Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia melalui Penerapan Carrying Capacity di Desa Meurandeh Aceh Kota Langsa Nurlina, Nurlina; Salman, Muhammad; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Safrizal, Safrizal
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i3.20031

Abstract

Langsa City is currently one of the centers for Aceh cattle cultivation. One of the areas or districts currently developing Aceh cattle farming is the Langsa Lama District, Langsa City. Carrying Capacity is a system that has been widely used by breeders. The use of this system is said to be very economical because it uses grass directly and uses little electricity. Carrying Capacity is highly recommended for small-scale farms because the system is economical and hygienic. The way Carrying Capacity works is the Incentive cage used to raise aceh cattle breeds. The direction of sunlight is modified so that the Aceh cattle become good seeds when they are productive. During the breeding process, the intensives in the cage are made as much as possible so that the daily body weight growth of the aceh cattle is fulfilled because it is triggered by feed that is highly nutritious and easily digested, the feed is given ad libitum and has been served in the form of chopped pieces using a grass chopper. small scale for 10-20 cows.
PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK MELALUI KETERAMPILAN PAKAN FERMENTASI KEONG SAWAH SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN ITIK DI DESA BATEE PUTEH Hanisah Hanisah; Cut Mulyani; fairus fairus; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.152-161

Abstract

Berdasarkan survey awal yang di lakukan tim pengabdian, permasalahan yang di hadapi mitra yaitu kelompok tani ternak “Makmue Beusare” antara lain: 1) Minimnya pengetahuan mitra tentang budidaya ternak itik yang dapat meningkatkan produktivitas itik petelur dan mengoptimalkan peningkatan bobot badan itik pedaging, dan 2) Pakan ternak itik terbilang mahal, biaya yang dikeluarkan untuk pakan sering kali tidak sebanding dengan produksi yang dihasilkan, sehingga peternak menjadi merugi. Adapun tujuan dari tim pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan mitra tentang pengelolaan pakan, serta pemanfaatan keog sawah sebagaipakan ternak. Tahapan persiapan dilakukan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis kebutuhan dan penyusunan program. Tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi tentang pakan fermentasi keong sawah, dilanjutkan dengan praktek pengolahan pakan ternak dari keong sawah. Total ada 16 orang peserta, 15 orang dari mitra dan 1 orang dari perangkat desa. Tahapan terakhir adalah pendampingan dan evaluasi untuk melihat keberhasilan program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk. 
Analysis of the Contribution and Factors Affecting the Income of Local Chicken Farmers' Wives on Family Income in Aceh Tamiang Regency Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya; Dian Permata Sari Br Surbakti; Ruth Dameria Haloho; Widya Satya Nugraha; Tulus Fernando Silitonga
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 10, No 2 (2026): June 2026
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v10i2.29595

Abstract

This study analyzes the income contribution of free-range chicken farmers' wives to family income and the factors influencing their income increase in Jamur Hamlet, Jelatang Village, Rantau District, Aceh Tamiang Regency. The study used a quantitative approach with a survey method. The respondents were 240 free-range chicken farmers who were selected purposively. Primary data were collected through field observations, structured interviews, and questionnaires. The wives' income contribution was measured by the proportion of their income to the family's total monthly income. To identify factors influencing family income, multiple linear regression analysis was used, with the independent variables being the wife's age and education level, working hours, and income. The analysis showed that the wife's age and education level had a positive and significant effect on family income increase. Conversely, the wife's working hours and income did not have a statistically significant effect on family income. These findings suggest that improving the quality of human resources, particularly through education and work experience, as reflected in their productive age, plays a more important role in boosting the income of free-range chicken farmers' families than simply increasing working hours. This study confirms that the wife's economic role in free-range chicken farming households is complementary and contributes to maintaining family economic stability. 
Pemulihan Ekonomi Pascabanjir Melalui Distribusi Logistik Makanan Sehat Di Desa Sapta Marga Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Hanisah Hanisah; Cut Gustiana; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya; Zulhilmi Zulhilmi
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/0fn08679

Abstract

Bencana banjir yang melanda Desa Sapta Marga, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, telah berdampak pada kerawanan pangan dan penurunan kapasitas ekonomi rumah tangga warga terdampak. Sebagai upaya mitigasi dan rehabilitasi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca banjir melalui program distribusi logistik makanan sehat. Bantuan pangan bernutrisi ini dirancang secara strategis sebagai bantalan sosial guna meringankan beban pengeluaran konsumsi harian (cost of living), sehingga masyarakat dapat merealokasikan sisa dana darurat mereka untuk memulihkan aset ekonomi produktif yang rusak.Metode pelaksanaan program dilakukan melalui tahapan yang komprehensif, meliputi koordinasi kebutuhan dan pemetaan kelompok rentan, pengadaan, penyaluran logistik, serta evaluasi akhir. Pendekatan pengadaan logistik difokuskan pada pemberdayaan ekonomi lokal dengan melibatkan masyarakat di wilayah yang tidak terdampak parah, guna menciptakan efek ganda (multiplier effect) terhadap perputaran ekonomi daerah. Hasil kegiatan menunjukkan tingkat keberhasilan dengan akurasi ketepatan sasaran yang tinggi. Pemenuhan asupan gizi ini terbukti efektif menjaga resiliensi kesehatan warga dari penyakit penyerta pasca bencana sekaligus memberikan ruang finansial untuk pemulihan usaha mikro dan lahan pertanian. Selain itu, tingginya partisipasi aktif warga dan aparatur desa membuktikan terbangunnya sinergi sosial yang solid. Kesimpulannya, inisiatif pengabdian ini tidak hanya menjadi solusi taktis untuk mengatasi kerawanan pangan darurat, melainkan telah meletakkan fondasi awal yang kokoh bagi percepatan pemulihan ekonomi Desa Sapta Marga secara berkelanjutan
Pemberdayaan Istri Nelayan dalam Rangka Meningkatkan Pendapatan Keluarga melalui Pembuatan Garam di Desa Kuala Idi Cut Kabupaten Aceh Timur Rosmaiti Rosmaiti; Fairus Fairus; Riezky Purnama Sari; Muhammad Salman; Amelia Amelia; Safrizal Safrizal; Ulya Nabilla; Muhammad Fuad; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.3.370-375

Abstract

The fishermen's wife group is PKM Partners, who need empowerment. The limited knowledge and skills of partners in processing iodized salt and hygiene are problems that must be resolved. This community service aims to increase people's income, especially partners of fishermen's wives, by providing training and assistance in processing iodized and hygienic salt. The stages of this activity include 1) Socialization with partners regarding the processing of iodized and hygienic salt; 2) Salt processing training; 3) Financial bookkeeping training; 4) Monitoring and evaluation of PKM activities. The PKM method is the RRA (Rapid Rural Appreial) / PRA (Participatory Rural Appreial) method. This PKM produces iodized and hygienic salt products. Based on the questionnaire, it was found that 77% of partners are very understanding and skilled in processing iodized and hygienic salt, and 78% of partners strongly agree that this PKM activity can improve the quality of partners' salt.