanjung, Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode rancangan acak kelompok faktorial (RAK) dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan cekaman (tidak disiram 10 hari) menunjukkan tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, dan kerapatan stomata yang lebih rendah dibandingkan perlakuan kontrol. Perlakuan P1 (Urea + SP-36 + KCl) menunjukkan kerapatan stomata yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan P4 : NPK (25:7:7). Perlakuan cekaman air dan pemberian pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bunga, jumlah buah panen per tanaman, dan bobot buah per tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN HIDROGEN SIANAMIDA 520 g/L TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS DAN HASIL TANAMAN ANGGUR (Vitis vinivera L.) Rinaldi, Ridwan Aries; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 5 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produktivitas merupakan masalah utama yang terjadi pada budidaya tanaman anggur di Indonesia. Salah satu kendala utama akibat adanya dormansi tunas setelah pemangkasan. Dormansi berkepanjangan setelah pemangkasan dapat menyebabkan pemecahan tunas baru tidak merata dan menghambat pertumbuh-an tunas. Untuk itu diperlukan zat pengatur tumbuh yang tepat salah satunya menggunakan hidrogen sianamida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh konsentrasi pada Hidrogen Sianamida 520 g/L yang efektif terhadap pertumbuhan mata tunas dan hasil tanaman anggur. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2016. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 5 perlakuan yaitu tingkat  konsentrasi zat pengatur tumbuh hidrogen sianamida, (K0) : Kontrol, (K1) : konsentrasi 2,5%, (K2) : konsentrasi 5%, (K3) : konsentrasi 7,5%, (K4) : konsentrasi 10%.  yang diulang sebanyak 5 kali. Data dianalisis menggunakan analisis ragam atau uji F pada taraf 5%, jika terdapat perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrogen sianamida mampu mempercepat waktu pemecahan tunas pada tanaman anggur. Perlakuan hidrogen sianamida dengan tingkat konsentrasi 2,5%, 5%  dan 7,5% efektif mempercepat munculnya tunas. Hasil penelitian juga menunjukkan aplikasi hidrogen sianamida pada tingkat konsentrasi 2,5% dan 5% memberikan hasil rerata yang paling baik pada variabel panjang tunas ketika 8 MSA serta jumlah tunas generatif per cabang. Pada konsentrasi 2,5% hidrogen sianamida mampu meningkatkan jumlah tandan bunga per pohon. Namun pada variabel hasil, perlakuan zat pengatur tumbuh hidrogen sianamida tidak dapat meningkatkan hasil buah tanaman anggur.
PENGARUH MULSA DAN SUMBER NITROGEN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L. var. ascalonicum) Nursanti, Sri; Koesriharti, Koesriharti; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 6 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang Merah memiliki nilai gizi yang cukup baik serta peranannya yang sangat dibutuhkan dalam kebutuhan sehari-hari, maka tidak heran jika permintaan bawang merah terus meningkat. Produksi bawang merah saat ini masih tergolong rendah serta masih kurang efisien dalam penggunaan pupuk untuk sistem budidayanya. Sistem budidaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan hasil serta mengefisienkan penggunaan pupuk adalah dengan penggunaan mulsa jerami dan pemilihan pupuk yang tepat. Penggunaan pupuk N anorganik oleh petani pada saat ini cenderung meningkat secara signifikan untuk meningkatkan kesuburan lahan dan produksi hasil pertanian serta efisiensi penggunaan pupuk tersebut dapat membantu terwujudnya pertanian yang berlanjut (Triyono et al., 2013). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan Oktober 2016 di Desa Balonggebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan menggunakan mulsa dan kombinasi antara pupuk NPK dan ZA memberikan hasil pertumbuhan dan hasil panen tanaman bawang merah yang lebih baik Menurut hasil analisis usaha tani, hasil yang lebih efisien adalah perlakuan yang menggunakan kombinasi antara pupuk NPK dan ZA dengan atau tanpa menggunakan mulsa, serta hasil yang paling efisien adalah perlakuan dengan menggunakan mulsa dan pupuk kombinasi antara NPK (60%), ZA (40%) dengan R/C ratio sebesar 3,3.
