Claim Missing Document
Check
Articles

Diversity and Abundance of Epiphytic Diatoms on Seagrass Leaves (Enhalus acoroides) in Poncan Gadang Island Sibolga City, North Sumatra Dinda Trie K Hayati; Sofyan Husein Siregar; Rifardi Rifardi
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 2 (2023): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The seagrass ecosystem is one of the marine ecosystems that has an important role, namely as a source of life for organisms in the sea. Diatoms are microalgae widely distributed throughout the aquatic environment and are even found in plants, including seagrass leaves. Diatoms greatly influence life in the waters because they play an essential role as a food source for various marine organisms and play a role in the transfer of carbon, nitrogen, and phosphate. This research was conducted in February 2023 on Poncan Gadang Island, Sibolga City, North Sumatra. The study aims to determine the density, relative abundance, abundance, and diversity of epiphytic diatom species on seagrass (Enhalus acoroides) leaves in Poncan Gadang Island. The method used is the survey method, using three stations to take samples. The determination of 3 stations is based on the density of the seagrass beds ecosystem. Sampling of diatoms was carried out by brushing the surface of seagrass leaves about 5x2 cm on the front and back of the leaves. The samples obtained were then analyzed in the laboratory. There were 12 types of diatoms found, consisting of Cocconeis sp., Rhizosolenia sp., Biddulphia sp., Amphipluera sp., Thalassiotrix sp., Nitzchia sp., Synedra sp., Melosira sp., Pleurogosigma sp., Skeletonema sp., Licmiphora sp., and Thalassionema sp. the average value of epiphytic diatom abundance in seagrass leaves ranged from 2160.85 – 4649.94 ind/cm². The epiphytic diatom diversity (H') values ranged from 2.53 to 2.72.
Hubungan Ukuran Butir Sedimen dengan Kelimpahan Bivalvia di Perairan Teluk Buo Bungus Sumatera Barat Gita Purnama Sari; Rifardi Rifardi; Zulkifli Zulkifli
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.12.2.312-320

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 di perairan Teluk Buo Bungus Sumatera Barat pada Januari 2024, bertujuan untuk mengetahui ukuran butir sedimen, dan kelimpahan bivalvia serta menganalisis hubungan ukuran butir sedimen terhadap kelimpahan bivalvia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu sampel diambil langsung dari perairan kemudian dianalisis di Laboratorium. Lokasi penelitian yang dibagi menjadi 3 stasiun dengan 5 titik sampling di setiap stasiun. Pengambilan sampel menggunakan spatula sendok semen dengan petakan kuadran 50 x 50 cm2 hingga kedalaman 10 cm. Ukuran diameter rata-rata sedimen pada stasiun I yaitu 0,50 – (-1,40) Ø yang tergolong dalam klasifikasi pasir kasar (coarse sand - pasir paling kasar (very coarse sand), dengan kelimpahan bivalvia berkisar antara 8,00–16,00 ind/m2. Stasiun II mempunyai diameter rata-rata sedimen 2,90-0,80 Ø yang tergolong dalam klasifikasi pasir halus (fine sand) - pasir kasar (coarse sand), dengan diameter rata-rata berkisar antara 12,00–48,00 ind/m2. Sedangkan stasiun III berkisar antara 4,63-3,03 Ø tergolong dalam klasifikasi lumpur (silt) hingga pasir sangat halus dengan kelimpahan bivalvia berkisar 44,00–84,00 ind/m2. Berdasarkan Penelitian ini ukuran butir sedimen dengan kelimpahan bivalvia memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7181 dan koefisien korelasi (r) 0,8474. Semakin halus ukuran butir sedimen maka semakin tinggi kelimpahan bivalvia, dan sebaliknya.
Distribusi Kelimpahan Gastropoda di Zona Intertidal Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, Riau Nabilla Syima Putri Nur Hayen; Rifardi Rifardi; Afrizal Tanjung
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.115-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kelimpahan serta hubungan bahan organik sedimen terhadap kelimpahan gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling. Untuk mengetahui perbedaan kelimpahan Gastropoda digunakan uji one way ANOVA, sedangkan hubungan bahan organik sedimen terhadap kelimpahan Gastropoda dilakukan uji statistik korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan organik sedimen pada setiap stasiun berkisar antara 4,52-10,82 %. Pada lokasi penelitian ditemukan 9 famili, 12 genus dan 17 spesies Gastropoda yang terdiri dari Stramonita sp, Bolinus brandaris, Hexaplex trunculus, S.haemastoma, Thais tuberosa, Cerithium nesioticum, Strombus sp, Nassarius sp, N.jacksonranus, Hemifusus elongates, dan Pugilina cochilidium, Neverita sp, N.didyma, N.lineata, Littoraria undulate, L. scabra, dan L.strigata. Kelimpahan Gastropoda antar stasiun memiliki nilai 0,09-0,41 ind/5m2 dengan rata-rata 0,26 ind/5m2 dan terdapat perbedaan signifikan kelimpahan Gastropoda antar stasiun. Kelimpahan Gastropoda antar subzona intertidal memiliki nilai 0,22-0,28 ind/5m2 dan tidak terdapat perbedaan signifikan kelimpahan Gastropoda antar subzona intertidal. Pola distribusi Gastropoda bersifat mengelompok dengan nilai indeks morisita 2,92-3,36 (Id > 1). Hasil uji korelasi dan regresi memiliki nilai signifikan 0,574 > 0,05 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan Gastropoda. Nilai koefisien korelasi R2 sebesar 0,0471 menunjukkan keeratan hubungan yang sangat lemah. Hasil uji korelasi dan regresi linear diinterpretasikan pada persamaan Y = 0,1789 + 0,01x
Analisis Perubahan Garis Pantai di Pulau Pagang, Sumatera Barat Kevin Anandika Dwi Putra; Yusni Ikhwan Siregar; Rifardi Rifardi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.96-104

