Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pemanfaatan Aplikasi Google Forms untuk Pencegahan Wabah Penyakit Demam Berdarah di Permukiman RW 04 Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat Situmorang, Rahel; Fatimah, Endrawati; Ramadhani, Anindita; Taki, Herika; Marendra, Sheilla Megagupita Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia Vol 2 No 5 (2024): JPMII - Oktober 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jpmii.593

Abstract

Mewabahnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) antara lain disebabkan oleh kondisi rumah dan lingkungan yang tidak sehat. Pemerintah sejak tahun 2015 telah mencanangkan Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J) dengan pemantauan mandiri dan sukarela pada jentik nyamuk Aedes aegypti di dalam dan sekitar rumah.  Sehubungan dengan itu, maka tujuan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk untuk memperkenalkan aplikasi Google Forms dalam meningkatkan pemantauan jentik nyamuk dan mencegah penyebaran DBD di lingkungan padat penduduk serta memudahkan warga melakukan dan melaporkan hasil pemantauan jentik kepada Petugas Jumatik Kelurahan. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada 20 Januari 2024 yang dihadiri oleh 40 peserta di Kantor RW 04, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi. Evaluasi hasil penyuluhan menunjukkan bahwa pemahaman peserta dari sebelum penyuluhan (pretest 23,7% - 78.9%), meningkat setelah penyuluhan (post-test 71,7% - 98,9%). Pengenalan aplikasi Google Forms diikuti 19 peserta (45%) dan berhasil membuat, mengisi dan membuat laporan pemantauan. Kendala yang dihadapi adalah belum terbiasanya peserta lainnya dalam menggunakan aplikasi ini. Kader Jumantik menyatakan akan terus mensosialisasikan penggunaan kepada warganya dan mengusulkan kepada Puskesmas untuk menerapkan penggunaannya dalam lingkup wilayah pelayanannya karena menilai aplikasi ini efisien dan efektif untuk digunakan.
Understanding the Relationship Between Visitor Behavior and Linkage Systems to Support Sustainable Tourism of the Jakarta Old Town Area Ramadhani, Anindita; Yahya, Wisely; Cecilia Adriana, Martina; Supriatna, Yayat; Herika, Herika
Journal of Community Based Environmental Engineering and Management Vol. 10 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Environmental Engineering - Universitas Pasundan - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jcbeem.v10i1.35317

Abstract

The Jakarta Old Town Area is a major urban heritage and tourism destination experiencing spatial management challenges due to concentrated visitor activities, particularly in Taman Fatahillah. This study analyzes the area’s linkage system based on visitor behavior mapping to understand patterns of spatial connectivity. A qualitative descriptive method was applied to observe visitor movements through weekend observations over two weeks, involving 20 respondents. Of these, 50% of respondents visited Taman Fatahillah, while 25% visited the Bahari Museum and 25% visited Sunda Kelapa Harbor. The research was to identify destination preferences, and classify the types of linkages among attraction points. The results indicate two dominant connectivity clusters. The Taman Fatahillah–Jakarta Kota Station cluster accounts for the most of visitor movements and demonstrates the highest linkage complexity, connecting up to seven tourist objects through multiple linkage types, including side, linear, axis, corridor, rhythmic, and structural linkages. More than 50% of visitors to Taman Fatahillah originated from Jakarta Kota Station, confirming its role as the primary access node. In contrast, the Bahari Museum and Sunda Kelapa Harbor form a cluster but is characterized by limited spatial reach, connecting only two objects and dominated by side and linear linkages. These findings show that areas with more diverse linkage elements attract higher visitor flows, while zones with simpler linkages remain underutilized. These results underscore the importance of strengthening physical and functional linkages to promote balanced spatial use and support sustainable urban heritage tourism in the Jakarta Old Town Area.
Walkability Level in the Central Urban Area of Bekasi, West Java Muhammad Rizky Shalahuddin, Rizky; Anindita Ramadhani; Wisely Yahya
Journal of Synergy Landscape Vol. 5 No. 2 (2026): Vol. 5 No. 2 Februari 2026 (PRE-Print)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/0bsgtf94

Abstract

Pedestrian paths function as a connecting system within a city and are closely related to open spaces. The role of open space is to serve as a buffer between buildings (Panduri & Suwandono, 2015). In the Bekasi city center, pedestrian paths face severalissues, such as damaged pathways along Ir. H. Juanda Street and the conversion of pedestrian areas into illegal parking zones and spaces for street vendors (PKL), whichsignificantly affect pedestrian comfort and safety (Saputra & Suwandono, 2022). Based on observations conducted in the Bekasi City Center, the walkability level was assessed using the IPEN Project method with four variables: entropy, Floor Area Ratio (FAR),Household Density density, and connectivity. The findings indicate that the walkability level, particularly in residential areas, remains inadequate and the pedestrian infrastructure is insufficient. Therefore, improvements to pedestrian pathways, especially in residential zones within the Bekasi city center, are necessary
Kajian Perbandingan Daya Serap Karbon Ruang Terbuka Hijau Eksisting dan Rencana di Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) Sri Oka Rachmadita; Anindita Ramadhani; Anita Sitawati; Herika Taki
Desa-Kota: Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, dan Permukiman Vol 8, No 1 (2026)
Publisher : Urban and Regional Planning Program Faculty of Engineering Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/desa-kota.v8i1.112117.106-118

Abstract

Salah satu strategi mitigasi perubahan iklim untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, yang merupakan penyebab perubahan iklim, adalah perencanaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) berbasis carbon capture. Perencanaan RTH berbasis carbon capture dilakukan melalui penanaman vegetasi yang berdaya serap CO2 tinggi melalui permodelan lanskap yang berwawasan ke depan untuk keberlanjutan lingkungan dan konsisten dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 13: Aksi Iklim. Berbeda dengan studi terdahulu yang umumnya menitikberatkan RTH jalan tol pada aspek estetika, penelitian ini menawarkan pendekatan baru yang berpotensi mengurangi emisi karbon di jalan tol. Integrasi penyerapan karbon ke dalam perencanaan RTH dapat memberikan manfaat mitigasi yang terukur secara karbon melalui desain lanskap. Studi ini bertujuan untuk merancang RTH Jalan Tol Jagorawi (STA KM 3.800–26.500) yang memaksimalkan kapasitas penyerapan CO₂. Metode analisis yang digunakan dalam studi ini terdiri dari tiga tahap, yaitu (1) perencanaan tata tanaman untuk memenuhi fungsi estetika dan ekologis, dengan menekankan pada daya serap CO2, (2) perhitungan kapasitas daya serap CO2 oleh tanaman eksisting dan rencana, dan (3) estimasi emisi CO2 dari kendaraan dalam area studi. Rencana yang diusulkan mencakup penanaman 20.383 pohon, dengan perkiraan kapasitas penyerapan sebesar 211.142,46 kg CO₂ per hari atau naik 2,48 kali dari kapasitas penyerapan CO2 dengan tanaman eksisting. Kesimpulan dari studi ini yaitu bahwa perencanaan RTH di wilayah studi berpotensi mengurangi emisi CO₂ yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor secara signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan RTH dapat berfungsi estetika sekaligus ekologis, dan menjadi strategi mitigasi yang efektif untuk perubahan iklim dengan tetap memprioritaskan aspek keselamatan jalan