Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengembangan Kawasan Pariwisata Kota Lama Tegal dengan Pendekatan Travel Cost Method Khairani Kusumaningtyas; Rahel Situmorang; Anindita Ramadhani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1136.365 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.10392

Abstract

Sektor pariwisata memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang akan berdampak pada keberhasilan pembangunan daerah. Kawasan Pariwisata Kota Lama Tegal merupakan potensi kegiatan pariwisata kota yang seharusnya dapat berkontribusi pada pendapatan daerah sektor pariwisata. Pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata seringkali mengalami keterbatasan dalam penyediaan sarana dan prasarana, sehingga dapat menyebabkan hambatan kontribusi kawasan wisata terhadap pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan kawasan pariwisata Kota Lama Tegal dengan menggunakan Travel Cost Method, yaitu dengan mengidentifikasi nilai ekonomi kawasan berdasarkan perhitungan total biaya perjalanan yang dikeluarkan oleh wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi kawasan pariwisata Kota Lama Tegal berasal dari dua kawasan yaitu  Kawasan Alun-Alun dan Kawasan Balaikota Lama. Kawasan Alun-Alun memiliki nilai ekonomi kawasan lebih unggul dibandingkan Kawasan Balaikota Lama, karena komponen pariwisata yang lebih memadai dan Kawasan Alun-Alun lebih dikenal oleh wisatawan sebagai destinasi untuk berwisata di Kota Tegal. Arahan pengembangan bagi Kawasan Alun-Alun adalah untuk tetap mempertahankan dan memaksimalkan implementasi rencana pengembangan sistem kepariwisataan, sedangkan untuk Kawasan Balaikota Lama diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata dan dapat menyediakan sarana penunjang pariwisata untuk meningkatkan minat wisatawan.
Peningkatan Ekonomi Warga Desa Pantai Mekar Sebagai Pengaruh Ekowisata Hutan Mangrove Di Kecamatan Muara Gembong, Bekasi Fitri Mufliha Rahim; Rahel Situmorang; Anindita Ramadhani
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1264.191 KB) | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.10393

Abstract

Hutan mangrove merupakan sumber daya alam hayati yang memiliki keragaman potensi dan manfaat bagi kehidupan manusia. Pengembangan kawasan hutan mangrove, secara ekonomi, harus dapat meningkatkan ekonomi penduduk bersadarkan pemanfaatan beragam hasil/produk dan jasa ramah lingkungan yang bermuara pada kesejahteraan mereka. Ekowisata hutan mangrove ditujukan untuk meningkatkan perekonomian warga setempat, walaupun sampai saat ini belum dapat dikembangkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terkait manfaat ekowisata hutan mangrovevterhadap ekonomi masyarakat sekitarnya. Kawasan studi yang dipilih adalah Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, yang ditetapkan sebagai kawasan ekowisata pantai sejak 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis persepsi berdasarkan wawancara mendalam dengan 58 warga yang bertempat tinggal sekitar kawasan ekowisata hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak penetapan lokasi studi sebagai kawasan ekowisata, terdapat jenis kegiatan ekonomi sekitar ekowisata hutan mangrove, yaitu: warung kelontong, warung makan, pedagang ikan,dan industri rumah tangga), yang dipersepsikan oleh warga sekitar memberikan  manfaat ekonomi. Hasil penelitian ini akan digunakan sebagai masukan bagi arahan pengembangan kawasan ekowisata hutan mangrove di kawasan studi.
Potensi Destinasi Wisata Geopark Gunungsewu Segmen Geoarea Wonogiri Muhammad Irham; Endrawati Fatimah; Anindita Ramadhani
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 1, NUMBER 1, MEI 2021
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.572 KB) | DOI: 10.25105/bhuwana.v1i1.9287