PENGARUH APLIKASI BIOURINE SAPI DAN PUPUK ZA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PRODUKSI TANAMAN PADI (Oryza sativa L.) VARIETAS CIHERANG Qorina Syafitri, Pranita Puspa; Koesriharti, Koesriharti; Santosa, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas utama di Indonesia.Peningkatan produksi dapat dilakukan melalui pemupukan seperti biourine sapi, EM4, dan pupuk ZA secara tepat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biourine sapi danpupuk ZA terhadap pertumbuhan dan hasil pada fase generatif tanaman padi.Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Agustus 2015 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Pemberian biourine sapi dan pupuk ZA pada fase generative tidak berpengaruh nyata pada komponen pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah daun, dan warna daun. Serta komponen hasil pada parameter bobot kering tanaman, bobot 1000 bulir, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah isi per malai, dan jumlah gabah hampa per malai.  Berpengaruh nyata pada komponen hasil dan panen tanaman padi pada parameter bobot segar tanaman dan gabah per rumpun. untuk bobot segar tanaman memberikan pengaruh nyata lebih berat pada perlakuan P5 (Pupuk ZA dengandosis 100 kg ha-1 + Biourie sapi dengan dosis 200L) dan untuk parameter gabah per rumpun memberikan pengaruh nyata lebih berat pada perlakuan P2 (Tanpa Pemupukan + Biourine sapi dosis 200 L).
PEMBERIAN KOMPOS AZOLLA (Azolla sp.) DAN DOSIS PUPUK KALIUM PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Nurul Jannah, Risda Felia; Nihayati, Ellis; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) ialah produk hortikultura yang tersebar di Indonesia. Produktivitas terung mengalami kenaikan. Tetapi produksi rata-rata terung yang dihasilkan per hektar tidak mencapai potensi. Usaha yang dapat meningkatkan produktivitas terung salah satunya dengan pemupukan, penambahan kompos azolla dan pupuk kalium. Maka perlu dilakukan penelitian mengenai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman terung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kompos azolla dan pupuk kalium pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Malang, Jawa Timur pada bulan November 2015 sampai Maret 2016. Metode penelitian merupakan percobaan faktorial yang menggunakan Rancangan Acak Kelompok terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I yaitu kompos Azolla terdiri dari 2 taraf: Tanpa Kompos Azolla 0 ton.ha-1 (A0), Kompos Azolla 12 ton.ha-1 (A1), sedangkan faktor II yaitu perlakuan pupuk kalium terdiri dari 6 taraf: K0 = 0 kg K2O.ha-1, K1 = 30 kg K2O.ha-1, K2 = 60 kg K2O.ha-1, K3 = 90 kg K2O.ha-1, K4 = 120 kg K2O.ha-1 dan K5 = 150 kg K2O.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan kompos azolla dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Pemberian kompos azolla dengan dosis 12 ton.ha-1 tidak memberikan pengaruh pada pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Perlakuan pupuk kalium hanya berpengaruh nyata terhadap diameter buah terung. Terlihat bahwa perlakuan pupuk kalium 30 kg K2O.ha1, 60 kg K2O.ha1dan 90 kg K2O.ha1 menghasilkan diameter buah 5.20 cm, 5.21 cm dan 5.16 cm lebih besar dibandingkan tanpa pemberian pupuk kalium (0 kg K2O.ha-1) maupun 150 kg K2O.ha-1.