Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Journalism

Pola Pencarian Data Investigasi di Media Online Tika Rizkina Azizah; Septiawan Santana; Firmansyah
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 1 No. 1 (2021): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.415 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v1i1.26

Abstract

Abstract. In investigative journalism work, there are three general forms of investigative methods, namely, related to the work of investigating documents, as well as investigations of individual subjects related to the problem. This general form of investigative reportage is termed a paper trail, people trail, and money trail. Tempo Magazine is a media that is considered to have competence and credibility for investigative coverage. Tempo magazine is a pioneer of investigative journalism in the period after 1990. In addition, the internet media has opened up information expansion based on a multidimensional "network". A number of platforms on the internet have emerged that can attract people's attention. Like it or not, the print media must also adapt their work to the needs of the public. In the end, the print media also experienced convergence. In the world of journalism, online journalism was born. This study aims to determine why and how investigative data search patterns in online media. This study uses a qualitative method with a case study approach. In this case the researcher tried to find out the pattern of investigative data collection in the online media through investigative news entitled "Pesta Terakhir Aktivis Ambon" conducted by Tempo.co and investigative news entitled "Emas Hitam Mahakam dalam Bidikan KPK" conducted by Katadata.co.id . The result of this research is that investigative journalism work in online media is basically the same as investigative journalism work in print media. The only difference is that there are more readers in online media. Especially in reporting done on online media, the writer can add digital content that can help explain this information. Abstrak. Dalam kerja jurnalisme investigasi, terdapat tiga bentuk umum metode investigasi yaitu, terkait dengan pekerjaan menginvestigasi dokumen-dokumen, serta penyelidikan terhadap subjek-subjek individu yang terkait dengan permasalahan. Bentuk bidang umum reportase investigasi ini diistilahkan dengan paper trail, people trail, dan money trail. Majalah Tempo menjadi media yang dinilai memiliki kompetensi dan kredibilitas untuk peliputan investigatif. Majalah Tempo merupakan pelopor jurnalisme investigatif di masa setelah 1990. Disamping itu media internet membuka perluasan informasi berdasarkan “jaringan” yang multidimensi. Sejumlah platform di internet muncul yang dapat menarik perhatian masyarakat. Mau tidak mau media cetak juga harus menyesuaikan pengerjaannya dengan kebutuhan publik. Pada akhirnya media cetak pun mengalami konvergensi. Dalam dunia jurnalistik maka lahirlah Jurnalisme Online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa dan bagaimana pola pencarian data investigasi di Media Online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam hal ini peneliti berusaha mencari tahu pola pengumpulan data investigasi di media online melalui berita investigatif berjudul “Pesta Terakhir Aktivis Ambon” yang dilakukan oleh Tempo.co dan berita investigatif berjudul “Emas Hitam Mahakam Dalam Bidikan KPK” yang dilakukan oleh Katadata.co.id. Hasil dari penelitian ini adalah kerja jurnalisme investigasi di media online pada dasarnya sama dengan kerja jurnalisme investigasi di media cetak. Yang membedakan hanya pada pasar pembaca di media online lebih banyak. Terlebih dalam pelaporan yang dilakukan pada media online penulis dapat menambahkan konten digital yang dapat membantu menjelaskan informasi tersebut.
Representatif Jurnalisme Investigasi dalam Buku Bandung Pop Darlings Bikry Praditya Nur Alam; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.025 KB) | DOI: 10.29313/bcsj.v2i2.4148

Abstract

Abstract. Almost three decades have passed after indies became an anomaly in Bandung underground music scene, their growth and development slowly but surely; never really famous, but never really die. In 2019, the book Bandung Pop Darlings appeared, which slickly reviews the history of the growth and development of the indiepop scene in Bandung from 1995 to 2015. Of course, long research and investigation was required in its production, given the lack of music archiving in Indonesia, especially regarding indiepop.Departing from these concerns, this study intends to review how the representation of investigative journalism in the book Bandung Pop Darlings? This study uses a qualitative method with an explanatory case study approach as described by Robert K. Yin. Researchers also matched Paul Williams eleven investigative reporting steps.The results of this study found that in its production, the Bandung Pop Darlings book uses the workings of journalism, especially investigative journalism which is indicated by people trails and paper trails activities, in addition to its reporting techniques it also contains eleven steps of reporting on Paul Williams investigative journalism, so that this book in addition to representing journalism investigative journalism but also as a product of investigative journalism itself. Due to the minimal historical record of the indiepop scene in Bandung, this book is one of the first and main historical sources of the Bandung indiepop scene.Abstrak. Hampir tiga dekade berlalu setelah indies menjadi anomali di skena musik bawah tanah Bandung, tumbuh kembangnya perlahan namun pasti; tidak pernah benar-benar tenar, namun tidak pernah pula benar-benar mati. Di tahun 2019, muncul buku Bandung Pop Darlings yang secara apik mengulas kembali tentang sejarah tumbuh kembang skena indiepop di Bandung mulai dari tahun 1995 hingga 2015. Tentu dalam pembuatannya dibutuhkan riset dan investigasi panjang mengingat minimnya pengarsipan musik di Indonesia terkhusus tentang indiepop. Berangkat dari keresahan-keresahan tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mengulas bagaimana representasi jurnalisme investigasi dalam buku Bandung Pop Darlings? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris seperti yang dijelaskan oleh Robert K. Yin. Peneliti juga mencocokan dengan sebelas langkah pelaporan investigasi milik Paul Williams. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwasanya dalam pembuatannya, buku Bandung Pop Darlings menggunakan cara kerja jurnalistik khususnya jurnalisme investigasi yang ditunjukkan dengan kegiatan people trails dan paper trails, selain itu teknik peliputannya pun mengandung kesebelas langkah pelaporan jurnalisme investigasi Paul Williams, sehingga buku ini selain merepresentasikan jurnalisme investigasi tapi juga merupakan sebagai produk dari jurnalisme investigasi itu sendiri. Dikarenakan catatan sejarah skena indiepop di Bandung yang begitu minim, buku ini menjadi salah satu sumber sejarah yang pertama dan utama dari skena indiepop Kota Bandung.
Gaya Penulisan Media Musik: Arie Afrizal; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6626

