Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Pengaruh Konseling Kelompok dengan Teknik Behavior Contract untuk Mengurangi Perilaku Phubbing Siswa Amelsa Hartati Nasution; Elni Yakub; Khairiyah Khadijah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1522

Abstract

Perilaku phubbing adalah tindakan menyakiti orang lain dalam interaksi sosial karena lebih asik dan fokus pada smartphone sehingga mengabaikan keberadaan dan komunikasi dengan orang yang ada disekitarnya. Perilaku phubbing yang terjadi pada siswa perlu diatasi agar komunikasi interpersonal serta interaksi sosial antar siswa dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract untuk mengurangi perilaku phubbing siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest – posttest design. Subjek penelitian berjumlah 8 orang siswa dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling, yakni siswa yang memiliki perilaku phubbing tinggi. Data dikumpulkan melalui skala perilaku phubbing dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan uji N-Gain Ternormalisasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan yang signifikan pada tingkat perilaku phubbing siswa setelah diberikan layanan. Pada aspek obsesi terhadap ponsel (phone obsession) menunjukkan penurunan sebesar 31,88% dan aspek gangguan komunikasi (communication disturbance) menunjukkan penurunan sebesar 27,24%. Adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan layanan, dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,12 (<0,05). Perolehan N-Gain Score sebesar 0,59 yang artinya pengaruh konseling kelompok dengan teknik behavior contract terhadap perilaku phubbing siswa termasuk dalam kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik behavior contract berpengaruh untuk mengurangi perilaku phubbing siswa.
Pertimbangan Siswa dalam Mengambil Keputusan Karir Serta Implikasinya terhadap Bimbingan dan Konseling Inda Tri Mardiani; Elni Yakub; Dian Oktary
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2684

Abstract

Pengambilan keputusan karir merupakan proses krusial yang dihadapi siswa, tidak terkecuali pada siswa di jenjang pendidikan menengah kejuruan (SMK), saat mereka mulai merancang arah masa depan pendidikan dan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pertimbangan siswa dalam menentukan pilihan karir berdasarkan tiga aspek utama: pemahaman diri, pemahaman karir, serta penalaran hubungan antara keduanya. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implikasi dari pertimbangan tersebut terhadap layanan bimbingan dan konseling (BK). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, dengan teknik simple random sampling terhadap 203 siswa kelas XI di salah satu SMK Negeri di Pekanbaru. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pengambilan keputusan karir, berdasarkan pemahaman diri pertimbangan siswa sebagian besar atas minat, dengan hasil persentase sebesar 74%. Berdasarkan pemahaman karir pertimbangan siswa sebagian besar atas prospek karir, dengan memperoleh persentase senilai 73%. Serta berdasarkan penalaran antara keduanya hampir sebagian besar mempertimbangkan dari kemungkinan keberhasilan maupun kegagalan dalam menempuh pilihan karir dengan hasil persentase sebesar 79%. Implikasi dari temuan ini menunjukkan pentingnya layanan bimbingan dan konseling dalam memberikan dukungan yang komprehensif kepada siswa. Pendekatan layanan tersebut dapat dilakukan melalui bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, kegiatan kelas besar atau lintas kelas, layanan peminatan, serta perencanaan individual yang terarah dan berkelanjutan.