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK FOSFOR DAN SUMBER KALIUM YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicon esculentum Mill.) Meylia, Rizky Dwi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena mengandung senyawa folat, likopen, karotenoid, vitamin A, C, dan E, serat dan mineral. Salah satu upaya dalam meningkatkan produksi tanaman tomat adalah dengan memenuhi kebutuhan fosfor dan kalium yang sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan produksi tanaman. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian untuk mempelajari pengaruh pemberian pupuk fosfor, sumber dan dosis kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Penelitian dilaksanakan mulai  Juni hingga Oktober 2016 di UPT Pengembangan Benih Palawija, Singosari, Malang. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan pada penelitian ini terdiri dari P0 (Tanpa pemberian pupuk P2O5 dan K2O), P1 (50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (KCl), P2 (50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (K2SO4), P3 (50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (KNO3), P4 (100 kg ha-1 P2O5 + 120 kg ha-1 K2O (KCl), P5 (100 kg ha-1 P2O5 + 120 kg ha-1 K2O (K2SO4), P6 (100 kg ha-1P2O5 +  120 kg ha-1 K2O (KNO3), P7 (150 kg ha-1 P2O5 + 180 kg ha-1 K2O (KCl), P8 (150 kg ha-1 P2O5 + 180 kg ha-1 K2O (K2SO4), P9 (150 kg ha-1 P2O5 + 180 kg ha-1 K2O (KNO3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi pupuk fosfor dan sumber kalium dengan dosis 100 kg ha-1 P2O5 +120 kg ha-1 K2O (KCl) memberikan  tinggi tanaman , jumlah bunga per tandan, jumlah buah per tandan dan bobot per buah lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sedangkan pada perlakuan 50 kg ha-1 P2O5 + 60 kg ha-1 K2O (KCl) menghasilkan jumlah buah panen pertanaman, bobot per buah dan bobot buah per tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Pupuk Daun Khuluqi, M. Azrul Ahsani; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 6 No. 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) mengalami penurunan produksi yang disebabkan rendahnya tekanan turgor sel sehingga kandungan air dalam umbi cepat menguap saat penyimpanan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui respon  bawang merah terhadap pemberian pupuk kalium dan pupuk daun serta mengetahui kombinasi pupuk yang terbaik. Penelitian dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang, pada bulan Oktober-Desember 2016. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan yaitu : P0: Tanpa pemupukan, P1: Pupuk daun seminggu sekali, P2: 100 kg.ha-1 Urea, 300 kg.ha-1 SP-36 dan 200 kg.ha-1 KCl, P3: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P4: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daunseminggu sekali, P5: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P6: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P7: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P8: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali. Hasil penelitian pemberian pupuk kalium dan pupuk daun berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, luas daun, jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot umbi kering matahari, bobot susut umbi, bobot umbi kering matahari per hektar dan indeks panen. Kombinasi pupuk paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman serta bobot susut umbi bawang merah yaitu 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali.
