Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Evaluasi Ketersediaan Obat Antibiotik Di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud Ofrini Timpua; Randy Tampa’i; Joke L. Tombuku; Sonny D. Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.196 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i1.311

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Evaluasi Ketersediaan Obat Antibiotik di Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketersediaan obat antibiotik di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yang bertujuan untuk mengumpulkan data dari resep rawat inap yang telah di arsipkan pada bulan juni 2019-mei 2020 di instalasi farmasi RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud. Hasil penelitian menunjukan bahwa evaluasi ketersediaan obat antibiotik di RSUD Kabupaten Kepulauan Talaud pada periode juni 2019-mei 2020, berdasarkan variabel yang diamati, yaitu bahwa, terdapat peresepan antibiotik yang terlayani sebanyak 99,46%, dengan tingkat kekosongan 0,54%. Terdapat 37,14% atau 13 dari 35 item obat antibiotik telah kadaluarsa, sedangkan 62,86% atau 22 item obat antibiotik yang tidak mengalami exapire date pada periode tesebut. Terdapat 14,28% atau 5 dari 35 item obat Antibiotik, tidak diresepkan, sedangkan 85,72% atau 30 item obat Antibiotik digunakan/diresepkan pada periode tersebut. Berdasarkan data persentase ketiga variabel tersebut (62,86% - 99,46%), dapat dikatakan bahwa ketersediaan obat Antibiotik di RSUD Talaud pada periode Juni 2019 – Mei 2020, dapat dikategorikan tersedia baik.
Uji Efek Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Buah Sirsak (Annona muricata Linn.) Sebagai Antidiabetes Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Aloksan Tenci Lie Sarbunan; Olvie S. Datu; Wilmar Maarisit; Sonny D. Untu; Jabes W. Kanter
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.279 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.357

Abstract

Tanaman yang digunakan dalam pengobatan herbal salah satunya adalah sirsak yang termasuk dalam famili Annonaceae. Annonaceae memiliki keanekaragaman kimia, sifat-sifat biologi dan farmakologi, seperti antimikroba, antifungal, sitotoksik, antitumor, dan insektisida dari alkaloid benzilisokuinolin, asetogenin, senyawa-senyawa C-benzilflavonoid, dan diterpenoid yang dihasilkan oleh tumbuhan ini.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek ekstrak etanol kulit buah sirsak sebagai antidiabetes pada tikus putih yang diinduksi aloksan untuk membuat diabetes.Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium, Dengan menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi dalam 5 perlakuan dengan 3 pengulangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa kulit buah sirsak memiliki efek dalam menurunkan kadar glukosa darah pada dosis 50, 75 dan 150 karena dalam kulit buah sirsak terdapat senyawa-senyawa aktif yang berpontesi sebagai antidiabetes.
Uji Efektivitas Ekstrak Etanol Batang Sereh (Cymbopogon citratus) Terhadap Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus novergicus) Delon Sermatang; Sonny D. Untu; Yessie K. Lengkey; Hariyadi Hariyadi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 4 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.294 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v4i2.361

Abstract

Penggunaan bahan obat alam lebih disukai karena diyakini mempunyai efek samping yang lebih kecil dibandingkan pengobatan modern yang menggunakan bahan sintetis. Pengobatan tradisional dewasa ini sangat populer dan semakin disukai oleh masyarakat. Dalam pekerjaan sehari-hari, manusia selalu dihadapkan pada bahaya-bahaya tertentu, misalnya bahaya yang berpontensi mengalami resiko luka. Luka adalah rusaknya struktur dan fungsi anatomis kulit normal akibat proses patalogis yang berasal dari internal dan eksternal dan mengenai organ tertentu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol batang sereh terhadap luka sayat pada tikus putih serta mengetahui konsentrasi yang efektif untuk penyembuhan luka sayat.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium dengan mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari tiga perlakuan yaitu konsentrasi 12,5%, konsentrasi 25% dan konsentrasi 50% dengan tiga kali ulangan.Hasil penelitian menunjukan bahwa semua perlakuan mengalami efek penyembuhan luka, tetapi konsentrasi 50% mempunyai efektivitas lebih cepat dalam penyembuhan luka sayat dengan efektivitas 100%.
Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi Di Puskesmas Wolaang Langowan Sesilia Agata Soriton; Christel Sambou; Yessie Lengkey; Sonny Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.204

