Claim Missing Document
Check
Articles

Produksi Video Profil Campus Ministry untuk Memecahkan Problem Komunikasi di Masa Pandemi Covid-19 Krisdinanto, Nanang; Chandra, Christopher
Artinara Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Artinara Juni 2022
Publisher : Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/art.v1i02.47

Abstract

Datangnya pandemi Covid-19 membuat Campus Ministry Universitas Kampus Widya Mandala Surabaya (UKWMS) memiliki problem komunikasi terhadap segenap warga kampus yang dilayaninya. Padahal, keberadaan Campus Ministry sebagai salah satu unit layanan di kampus UKWMS amat penting, karena unit ini bertugas melayani warga kampus di bidang kerohanian atau keagamaan. Selama ini, Campus Ministry belum memiliki sarana komunikasi yang bisa disebarkan secara digital sebagai salah satu solusi komunikasi di masa pandemi. Karena itu, program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengajak Campus Ministry sebagai mitra untuk memproduksi video profil untuk dijadikan sebagai media komunikasi dan promosi di masa pandemi. Kegiatan ini selama empat bulan (September – Desember 2021) dengan melibatkan Tim Abdimas (yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS) bersama tim dari Campus Ministry sebagai mitra. Program ini dijalankan melalui empat tahapan, yaitu pra-produksi, produksi, pasca-produksi, dan evaluasi. Luaran yang dihasilkan adalah video profil Campus Ministry yang bisa digunakan sebagai media komunikasi dan promosi yang disebarkan melalui media sosial seperti Instagram, Youtube, maupun Facebook. Melalui program ini, Campus Ministry mendapatkan solusi atas problem komunikasi atau promosi yang dlalami selama masa pandemi. Kata Kunci: Video Profil, Campus Ministry, Problem Komunikasi, Pandemi.
Bourdieu dan Perspektif Alternatif Kajian Jurnalistik Nanang Krisdinanto
Jurnal Kawistara Vol 13, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/kawistara.75088

Abstract

Naskah ini merupakan literature review yang mengelaborasi pikiran Pierre Bourdieu tentang jurnalisme yang dapat digunakan sebagai perspektif alternatif dalam memahami dinamika praktik jurnalistik. Ada dua hal yang membuat pikiran Bourdieu menarik dan penting untuk dikaji dalam konteks jurnalistik. Pertama, perspektif Bourdieu masih jarang digunakan untuk memahami, mengutai, atau menginvestigasi dinamika yang terjadi dalam praktik jurnalistik. Padahal, konsep-konsep kunci seperti arena, habitus, dan modal dapat digunakan untuk menyingkap berbagai dinamika yang terjadi di dalam praktik jurnalistik. Kedua, orientasi teoritik Bourdieu mampu membuka ruang untuk memahami praktik jurnalistik tanpa harus terjebak ke dalam dikotomi perspektif yang kaku di antara perspektif ekonomi politik/organisasional/budaya dan perspektif cultural studies. Konsep kunci Bourdieu dapat digunakan untuk mengungkap kompleksitas praktik jurnalistik yang diabaikan masing-masing perspektif. Konsep kunci Bourdieu juga dapat membuat peneliti terhindar dari bahaya mereduksi praktik jurnalistik menjadi hanya sekadar proses makro (seperti politik, ekonomi, atau budaya yang berbasis struktur sosial objektif), atau sebaliknya hanya sebatas proses mikro (yang berbasis kebebasan atau kreativitas subjek). Dengan kata lain, konsep kunci Bourdieu digunakan sebagai alat analisis yang mampu mengkoneksikan dinamika praktik jurnalistik dengan struktur politik, ekonomi, sosial, atau budaya yang melingkupinya
Impact of Communication Technology on Student Behavior During Lectures Rachmat Kriyantono; Reza Safitri; Noveria Anggraeni Fiaji; Wisnu Wijanarko; Nanang Krisdinanto; Rohmah Nia Chandra Sari; Monica Trivena Nainggolan; Muhammad Hafidz Daros Airlangga; Atma Amanda Putri
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 21 No. 2 (2024)
Publisher : Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jik.v21i2.7634

Abstract

Technological advancements have impacted education, influencing student behavior across different eras—1990s, 2000s, and today. This survey-based research uses conventional sampling techniques and supports the theory of technological determinism, showing how communication technology affects behavior, thought patterns, and social interactions. Face-to-face communication has largely been replaced by online interactions. The study finds that chatting remains a common activity while waiting for lecturers, and highlights a decline in reading habits. Instead, frequent use of mobile phone has become prevalent. The research underscores how technology reshapes both learning environments and student habits.
RUNTUHNYA EKSKLUSIVITAS PEMBERITAAN: KAJIAN TERHADAP MOMEN KRITIS JURNALISME PADA MASA PANDEMI COVID-19 Krisdinanto, Nanang; Apul, Merlina Maria Barbara
Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 13, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Master of Communication Science Program, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.13.2.263-281