Co-Authors Adelia, Prita Fatma Afifi, Listia Nur Afifi, Listia Nur Agus Suryanto Agus Suryanto Aini Nurul Aini, Nurul Akbar Alif Utama Haqi Alfarisiy, Naufal Afif Andi Kurniawan Annisa Istiqomah, Annisa Armita, Deffi Armita, Deffi Asih, Samsiyah Budi Asih, Samsiyah Budi Astutik, Apriana Dwi Astutik, Apriana Dwi Atari, Nindya Atari, Nindya Ayuningtyas, Vinny Barunawati, Nunun Bazaz, Haikal Akmam Damaiyanti, Dewi Ratih Rizki Damanik, Rofida Nurliawati Damanik, Rofida Nurliawati Daniyah, Rokibatun Dewi Ratih Rizki Damaiyanti Dina, Annisa Dita, Franciska Bella Ayu Dita Dwi Putra, Muhammad Fadli Dwi Putra, Muhammad Fadli Eko Widaryanto Ekowati, Delvi Violita Ekowati, Delvi Violita Emir, Muhammad Nazri Emir, Muhammad Nazri Erlen Agus Satriowibowo Fadholi, Mohamad Ghifari, Ahmad Fillah Ghifari, Ahmad Fillah Haidlir, Mutiara Nisa Haidlir, Mutiara Nisa Hambali, Puspa Fadillah Hambali, Puspa Fadillah Heddy, Y.B.Suwasono Herwanda, Rangga Herwanda, Rangga Indriya, Suli Indriya, Suli Inovian Wahyuningsih, Inovian Kanwal, N. D. S. Karlina, Nabilla Prilly Karlina, Nabilla Prilly Kartikasari, Oktavian Kartikasari, Oktavian Karyawati, Anna Satyana  Khoir, Mochammad Shofarul Khoir, Mochammad Shofarul Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khuluqi, M. Azrul Ahsani Khumairo’, Kukuh Kurniawan, Faridh Kurniawan, Faridh Labeda, Amelia Gabriela Lia Rachmawati Lilis Styaningrum Mahmudah, Laili Hayatul Mahmudah, Laili Hayatul Mariani, Sekty Denny Mariani, Sekty Denny Meylia, Rizky Dwi Meylia, Rizky Dwi Moch. Dawam Maghfoer Mochammad Dawam Maghfoer Mochammad Nawawi Mochammad Roviq Moctava, Mohammad Aries Mohammad Aries Moctava Mudji Santosa Mudji Santoso Murdiono, Wisnu Eko Murdiono, Wisnu Eko Nawawi, Mochammad Nihayati, Ellis Nindita, Ajeng Devi Nindita, Ajeng Devi Ninuk Herlina Noviana, Dini Atika Noviana, Dini Atika Novinda Pratiwi Nunun Barunawati, Nunun Nur Winda Rachmadhani Nursanti, Sri Nursanti, Sri Nurul Jannah, Risda Felia Nurul Jannah, Risda Felia Oktavian Erta Ananda Putri Oktavianti, Lala Dwi Oktavianti, Lala Dwi Pradesta, Adisti Zahrotul Pradesta, Adisti Zahrotul Pradita, Nabila Pradita, Nabila Pratiwi, Novinda Prita Fatma Adelia Puspita Sari, Rifa Meri Puspita Sari, Rifa Meri Puspita, Dahniar Yudha Puspita, Dahniar Yudha Puspitasari, Yuli Dwi Qorina Syafitri, Pranita Puspa Qorina Syafitri, Pranita Puspa Rachmadhani, Nur Winda Rachmah, Chasanatur Rachmah, Chasanatur Rahayu, Aldila Putri Retik Puji Ayu Sanjaya Rinaldi, Ridwan Aries Rinaldi, Ridwan Aries Roedy Soelistyono Rohmawati, Fauziah Aini Rohmawati, Fauziah Aini Roviq, Muhammad Saitama, Akbar Sanjaya, Retik Puji Ayu Santoro, Yhosiana Santoro, Yhosiana Santoso, Mudji Sari, Beti Purnama Sari, Beti Purnama Sasongko, Danang Pujo Satriowibowo, Erlen Agus Setiatma, Faiz Tyas Setiatma, Faiz Tyas Shofiah Yasmin Styaningrum, Lilis Styarini, Ririn Styarini, Ririn Sunaryo Sunaryo Sunaryo, Sunaryo Sutarto, Ulfa Annisa Sutarto, Ulfa Annisa Syarifuddin, Muhammad Hadi Tatik Wardiyati Titiek Islami Wahyuningsih, Inovian Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Wardhani, Vanya Rizqi Kusuma Waskito, Kiki Waskito, Kiki Widiyanti, Tirani Widiyanti, Tirani Wirayuda, Bahtiar Wulandari, Palupi Wulandari, Palupi Wulansari, Dessy Wulansari, Dessy Y.B.Suwasono Heddy Yasmin, Shofiah Yuli Dwi Puspitasari Zainuddin, Muchamad Anwar