Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Alternative Feed with Fermented Kayambang to Reduce Cholesterol Levels and Increase the Antioxidant Content of Duck Eggs and Meat in Batee Puteh Village, Langsa, Aceh: Pakan Alternatif dengan Kayambang Fermentasi Sebagai Penurun Kadar Kolesterol dan Peningkat Kandungan Antioksidan Telur dan Daging Itik di Desa Batee Puteh, Langsa, Aceh Hanisah; Nurjannah; Mentari Darma Putri; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 6 (2023): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v7i6.15925

Abstract

Hasil survei awal yang dilakukan oleh tim pengabdian, permasalahan yang dihadapi oleh mitra peternak itik di Desa Batee Puteh, Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh yaitu: 1) Kurangnya pemahaman mitra tentang budidaya ternak itik yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas telur serta daging itik; 2) Pengeluaran untuk pakan ternak yang terbilang cukup mahal sehingga diperlukan alternatif pakan dari bahan alami. Kayambang dapat dimanfaatkan untuk bahan membuat pakan ternak yang kaya nutrisi. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian berupa: 1) Penyuluhan mengenai cara meningkatkan produktivitas dan kualitas telur serta daging itik; 2) Pelatihan dan pendampingan mitra dalam pembuatan pakan dari fermentasi kayambang. Hasil dari kegiatan yaitu mitra mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat pakan dari kayambang sebesar 39,3 %; tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan PKM yaitu sebesar 47,35 % untuk kategori sangat setuju dan 52,65 % lainnya setuju dan berharap keberlanjutan program untuk kegiatan pemberdayaan lainnya.
Pengolahan Pakan Ternak Ruminansia melalui Penerapan Carrying Capacity di Desa Meurandeh Aceh Kota Langsa Nurlina, Nurlina; Salman, Muhammad; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain; Safrizal, Safrizal
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i3.20031

Abstract

Langsa City is currently one of the centers for Aceh cattle cultivation. One of the areas or districts currently developing Aceh cattle farming is the Langsa Lama District, Langsa City. Carrying Capacity is a system that has been widely used by breeders. The use of this system is said to be very economical because it uses grass directly and uses little electricity. Carrying Capacity is highly recommended for small-scale farms because the system is economical and hygienic. The way Carrying Capacity works is the Incentive cage used to raise aceh cattle breeds. The direction of sunlight is modified so that the Aceh cattle become good seeds when they are productive. During the breeding process, the intensives in the cage are made as much as possible so that the daily body weight growth of the aceh cattle is fulfilled because it is triggered by feed that is highly nutritious and easily digested, the feed is given ad libitum and has been served in the form of chopped pieces using a grass chopper. small scale for 10-20 cows.
Inovasi TAPURALIN-K untuk Pemberdayaan Petani Kakao Berbasis Ekonomi Sirkular di Kabupaten Aceh Timur Achmad, Adnan; Bahri, Syamsul; Juanda, Boy Riza; Amilda, Yenny; Mardiyah, Ainul; Basriwijaya, Kiagus Muhammad Zain
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei (In Progress)
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ebtpsh29

Abstract

Limbah panen kakao berupa kulit buah, daun, dan ranting di perkebunan rakyat umumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan masih sering dibakar atau ditumpuk, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan hilangnya potensi bahan organik tanah. Program pengabdian ini bertujuan memberdayakan petani kakao melalui penerapan inovasi Tabung Pupuk Ramah Lingkungan–Kakao (TAPURALIN-K) berbasis ekonomi sirkular sebagai solusi pengelolaan limbah panen berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Buket Bata, Kabupaten Aceh Timur, dengan melibatkan 50 petani menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi awal, sosialisasi, demonstrasi teknis, praktik mandiri, serta monitoring dan evaluasi. Hasil angket awal menunjukkan hanya 6% petani pernah mengolah limbah kakao, sementara praktik pembakaran masih dominan. Monitoring Oktober–November 2025 menunjukkan perubahan signifikan: 94% petani mempertahankan lubang TAPURALIN-K aktif, 72% rutin memasukkan limbah panen, dan 68% tidak lagi membakar limbah. Hasil ini menunjukkan perubahan perilaku awal petani serta keberlanjutan penerapan inovasi di tingkat petani. Inovasi ini terbukti sederhana, mudah diterapkan, dan berkontribusi terhadap perubahan perilaku, peningkatan kapasitas teknis, serta terbentuknya praktik pengelolaan limbah berbasis ekonomi sirkular yang berpotensi direplikasi pada perkebunan rakyat di daerah lain.
PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK MELALUI KETERAMPILAN PAKAN FERMENTASI KEONG SAWAH SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN ITIK DI DESA BATEE PUTEH Hanisah Hanisah; Cut Mulyani; fairus fairus; Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.152-161

Abstract

Berdasarkan survey awal yang di lakukan tim pengabdian, permasalahan yang di hadapi mitra yaitu kelompok tani ternak “Makmue Beusare” antara lain: 1) Minimnya pengetahuan mitra tentang budidaya ternak itik yang dapat meningkatkan produktivitas itik petelur dan mengoptimalkan peningkatan bobot badan itik pedaging, dan 2) Pakan ternak itik terbilang mahal, biaya yang dikeluarkan untuk pakan sering kali tidak sebanding dengan produksi yang dihasilkan, sehingga peternak menjadi merugi. Adapun tujuan dari tim pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan ketrampilan mitra tentang pengelolaan pakan, serta pemanfaatan keog sawah sebagaipakan ternak. Tahapan persiapan dilakukan untuk mengidentifikasi masalah, menganalisis kebutuhan dan penyusunan program. Tahapan pelaksanaan yaitu sosialisasi tentang pakan fermentasi keong sawah, dilanjutkan dengan praktek pengolahan pakan ternak dari keong sawah. Total ada 16 orang peserta, 15 orang dari mitra dan 1 orang dari perangkat desa. Tahapan terakhir adalah pendampingan dan evaluasi untuk melihat keberhasilan program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Produk.Â