Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan antara Pembelajaran Observasional dengan Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Universitas Indonesia Dewi Kumalasari; Wustari Mangundjaya; Gagan Hartana
Jurnal Online Psikogenesis Vol 5, No 1 (2017): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jps.v5i1.491

Abstract

Paparan model peran wirausahawan yang sukses merupakan salah satu faktor kunci dalam pembelajaran kewirausahaan dan perkembangan karir (Boyd Vozidis dalam Laviolette Radu, 2008). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembelajaran observasional melalui model peran wirausaha dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Universitas Indonesia. Desain penelitian ini adalah studi lapangan dengan menggunakan accidental sampling sebagai metode pengambilan data. Partisipan penelitian ini terdiri dari 101 mahasiswa Universitas Indonesia dari 10 fakultas yang berada di kampus UI Depok. Hasil dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pembelajaran observasional dengan intensi berwirausaha. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa dimensi motivasi merupakan dimensi yang paling besar memberikan kontribusi terhadap intensi berwirausaha diantara dimensi lain dari pembelajaran observasional.
Be Mindful, Less Stress: Studi Tentang Mindful Parenting Dan Stres Pengasuhan Pada Ibu Dari Anak Usia Middle Childhood Di Jakarta Izmiyah Afaf Gani; Dewi Kumalasari
JURNAL PSIKOLOGI Vol 15, No 2 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v15i2.7744

Abstract

Mengasuh anak usia sekolah dasar merupakan salah satu tugas ibu yang penuh tantangan sehingga jika ibu tidak mampu mengatasi tantangan ini, maka ibu rentan mengalami stres pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran mindful parenting terhadap stres pengasuhan pada ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan desain asosiatif. Partisipan penelitian berjumlah 110 ibu berusia 28-46 tahun. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah sampling insidental. Alat ukur Parental Stress Scale (PSS) memiliki reliabilitas 0,906 dan digunakan untuk mengukur stres pengasuhan kemudian alat ukur Mindfulness in Parenting Scale (MIPQ) memiliki reliabilitas 0,818 digunakan untuk mengukur mindful parenting. Hipotesa penelitian diuji dengan menggunakan teknik statistik Uji Regresi Linear Sederhana. Hasil uji hipotesa menunjukkan bahwa terdapat peran signifikan mindful parenting terhadap stres pengasuhan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai suatu rujukan untuk mengatasi stres pengasuhan yang dialami oleh ibu yang memiliki anak usia sekolah dasar melalui edukasi masyarakat mengenai peran mindful parenting terhadap stres pengasuhan.
Indonesian adaptation of the Revised College Student Subjective Wellbeing Questionnaire Sari Zakiah Akmal; Dewi Kumalasari; Novika Grasiaswaty
HUMANITAS: Indonesian Psychological Journal Volume 18 (2) August 2021
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/humanitas.v18i2.19040

Abstract

The College Student Subjective Well-being Questionnaire Revised version (CSSWQ-R) was developed to assess university students' domain-specific well-being related to their academic lives. Previous research suggested that the validity and reliability of this scale should be tested in another cultural context. This study aimed to evaluate the psychometric features and structure of the CSSWQ-R in Indonesia. Five hundred eighty-six undergraduate students in Indonesia were recruited as participants with an accidental sampling technique. Confirmatory factor analysis (CFA) was used to determine which of four alternative construct structure models suited best, whether the correlated factor, single factor, 2nd order, or bifactor model. The bifactor model was shown to be the best fit for explaining the structure of the CSSWQ-R Indonesian version, with the total score interpretation being the most meaningful. Further convergent and discriminant validity test was proven, and as expected, this scale related positively with academic resilience and academic achievement (GPA). This research contributes to stimulating research in an educational context concerned with higher education students' subjective well-being.
Pengembangan Pengenalan Diri dan Karakter bagi Remaja melalui Program SADARI (Sadar dan Kenali Diri) Ratih Arruum Listiyandini; Karimulloh Karimulloh; Dewi Kumalasari
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 4 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i4.6350