Abstract

Puskesmas Wolaang adalah salah satu puskesmas yang ada di Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara. Dari wawancara singkat yang di lakukan pada bulan April 2019 diketahui bahwa penyakit hipertensi adalah penyakit nomor dua setelah ISPA dari sepuluh besar penyakit terbesar di Puskesmas Wolaang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif pada pasien Hipertensi di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Kabupaten Minahasa periode bulan Januari – Juni 2019. Hasil penelitian mengenai Pola Peresepan Penggunaan Obat Antihipertensi di Puskesmas Wolaang Langowan periode bulan Januari – juni berdasarkan jenis kelamin pasien perempuan lebih banyak menderita penyakit hipertensi dibandingkan pasien laki-laki, dengan jumlah perbandingan perempuan (64,3 %) sedangkan laki-laki hanya (35,7 %) dengan jenjang usia 40-50 tahun (59,3 %) dan 51-60 tahun (40,7 %) dapat disimpulkan bahwa umur diatas 50 tahun semakin rentan terkena penyakit hipertensi. obat antihipertensi yang paling banyak di resepkan di Puskesmas Wolaang Langowan pada periode Januari-Juni 2019 adalah obat Amlodipin dengan 203 resep (94 %). Pasien hipertensi yang memiliki komplikasi dengan penyakit Dispepsia adalah yang terbanyak di Puskesmas Wolaang Langowan Periode Bulan Januari-Juni 2019 dengan presentase 41,0 % (23 orang).
Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Lirung Talaud Adinda Bee; Jeane Mongie; Jabes W Kanter; Sonny D Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 5 No. 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jbt.v5i2.387

Abstract

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis yang serius yang secara signifikan meningkatkan risiko jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Seseorang dikatakan mengalami penyakit hipertensi memiliki tekanan darah berada di atas 140/90mmHg. Hipertensi merupakan penyakit yang diartikan sebagai meningkatnya tekanan darah secara menetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola peresepan obat antihipertensi yang diresepkan kepada pasien di Puskesmas Lirung Talaud. Peneltian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif dan pengambilan data secara retrospektif. Kemudian data akan dikelolah sesuai dengan variabel yang diamati di Puskesmas Lirung Talaud Periode bulan Juli-Desember 2021. Hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh pola peresepan obat antihipertensi menunjukkan subyek penelitian lebih banyak mendapatkan monoterapi dibanding pololiterapi. Pada terapi pengobatan, obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan di Puskesmas Lirung yaitu Amlodipin dengan persentase 92,06% dengan kombinasi hipertensi terbanyak yaitu kombinasi antara Amlodipin dan HCT dengan persentase 3,17%.
Dampak Limbah Peternakan Babi Terhadap Kualitas Air Sungai Sosongian Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan Jianer Tambani; Hariyadi Hariyadi; Nerni O. Potalangi; Sonny D. Untu
Majalah INFO Sains Vol 3 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/jis.v3i2.54

Abstract

Peternakan adalah suatu kegiatan usaha untuk meningkatkan biotik berupa hewan ternak dengan cara meningkatkan produksi ternak yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Peternakan Babi adalah usaha membudidayakan Babi untuk mendapatkan dagingnya sebagai sumber protein hewani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak limbah peternakan Babi terhadap kualitas air sungai Sosongian Kecamatan Tumpaan Kabupaten Minahasa Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Dari hasil penelitian didapat bahwa hasil pengukuran pH tersebut mengindikasikan bahwa masuknya air limbah peternakan Babi ke dalam aliran air sungai Sosongian tidak mengubah tingkat asam – basa air sungai sampai melebihi ambang baku mutu pH air. pH air sungai Sosongian setelah di lakukan pengujian sampel menunjukkan hasil pH berada pada kisaran 6,3 sampai 9. Kesimpulannya Status kualitas air sungai Sosongian di Kecamatan Tumpaan tergolong dalam kondisi baik dan tidak tercemar baik itu sebelum ataupun sesudah masuknya limbah peternakan Babi.
Analisis Manajemen Logistik Obat Di Instalasi Farmasi RSUP Prof. DR. R.D. Kandou Manado Feby L. Bala; Randy Tampa'I; Christel N. Sambou; Sony D. Untu; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v6i1.410

