Herry Koesyanto
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 64 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Risiko Kecelakaan Kerja pada Pembangunan Gedung Martiwi, Rita; Koesyanto, Herry; Pawenang, Eram Tunggul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 4 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek pembangunan gedung Y merupakan salah satu proyek yang dilaksanakan oleh PT X Semarang. Jumlah kecelakaan kerja yang terjadi pada proyek pembangunan gedung ini tahun 2015 adalah sebanyak 9 kasus, tahun 2016 sebanyak 11 kasus, sedangkan pada bulan Januari 2017 terjadi 3 kasus kecelakaan kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja pada proyek pembangunan gedung Y oleh PT X Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, yaitu sejumlah 23 responden. Instrumen yang digunakan adalah angket dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji univariat dengan disajikan dalam bentuk tabel dan narasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa responden yang mengalami kecelakaan kerja memiliki umur ≥ 30 tahun (52,2%), tingkat pendidikan rendah (91,3%), masa kerja ≤ 5 tahun (65,2%), lama jam kerja > 8 jam (100%), tingkat pengetahuan rendah (56,5%), kelelahan dengan kategori lelah (82,6%), dan aman dalam penggunaan APD (100%). Simpulan dalam penelitian ini adalah faktor manusia (pekerja) memiliki pengaruh untuk terjadinya kecelakaan kerja. Kata kunci: Menyebabkan, Pekerjaan, Kecelakaan The construction project of Y building is one of Semarang X company construction project. In 2015 there were 9 workplace accident cases on that building, in 2016 there were 11 workplace accident cases. Meanwhile on January 2017 there were 3 workplace accidents. The purpose of this study is to understand what the factors caused workplace accidents on Y building construction by Semarang X Company. This study uses quantitative descriptive method with cross-sectional approach. The sample quantity on this study uses purposive sampling technique, there were 23 respondents, and the instruments that use in this study are questionnaire and observation sheets. The data analyzed by univariat test on table and narration forms. The result of the analysis showed the respondents who got workplace accidents were ≥ 30 years old (52.2%), low education level (91,3%), ≤ 5 years working period about (65,2%), >8 hours working times (100%), low knowledge (56.5%), exhausted on fatigue level (82.6%), and were safely used APD (100%). The conclusion is human factors have influence to causing accident. Keywords: Causing, Work, Accidents
Penerapan Hazard Identification Risk Assessment And Risk Control di Dipo Lokomotif Hasbi, Hanifah; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dipo Lokomotif Semarang Poncol sudah melakukan penilaian risiko dengan metode HIRARC namun kecelakaan kerja tetap terjadi disana. Sejak Januari 2016 hingga Januari 2017 sebanyak 62.5% pekerja mengalami kecelakaan kerja. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2107. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelaksanaan penerapan HIRARC pada bagian pemeliharaan di Dipo Lokomotif Semarang Poncol. Jenis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian fenomenologi. Hasil penelitian ini yaitu pada Dipo Lokomotif Semarang Poncol terdapat 92 pengendalian bahaya, dengan 27 (29,34%) pengendalian bahaya terlaksana secara fully implemented dan 65 (70,66%) pengendalian bahaya terlaksana dengan partial implemented. Pelaksanaan HIRARC dengan fully implemented yaitu pada penggunaan safety shoes dan safety helmet sedangkan penerapan dengan partial implemented yaitu pada penggunaan kacamata safety, masker safety, ear plug, rompi safety, safety belt, dan sarung tangan safety. Penerapan dengan partial implemented disebabkan karena terdapat APD yang kurang sesuai dengan kebutuhan pekerja, selain itu pekerja merasa tidak nyaman jika harus bekerja dengan menggunakan APD dan mengganggap remeh efek yang akan ditimbulkan dari tidak menggunakan APD. Penerapan HIRARC pada Dipo Lokomotif Semarang Poncol belum sepenuhnya fully implemented. Abstract Dipo Locomotive Semarang Poncol had owned and implemented HIRARC as one of the risk assessment methods however work accidents were often happened there. Since January 2016 to January 2017 as many as 62.5% workers had a work accidents. This study was conducted in 2017. The purpose of this research is to know the implementation of HIRARC in maintenance department of Dipo Locomotive Semarang Poncol. The type of research was descriptive qualitative with phenomenology design research. The result of hazard identifications were 92 risk controls, which were 27 (29,34%) with fully implemented and 65 (70,66%) with partial implemented. The usage of safety shoes and safety helmet were include to fully implemented while usage of safety glasses, safety mask, ear plug, safety mask, saftey belt, and safety gloves were partial implemented. The partial implemented caused by that PPE were not fit for workers necessity, beside it workers feel hampered when used that and they did not realised also the effects from it. The implementation of HIRARC in Dipo Locomotive Semarang Poncol had not been fully implemented. Keyword : Implementation of HIRARC, Dipo Locomotive
Penerapan Sistem Manajemen Kebakaran di Laboratorium Praktik Teknik Mesin Purnamasari, Ariesta; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.20365