Abstract

Garis pantai bersifat dinamik dan berubah menurut waktu. Penyebabnya merupakan faktor hidro-oseanografi (arus dan gelombang) yang mengakibatkan abrasi dan akresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Pulau Pagang, Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan DSAS (Digital Shoreline Analysis System) dan pengamatan parameter oseanografi lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengamatan oseanografi dilakukan di setiap stasiun pada bulan Januari 2024. Hasil analisis perubahan garis pantai pulau Pagang selama 30 tahun; 1993-2023 mengalami abrasi sebesar 57 meter dengan laju perubahan 2,6 m/tahun, dan dipengaruhi arus sedang (0,26 - 084 m/detik) dan tinggi gelombang rendah (0,20-0,61 m).  Abrasi terjadi di stasiun 2 dan 4 dengan kategori sedang, dan tinggi. Sementara itu, Perubahan lainnya yatu akresi pada stasiun 1 dan 3, serta terdapat wilayah yang tidak mengalami perubahan secara signifikan atau dalam kondisi stabil
Diversity and Abundance of Epiphytic Diatoms on Seagrass Leaves (Enhalus acoroides) in Poncan Gadang Island Sibolga City, North Sumatra Dinda Trie K Hayati; Sofyan Husein Siregar; Rifardi Rifardi
Jurnal Natur Indonesia Vol. 21 No. 2 (2023): October
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

The seagrass ecosystem is one of the marine ecosystems that has an important role, namely as a source of life for organisms in the sea. Diatoms are microalgae widely distributed throughout the aquatic environment and are even found in plants, including seagrass leaves. Diatoms greatly influence life in the waters because they play an essential role as a food source for various marine organisms and play a role in the transfer of carbon, nitrogen, and phosphate. This research was conducted in February 2023 on Poncan Gadang Island, Sibolga City, North Sumatra. The study aims to determine the density, relative abundance, abundance, and diversity of epiphytic diatom species on seagrass (Enhalus acoroides) leaves in Poncan Gadang Island. The method used is the survey method, using three stations to take samples. The determination of 3 stations is based on the density of the seagrass beds ecosystem. Sampling of diatoms was carried out by brushing the surface of seagrass leaves about 5x2 cm on the front and back of the leaves. The samples obtained were then analyzed in the laboratory. There were 12 types of diatoms found, consisting of Cocconeis sp., Rhizosolenia sp., Biddulphia sp., Amphipluera sp., Thalassiotrix sp., Nitzchia sp., Synedra sp., Melosira sp., Pleurogosigma sp., Skeletonema sp., Licmiphora sp., and Thalassionema sp. the average value of epiphytic diatom abundance in seagrass leaves ranged from 2160.85 – 4649.94 ind/cm². The epiphytic diatom diversity (H') values ranged from 2.53 to 2.72.
Analisis Perubahan Garis Pantai di Pulau Pagang, Sumatera Barat Putra, Kevin Anandika Dwi; Siregar, Yusni Ikhwan; Rifardi, Rifardi
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.96-104

