Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Hubungan Kriteria CT-Value Terhadap Manifestasi Neurologi Pada Pasien COVID-19 Di RSUD Drs. H. Amri Tambunan Kabupaten Deli Serdang Ikbar, Luthfi; Surya, Anita; Arifin, Hasanul; Roslina, Ance
JURNAL PANDU HUSADA Vol 8, No 1 (2027)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v8i1.29712

Abstract

Abstrak : Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. COVID-19 dapat menimbulkan gejala ringan, sedang, atau berat. Gejala klinis utama meliputi demam (suhu 38°C), batuk, sesak napas memberat, fatigue, mialgia, dan gangguan sistem saraf. Metode standar baku emas untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 adalah amplifikasi asam nukleat dengan real-time polymerase chain reaction (RT-PCR) dan sequencing. RT-PCR memberikan gambaran nilai cycle threshold (CT), yang merupakan ukuran viral load pada sampel. CT value yang rendah menunjukkan viral load yang tinggi dan sebaliknya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, periode Januari – Desember 2021. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasionaladengan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari rekam medis penderita COVID-19 di RSUD Drs. H. Amri Tambunan, Kabupaten Deli Serdang, periode Januari – Desember 2021, sebanyak 258 subjek. Data dianalis is menggunakan uji univariat dan uji statistik korelasi Spearman. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai 0,910 (P-value 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19. Kekuatan korelasi antara kedua variabel menunjukka n nilai 0,007, yang mengindikasikan kekuatan korelasi yang sangat lemah. Tidak terdapat hubungan yangabermakna antara kriteria CT value terhadap manifestasi neurologis pada pasien COVID-19, dan kekuatan korelasi antara kedua variabel sangat lemah.
Optimalisasi Gizi Keluarga dan Skrining Tumbuh Kembang Balita untuk Cegah Stunting Yulia Afriani Nasution; Ance Roslina; Des Suryani
JURNAL PRODIKMAS Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting pada balita masih menjadi masalah gizi kronis yang serius di Indonesia. Rendahnya pengetahuan keluarga tentang gizi seimbang dan minimnya pemantauan tumbuh kembang balita menjadi faktor risiko yang dapat dicegah melalui pemberdayaan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam mengoptimalkan gizi balita serta melakukan skrining tumbuh kembang secara mandiri sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan gizi seimbang berbasis pangan lokal, demonstrasi pengukuran antropometri, pelatihan penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan instrumen skrining sederhana, serta pendampingan kader Posyandu, melalui tahap persiapan, penyuluhan, demonstrasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengukuran antropometri, serta teridentifikasinya balita berisiko stunting untuk dirujuk bagi penanganan lebih lanjut. Optimalisasi gizi keluarga yang dipadukan dengan skrining tumbuh kembang secara rutin terbukti efektif meningkatkan kapasitas keluarga dan kader dalam mendeteksi dini serta mencegah stunting. Kegiatan serupa disarankan dilaksanakan secara berkala dan terintegrasi ke Klinik 'Aisyiyah
Staphylococcus aureus Dominates Urinary Tract Infections with Significant Antibiotic Resistance: A Cross-Sectional Study Among Hospitalized Patients Okta Bela Canalia; Ance Roslina
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i1.26871

Abstract

Urinary tract infection (UTI) remains one of the most common infections, often complicated by antimicrobial resistance. In recent years, Staphylococcus aureus has been increasingly identified as a causative organism, particularly among patients with comorbidities or prolonged catheterization. This study aimed to examine the prevalence and resistance profile of S. aureus in UTI and to assess its clinical associations. A cross-sectional analytical study was conducted using retrospective data from 59 medical records of hospitalized patients diagnosed with UTI at Dr. Pirngadi General Hospital Medan, between Januari 2020 and December 2022. Bacterial identification and antibiotic susceptibility were determined from urine cultures. Statistical analysis used the Chi-square test. Staphylococcus aureus was identified as the most frequent pathogen (59.3%). Infections were more common in females and in patients aged over 60 years. S. aureus infection showed a significant association with comorbidities and catheter use (p 0.05). The organism exhibited high resistance to ceftriaxone but remained sensitive to oxacillin, linezolid, and cefazolin. S.  aureus is the predominant pathogen causing UTI among hospitalized patients, with significant associations to catheter use and comorbidities, as well as notable antibiotic resistance.