Abstract

Dalam proses pencarian jati dirinya, para remaja membutuhkan adanya pengetahuan mengenai diri sendiri, meliputi pemahaman mengenai kekuatan yang dimilikinya dan bagaimana cara untuk mengoptimalkan serta memanfaatkan kekuatan yang dimiliki bagi pengembangan dirinya. Oleh karena itu perlu dilakukan adanya pelatihan pengembangan diri yang bertujuan agar remaja menjadi lebih sadar, mengenali, dan menerima dirinya untuk kemudian menguatkan potensi yang dimiliki di masa depan. Program SADARI (Sadar dan Kenali Diri) adalah program pelatihan komunitas yang dirancang dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, introspeksi, dan pengungkapan diri serta dilakukan dengan pendekatan psikologi positif.  Dalam pelaksanaannya, pengusul bekerjasama dengan Foraja (Forum Remaja) Kelurahan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat dan RPTRA Mardani Asri. Hasil evaluasi program menunjukkan bahwa semua indikator pencapaian berhasil tercapai. Saran dan masukan untuk program ke depannya juga disertakan di dalam artikel ini.
Psikoedukasi Membentuk Kemandirian Belajar Anak Melalui Buku Saku Digital Fajri Nur Muttaqin; Dewi Kumalasari
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/dimasejati.v3i2.9015

Abstract

Dampak mewabahnya virus Covid-19 dirasakan pada banyak aspek kehidupan, termasuk aspek pendidikan. Seluruh institusi pendidikan harus beralih ke moda pembelajaran jarak jauh, termasuk pada tingkat Sekolah Dasar. Pada tingkat Sekolah Dasar, pembelajaran jarak jauh menjadi lebih menantang karena belum tumbuhnya kemandirian belajar pada anak. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan bagi orang tua mengenai tips menumbuhkan kemandirian belajar pada anak melalui psikoedukasi berbentuk buku saku digital. Sasaran dari kegiatan ini adalah orang tua dari anak berusia Sekolah Dasar. Berdasarkan hasil post-test terhadap 28 orang tua yang mengisi, didapatkan hasil bahwa rerata 74,28% informasi dalam buku saku dapat dipahami dengan tepat oleh orang tua, serta mayoritas orang tua menilai buku saku ini sangat lengkap dan sangat bermanfaat.
Kesiapan belajar daring dan kesejahteraan psikologis mahasiswa Indonesia di masa pandemi: Stres akademik sebagai moderator Sari Zakiah Akmal; Dewi Kumalasari
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu206

Abstract

The pandemic forces students to change their learning process from face to face into online learning. Not all students demonstrate readiness to overcome this pandemic and some of them experience academic pressure. This study aims to investigate whether stress caused by online learning is a moderator of the relationship between online learning readiness and college students’ well-being amid COVID-19 pandemic. Participants of this study were 293 undergraduate students (Mage = 20.42, SD = 1.87) hired using accidental sampling methods. The variables were measured through College Student Subjective Well-Being Questionnaire, Online Learning Readiness Scale, Stressor Scale for College Student (Study-Related Stressor subscale). Results showed that academic stress reduces the positive effect of online learning readiness toward college students’ well-being. The theoretical and practical implications are further discussed.
Mengasuh Anak Usia Prasekolah vs Anak Usia Sekolah Dasar : Manakah yang Lebih Menimbulkan Stres Pengasuhan pada Ibu? Dewi Kumalasari; Izmiyah Afaf Abdul Gani
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.434 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v11i2.9102