Abstract

The Covid-19 pandemic created a critical moment in journalism that changed the journalistic production process and forced journalists to adapt their professional journalistic practices. On the other hand, the pandemic emerged when journalism transformed towards digital platforms that changed journalistic practices to be influenced by social media. This research looks at how journalists struggle to adapt their professional journalistic practices to digital challenges and the Covid-19 pandemic. This research uses a qualitative approach, case study method, and data collection techniques in the form of in-depth interviews and observations of online media journalists in Surabaya. The research findings show that the pandemic creates a critical moment of journalism in the form of destruction or accelerated destruction of the value of news exclusivity that has long prevailed in journalistic practice. This happened due to internal pressure from the editorial team, limited coverage mobility during the pandemic, and the development of digital applications making journalists carry out the practice of sharing news or information through digital groups.
Media masih Pilar Demokrasi? Hartiana, Theresia Intan Putri; Lapalelo, Putra Aditya; Krisdinanto, Nanang
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v14i1.9617

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi kecurigaan atas perubahan rutinitas dan praktik kerja jurnalistik sebagai akibat dari perubahan teknologi, disrupsi informasi, kemerosotan ekonomi, dan praktik politik-ekonomi media, yang mungkin mempengaruhi peran media sebagai alat kontrol demokrasi. Penelitian ini ingin melihat apakah faktor-faktor pelemahan kerja jurnalistik tersebut mempengaruhi kualitas isi berita media saat proses peliputan berita yang ada hubungannya dengan demokrasi dan kepentingan rakyat. Apa lagi selama ini perspektif jurnalistik menekankan bahwa alat pembingkaian berita milik media harus dijalankan guna tujuan kepentingan umum dan menjaga pilar demokrasi. Mengambil kasus pemberitaan “Pernyataan Sikap Civitas Akademik Jawa Timur tentang Pemilu 2024 oleh 3 portal berita, Jawa Pos, Kompas, dan Detik”, dan menggunakan model bingkai Entman, penelitian ini diharapkan bisa memberi gambaran apakah media masih menjalankan perannya sebagai alat kontrol demokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga media masih meletakkan komponen pembingkaian masing-masing untuk menunjang proses demokrasi, melalui bingkai demokrasi jujur dan adil. Namun peran kontrol demokrasi ini masih sangat berkaitan erat dengan praktik ekonomi-politik media.
Anomali dan teori hirarki pengaruh terhadap isi media Nanang Krisdinanto
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i1.1243

Abstract

Teori hirarki pengaruh terhadap isi media dikenalkan oleh Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese, yang menjelaskan pengaruh internal dan eksternal media terhadap isi pemberitaan.2 Keduanya membagi pengaruh tersebut ke dalam lima level, yaitu pengaruh individu pekerja media (individual level), rutinitas media (media routines level), organisasi media (organizational level), luar media (extramedia level), dan ideologi (ideology level). Teori ini menjadi penting dalam studi media karena isi media diasumsikan memiliki implikasi penting dalam perubahan sosial. Teori ini juga menarik karena menawarkan perspektif alternatif dalam memahami isi media, yang sebelumnya lebih sering dilihat sebagai sesuatu yang netral dalam melaporkan realitas, atau setidaknya dianggap menyajikan representasi yang fair tentang realitas (tanpa distorsi atau setidaknya dengan distorsi minimal). Dalam perspektif ini, media diasumsikan pasif, sekadar medium (media as channels), yang hanya menyampaikan realitas apa adanya, bertumpu pada konsep-konsep positivistik seperti objektivitas, dan tidak membawa dampak pada perubahan sosial. Sebaliknya, Shoemaker dan Reece berangkat dari asumsi media berperan aktif membentuk realitas, media as participants, bahwa media tidak netral bahkan bisa memanipulasi realitas melalui penekanan atau penghilangan elemen-elemen tertentu dari realitas, dan memosisikan media massa sebagai agen perubahan sosial. Dengan asumsi ini, Shoemaker-Reece membawa teorinya sebagai alternatif atau bahkan kritik terhadap teori-teori media (jurnalistik) mainstream yang cenderung posivistik. Mengikuti kerangka berpikir Thomas Kuhn, teori ini bisa disebut sebagai jawaban atas terjadinya ”anomali” ketika teori (jurnalistik, komunikasi massa) lama yang positivistik tidak mampu lagi menjelaskan gejala/fenomena.
Implementasi Share dan Rating Sebagai Dasar Kebijakan Pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV Kanthy Mayangsari; Nanang Krisdinanto; Finsensius Yuli Purnama
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v3i2.1392

