Claim Missing Document
Check
Articles

Dukungan Sosial dengan Penerimaan Diri Remaja yang Melakukan Pernikahan Dini Pada Masa Pandemi COVID-19 Jurita Natalia Selanno; Sri Aryanti Kristianingsih
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 4 No. 3 (2022): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/bocp.v4i3.431

Abstract

The problem regarding the number of early marriages in Indonesia during the COVID-19 pandemic is immensely increasing due to various factors. Teenagers with cases of early marriage during the COVID-19 pandemic must receive and get various social supports so the teenager can adjust and accept every circumstance. This study aims to determine the relationship between social support and the self-acceptance of adolescents who marry prematurely during the COVID-19 pandemic. The research method in this study is a correlational quantitative method. The participants in this study were 61 teenagers who had early marriages during the COVID-19 pandemic, which were determined using a non-probability sampling technique, namely accidental sampling. The study's results found a significant positive relationship between social support and self-acceptance of adolescents who married prematurely during the COVID-19 pandemic, with a correlation coefficient of r = 0.418 and a significance value of 0.000 (p < 0.05).
HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA NARAPIDANA LAKI-LAKI KASUS NARKOTIKA PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI RUMAH TAHANAN JEPARA Jessica Elfalianda Septhen; Sri Aryanti Kristianingsih
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v5i1.8557

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada narapidana laki-laki kasus narkotika pada masa pandemi Covid-19 di Rumah Tahanan Jepara. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 51 orang narapidana laki-laki dengan kasus narkotika pada masa Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan Korelasi Rank Spearman. Alat ukur yang digunakan adalah Social Support Scale yang disusun oleh Rizkita dan Hasnida (2018), berdasarkan teori dukungan sosial yang dikemukakan oleh Sarafino (2006) dan resiliensi menggunakan The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang dikembangkan oleh Connor dan Davidson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi narapidana laki-laki kasus narkotika, artinya semakin tinggi dukungan sosial maka akan semakin tinggi resiliensi narapidana laki-laki dengan kasus narkotika pada masa pandemi Covid-19. Implikasi hasil penelitian ini adalah penelitian ini dapat membantu menjelaskan bahwa dukungan sosial yang sesuai untuk narapidana dapat terus meningkatkan resiliensi pada narapidana selama menjalani masa pidananya di masa pandemi. Kata kunci: Dukungan Sosial, Resiliensi, Pengguna Narkotika, Narapidana Laki-laki. AbstractThe goal of this study is to ascertain the connection between social support and resilience in male inmates in drug cases at the Jepara Detention Center during the Covid-19 pandemic. 51 male detainees who had drug cases during the Covid-19 period participated in this study. This study uses Spearman Rank Correlation as a quantitative correlational method. The Social Support Scale, created by Rizkita and Hasnida, measures social support according to Sarafino's social support theory and resilience according to Connor and Davidson's Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC).With a r value of 0.647 and a significance value of 0.000 (p 0.05), the findings indicated a significant positive relationship between social support and the resilience of male prisoners in drug cases. This relationship indicates that the more social support, the greater the resilience of male prisoners. During the Covid-19 epidemic, men had drug cases. This study demonstrates a significant and direct link between social support and resilience among male drug-related detainees at the Jepara correctional facility. The findings of this study have important implications for understanding how effective social support for prisoners can continue to boost their resilience even while they serve their sentences during a pandemic. Keywords: Social Support, Resilience, Narcotics Users, Male Prisoners.
Hubungan Religiusitas dan Penerimaan Diri pada Penyintas Covid-19 Beragama Kristen Protestan yang Mengalami Post-Covid Effect Bernadette Josephine; Sri Aryanti Kristianingsih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13299

Abstract

Seorang individu yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 disebut sebagai penyintas COVID-19. Setelah dinyatakan sembuh, penyintas COVID-19 masih harus berhadapan dengan gejala COVID lanjutan yang disebut sebagai post-covid effect. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Religiusitas dengan Penerimaan diri pada Penyintas COVID-19 Beragama Kristen Protestan yang mengalami post-covid effect. Partisipan dalam penelitian ini adalah penyintas COVID-19, beragama Kristen Protestan, dan mengalami post-covid effect. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah Skala Religiusitas dan Skala Penerimaan Diri. Metode analisis data yang digunakan adalah korelasi Product Moment dari Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara religiusitas dengan penerimaan diri. Hal ini ditunjukkan dengan hasil koefisien korelasi r=0,475 dan signifikansi p=0,000. Selain itu, sumbangan religiusitas terhadap penerimaan diri atau memiliki nilai sebanyak 22,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dengan penerimaan diri. Hal ini berarti semakin tinggi religiusitas maka semakin tinggi penerimaan diri, di sisi lain semakin rendah religiusitas maka semakin rendah pula penerimaan diri.
Hubungan antara Religiusitas dengan Resiliensi pada Narapidana di Rutan Kelas II B Salatiga Gagas Ramadhan Prihatanto; Sri Aryanti Kristianingsih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.13404

