Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Improving Social Studies learning activity and outcomes through multimedia-based learning Winarsi, Winarsi; Azizah, Primanisa Inayati; Rosardi, Raras Gistha; Setya Dhewantoro, Happri Novriza
JIPSINDO Vol. 12 No. 2 (2025): JIPSINDO (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Indonesia)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipsindo.v12i2.89925

Abstract

This research was motivated by the low learning activity and low learning outcomes of social studies of class VII/B students in the second semester at SMP Negeri 2 Dusun Selatan. Indicators of low learning activity include a lack of enthusiasm for learning and a tendency to be apathetic in participating in learning. This can be seen from students' responses to teacher questions, their activeness in expressing opinions or ideas, and low student participation in learning. Meanwhile, indicators of low learning outcomes are seen from classical completeness, which is still below 75% with the KKM value of Social Studies for Class VII in the second semester of the 2024/2025 Academic Year at SMP Negeri 2 Dusun Selatan being 70. To overcome this problem, a Classroom Action Research was conducted that focused on increasing activity and improving learning outcomes through the use of multimedia-based learning media. This Classroom Action Research (CAR) used the Kemmis and McTaggart model, which was implemented in 2 (two) cycles on 31 students. Data was collected through learning activity observations, learning outcome tests, and student response questionnaires. The results showed a significant increase in learning activity, learning outcomes, and classical mastery. Learning activity increased by 17.4%, from 68.9% pre-cycle to 75.4% in Cycle 1 and 86.3% in Cycle 2. Student learning outcomes increased by 13.9%, from 72.6% in the pre-cycle to 80.3% in Cycle 1 and 87.7% in Cycle 2. Classical mastery percentage increased by 29%, from 65% in the pre-cycle to 83% in Cycle 1 and 94% in Cycle 2. It was concluded that the use of multimedia-based learning media can improve the social studies learning activity and learning outcomes of grade VII/B students in the 2024/2025 academic year at SMP Negeri 2 Dusun Selatan.
Tantangan dan Perwujudan Gender Equality Sebagai Realitas Sosial serta Implikasinya dalam Pembangunan di Indonesia Eka Saputri, Indiani; Novriza Setya Dhewantoro, Happri; Inayati Azizah, Primanisa; Sinta Utami, Prihma
Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi Vol. 6 No. 1 (2024): Maharsi : Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi
Publisher : UNIVERSITAS INSAN BUDI UTOMO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/maharsi.v6i1.298

Abstract

Kesetaraan gender termasuk ke dalam tujuan yang harus dicapai dalam pembangunan nasional jangka panjang maupun menengah. Oleh karena itu baik perempuan maupun laki-laki mempunyai kesempatan dan akses yang sama sebagai agen dari pembangunan. Namun, dalam realitas masyarakat Indonesia perbedaan gender ini nyatanya masih menjadi permasalahan yang perlu diselesaikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Metode dalam pengumpulan data dan informasi yaitu dengan bantuan buku, catatan dari jurnal, dokumen, atau materi pustaka yang berkaitan dengan pembahasan pada penelitian ini. Setelah semua data terkumpul maka langkah selanjutnya yaitu peneliti menganalisis data tersebut untuk diambil sebuah kesimpulan. Sifat dari penelitian studi literatur ini yaitu analisis deskriptif dengan menguraikan data yang diperoleh secara teratur. Kemudian, memberikan penjelasan serta pemahaman kepada pembaca agar mudah dipahami (Pusparani, 2021). Hasil dari penelitian ini yaitu proses dari perwujudan kesetaraan gender di Indonesia sudah terlihat di beberapa sektor seperti pendidikan, ketenagakerjaan, dan politik tetapi belum maksimal. Hal ini karena adanya tantangan dalam proses tersebut seperti kuatnya budaya patriarki, pelaksanaan undang-undang yang tidak maksimal, kesenjangan akses pendidikan dan kesempatan kerja yang belum merata, serta masih banyak lagi. Oleh karena itu Indonesia harus mampu menyikapi tantangan tersebut dengan baik di mana tercapainya kesetaraan gender sebagai syarat dari pembangunan yang berkelanjutan dan berpusat di masyarakat harus menjadi prioritas dalam inisiatif pembangunan.
Exploring Learning Styles and Their Variations Through Diagnostic Assessment in Addressing Students’ Learning Needs Widiastuti, Anik; Azizah, Primanisa Inayati; MR, Moh. Irsyad Fahmi; Septiantoko, Riko; Prawoto, Sri Bagus Wahyu; Hartati, Putri Ria Indah; Febriani, Putri
Publikasi Berkala Pendidikan Ilmu Sosial Vol 6, No 1 (2026): PAKIS, March 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/pakis.v6i1.17036