Abstract

Abstrack. The path of development of music journalism is increasingly varied, with some mainstream media still promoting market music and some alternative media still consistently presenting music outside the industrial market. In a music media there are a lot of writings in it, such as news articles, articles, features and reviews. Several review writings began to mushroom in various music media, whether it's a review of a band, single or album. Therefore, music media journalists need an in-depth understanding and observation of the review articles they will write. As in its definition, music journalism is the activity of criticizing and reporting media on music topics. In music writing, of course, it is closely related to criticism, the criticism needed in music writing is sharp and intelligent criticism of a work. The purpose of music criticism is the consideration of good and bad about the ability of a person or group to produce music or musical works in musical performances. Music journalism is clearly writing about music, but the two main types of writing styles that tend to be published are interviews that gravitate towards feature writings from bands, individuals or people connected with music or reviews of major events, such as gigs, physical releases, books, and broadcast online (Mark Leverton: 2010). Music journalism also has a fairly narrow meaning, namely reporting or reporting within the scope of music but still relying on the principles of journalism itself, namely based on facts, or events that occur objectively, not fiction. One of the products of a music journalism product is review writing. Review writing itself is a concluding article, a review of several observed objects, such as writings, books, journals, gadgets, applications, food, electronics, films, music and others. With a review article, the reader will know the advantages, disadvantages and quality of a work or product. Review writing has the main purpose of providing information to the reader in order to know a summary of an object. A review also has a general structure that begins with an introduction and ends with an evaluation. This research focuses on the application of journalistic rules in review writing in the music media Rich Music Online. This study uses a qualitative method with a case study approach. In this case, the researcher is trying to find out the application of journalistic rules to review writing in the music media Rich Music Online. Abstrak. Alur perkembangan jurnalisme musik makin sini makin bervariasi, dengan beberapa media mainstream masih mengedepankan musik-musik pasar dan ada pula beberapa media alternatif yang masih konsisten menyuguhkan musik-musik di luar pasar industri. Dalam sebuah media musik banyak sekali tulisan-tulisan yang ada di dalamnya, seperti tulisan berita, artikel, feature dan review. Beberapa tulisan review pun mulai menjamur di berbagai media musik, mau itu review band, single ataupun album. Oleh karena itulah para jurnalis media musik membutuhkan pemahaman dan observasi mendalam mengenai tulisan review yang akan ditulisnya. Seperti pada pengertiannya jurnalisme musik merupakan kegiatan mengkritik dan pelaporan media mengenai topik musik. Dalam penulisan musik tentunya lekat dengan kritik, kritik yang dibutuhkan dalam penulisan musik yaitu kritik tajam dan cerdas terhadap suatu hasil karya. Maksud dari kritik musik adalah pertimbangan baik dan buruk terhadap kemampuan seseorang atau kelompok dalam memproduksi musik atau karya musik dalam pertunjukan musik. Jurnalisme musik jelas menulis tentang musik, tetapi dua jenis gaya penulisan utama yang cenderung dipublikasikan adalah wawancara yang condong ke tulisan feature dari band, individu atau orang yang terhubung dengan urusan musik atau ulasan dari peristiwa-peristiwa besar, seperti gigs, rilisan fisik, buku, dan siarain online (Mark leverton: 2010). Jurnalisme musik juga memiliki artian yang cukup mengkerucut, yaitu pelaporan atau reportase dalam lingkup musik namun tetap bersandar pada kaidah jurnalisme itu sendiri, yaitu berdasarkan fakta, atau peristiwa yang terjadi secara objektif, bukan fiksi. Salah satu produk dari sebuah produk jurnalisme musik adalah tulisan review. Tulisan review sendiri merupakan sebuah tulisan simpulan, tinjauan dari beberapa objek yang diamati, seperti tulisan, buku, jurnal, gadget, aplikasi, makanan, elektronik, film, musik dan lainnya. Dengan adanya sebuah tulisan review pembaca akan mengetahui kelebihan, kekurangan dan kualitas dari suatu karya atau produk. Tulisan review mempunyai tujuan utama yaitu untuk memberikan informasi kepada pembaca agar mengetahui ringkasan dari sebuah objek. Sebuah review pun memiliki sebuah struktur yang umum yaitu diawali dengan pengenalan dan diakhiri dengan sebuah evaluasi. Penelitian ini berfokus pada penerapan kaidah-kaidah jurnalistik pada tulisan review dalam media musik Rich Music Online. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam hal ini peneliti berusaha mencari tahu penerapan kaidah-kaidah jurnalistik pada tulisan review dalam media musik Rich Music Online.
Strategi Peliputan Jurnalis tempo.co dalam Mencari Berita di Lapangan Mahesa Alghifari; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v3i1.6895