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan resiliensi pada narapidana Rutan Kelas II B Salatiga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan 114 narapidana Rutan Kelas II B Salatiga sebagai populasi dan 89 orang narapidana sebagai sampel penelitian yang diambil dengan metode accidental sampling. Alat ukur resiliensi yang digunakan adalah Connor Davidson Resilience Scale (CDR-10) yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan 7 item valid, ? = 0,768 dan alat ukur religiusitas yang digunakan adalah Centrality of Religiosity Scale (CRS-15) yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan 13 item valid, ? = 0,877. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik korelasi dari Spearman dengan hasil r=0,284 dan nilai signifikansi p=0,004 (p<0,01) yang dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dengan resiliensi pada narapidana Rutan Kelas II B Salatiga. Semakin tinggi tingkat religiusitas narapidana maka semakin tinggi pula tingkat resiliensinya, dan begitu pula sebaliknya jika tingkat religiusitas rendah maka semakin rendah pula resiliensi pada narapidana yang berarti hipotesis alternatif (H1) diterima.
Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Kecemasan Akademik terhadap Ujian Praktik pada Mahasiswa UKSW Kristiani Sula; Sri Aryanti Kristianingsih
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.14154

Abstract

Dalam suatu lingkungan akademik, mahasiswa sering kali dihadapkan pada situasi akademik yang menimbulkan kecemasan seperti ujian praktik seperti perasaan takut, tertekan dan stres. Kecemasan akademik merupakan suatu perasaan gelisah yang tidak menyenangkan dan mempengaruhi pada kondisi fisik dan juga psikologis mahasiswa dalam menghadapi situasi akademik. Salah satu faktor yang dapat mengurangi kecemasan akademik yaitu dukungan sosial. Dukungan sosial merupakan suatu bentuk dukungan yang diberikan kepada individu yang sedang mengalami situasi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial terhadap kecemasan akademik ujian praktik pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini adalah 115 orang mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana. Teknik pengambilan data menggunakan skala dukungan sosial dan skala kecemasan akademik. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan negatif antara dukungan sosial dengan kecemasan akademik (r = -0,167 dan nilai sig. 0,037). Yang berarti semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, akan semakin rendah kecemasan akademik yang dialami oleh mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KECEMASAN DALAM MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA AKHIR DI UNIVERSITAS NUSA CENDANA KOTA KUPANG Lodia Carolina Hermanus; Sri Aryanti Kristianingsih
Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol. 2 No. 8: April 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this stuy was to determine the relationship between social and anxiety in facing the world of work in final students at Nusa Cendana University, Kupang, totaling 38 respondets. Data collection was carried out using a scale of social support and anxiety in facing the world of work. The result showed that there was no significant relationship between social support and anxiety in facing the world of work for students with a value of r = 0,931 and significant = 0,003 (p<0,05) so it can be concluded that social support has no significant effect on student anxiety in facing the world of work.
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL MAHASISWA RANTAU DARI INDONESIA TIMUR Yetty Christin Shandi Manafe; Sri Aryanti Kristianingsih
Media Bina Ilmiah Vol. 17 No. 10: Mei 2023
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar dari pulau asal mereka biasanya disebutdengan mahasiswa rantau. Mahasiswa yang berada dalam lingkungan baru, interaksi yang baik akan terjadi apabila mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Mahasiswa rantau yangdatang dari berbagai daerah tentu memiliki kebiasaan-kebiasaan yang terbentuk dari daerah asal mereka, perbedaan-perbedaan tersebut memerlukan waktu untuk dapat beradaptasi di lingkungan baru. Keberhasilan individu dalam melakukan penyesuaian sosial dapat dicapai melalui kualitas pribadi, termasuk tingkat perkembangan kecerdasan emosionalnya.Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial mahasiswa rantau yang berasal dari Indonesia Timur. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 74 orang mahasiswa rantau yang berasal dari tiga daerah yaitu Papua, Maluku dan Nusa Tenggara Timur, dengan menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian ini menggunakan Emotional Competence Inventory (ECI) (α= 0,947) dan Social Adjustment to College Questionnaire (SACQ) berdasarkan subskala Social Adjustment(α= 0,907). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara positif antara kecerdasan emosional dengan penyesuaian sosial (r= 0,637 dan nilai sig. 0,000) yang artinya, semakin tinggi kecerdasan emosional yang dimiliki mahasiswa rantau maka semakin tinggi pula penyesuaian sosial yang dimiliki mahasiswa rantau yang berasal dari Indonesia Timur.
Hubungan Efikasi Diri Akademik Dengan Penyesuaian Diri Akademik Pada Mahasiswa Baru Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Kota Salatiga Bagas Ardhana Krisna Putra; Sri Aryanti Kristianingsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4047