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan tempat kerja yang berpotensi mengalami kebakaran. Oleh sebab itu, sistem manajemen kebakaran perlu diterapkan di sekolah. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 yang bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan sistem manajemen kebakaran berdasarkan Kepmen PU No.11/KPTS/2000, Kepmen PU No.10/KPTS/2000, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Kep.186/Men/1999, Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.Per.04/Men/1980, Standar Nasional Indonesia 03-1746-2000 NFPA 1300 tahun 2016. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini adalah gambaran penerapan sistem manajemen kebakaran di laboratorium praktik teknik mesin SMK N 2 Surakarta. Hasil analisis gambaran penerapan sistem manajemen kebakaran di laboratorium praktik teknik mesin SMK N 2 Surakarta menunjukkan 35 % sesuai dengan Kepmen PU No.11/KPTS/2000, Kepmen PU No.10/KPTS/2000, Pemermenaker No. Per.02/Men/1983, Permenaker No.Kep.186/Men/1999, Permenaker No.Per 04/Men/1980, Standar Nasional Indonesia 03-1746-2000, NFPA 1600 tahun 2016 yaitu kebijakan manajemen 30%, organisasi proteksi kebakaran 30%, APAR 90%, hidran 45%, petunjuk arah evakuasi 30%, manajemen keadaan darurat 100%. Dari berbagai aspek yang diteliti hanya terdapat 2 aspek yang memenuhi peraturan yang dibandingkan. Abstract The school was workplace that could potentially experience a fire. Therefore, sistem prevention and fire mitigation needs to be applied at school. The research was conducted in 2017 which aims to know the description application management sistem of fire based on PU Kepmen No. 11/KPTS/2000, Kepmen PU No. 10/KPTS/2000, regulation of the Minister of labour no.Kep.186/Men/1999, regulation of Minister labour no. Per.04/Men/ 1980, Indonesia national standard 03-1746-2000 10, NFPA 72, NFPA 101 as well. The type research was qualitative descriptive. The object study was overview application of fire management system in laboratory practices employed machine SMK N 2 Surakarta. The results in SMK N 2 Surakarta showed 35% in accordance with Kepmen PU No. 11/KPTS/2000, Kepmen PU No. 10/KPTS/2000, Pemermenaker 02/MEN/1983, no. Permenaker 186/Men/1999, Permenaker No. Per 04/Men/1980, SNI 03-1746-2000, NFPA 1300 tahun 2016 was 30% management policy, 30% fire protection organization, 90% APAR, 45% hydrant, 30% evacuation direction 30%, 100% emergency management. From the various aspects studied there are only 2 aspects that meet the regulations compared.
Dokumen Manual K3 pada Penanganan Prasarana dan Sarana Umum DKI Jakarta Kasyfan, Muhamad; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.21259

Abstract

Abstrak Kecelakaan kerja di Penanganan Prasarana dan Sarana Umum seringkali terjadi hingga menyebabkan kematian. Belum adanya kelengkapan dokumen yang mendukung keselamatan dan kesehatan kerja menjadi sebab kecelakaan kerja terus terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyusun rancangan dokumen manual keselamatan dan kesehatan kerja di PPSU DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Informan berjumlah 5 orang, yaitu Lurah, Sekretaris Kelurahan, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Koordinator Pekerja PPSU dan Pekerja PPSU. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan observasi lapangan. Penelitian dilakukan tahun 2017. Hasil penelitian ini adalah rancangan dokumen manual keselamatan dan kesehatan kerja di PPSU DKI Jakarta. Saran yang peneliti rekomendasikan kepada Kelurahan khususnya satuan kerja PPSU Kelurahan meliputi: melakukan review terhadap aspek K3 PPSU, melakukan jajak pendapat dengan pekerja PPSU, melakukan pengecekan kelayakan APD, dan melakukan peningkatan kinerja K3 dalam bentuk membuat SOP Abstract Work accident is an event that is obviously undesirable and causes losses such as time, property and loss of life. In conditions of work accidents required the process of controlling the potential hazards as a cause of accidents. The purpose of this research is to arrange draft of manual document of safety and health in PPSU DKI Jakarta. This research uses research and development method. Informant determination was done by purposive sampling technique. Informants amounted to 5 people, namely Lurah, Sekretaris Kelurahan, Section Head Economic Development and Environment, Workers Coordinator PPSU and PPSU Workers. The data were collected using semi structured interview technique and field observation. The result of this research is the design of work safety and health manual document at PPSU DKI Jakarta. Suggestions that researchers recommend to the Kelurahan in particular the work units of Penanganan Prasarana dan Sarana Umum of Kelurahan include: reviewing aspects of OHS in SOPs, conducting polls with PPSU workers, making strategic control measures involving workers directly, implementing OSH culture every work implementation, always checks the feasibility of PPE, and improves the performance of K3 in the form of making new SOP according to the needs of K3 PPSU. Keyword : Occupational Safety and Health Management Systems, Work Accident, PPSU, Manual
Masa Kerja, Beban Kerja, Konsumsi Air Minum dan Status Kesehatan dengan Regangan Panas pada Pekerja Area Kerja Nofianti, Diah Wahyu; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.28158