Abstract

Garis pantai bersifat dinamik dan berubah menurut waktu. Penyebabnya merupakan faktor hidro-oseanografi (arus dan gelombang) yang mengakibatkan abrasi dan akresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan garis pantai di Pulau Pagang, Provinsi Sumatera Barat dengan menggunakan DSAS (Digital Shoreline Analysis System) dan pengamatan parameter oseanografi lainnya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei. Pengamatan oseanografi dilakukan di setiap stasiun pada bulan Januari 2024. Hasil analisis perubahan garis pantai pulau Pagang selama 30 tahun; 1993-2023 mengalami abrasi sebesar 57 meter dengan laju perubahan 2,6 m/tahun, dan dipengaruhi arus sedang (0,26 - 084 m/detik) dan tinggi gelombang rendah (0,20-0,61 m). Abrasi terjadi di stasiun 2 dan 4 dengan kategori sedang, dan tinggi. Sementara itu, Perubahan lainnya yatu akresi pada stasiun 1 dan 3, serta terdapat wilayah yang tidak mengalami perubahan secara signifikan atau dalam kondisi stabil.
Distribusi Kelimpahan Gastropoda di Zona Intertidal Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, Riau Hayen, Nabilla Syima Putri Nur; Rifardi, Rifardi; Tanjung, Afrizal
Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.115-123

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi kelimpahan serta hubungan bahan organik sedimen terhadap kelimpahan gastropoda. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan penentuan stasiun pengambilan sampel secara purposive sampling. Untuk mengetahui perbedaan kelimpahan Gastropoda digunakan uji one way ANOVA, sedangkan hubungan bahan organik sedimen terhadap kelimpahan Gastropoda dilakukan uji statistik korelasi dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan kandungan bahan organik sedimen pada setiap stasiun berkisar antara 4,52-10,82 %. Pada lokasi penelitian ditemukan 9 famili, 12 genus dan 17 spesies Gastropoda yang terdiri dari Stramonita sp, Bolinus brandaris, Hexaplex trunculus, S.haemastoma, Thais tuberosa, Cerithium nesioticum, Strombus sp, Nassarius sp, N.jacksonranus, Hemifusus elongates, dan Pugilina cochilidium, Neverita sp, N.didyma, N.lineata, Littoraria undulate, L. scabra, dan L.strigata. Kelimpahan Gastropoda antar stasiun memiliki nilai 0,09-0,41 ind/5m2 dengan rata-rata 0,26 ind/5m2 dan terdapat perbedaan signifikan kelimpahan Gastropoda antar stasiun. Kelimpahan Gastropoda antar subzona intertidal memiliki nilai 0,22-0,28 ind/5m2 dan tidak terdapat perbedaan signifikan kelimpahan Gastropoda antar subzona intertidal. Pola distribusi Gastropoda bersifat mengelompok dengan nilai indeks morisita 2,92-3,36 (Id > 1). Hasil uji korelasi dan regresi memiliki nilai signifikan 0,574 > 0,05 yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kandungan bahan organik sedimen dengan kelimpahan Gastropoda. Nilai koefisien korelasi R2 sebesar 0,0471 menunjukkan keeratan hubungan yang sangat lemah. Hasil uji korelasi dan regresi linear diinterpretasikan pada persamaan Y = 0,1789 + 0,01x.
Hubungan Ukuran Butir Sedimen dengan Kelimpahan Bivalvia di Perairan Teluk Buo Bungus Sumatera Barat Sari, Gita Purnama; Rifaldi, Rifardi; Zulkifli, Zulkifli
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 12 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari 2024 di perairan Teluk Buo Bungus Sumatera Barat pada Januari 2024, bertujuan untuk mengetahui ukuran butir sedimen, dan kelimpahan bivalvia serta menganalisis hubungan ukuran butir sedimen terhadap kelimpahan bivalvia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yaitu sampel diambil langsung dari perairan kemudian dianalisis di Laboratorium. Lokasi penelitian yang dibagi menjadi 3 stasiun dengan 5 titik sampling di setiap stasiun. Pengambilan sampel menggunakan spatula sendok semen dengan petakan kuadran 50 x 50 cm2 hingga kedalaman 10 cm. Ukuran diameter rata-rata sedimen pada stasiun I yaitu 0,50 – (-1,40) Ø yang tergolong dalam klasifikasi pasir kasar (coarse sand - pasir paling kasar (very coarse sand), dengan kelimpahan bivalvia berkisar antara 8,00–16,00 ind/m2. Stasiun II mempunyai diameter rata-rata sedimen 2,90-0,80 Ø yang tergolong dalam klasifikasi pasir halus (fine sand) - pasir kasar (coarse sand), dengan diameter rata-rata berkisar antara 12,00–48,00 ind/m2. Sedangkan stasiun III berkisar antara 4,63-3,03 Ø tergolong dalam klasifikasi lumpur (silt) hingga pasir sangat halus dengan kelimpahan bivalvia berkisar 44,00–84,00 ind/m2. Berdasarkan Penelitian ini ukuran butir sedimen dengan kelimpahan bivalvia memiliki hubungan yang sangat kuat dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,7181 dan koefisien korelasi (r) 0,8474. Semakin halus ukuran butir sedimen maka semakin tinggi kelimpahan bivalvia, dan sebaliknya.
The Quality of Oceanographic Parameters in the Waters of Setan Island, West Sumatra Sipahutar, Alan Nuari; Rifaldi, Rifardi; Mubarak, Mubarak
Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. 29 No. 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/