Abstract

Geoarea Wonogiri has many tourist objects and a large area, it needs integrated management, therefore it is necessary to study the potential of tourism, so this research aims to analyze the potential of these locations, therefore an analysis of the potential attractiveness in each district is needed. The research method used is Qualitative research after that used the analysis of scoring techniques. Based on the results of this study, Pracimantoro District is the most potential for the Development of Tourist Destinations in Geoarea Wonogiri because it has the advantage of potential analysis based on the 4A aspect (attraction, amenities, accesibitily, ancillary).
LIVING QUALITY SURROUNDING THE CIPINANG CORRECTIONAL FACILITY BASED ON THE RESIDENTS PERCEPTION Aji Nur Hidayat; Endrawati Fatimah; Anindita Ramadhani
Journal of Synergy Landscape Vol. 2 No. 1 (2022): Vol 2, No 1, August 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.792 KB) | DOI: 10.25105/tjsl.v2i1.14852

Abstract

The Law of the Republic of Indonesia Number 12 of 1995 concerning Corrections mandates that Correctional Facility be established in every Regency and City. Meanwhile, several works of literature state that Correctional Facility must meet the criteria, namely having a certain distance or far from densely populated settlements to reasons for the safety and comfort of residents. This research was conducted in settlements around Cipinang Correctional Facility, DKI Jakarta. Cipinang Correctional Facility was initially established in 1912, located on the outskirts of Jakarta and far from residential areas. However, the Correctional Facility is currently located in the middle of a dense settlement. This study aims to identify the perception of the people living in the vicinity of the existence of the Cipinang Correctional Facility in terms of security and comfort. The security variable indicators include insecurity and anxiety, while the variable comfort indicator is a sense of being disturbed by the activities and negative image of the Correctional Facility. The data was obtained through a questionnaire survey with Likert scale measurements and analyzed by the scoring method. The results showed that the people living around the Cipinang Correctional Facility had a good perception of the Cipinang Correctional Facility in terms of security and comfort aspects.
FEASIBILITY LEVEL OF BEACH TOURISM OBJECTS IN SELATAN MALANG REGENCY, INDONESIA Rima Karima; Rahel Situmorang; Anindita Ramadhani
Journal of Synergy Landscape Vol. 2 No. 1 (2022): Vol 2, No 1, August 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.897 KB) | DOI: 10.25105/tjsl.v2i1.14854

Abstract

Feasibility is a practical assessment by assessing the advantages and disadvantages possessed by a resource that is the object of the assessment, in this case, the beach tourism object. A beach tourism object is a place with an attractive value in a coastal area that functions as a place for recreation and land sports to visit. The area that became the unit of analysis in this study was 6 (six) beach tourism objects in Tambakrejo Village, Malang Regency. Tambakrejo Village, Sumbermanjing Wetan District, is a village that has the most beach tourism objects in Malang Regency. Malang Regency has the potential for coastal tourism that has not been managed optimally by the Malang Regency Government. The lack of budget for developing beach tourism objects in Malang Regency makes the condition of road access, supporting infrastructure, and facilities at beach tourism object inadequate. This study aimed to identify beach tourism objects' feasibility level in South Malang Regency. The method used in this study is the feasibility analysis of tourist objects and attractions using the scoring method. This study's results indicate that a feasible beach tourism object is Tamban Beach. Decent beach tourism objects are Sendiki Beach, Sendang Biru Beach, and Tiga Warna Beach, while Clungup Beach and Gatra Beach have a less feasible value
ARRANGEMENT OF URBAN VILLAGE UTILITIES AND FACILITIES BASED ON COMMUNITY NEEDS IN KAMPUNG MUKA, ANCOL SUB DISTRICT, NORTH JAKARTA Anita Sitawati Wartaman; Putri Ayu Parahyangan; Anindita Ramadhani
Journal of Synergy Landscape Vol. 2 No. 2 (2023): Vol 2, No 2, February 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/tjsl.v2i2.16426