Abstract

ABSTRAK Heat strain merupakan dampak akut atau kronis yang diakibatkan paparan tekanan panas yang dialami oleh seseorang dari aspek fisik maupun mental. Dampak fisik yang ditimbulkan dapat bervariasi mulai dari keluhan ringan seperti ruam pada kulit atau pingsan sampai situasi yang mengancam kehidupan saat terjadi terhentinya pengeluaran keringat dan heat stroke. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan masa kerja, beban kerja, konsumsi air minum dan kesehatan dengan regangan panas pada pekerja di PT. Barata Indonesia (Persero) Pabrik Tegal. Jenis penelitian cross sectional. Populasi pekerja 100 pekerja dengan besar sampel 34 pekerja. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner heat strain score index (HSSI), lembar kuesioner untuk mengetahui masa kerja, dan jumlah konsumsi air minum dan kesehatan, serta pengukuran beban kerja dengan perhitungan denyut nadi secara manual. Analisis data secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian tidak terdapat hubungan antara masa kerja (p=0,530), beban kerja (p=0,666) dan konsumsi air minum (p= 0,166) dengan regangan panas serta terdapat hubungan antara kesehatan (p=0,001) dengan regangan panas. ABSTRACT Heat strain is an acute or chronic impact caused by exposure to heat stress experienced by a person from both physical and mental aspects. The physical impact can vary from minor complaints such as skin rashes or fainting to life threatening situations when there is cessation of sweating and heat stroke. The purpose of this study was to determine the relationship of tenure, workload, drinking water consumption and health with heat strain on workers at PT. Barata Indonesia (Persero) Pabrik Tegal. The type of research was cross sectional project. The worker population was 100 people with sample size was 34 people. The instruments used were the heat strain score index (HSSI) questionnaire, questionnaire sheets to determine the working period, and the amount of water consumption and health, and measurement of workload by manually calculating the pulse. The data analysis varied from univariate and bivariate. The results of the study showed no relationship between working period (p = 0.530), workload (p = 0.666) and water consumption (p = 0.166) with heat strain and there was a relationship between health (p = 0.001) and heat strain.
Penerapan Metode HIRARC di Bagian Laundry sebagai Upaya Pengendalian Risiko Faidani, Reza Bhakti; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 2 (2019): HIGEIA: April 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i2.30064

Abstract

Rumah Sakit mardi Rahayu kudus telah menerapkan metode HIRARC, bagian Laundry nya namun masih memiliki permasalahan yaitu dasar hukum yang digunakan masih menggunakan dasar hukum yang sudah tidak berlaku. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode HIRARC di unit Laundry. Penelitian dilakukan selama Bulan April 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan penerapan HIRARC pada bagian Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus adalah terdapat 21 tahapan kerja yang sudah memiliki form HIRARC namun, masih kurang terperinci, dan terdapat 28 identifikasi bahaya di bagian Laundry. Dengan rincian 26 termasuk kategori tingkat risiko sedang, 1 kategori tingkat risiko tinggi, dan 1 kategori tingkat risiko sangat tinggi. Simpulan, unit Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu telah menerapkan HIRARC, dari 21 tahapan kerja di unit Laundry tersebut sudah menerapkan HIRARC secara keseluruhan. Namun, form HIRARC di unit Laundry Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus masih belum sesuai dengan panduan form HIRARC dan belum dituliskan secara terperinci. ABSTRACT Mardi Rahayu Hospital in Kudus City has applied HIRARC method, its Laundry part but still have problem that is base of law which still used still base of law which is not valid. The purpose of this research is to know the application of HIRARC method in Laundry unit. The study was conducted during April 2018. The type of this research is descriptive quantitative research with descriptive design. The results of this study indicate the application of HIRARC on the Laundry of Mardi Rahayu Kudus Hospital is there are 21 stages of work that already have HIRARC form yet, still less detailed, and there are 28 hazard identification in the Laundry. Details of 26 included moderate risk level category, 1 high risk category category, and 1 category of very high risk level. Conclusively, the Laundry Unit of Mardi Rahayu Hospital has implemented HIRARC, from 21 stages in the Laundry unit has implemented HIRARC as a whole. However, the HIRARC form in the Laundry unit of Mardi Rahayu Kudus Hospital is still not in accordance with the HIRARC guidelines and has not been written in detail.
Potensi Bahaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Bengkel Reparasi Elektronik Atmojo, Bayu Christyono Eko; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 3 (2019): HIGEIA: July 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i3.31000

