Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN GAME INTERAKTIF QUIZIZZ Savira Ananda Fitria; Saminem; Rasidi; Tria Mardiana
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 9 No 2 (2023): JUMLAHKU VOL.9 NO.2 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v9i2.3472

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dengan tujuan guna meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SD N Bantul Timur pada materi perkalian bilangan cacah sampai 100 menggunakan model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) berbantuan game interaktif quizizz. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), serta refleksi (reflecting). Subjek penelitian yang digunakan adalah 28 peserta didik kelas IV SD N Bantul Timur. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi dan tes evaluasi. Hasil data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar. Hal tersebut dilihat dari presentase yang menunjukkan adanya kenaikan hasil belajar peserta didik. Presentase ketuntasan hasil belajar peserta didik dapat dilihat di setiap tahap pelaksanaan. Pada tahap pra-siklus hasil belajar peserta diidk sebesar 25% (7 anak) kemudian meningkat 57% (16 anak) pada siklus I, dan meningkat lagi sebesar 89% (25 anak) pada siklus II. Sehigga presentase Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) dari keseluruhan peserta didik meningkat sebesar 64%.
Pengaruh Pembelajaran Resolusi Konflik dalam Menciptakan Iklim Belajar yang Berkualitas di SD Negeri Kapuhan 1 Ulya Nur Kusnaeni; Rasidi Rasidi
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 3 (2022): Peran PGSD dalam mempersiapkan kurikulum merdeka pada era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses pembelajaran yang kondusif sehingga dapat menciptakan iklim pembelajaran yang berkualitas.  Metode  penelitian  yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus dimana masing- masing siklus memiliki tahapan perencanaan, tindakan,  observasi,  dan  refleksi.  Hasil  observasi yang didapatkan yaitu perundungan 30 %, keterlambatan membaca dan menulis 9%, sopan santun 45%, dan ketertiban siswa 37%. Berdasarkan hasil tes pada siklus 1 terdapat nilai tertinggi  93 dan nilai terendah 30. Sedangkan pada siklus II yaitu nilai  tertinggi  100  dan  nilai  terendah  50.  Maka dapat disimpulkan bahwa  dengan  media  dan  metode  yang  menyenangkan  dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan terciptanya suasana kelas yang kondusif sehingga dapat dinyatakan berkualitas. Hal yang terpenting yaitu berbagai konflik yang terjadi antar siswa dapat diminimalisir.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN GAME INTERAKTIF QUIZIZZ Savira Ananda Fitria; Saminem; Rasidi; Tria Mardiana
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 9 No 2 (2023): JUMLAHKU VOL.9 NO.2 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v9i2.3472

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dengan tujuan guna meningkatkan hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SD N Bantul Timur pada materi perkalian bilangan cacah sampai 100 menggunakan model pembelajaran TGT (Team Games Tournament) berbantuan game interaktif quizizz. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus menggunakan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri dari 4 tahap yaitu tahap perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), serta refleksi (reflecting). Subjek penelitian yang digunakan adalah 28 peserta didik kelas IV SD N Bantul Timur. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi dan tes evaluasi. Hasil data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar. Hal tersebut dilihat dari presentase yang menunjukkan adanya kenaikan hasil belajar peserta didik. Presentase ketuntasan hasil belajar peserta didik dapat dilihat di setiap tahap pelaksanaan. Pada tahap pra-siklus hasil belajar peserta diidk sebesar 25% (7 anak) kemudian meningkat 57% (16 anak) pada siklus I, dan meningkat lagi sebesar 89% (25 anak) pada siklus II. Sehigga presentase Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) dari keseluruhan peserta didik meningkat sebesar 64%.
Altruism and community resilience: integrating indigenous wisdom systems in mount merapi volcanic disaster management Rasidi Rasidi; Galih Istiningsih; Robiul Fitri Masithoh; M Imron Rosyidi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 11 No. 3 (2025): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020256046

Abstract

This ethnographic study examines how altruism, institutionalized through indigenous wisdom systems, enhances community resilience in four Merapi slope villages. Through interviews with 28 key informants (traditional leaders, religious figures, disaster survivors, and volunteers), focus group discussions, and participant observation, data were analyzed using thematic analysis. Results reveal that gotong royong (mutual cooperation) emerged as the dominant resilience mechanism, mentioned by 96.4% of participants, with 82.1% identifying it as the primary factor. However, effectiveness requires integration with leadership structures (89.3% mentioned as critical), resource accessibility (85.7%), and institutional support (71.4%). Cultural values gotong royong and tepo seliro(empathetic consideration) serve as foundations for social bonding that facilitate post-disaster recovery. Traditional ecological knowledge, comprising 23 environmental indicators, showed 67% correlation with seismographic data and provided 18–36 hour early warning advantages over official evacuation notices. Yet systematic challenges constrain cooperation effectiveness: internal conflicts (28.6% of cases), resource limitations (64.3%), and bureaucratic coordination delays (averaging 2.3 days). Villages with strong cooperation but weak institutional linkages experienced 6-hour evacuation delays and 40% higher resource consumption compared to integrated systems. The study concludes that altruism-based resilience operates through multi-factorial mechanisms rather than cooperation alone. Practical recommendations include integrating traditional early warning systems into village disaster policies through hybrid monitoring protocols, establishing community liaison roles, and implementing leadership training programs combining cultural values with modern coordination mechanisms.
Dataset Kinerja Guru Multikultural dalam Perspektif Etnopedagogi: Budaya Organisasi, Motivasi, dan Komunikasi Interpersonal Galih Istiningsih; Rasidi; Anang Amiruddin Nugroho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7168

Abstract

Multicultural schools reflect diversity that requires teachers to demonstrate professional performance beyond pedagogical competence, including organizational culture, motivation, commitment, and interpersonal communication. This study aimed to document and examine multicultural teacher performance through the development of a valid and reliable empirical dataset grounded in local wisdom–based organizational culture. A quantitative survey design was employed involving 100 multicultural teachers from six schools at elementary, junior high, and senior high levels in Indonesia. Data were analyzed using factor analysis, correlation, and regression techniques. The findings reveal that organizational culture and work motivation, particularly incentive motivation, significantly influence teacher performance, while interpersonal communication and teacher commitment function as supporting factors. This study concludes that strengthening local wisdom–based organizational culture is essential for improving multicultural teacher performance and that the resulting dataset provides a contextual reference for further research and educational policy development.