Abstract

Aplikasi pemograman di Trans TV yang didasarkan oleh nilai rating dan share nampak dalam pemograman Yuk Keep Smile (YKS). Hal itu terlihat pada signifikansi yang tinggi pada hubungan antar rating dan share dengan perpanjangan penayangan dan durasi yang ditambah. Dengan menggunakan metode studi kasus, peneliti ingin mengetahui implementasi share dan rating sebagai dasar kebijakan pemrograman Yuk Keep Smile (YKS) Trans TV. Dalam penelitian ini, ditemukan adanya interaksi televisi, audience dan pengiklan yang saling tarik menarik dalam menjalankan masing-masing fungsinya. Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa nilai rating dan share bukan satu-satunya poin yang dipertimbangkan dalam pemutusan suatu program, akan tetapi banyak poin penting lainnya antara lain adalah nilai jual program tersebut, kebijakan KPI, penerimaan masyarakat, trend di masyarakat, kebijakan dari manajemen Trans TV. Selain itu, apabila rating dan share menjadi dasar kebijakan pemograman yang berorientasi pada keuntungan. Maka akan cenderung mengabaikan fungsi media dan fungsi sosial sebagai pengguna ranah publik. Sehingga penyusunan pemograman yang dibuat oleh Trans TV ini selain mengabaikan fungsi televisi sebagai media massa juga berdampak pula pada P3 dan SPS yang dikeluarkan pada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) berupa teguran tertulis
Kampanye Berujung Paradoks (Bias Gender dalam Corporate Advertising I#Lovelife Karena Aku Perempuan Indonesia) Vergiana Lestari; Yuli Nugraheni; Nanang Krisdinanto
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v8i1.1944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya paradoks yang terdapat pada corporate advertising PT. Astra Aviva Life. Peneliti menggunakan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengkaji tanda-tanda bias gender pada corporate advertising PT. Astra Aviva Life yang mengusung tema emansipasi. Melalui analisis semiotika Charles Sanders Peirce, peneliti menemukan adanya paradoks. Di satu sisi, perusahaan mengadakan kampanye dengan mengajak perempuan untuk menerapkan apa yang disebut PT. Astra Life sebagai emansipasi modern. Namun di sisi lain, perusahaan kembali menarik kembali perempuan kr dalam permasalahan domestik (domestifikasi), glass ceiling, subordinasi, dan stereotype. Perempuan digambarkan selalu berada dalam wilayah domestik dan terlihat lemah, namun tidak berlaku bagi laki-laki yang bertolak belakang dengan sifat stereotip yang ada pada perempuan. Perempuan juga terlihat kembali digambarkan dengan kecantikan fisiknya menggunakan riasan wajah, tetapi tidak dengan laki-laki yang tidak mengutamakan penampilan. Corporate advertising I#LoveLife Karena Aku Perempuan Indonesia berisikan ketidaksesuaian pesan antara nilai perusahaan dan brand image-nya (Love Li, yaitu Respect. Pada akhirnya, konten dalam iklan perusahaan tersebut dapat mendistorsi upaya perusahaan dalam memperoleh brand image yang mengajak perempuan untuk menerapkan apa yang disebut PT. Astra Life sebagai emansipasi modern.
Countering Journalist Curse in A Bourdieusian Perspective: Metajournalistic Discourse on Doxing in Remotivi Indonesia Krisdinanto, Nanang
CHANNEL: Jurnal Komunikasi Vol. 12 No. 1 (2024): CHANNEL: Jurnal Komunikasi 24th Edition
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/channel.v12i1.649

Abstract

This research explores the phenomenon of doxing as a digital form of attack against journalists, reflecting a shift from physical threats to digital harassment facilitated by the accessibility of digital media. Utilizing a metajournalistic discourse approach, this study examines how Indonesian journalists perceive and respond to the pressures of doxing within the framework of their professional practices and identities. By analyzing metajournalistic discourse documents from the Remotivi website, this research positions journalists as both victims and defenders within their field, facing pressures from both the political and economic spheres. Pierre Bourdieu’s theoretical constructs of the journalistic field, capital, and habitus are employed to interpret the responses of journalists to these digital threats. The findings indicate that doxing represents a significant external influence, perpetuating a high degree of heteronomy within the journalistic field. However, there also exists a discursive resistance among journalists, characterized by efforts to define and uphold a journalistic identity aligned with autonomy and ethical norms. This study highlights the need for greater cybersecurity awareness and protections for journalists, emphasizing the importance of maintaining journalistic integrity in the face of evolving digital threats.
Media Dualism in Indonesia's Coverage of the Sexual Violence Bill Krisdinanto, Nanang; Apul, Merlina Maria Barbara; Hartiana, Theresia Intan
Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2023): VOLUME 18 NO 1 OKTOBER 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/komunikasi.vol18.iss1.art3

Abstract

This research is motivated by two primary factors. First, the emergence of alternative news media can be considered as a counterbalance to the professional news media with their various biases. The second pertains to the protracted legislative process of the Sexual Violence Bill (RUU TPKS) before its eventual enactment. The objective of this study is to see examine these two media categories frame the protracted struggle in the legislative process of the TPKS Bill, given that framing reflects the media's perspective, which subsequently influence the audience's understanding of the issue. The subjects of this research are news related to the TPKS Bill as presented by both professional and alternative media in Indonesia. This research employs a qualitative approach in conjunction with the framing method developed by Robert Entman. This study’s findings reveal diametrical contrast in the frames adopted by professional and alternative media in reporting the TPKS Bill. Professional media constructs a frame that characterizes the protracted discussion of the TPKS Bill in the DPR as a technical-procedural problem. In contrast, alternative media framed it as a result of the DPR’s failure or lack of commitment to protect victims of sexual violence.