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang tinggi, sebagian besar bermata pencaharian sebagai pekerja yaitu 114,63 juta orang, sebanyak 42,38 juta orang (36,97%) bekerja pada sektor formal dan 72,25 juta orang (63,03%) bekerja pada sektor informal (Badan Pusat Statistik, 2014). Data tersebut menunjukan bahwa bidang informal memiliki jumlah pekerja yang lebih tinggi dari sektor formal, namun pada kenyataannya sektor informal memiliki kontrol keamanan kerja yang lebih longgar daripada sektor formal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko apa saja yang dapat terjadi pada pekerja bengkel reparasi elektronik informal di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber informasi menggunakan data primer dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa bahaya yang teridentifikasi di bengkel reparasi elektronik sejumlah 45 bahaya meliputi: penanganan dan penyimpanan material (10 bahaya), penggunaan perkakas tangan (9 bahaya), pengamanan mesin (5 bahaya), desain tempat kerja/bengkel (6 bahaya), pencahayaan (5 bahaya), cuaca kerja (5 bahaya) dan fasilitas pekerja (5 bahaya). Penilaian tingkat risiko/bahaya yaitu rendah (9 bahaya), sedang (8 bahaya), tinggi (16 bahaya), ekstrim (12 bahaya). Pengendalian risiko/bahaya yang sudah direncanakan sejumlah 23 tindakan dan yang belum direncanakan sejumlah 22 tindakan. Saran kepada manajemen bengkel yaitu menghilangkan atau mengurangi bahaya yang sudah teridentifikasi di bengkel reparasi elektronik X, mengurangi tingkat risiko/bahaya yang ada di bengkel, segera bertindak dalam pengendalian bahaya yang sudah direncanakan dengan mengacu pada hasil HIRA.
Manajemen Kebakaran Universitas Negeri Semarang dalam Menyongsong Asesmen AUN-QA 2019 Pangestu, Widiya Amallia; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.31247

Abstract

ABSTRAK Menurut Permen PU No. 26/PRT/M/2008, sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan jiwa pada bangunan gedung merupakan persyaratan teknis yang harus dipenuhi, hal tersebut dalam rangka mewujudkan kondisi aman dan tanggap terhadap kebakaran pada gedung dan lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan manajemen kebakaran UNNES dalam menyongsong asesmen AUN-QA 2019 (Studi Kasus di FIK, FE, FBS, dan FMIPA) berdasar standar acuan yang digunakan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi, panduan wawancara, dan studi dokumen. Informan dalam penelitian ini adalah Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Bagian Sarana dan Prasarana, dan Bagian Keamanan (Security). Penelitian dilakukan di dekanat FIK, FE, FBS, dan FMIPA UNNES dengan kurun waktu dari bulan Mei-Juni 2019. Hasil penelitian menunjukkan dari 14 indikator penilaian didapat persentase kesesuaian yaitu FIK 37,2%, FE 54,6%, FBS 18,36%, dan FMIPA 43,9%. Simpulan dari penelitian ini yaitu persentase kesesuaian tertinggi penerapan manajemen kebakaran terdapat pada dekanat Fakultas Ekonomi yaitu 50%. ABSTRACT According to Permen PU No. 26/PRT/M/2008, fire protection systems and facilities for saving live in buildings are technical requirements that must be fulfilled, to create safe conditions and be responsive to fires in buildings and environment. The purpose of this study is to find out the implementation of UNNES fire management on welcoming AUN-QA 2019 assessment (case study in FIK, FE, FBS, and FMIPA). The type of research is qualitative. The research instrument uses observation sheets, interview guides, and document studies. The informants are Subdivision Head of General and Staff, Facilities and Infrastructure Staff, and Security. The research was conducted at the Deanery of FIK, FE, FBS, and FMIPA UNNES from May-June 2019. The results is from 14 indicators of assessment was obtained the percentage of suitability those are FIK 37,2%, FE 54,6%, FBS 18,36%, and FMIPA 36,81%. The conclusion is the highest percentage of suitability is the Deanery of FE, that is 54,6%. Keywords: Fire, Fire Management, AUN-QA
Potensi Bahaya dan Penilaian Risiko Menggunakan Metode HIRARC Puspitasari, Tiara; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 1 (2020): HIGEIA: January 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i1.32269