Abstract

Periode tahun pertama perkuliahan sering dianggap sebagai masa yang paling menantang bagi mahasiswa, di mana pada masa ini mahasiswa akan menemui berbagai situasi yang baru seperti sistem perkuliahan, metode pembelajaran yang berbeda dengan SMA. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan positif antara efikasi diri akademik dan penyesuaian diri akademik pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi UKSW. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional, Populasi penelitian adalah 268 mahasiswa/I. Hasil  koefesien korelasi r sebesar 0,764 dengan p = 0,000, yang menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara efikasi diri akademik dan penyesuaian diri akademik pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi UKSW. Implikasinya tidak mampu melihat lebih luas dinamika psikologis yang terjadi.
Hubungan Antara Identitas Etnis Dengan Perilaku Prososial Pada Mahasiswa Etnis Sulawesi Tenggara Di Universitas Kristen Satya Wacana Navazya Agrilda Tonga; Sri Aryanti Kristianingsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4160

Abstract

Penelitian ini dilakukanuntuk mengetahui hubungan antara identitas etnis dengan perilaku prososial pada mahasiswa etnis Sulawesi Tenggara di Universitas Kristen Satya Wacana. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori dari Phinney (1999) dan Carlo & Randal (2002). Alat ukur yang digunakan suntuk Identitas Etnis yaitu The Multigroup Ethnic Identity Measure (MEIM) sejumlah 12 item dan untuk perilaku prososial yaitu Prosocial Tendencies Measure (PTM) sejumlah 23 item. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner dalam bentuk google form kepada 65 responden, pemilihan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah sampling jenuh. Analisis data menggunakan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa 60% memiliki identitas etnis tinggi dan 40% memiliki perilaku prososial sedang. Uji Correlation didapati r = 0,114 dan sig 0,183 (p>0,05) yang berarti dari penelitian ini tidak terdapat hubungan antara identitas etnis dengan perilaku prososial pada mahasiswa etnis Sulawesi Tenggara di Universitas Kristen Satya Wacana.
Hubungan Strategi Coping dengan Perilaku Merokok pada Mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Nathanael Dimas Pangaribowo; Sri Aryanti Kristianingsih
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 4 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i4.4179

Abstract

Perilaku merokok telah menjadi fenomena yang tidak asing dalam kehidupan. Kemudahan akses untuk mendapatkan rokok dan banyaknya orang merokok di area publik, kantor, lingkungan pendidikan bahkan dalam lingkungan keluarga sendiri mengakibatkan perilaku merokok tersebut sulit untuk dihindari. Salah satu contoh seperti yang terjadi di kampus Universitas Kristen Satya Wacana. Banyak mahasiswa yang sebagian besar adalah mahasiswa laki-laki merokok di sejumlah lokasi di dalam lingkungan kampus. Salah satu alasan munculnya perilaku merokok karena adanya faktor psikologis sebagai relaksasi dan ketenangan maupun mengurangi stres. Cara yang digunakan oleh individu untuk mengurangi stres disebut dengan strategi coping. Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti ada tidaknya hubungan antara strategi coping dengan perilaku merokok mahasiswa laki-laki Universitas Kristen Satya Wacana. Untuk memperoleh data, diambil sampel sebanyak 264 orang mahasiswa dengan teknik purposive sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis korelasi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara strategi coping dan perilaku merokok mahasiswa laki-laki Universitas Kristen Satya Wacana, ditunjukkan dengan nilai korelasi Spearman (r) sebesar -0,311 dengan p 0,00 < 0,05 yang berarti semakin baik strategi coping maka semakin rendah perilaku merokoknya, sebaliknya semakin buruk strategi coping maka semakin tinggi perilaku merokoknya.