Abstract

In 2018 The Governor of DKI Jakarta established a regulation to rearrange some settlements in order to improve the resident’s quality of life. Based on DKI Jakarta Governor’s Decree Number 878 of 2018 there are 21 villages that would be arranged, one of which is Kampong Muka in North Jakarta. Kampung Muka has the character of an urban village, namely, a large population with a heterogeneous nature and its location is close to the economic center. Kampung Muka has minimal open space, limited land, and narrow street corridors, impacting on the lack of facilities and infrastructure in the area. To compose an effective arrangement, it is necessary to understand the needs of the community residents. This study aims to identify kampong arrangements of infrastructures and facilities based on regulation and community perception. The method uses Indonesian Minimum Standard of residential environment to gauge the adequacy of facilities and utilities of the kampong. Then, a Likert scale to score the community’s perception toward the needs of kampong arrangement. Theresult showed that there are five unmet facilities, namely kindergarten facilities, elementary school facilities, meeting halls, worship places and parks; and one infrastructure that has not been met, namely telephone network. However, based on the community’s perception, the residents only need one facility, namely meeting hall. By the results, it is necessary to understand the needs of the people instead of referring on standard and regulation only. Therefore, the arrangement for Kampung Muka is prioritized to provide meeting hall for the residents
Faktor yang Berpengaruh dalam Indeks Keberlanjutan Kota di Provinsi DKI Jakarta Mohammad Erick Kusuma; Rahel Situmorang; Anindita Ramadhani
TATALOKA Vol 24, No 4 (2022): Volume 24 No 4, November 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.24.4.312-320

Abstract

Sebagaimana ditentukan oleh Sustainable Development Goals (SDGs), pertumbuhan kota yang baik ditandai dengan keseimbangan kemajuan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Tantangan kota dalam mengatur kebergantungan akan lingkungan dan upaya masyarakat memenuhi kebutuhan dasar menjadi salah satu aspek keberlanjutan kota agar kesejahteraan lingkungan, ekonomi, dan sosial sejalan dengan respon pertumbuhan kota. Kebijakan, faktor lingkungan-sosial-ekonomi, infrastruktur, merupakan beberapa faktor yang termasuk di dalamnya. Jakarta menjadi tarikan bagi urbanisasi yang bersumber dari daerah sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur indeks keberlanjutan kota pada tahun 2010, 2015, dan 2019 di kota administrasi DKI Jakarta (Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara). Perhitungan indeks melibatkan 13 indikator keberlanjutan kota. Untuk menilai komponen yang mempengaruhi keberlanjutan perkotaan, regresi linier berganda dan perhitungan kontribusi efektif digunakan sebagai metode analisis. Temuan studi ini menunjukkan bahwa keberlanjutan kota Jakarta cenderung rendah dan telah menurun selama sepuluh tahun terakhir, dengan proporsi RTH, tingkat pengangguran, dan jumlah tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling berpengaruh.
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN KAWASAN SEKITAR MINAPOLITAN PPS NIZAM ZACHMAN, KELURAHAN PENJARINGAN JAKARTA UTARA Fajar - Hatorangan; Rahel Situmorang; Anindita Ramadhani
JURNAL BHUWANA VOLUME 3, NUMBER 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/bhuwana.v3i1.13304