Abstract

This research was conducted from February to March 2023 in Setan island, West Sumatra. This study aimed to determine the sediment accumulation rate and coral cover, as well as the correlation between sediment accumulation rate and coral cover. The survey method was used in this research. The sediment accumulation rate was measured using a sediment trap. At the same time, the coral cover was observed using the underwater photo transect (UPT) method with a transect length of 50 m. The total suspended solid was analyzed using the Gravimetric method. Observations were made at four sampling points at depths of 3 and 6 m. The sediment accumulation rate at a depth of 3 m ranged from 0.946315 to 1.534992 mg/cm²/day, while at a depth of 6 meters, it ranged from 1.357756 to 1.607786 mg/cm²/day. The percentage of live coral cover at a depth of 3 meters ranged from 3.40% to 31.36%, and at a depth of 6 m, it ranged from 0.33% to 30.50%. The total suspended solids values ranged from 23 to 96 mg/L. Regression analysis showed that the sediment accumulation rate negatively influenced the percentage of live coral cover.
Lead and Copper Concentration in Sediment and Blood Cockle (Anadara granosa) in the Coastal Waters of Panipahan, Rokan Hilir, Riau Province Arnes, Arnes; Rifardi, Rifardi; Amin, Bintal
Journal of Coastal and Ocean Sciences Vol. 2 No. 1 (2021): January
Publisher : Department of Marine Science, Faculty of Fisheries and Marine Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jocos.2.1.28-35