Abstract

Kegagalan manajemen logistik akan menurunkan kualitas pelayanan rumah sakit dan memberikan dampak negatif terhadap rumah sakit baik secara medis yaitu pengobatan yang tidak optimal, maupun secara ekonomis yaitu Rumah Sakit akan merugi dan hilangnya pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof.Dr. R.D. Kandou Manado, apakah sudah memenuhi standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit atau sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental bersifat deskriptif dengan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang manajemen logistik obat di Instalasi Farmasi RSUP Prof.Dr. R.D. Kandou Manado. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tahapan manajemen logistik obat di RSUP Prof Dr. R.D Kandou yaitu perencanaan, pengadaan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan serta pencatatan dan pelaporan sudah berjalan sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit atau sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 tahun 2016 sedangkan untuk tahapan penyimpanan belum sesuai standar karena masih di temukan penumpukan obat di gudang medis hal ini di sebabkan ruang penyimpanan di gudang medis farmasi belum memadai untuk dapat menampung jumlah obat yang ada selain itu mempersulit ruang gerak petugas gudang.
UJI TOKSISITAS SOFTCORAL Lobophytum Sp. TERHADAP UDANG Artemia salina, L MENGGUNAKAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY Nickson J. Kawung; Rizald M. Rompas; Billy T. Wagey; Adolfina Sumangando; Hindang Kaempe; Sonny Untu; Royke R. Palandi
JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS Vol. 10 No. 2 (2022): JURNAL PESISIR DAN LAUT TROPIS
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jplt.10.2.2022.54984

Abstract

Marine biota resources as a potential asset that can be used into various products including pharmaceutical products because they were a natural ingredient that very rich in biologically active compounds with a unique structure. Softcoral Lobophytum is one of the marine biota that has the secondary metabolites which can be useful in pharmacology field. The purpose of this study is to test the toxicity of the soft coral extract of Lobophytum sp as an anti-cancer biopotential. This research is using the Brine Shrime Lethality Test (BSLT) method, with laboratory experiments. Solfcoral samples were taken from Bunaken Island that using purposive sampling method. The test concentrations using 10, 100, 500 and 1000 ppm. The analysis toxicity using probit analysis for minitab program. The results showed that the increasing of concentration was followed by the increasing of the mortality number of the animal testing. The results of probit analysis obtained an LC50 value of 9.98 ppm. These results indicate that the bioactive substance of softcoral Lobophytum sp has the potential as an anti-cancer compound. Keywords: Soft coral, Lobophytum sp, anti cancer, Artemia salina ABSTRAK Sumber daya biota laut merupakan aset potensial yang dapat digunakan menjadi aneka produk termasuk di antaranya produk farmasi karena merupakan bahan alam yang sangat kaya senyawa aktif biologi dengan struktur yang unik. Softcoral Lobophytum salah satu biota laut yang memiliki metabloit sekunder yang dapat bermanfaat dalam bidang farmakologi. Tujuan dari penelitian ini bertujuan untuk menguji toksisitas ekstrak karang lunak Lobophytun sp sebegai biopotensi antikanker. Metode penelitiaan digunakan yaitu metode Brine Shrime Lethality Tes (BSLT), dengan percobaan laboratorium. Sampel solfcoral diambil dari pulau Bunaken, pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Konsentrasi uji menggunakan 10, 100, 500 dan 1000 ppm. Analisis Toksisitas menggunakan analisis probit dengan menggunakan program minitab. Hasil yang diperoleh menunjukan setiap bahwa setiap kenaikan konsentrasi diikuti dengan kenaikan jumlah mortalitas hewan uji. Hasil analisis probit diperoleh nilai LC50 9.98 mg/l. Hasil ini menunjukan bahwa susbtans bioaktif darri softcoral Lobophytum sp berpotensi sebagai senyawa antikanker. Kata kunci. Karang lunak, Lobophytum sp, anti kanker, Artemia salina
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Ispa Non Pneumonia Anak Di Puskesmas Airmadidi Lahope, Joice M.; Sambou, Christel N.; Tampa'I, Randy; Untu, Sonny D.; Rumagit, Hanna
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/Biofartrop.v6i2.440