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) adalah Pelabuhan dengan tipe A yang merupakan pelabuhan perikanan terbesar yang melayani kegiatan ekspor – impor hasil olahan ikan. Sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 41 tahun 2009,  maka sejak tahun 2009, pelabuhan ini ditetapkan sebagai kawasan minapolitan, yang memiliki aktivitas industry, proses produksi dan distribusi sehingga memberikan dampak terhadap pemanfaat lahan di kawasan sekitarnya. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi di kelurahan Penjaringan memberikan indikasi adanya pengaruh dari kegiatan ekstensifikasi pelabuhan yang menjadi titik tumbuh.Penelitian ini bertujuan untuk melihat perubahan pengunaan lahan yang terjadi pada tahun 2010 sampai tahun 2020. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis deskriptif, dengan memetakan perubahan pengunaan lahan kelurahan Penjaringan tahun 2010 dan tahun 2020. Hasil analisis menunjukan perubahan penggunaan lahan cenderung berubah kepada fungsi permukiman dengan pertambahan luas 50,7 Ha, yang terjadi akibat adanya pertambahan penduduk dengan alasan pekerjaan dan kemudahan aksesibilitas untuk mencapai lokasi kawasan minapolitan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya perubahan penggunaan lahan yang terjadi pada tahun 2020, dengan tingkat kesesuaian dengan RDTR DKI Jakarta 2030 sebesar 37%, dan yang tidak sesuai sebesar 63%.
Tipomorfologi Kampung Gembong Sebagai Kampung Kota Pada Area Komersial di Kota Surabaya Ramadhani, Anindita; Fatimah, Endrawati
REKA RUANG Vol 6 No 1 (2023): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/rkr.v6i1.3626

Abstract

Surabaya is a city consists of several urban kampongs. In order to design an inclusive city and strengthen its identity, the morphology of the urban kampongs in the Surabaya context needs to be examined. Kampung Gembong is one of the urban kampongs located at Kapasan Area in the central area of Surabaya. This kampong has a complex settlement structure due to its contiguity with the nearby commercial area. This study would like to identify the settlement typology and morphology in Kampung Gembong. This study utilized diachronic reading and typo morphology analysis to identify the typology and morphology of the study area. Study results show that Kampung Gembong could be categorized as a bagging pattern settlement, with a mixture of open-linear pattern. The perimeter area of Kampung Gembong is characterized as trade and service (commercial) area. This research also may identify the socio-economic relationships with the characteristics of the perimeter area, which could be observed through the main occupation of the majority of its populations.
Pengembangan Kawasan Pariwisata Kota Lama Tegal dengan Pendekatan Travel Cost Method Kusumaningtyas, Khairani; Situmorang, Rahel; Ramadhani, Anindita
JURNAL PENELITIAN DAN KARYA ILMIAH LEMBAGA PENELITIAN UNIVERSITAS TRISAKTI Volume 7, Nomor 1, Januari 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pdk.v7i1.10392

Abstract

Sektor pariwisata memiliki peranan penting terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang akan berdampak pada keberhasilan pembangunan daerah. Kawasan Pariwisata Kota Lama Tegal merupakan potensi kegiatan pariwisata kota yang seharusnya dapat berkontribusi pada pendapatan daerah sektor pariwisata. Pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata seringkali mengalami keterbatasan dalam penyediaan sarana dan prasarana, sehingga dapat menyebabkan hambatan kontribusi kawasan wisata terhadap pendapatan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan arahan pengembangan kawasan pariwisata Kota Lama Tegal dengan menggunakan Travel Cost Method, yaitu dengan mengidentifikasi nilai ekonomi kawasan berdasarkan perhitungan total biaya perjalanan yang dikeluarkan oleh wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi kawasan pariwisata Kota Lama Tegal berasal dari dua kawasan yaitu  Kawasan Alun-Alun dan Kawasan Balaikota Lama. Kawasan Alun-Alun memiliki nilai ekonomi kawasan lebih unggul dibandingkan Kawasan Balaikota Lama, karena komponen pariwisata yang lebih memadai dan Kawasan Alun-Alun lebih dikenal oleh wisatawan sebagai destinasi untuk berwisata di Kota Tegal. Arahan pengembangan bagi Kawasan Alun-Alun adalah untuk tetap mempertahankan dan memaksimalkan implementasi rencana pengembangan sistem kepariwisataan, sedangkan untuk Kawasan Balaikota Lama diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan Objek Daya Tarik Wisata dan dapat menyediakan sarana penunjang pariwisata untuk meningkatkan minat wisatawan.