Abstract

This research was conducted in March 2020 with the aim of evaluating the heavy metal content of Pb and Cu in sediment and blood cockle (Anadara granosa). The sediment and blood cockle samples were taken from Panipahan coastal waters, Panipahan Village and Teluk Pulai Village, Rokan Hilir Regency, Riau Province. The results of this study showed that the highest content of Pb and Cu in sediments was found in the surrounding area of residential areas (47.4570 µg / g and 104.1320 µg / g), while in blood cockle, the highest content was found around areas far from anthropogenic activity. The Pb content in the sediments did not show a significant effect on the Pb content in blood cockles, as well as the Cu. The results of the calculation of the MPI (Metal Pollution Index) value showed that Panipahan coastal waters are still classified as low pollution level
Co-Authors ', Mubarak ', Rosshalia ', Zulkifli Achmad Hidir Aditya Dharma Putra Afrizal Tanjung Afrizal Tanjung Afrizal Tanjung Afrizam ' Agusti, Dinda Roanna Ahmad Nurhuda Ahmad, Alianisa Alan Nuari Sipahutar Ambosa Hidayat Aminuyati Andre Rangga Andri Hendrizal Andrian, Fikri Andriani, Fikri Anggie Agustian Anna Lilian Annisa Al-Qhoshashi Aras Mulyadi Arif Hidayatullah Arif Teguh Satria Arinalhaq, Aminah Aristi, Fiona Arnes, Arnes Aslim Rasyad Asrori ' Athhary, Dhiva Danaya Basiluddin, Fadhlan Bima Wahyu Nugroho Bintal Amin Chairunisa Rachmani, Chairunisa Dedek Susanto Dendy Ariandi Dessy Yoswaty Dimas Sochi Satya Mendrofa Dinda Trie K Hayati Dinda Trie K Hayati Edwar Rufli Edy J Girsang Efriyeldi, Efriyeldi Elisa Paramita Elizal Elizal Elizal, Elizal Eryandi sitanggang Etty Riani Fairuzia, Putri Marwah Fajri, Ferli Falsabila Widuri Fatchur Rochman Fathurrahman, Febri Fauzi, Manyuk Feliatra Fertikasari, Indah Fifi Sanora Firmansyah Firmansyah Gita Purnama Sari Gita Purnama Sari, Gita Purnama Hafiza Tartila Isty Hamidah Dasno Vera Harahap, Anugerah Ramadhan Hayen, Nabilla Syima Putri Nur Hendra Yosep Siburian Heru Purnomo Hutapea, Yeru Daniel Octryan Ilham Ilahi Imron Imron Indah Fertikasari Irvina Nurachmi Jamhari Jamhari Jannata Rahmad Putra Jasman ' Joko Samiaji Julyana Julyana Kevin Anandika Dwi Putra Khaira, Annisa Ulfa Lydia Anna Oliza M Lubis M. Iqbal A Maatitawaer, Natasya Debora C Marganda Simamora Maulana, Fariz Melas, Febi Betania Monalisa Hasibuan Mubarak ' Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarak Mubarok, Ihsan Dwi Muhammad Aditya Pradana Muhammad Fadhli Muhammad Hidayatuddin Muhammad Rizki Fadly Musrifin Galib Musrifin Ghalib Musrifin, Musrifin Nabilla Syima Putri Nur Hayen Nanci Aulia Safitri Naomi Simanjuntak Paramita, Elisa Pohan, Rizal Suardiman Pradana, Muhammad Aditya Pranata, Eryc Prastya Bayu Afrian Putra, Kevin Anandika Dwi Rahmi Relva Rambe, Pahala Roy Ramot S Hutasoit, Ramot S Rasoel Hamidy Reza Ambar Wati Rica Purnama Sari Rina D'rita Sibagariang Rina Susanti Rinu Maido Rio Syahputra Robileo Agus Romauli, Junita Romel Kefriansa Putra Romi Fadli Syahputra Sampe Harahap Sanora, Fifi Siburian, Hendra Yosep Sidabalok, Westy Yulia Sihombing, Tumpal Simanjuntak, Naomi Sipahutar, Alan Nuari Siti Ramlah Hasibuan Sitorus, Gideon Dody Tama Situmorang, Nesi Silvia Sofyan Husein Siregar Sri Aslinda, Sri Sri Fitria Retnawaty Sri Wulandari Suardi Tarumun Suci Monika Putri Sutikno, Sigit suwondo suwondo Syafruddin Nasution Syahminan Syahminan Syahril Nedi Syaiful Anwar Syaputra, Eldy Syofyan Siregar Thamrin Thamrin Thamrin Thamrin Tri Radiko Felik Usman Muhammad Tang Visius Uracha Sisochi Wau Wahyu Novra Wanda Wardana, Rangga Wati, Reza Ambar Widuri, Falsabila Windarti Windarti Yeeri Badrun Yenica Roza Yogie Novri Yusda Yoskar Kadarisman Yudho Harjoyudanto Yusmarini Yusmarini Yusni Ikhwan Siregar Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli Zulkifli