Abstract

Di PMU Revitalisasi Industri Kayu Demak terdapat proses Pabrik Penggergajian Mesin (PGM) yaitu pengolahan dari bahan baku kayu bundar (log) menjadi bentuk dan ukuran tertentu dengan menggunakan mesin gergaji. Dimana setiap langkah pada proses PGM tersebut memiliki berbagai potensi bahaya. Dibuktikan dengan, sebanyak 8 orang pekerja mengalami kecelakaan kerja dalam jangka waktu Juni 2018 hingga Januari 2019. 1 orang pekerja tersayat pisau gergajisaat proses pergantian pisau gergaji pada mesin Log Band Saw (LBS), Scroll Band Saw (SBS), dan Band Resaw (BRS). 3 orang pekerja pernah mengalami kejatuhan objek kerja. 4 orang pekerja lainya terjepit tumpukan kayu. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik untuk mengidentifikasii bahaya dan menganalisis risiko kecelakaan kerja.Identifikasi bahaya menggunakan teknik HIRARC dan analisis risiko menggunakan teknik semi kuantitatif W.T. Fine J yang mengalikan nilai consequence, exposure dan probability untuk menentukan tingkat risiko. Hasil dari penelitian menunjukan terdapat 14 jenis risiko K3 yang ada pada bagian PGM, 1 level risiko acceptable, 4 level risiko priority 3. 1 level risiko substantial. 3 level risiko priority 1 dan 5 level risiko very high.
Kejadian Kecelakaan pada Pengemudi Ojek Online Adi Pratama, Reza Yudhistira; Koesyanto, Herry
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 1 (2020): HIGEIA: September 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 1.34997

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan hasil wawancara dengan 10 pengemudi ojek online diketahui semuanya hampir dan atau pernah mengalami kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor risiko terjadinya kecelakaan pada pengemudi ojek online mitra PT.X di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan metode observasional analitik menggunakan pendekatan cross sectional. Informan penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstruktur. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Apabila tidak memenuhi syarat maka akan digunakan uji fisher. Hasil menunjukan terdapat hubungan antara jenis kelamin,tingkat pendidikan, pengalaman berkendara, masa kerja, tingkat pengetahuan, status kesehatan, kelengkapan sarana dan prasarana berkendara, kondisi kendaraan, faktor cuaca, dan keikutsertaan pelatihan safety riding terhadap kejadian kecelakaan. Serta tidak ada hubungan antara usia, sikap, geometrik jalan, dan kondisi permukaan jalan terhadap kejadian kecelakaan. Saran bagi pengemudi ojek online yaitu lebih memperhatikan waktu kerja dan untuk PT.X melakukan pengawasan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja para mitranya dengan menonaktifkan akun apabila sudah bekerja selama 8 jam atau telah memenuhi target tertentu. ABSTRACT Technology development in transportation nowadays made several companies use this opportunity to develop online-based transportation applications. Based on the interview with 10 online motorbike taxi drivers, it was found that almost all of them had experienced an accident. The aim of this study was to discover the risk factors of accident among online motorbike taxi drivers at PT. X in Semarang City. This was a descriptive quantitative study with observational analytic method and cross sectional approach. The informants were chosen by purposive sampling. The instrument used structured questionnaire. The statistics analysis used in this study was chi-square or fisher if it did not meet the requirements. The result showed that there were some correlations between gender, level of education, driving experience, period of employment, level of knowledge, health status, completeness of driving facilities, vehicle conditions, weather, and the participation of safety riding training to the accidents. There were no correlation between age, attitude, geometric road, and road surface to the accidents. This study recommended the online motorbike drivers to consider the working hours and for PT. X to do a monitoring and supervision about drivers’ safety and health at work by deactivating drivers accounts if they have worked for 8 hours or met the targets.