Abstract

ABSTRACTPreschool-age and school-age are phases that have different parenting challenges, which can trigger parenting stress on mothers. This study aimed to examine the parenting stress differences between mothers of preschoolers and mothers of school-aged children. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. Parenting stress is measured through the Parental Stress Scale (PSS) instrument. This study involved 249 respondents who were selected through convenience sampling methods. Analysis of the different tests with the Mann Withney technique showed that there were significant differences in parenting stress from the two groups. Mothers of school-aged children are found to experience higher parenting stress than mothers of preschool-aged children. Further studies involving culture-related variables and longitudinal design are suggested.  ABSTRAKUsia prasekolah dan usia sekolah dasar merupakan fase yang memiliki tantangan pengasuhan yang berbeda, yang dapat memicu stres pengasuhan pada Ibu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan stres pengasuhan pada Ibu yang mengasuh anak usia prasekolah dan usia sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Stres pengasuhan diukur melalui instrument Parental Stres Scale (PSS). Penelitian ini melibatkan 249 responden yang dipilih melalui metode convenience sampling. Analisis uji beda dengan teknik Mann Withney menunjukkan bahwa ada perbedaan stres pengasuhan yang signifikan dari dua kelompok tersebut. Ibu yang mengasuh anak usia sekolah ditemukan mengalami stres pengasuhan yang lebih tinggi daripada ibu yang mengasuh anak usia prasekolah. Untuk pengembangan studi, pelibatan variabel yang terkait dengan budaya dan penggunaan desain longitudinal disarankan. 
Pelatihan Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Bagi Instruktur, Konselor, dan Relawan Yayasan Mitra Netra dan Persatuan Tunanetra Indonesia Alabanyo Brebahama; Arif Triman; Dewi Kumalasari
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 4 NOMOR 1 MARET 2020 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.913 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v0i0.4792

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Sosial tahun 2010, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia sudah mencapai 11.580.117 jiwa, dan tunanetra menempati urutan teratas yakni sebesar 3.474.035 jiwa. Sebagai upaya untuk mengatasi masalah ketunanetraan, berdirilah Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) dan Yayasan Mitra Netra. Meskipun sudah lama bergerak dalam bidang pelayanan tunanetra, kedua lembaga tersebut belum memiliki tenaga Psikolog professional. Akibatnya, timbul kendala dalam memberikan layanan psikologis, terlebih ketika muncul fenomena Multi Disable Visual Impairment (MDVI), yaitu jenis disabilitas netra yang disertai dengan hambatan lain, seperti tunanetra dengan disabilitas intelektual, tunanetra dengan Attention Deficit Hyperactive Disorder, dan sebagainya. Berdasarkan permasalahan tersebut, dikembangkanlah program pelatihan penanganan anak berkebutuhan khusus bagi konselor, instruktur, dan relawan kedua lembaga. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan definisi, indikator, penanganan awal anak berkebutuhan khusus. Pelatihan ini dilaksanakan selama dua hari dengan peserta sebanyak 26 orang, yang terdiri dari 2 konselor, 8 instruktur, 10 instruktur Yayasan Mitra Netra, dan 6 orang tenaga relawan Yayasan Mitra Netra dan PERTUNI. Materi disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan studi kasus. Efektivitas pelatihan diukur dengan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 15 item soal, yang mengukur pemahaman peserta terhadap materi. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan teknik One Sample T - Test, terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor pre-test dibandingkan dengan rata-rata skor post-test (sig = 0,000). Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai penanganan beberapa jenis ABK.
Dukungan Orang Tua dan Resiliensi Akademik Mahasiswa dalam Perspektif Islam Zuniar Risanti Pratiwi; Karimulloh Karimulloh; Dewi Kumalasari
Jurnal al-Thullab Vol 6, No 2 (2021): Atthulab: Islamic Religion Teaching and Learning Journal
Publisher : Laboratory of Islamic Religious Education Faculty of Tarbiyah and Teacher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ath.v6i2.14808