Abstract

Abstract. Tempo is a mass media that covers news in depth, one of which is the news about Kayan's Flowing to Jakarta. This study aims to find out the coverage strategy of Tempo.co journalists in the field in finding news about Kayan Menyair Sampai Jakarta, namely by understanding the stages, strategies, and evaluations carried out by Tempo journalists for reporting on the news Kayan Menyair Sampai Jakarta. This qualitative research uses a case study approach. Research data obtained through interviews, observation, and literature study. Interviews were conducted with the research subject, namely the writer and editor of Tempo.co who was tasked with covering the news Kayan Flows to Jakarta. The results obtained from this research are the news coverage strategy carried out by the Tempo editorial team, including through: (1) Meeting the parties involved in the problem; (2) Checking the documents related to the case being investigated; (3) Meet the person in ring-2 or the closest person from the parties involved. When reporting on the ground, journalists from Tempo.co use immersion and observation techniques. Abstrak. Tempo merupakan media massa yang meliput berita secara mendalam, salah satunya berita mengenai Kayan Mengalir Sampai Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi peliputan jurnalis Tempo.co di lapangan dalam mencari berita Kayan Mengalir Sampai Jakarta, yaitu dengan memahami mengenai tahapan, strategi, serta pengevaluasian yang dilakukan oleh jurnalis Tempo terhadap peliputan berita Kayan Mengalir Sampai Jakarta. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh dengan melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan dengan subjek penelitian, yaitu penulis dan editor Tempo.co yang bertugas untuk melakukan peliputan berita Kayan Mengalir Sampai Jakarta. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah strategi peliputan berita yang dilakukan oleh tim redaksi Tempo, diantaranya yaitu dengan melalui: (1) Menemui pihak-pihak yang berada dalam permasalahan tersebut; (2) Dilakukan pengecekan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus yang ditelusuri; (3) Menemui orang yang berada di ring-2 atau orang terdekat dari pihak yang terlibat. Saat melakukan peliputan di lapangan, wartawan Tempo.co menggunakan teknik penyamaran melebur (immerse) serta observasi.
Representasi Jurnalisme Investigasi dalam Buku Dokumentasi Musik: Studi Kasus Sejarah Skena Melodic Punk Bandung dalam Buku Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa Tahun 2022 Ilham Fadhilah; Septiawan Santana Kurnia
Bandung Conference Series: Journalism Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Journalism
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsj.v4i1.12357

Abstract

Abstract. Book is one of media that used to perpetuate a phenomenon in a form of literature that still relevant and accessible as a reference for the next generation. Book is also defined as a number of written messages that contain many messages and have a meaning for the wider community and designed to provide public knowledge about something and written in materials that not easily get damaged and easy to carry on. The purpose of this study is to find out the representation of investigative journalism on Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa as a documentation of local scene music, also the reason why Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa included as investigative journalism products. This study uses Robert K. Yin’s case study due to the harmony of his ideas in validating the results of this study. Abstrak. Buku adalah salah satu media untuk mengabadikan suatu fenomena dalam bentuk literatur yang menjadi sarana referensi yang dimuat dalam bentuk fisik serta dapat diakses kembali oleh generasi mendatang. Buku juga diartikan sebagai sejumlah pesan tertulis yang memuat banyak pesan dan memiliki arti bagi masyarakat luas, buku dicanangkan untuk memberi pengetahuan publik tentang sesuatu serta dicatat dalam bahan yang tidak mudah rusak dan mudah dibawa. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui representasi jurnalisme investigasi dalam buku Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa sebagai pengarsipan fenomena musik di kota Bandung. Posisi buku Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa, serta alasan mengapa buku Don’t Read This: Catatan Melodic Punk Bandung dari Masa ke Masa termasuk dalam produk jurnalisme investigasi. Studi ini menggunakan teori studi kasus Robert K. Yin dikarenakan keselarasan gagasannya dalam mengabsahkan hasil penelitian ini.