Abstract

This research aims to analyze learning styles and their varieties through diagnostic assessment to meet students' learning needs. The method used in this research is a descriptive quantitative method, with a sample of 27 8th-grade students at SMPN 9 Yogyakarta. The research instruments include the learning style questionnaire, observation, and interview. The results showed that students have three main learning styles, namely visual (40%), auditory (35%), and kinesthetic (25%). In addition, there are combinations of learning styles such as visual-auditory (18%), visual-kinesthetic (13%), and auditory-kinesthetic (13%). These findings suggest that learning approaches should be tailored to learners' individual learning preferences to enhance learning effectiveness. By implementing diagnostic assessments, teachers can design learning strategies that are more inclusive and better suited to learners' needs, thereby positively impacting their motivation and learning achievement.
OPTIMALISASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI MELALUI IMPLEMENTASI ASESMEN DIAGNOSTIK DI SMP Widiastuti, Anik; MR, Moh Irsyad Fahmi; Azizah, Primanisa Inayati; Kurniawan, Syamsul; Rohmah, Yunita Laila; Andjasmara, Adhietya Eka
Jurnal Wawasan Pendidikan Vol 5, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi masih belum sepenuhnya berjalan optimal dalam implementasinya di sekolah. Salah satu dasar yang dapat digunakan guru untuk merancang pembelajaran berdiferensiasi adalah dengan melakukan asesmen diagnostic. Penelitian ini bertujuan untuk menggali implementasi asesmen diagnostik untuk optimalisasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada semester gasal tahun ajaran 2025/2026. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi kepada guru IPS SMP kelas VII, VIII, dan IX. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) implementasi asesmen diagnostik untuk optimalisasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan melalui tahapan persiapan dan perencanaan, pelaksanaan asesmen diagnostik, analisis hasil asesmen, penyusunan strategi pembelajaran berdiferensiasi, implementasi pembelajaran berdiferensiasi, serta refleksi dan penyesuaian disertai tujuan dan rincian kegiatan masing-masing tahapan; 2) Optimalisasi pembelajaran berdiferensiasi dilakukan dengan identifikasi kebutuhan belajar peserta didik melalui asesmen diagnostic yang disertai tindak lanjut sesuai kategori kebutuhan. Temuan penelitian dapat menjadi rekomendasi bagi guru agar melakukan asesmen diagnostic terlebih dahulu sebagai dasar dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi agar optimal, sehingga strategi pembelajaran yang diterapkan guru dapat memfasilitasi peserta didik dan sesuai dengan kebutuhan belajarnya.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMEN PADA MAPEL IPS UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI PESERTA DIDIK KELAS VII SMP NEGERI 5 DEPOK Tantia Amanda; Anik Widiastuti; Riko Septiantoko; Primanisa Inayati Azizah
ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/action.v5i4.7455

Abstract

This study is motivated by the low participation of students in Social Studies (IPS) learning in grade VII at SMP Negeri 5 Depok, which is reflected in the minimal involvement of students in class discussions and activities. This research aims to examine the application of the Teams Games Tournament (TGT) model to increase active participation of students, particularly in Social Studies subjects. Most previous studies on the TGT model have focused on improving cognitive learning outcomes, thus the aspect of student participation in Social Studies learning at the junior high school level remains underexplored, creating a research gap that needs to be addressed. This study uses the Classroom Action Research (CAR) method with the Kemmis and McTaggart model, involving 32 students as research subjects. Data collection techniques used in this study include observation, learning achievement tests, documentation, and interviews, which were then analyzed descriptively and qualitatively. The results indicate that the implementation of the TGT model can improve active participation, learning motivation, and teamwork skills. In addition, the average formative score of the students was 86.5, and the summative score was 84.9, with all students exceeding the Minimum Competency Criteria (KKM). Awarding the group with the highest score as a form of positive reinforcement effectively enhanced student motivation in accordance with behaviorist theory. This study demonstrates that the implementation of the TGT model effectively balances cognitive, affective, and psychomotor aspects in Social Studies learning based on the Independent Curriculum, making it relevant for creating meaningful, collaborative, and enjoyable learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas VII SMP Negeri 5 Depok, yang tercermin dari keterlibatan siswa yang minim dalam diskusi dan aktivitas kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model Teams Games Tournament (TGT) guna meningkatkan partisipasi aktif siswa, khususnya dalam mata pelajaran IPS. Sebagian besar penelitian sebelumnya mengenai model TGT lebih fokus pada peningkatan hasil belajar kognitif, sehingga aspek partisipasi siswa dalam pembelajaran IPS di tingkat SMP masih terabaikan, yang menjadi gap penelitian yang perlu diisi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang melibatkan 32 siswa sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes hasil belajar, dokumentasi, dan wawancara, yang kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model TGT dapat meningkatkan partisipasi aktif, motivasi belajar, serta kemampuan kerja sama dalam kelompok. Selain itu, rata-rata nilai formatif peserta didik mencapai 86,5 dan nilai sumatif 84,9, dengan seluruh peserta didik melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Pemberian penghargaan kepada kelompok dengan skor tertinggi berfungsi sebagai reinforcement positif yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa, sesuai dengan teori behavioristik. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model TGT mampu menyeimbangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam pembelajaran IPS berbasis Kurikulum Merdeka, serta relevan diterapkan untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan menyenangkan.