Abstract

Profil Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Utara tahun 2021 menyatakan ISPA merupakan penyakit dengan jumlah kasus tertinggi yaitu sebesar 19.316 kasus dan Puskesmas Airmadidi merupakan Puskesmas dengan kasus ISPA tertinggi dengan rata-rata 500 kasus tiap bulannya.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada ISPA non pneumonia anak di Puskesmas Airmadidi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif di Puskesmas Airmadidi. Data yang diambil meliputi nama, umur, alamat, diagnosa, jumlah item obat, penggunaan antibiotik, nama antibiotik, dosis, interval waktu pemberian dan lama pemakaian antibiotik berdasarkan buku register pasien dan data rekam medik. Berdasarkan hasil penelitian evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA non pneumonia anak usia 0-59 bulan di Puskesmas Airmadidi bulan Agustus – Oktober 2022 yang dibandingkan dengan Permenkes RI no 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktis Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer diperoleh hasil tidak ada ketepatan pada indikasi, pemilihan obat, dosis, interval waktu pemberian dan lama pemberian antibiotik. Persentase penggunaan antibiotik pada ISPA non pneumonia anak di Puskesmas Airmadidi bulan AgustusOktober 2022 sebesar 25% melebihi batas indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yaitu tidak melebihi 20%.
Uji Efektivitas Infusa Daun Sereh (Cymbopogon ciratus) Sebagai Antipiretik pada Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Vaksin DPT-H Sawilan, Frensiska; Sambou, Christel N.; Hariyadi, Hariyadi; Kanter, Jabes W.; Untu, Sonny D.; Montolalu, Friska M.
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 6 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55724/Biofartrop.v6i2.441

Abstract

Sereh (Cymbopogon ciratus) termasuk tanaman obat banyak digunakan sebagai obat tradisional, daun sereh secara empiris digunakan untuk menurukan demam. Kenaikan suhu tubuh diatas normal disebut demam yaitu 36-37ºC. Antipiretik merupakan obat yang dipergunakan dalam penurunan suhu tubuh ketika orang menderita demam. Tujuan penelitian dalam melihat efektivitas infusa daun sereh (Cymbopogon ciratus) untuk antipiretik kepada Rattus norvegicus (tikus putih jantan)diinduksi vaksin DPT-Hb. Pengujian mempergunakan metode rancangan acak lengkap. Pengujian ini terdapat 5 perlakuan yakni kontrol negatif (Na-CMC), Kontrol positif (Paracetamol) dan kelompok uji yaitu pemberian infusa daun sereh dosis 6,3 mg/200grBB, 12,6 mg/200grBB, dan 25,2 mg/200grBB. Pengukuran suhu dilaksanakan sebelum diberikan vaksin DPT-Hb dan sesudah diberikan vaksin DPT-Hb. Tikus putih jantan diinduksi vaksin DPT-Hb dengan dosis 0,2 mL secara intramuscular. Suhu rektal diukur selama 3 jam dengan interval waktu 30 menit. Data yang didapatkan di analisis dengan paired sample test lalu dengan pengujian ANOVA dan Uji HSD (Honestly Significant Difference). Hasil penelitian menunjukan pada uji efek antipiretik menunjukkan penurunan suhu pada menit ke-180 pada dosis 6,3 mg/200grBB mengalami penurunan sebanyak 0,64ºC, pada dosis 12,6 mg/grBB mengalami penurunan suhu sebanyak 0,9ºC sedangkan pada dosis 25,2 mg/200grBB mengalami penurunan sebanyak 1,07ºC.