Abstract

The virtue of people who study, including college students, in Islam is so great that the fishes in the ocean beg for forgiveness for them. However, the many academic demands faced by students can make them experience stress, anxiety and depression, so they need to be academically resilient. Parents are responsible people and will be held accountable by Allah SWT in educating their children. Parents play an important role in building children’s academic resilience as well. This study aimed to determine how parental support and academic resilience according to Islamic view. The method used in this research is a literature review by analyzing the verses of the Qur'an, hadith and relevant references. The results showed that parental support is essential in making students survive amid academic difficulties they face by providing examples, guidance, advice and Islamic education to their children. Keutamaan penuntut ilmu, termasuk mahasiswa sangat besar di dalam Islam sehingga ikan-ikan di lautan memintakan ampun baginya, tidak terkecuali mahasiswa. Namun banyaknya tuntutan akademik yang dihadapi mahasiswa, berpotensi membuat mereka mengalami stress, kecemasan hingga depresi sehingga memerlukan resiliensi akademik. Orang tua adalah orang yang bertanggung jawab dan akan dimintai pertanggung-jawaban oleh Allah SWT dalam mendidik anaknya. Orang tua juga memainkan peranan penting dalam membentuk resiliensi akademik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana dukungan orang tua dan resiliensi akademik menurut perspektif Islam. Metode penelitian ini adalah dengan menggunakan studi pustaka dengan menganalisis dari ayat-ayat Al-Qur’an, hadits dan referensi yang relevan. Hasil yang didapatkan bahwa kehadiran dukungan orang tua sangat penting dalam membuat mahasiswa tetap bertahan di tengah kesulitan akademik yang dihadapinya dengan cara memberikan contoh teladan, bimbingan, nasehat dan pendidikan Islam kepada anak-anaknya.
RESILIENSI AKADEMIK PADA MAHASISWA: BAGAIMANA KAITANNYA DENGAN DUKUNGAN DOSEN? Wulandari Wulandari; Dewi Kumalasari
JURNAL PSIKOLOGI MALAHAYATI Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i1.5058

Abstract

ABSTRACT: ACADEMIC RESILIENCE ON COLLEGE STUDENTS: HOW DOES IT RELATED TO LECTURER SUPPORT? Problems in academic life can make students become stressed until they decide to stop studying. Academic resilience is an individual's ability to persist in completing his education even under challenging conditions or unpleasant situations and solve an academic problem. One of the factors that can help individuals have academic resilience is social support. In the educational environment, the teacher is one of the most important figures for building academic resilience. This study was conducted to see the relationship between lecturer’s support and academic resilience in students. This study used a quantitative approach using the Academic Resilience Scale (α=.931) and Teacher Support Scale (α=.962). A total of 177 students became respondents in this study using the accidental sampling technique. Spearman Rank correlation test found a significant relationship between academic resilience variables and perceptions of lecturers' social support (rs = .390, p < .05). This result indicates that the higher the lecturer's support perceived by students, the higher students' academic resilience. Theoretical, practical implications and research limitations are discussed in the discussion section Keywords: Academic Resilience, Perceived Teacher Support, Undergraduate Students Permasalahan yang terjadi di perkuliahan dapat membuat mahasiswa menjadi stress dan terkadang membuat mahasiswa berperilaku negatif hingga memutuskan untuk berhenti kuliah. Resiliensi Akademik merupakan kemampuan individu untuk tetap bertahan menyelesaikan pendidikannya meskipun pada kondisi yang sulit atau situasi yang tidak menyenangkan dan dapat menyelesaikan suatu permasalahan akademik. Salah satu faktor yang dapat membantu individu memiliki resiliensi akademik yaitu dukungan sosial. Dalam lingkungan pendidikan, pengajar adalah salah satu figur yang sangat penting untuk pembentukan resiliensi akademik pada peserta didik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara dukungan dosen dengan resiliensi akademik pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan skala Academic Resilience Scale (α=.931) dan Teacher Support Scale (α=.962). Sebanyak 177 mahasiswa menjadi responden dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik accidental sampling. Dengan menggunakan metode statistik berupa uji korelasi Spearman Rank, ditemukan bahwa adanya hubungan yang signifikan antara variable resiliensi akademik dengan persepsi terhadap dukungan sosial dosen (rs =.390, p <.05) Hasil ini mengindikasikan semakin tinggi dukungan dosen yang dirasakan mahasiswa, maka semakin tinggi pula resiliensi akademik pada mahasiswa. Implikasi teoretis, praktis serta keterbatasan penelitian dibahas pada bagian diskusi. Kata Kunci: Dukungan Sosial Dosen, Mahasiswa, Resiliensi Akademik