Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Participatory Approaches to Land and Sea Use Patterns: A Case Study of Yavusa Navakavu, Fiji Bernard, Emeli; Kurniawan, Fery; Adrianto, Luky; Varo, Joeli
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 9 No 1 (2025): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v9i1.63157

Abstract

Sustainable land and sea use planning aims to balance environmental conservation with socio-economic development. This balance is particularly critical in coastal communities where traditional knowledge is plays a key role in resource management. This study examines land and sea use pattern in Yavusa Navakavu, Fiji, through participatory mapping, geospatial analysis, and landscape metrics. The results indicate that agriculture and forest cover dominate the land cover (53.85%), while the marine area is primarily used for fishing (79.91%). The forested area is characterized by a high level of landscape cohesion (99.07%) and a low level of fragmentation (Edge Density: 72.44 m/ha), indicating strong ecological connectivity and minimal urbanization pressure. The Locally Managed Marine Area (LMMA) system effectively supports conservation within the local community-based governance. However, the effects of climate change and development pressure are still significant. However, the impacts of climate change and development pressures from Suva City remain significant. Therefore, future research should incorporate high-resolution temporal data, socio-economic factors, and ecological monitoring to improve resource management and adaptive coastal planning.
PEMANFAATAN KREATIFITAS DALAM MENGEMBANGKAN INDUSTRI RUMAH TANGGA SEBAGAI WUJUD PENERAPAN GOOD CITIZENSHIP Utaminingsih, Sri; Kurniawan, Fery; Razak, Abdul
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i1.17043

Abstract

Sabun mandi merupakan barang yang mudah ditemukan saat ini. Produksi sabun mandi menghasilkan keuntungan bagi kelompok usaha terkait. Sabun mandi terdiri dari 2 jenis yaitu sabun mandi batang dan sabun mandi cair. Sabun mandi cair saat ini lebih diminati oleh masyarakat karena dianggap lebih higinies dan efisien, namun kondisi tersebut tidak menjadikan sabun batang kehilangan fungsinya. Pembuatan kerajinan tangan yang terbuat dari bunga sabun adalah peluang yang baik untuk iut serta mewarnai dunia seni ke hadapan masyarakat kita. Selain itu, agar menambah khasanah keilmuan seni kerajinan tangan di Indonesia. Khususnya bunga sabun merupakan hasil seni yang memiliki daya tarik yang luar biasa. Dari ragam motif,warna, bentuk dan aroma dari wanginya sabun menjadi nilai tersendiri untuk dijadikan penghias ruangan. Dari ragam motif,warna, bentuk dan aroma dari wanginya sabun menjadi nilai tersendiri untuk dijadikan penghias ruangan. Selain itu, bunga sabunpun sudah mulai dipercaya oleh masyarakat sebagai souvenir yang terlihat eksklusif. Biasanya disajikan pada saat moment-moment tertentu seperti pernikahan,peringatan hari besar dan sebagainya. Peluang usaha pembuatan bunga dari sabun mandi ini cukup besar, namun banyak masyarakat khususnya ibu rumah tangga sulit membuat usaha tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan pelatihan. Dalam rangka mengembangkan kreatifitas dan keterampilan maka pelatihan pembuatan sabun mandi menjadi bunga riasan ruangan diberikan kepada ibu-ibu anggota PKK. Diharapkan keterampilan ini bisa digunakan sebagai hoby baru ataupun dapat digunakan menjadi sumber penghasilan usaha industri rumah tangga.
Optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Sewa Perairan Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) melalui Tata Kelola, Kualitas Sumber Daya Manusia, dan Sistem Pengawasan: Systematic Literature Review (SLR) Kurniawan, Fery
Jurnal Cakrawala Bahari Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Cakrawala Bahari
Publisher : Politeknik Pelayaran Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70031/jkb.v8i1.157

Abstract

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan maritim Indonesia. Namun, realisasi penerimaan tersebut masih belum optimal akibat permasalahan tata kelola, kualitas sumber daya manusia (SDM), dan kelemahan sistem pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA untuk mengidentifikasi, menilai, dan mensintesis 87 referensi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tata kelola pelabuhan yang tumpang tindih regulasi dan terfragmentasi menjadi hambatan utama dalam memastikan akuntabilitas pembayaran sewa perairan TUKS. Selain itu, kesenjangan kompetensi SDM, khususnya pada aspek literasi regulasi, keterampilan digital, dan integritas, menjadi faktor penghambat implementasi kebijakan yang efektif. Sistem pengawasan yang masih administratif juga terbukti tidak mampu menjamin transparansi dan mencegah maladministrasi, sehingga diperlukan transformasi menuju pengawasan digital berbasis blockchain, big data, serta pendekatan multi-level governance. Sintesis literatur menegaskan keterkaitan erat antara tata kelola, SDM, dan pengawasan dalam kerangka governance triangle, di mana SDM berperan sebagai mediator implementasi dan pengawasan berfungsi sebagai mekanisme kontrol. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual integratif yang menghubungkan ketiga aspek tersebut secara simultan. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur mengenai tata kelola sektor maritim, sedangkan secara praktis memberikan rekomendasi strategis berupa penyederhanaan regulasi, peningkatan kapasitas SDM, dan digitalisasi pengawasan guna meningkatkan kontribusi PNBP TUKS bagi pembangunan nasional. Kata kunci: PNBP, TUKS, tata kelola pelabuhan, sumber daya manusia, pengawasan.
Kompetensi Kepribadian Guru Berdasakan 2 Timotius 3: 10-17 Kurniawan, Fery; Ricard, Ricard; Napriadi, Napriadi; Widyawati, Ni Kadek Sri; Sagala, Lenda Debora J. F.
Jurnal Kala Nea Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Immanuel Sintang Kal-Bar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61295/kalanea.v2i2.114

Abstract

The personality of the teacher is an important factor, whether students get success or failure for the future of educating those who are still in elementary school and for those in the middle class when experiencing mental turmoil. The presentation in this study aims to find and explain the personality competencies that teachers need to have based on 2 Timothy 3:7-10. In this research study using literature study research on biblical texts in 2 Timothy 3: 10-17 which contains the principle of discipleship from Paul to Timothy in an approach using the method of description analysis on the text of 2 Timothy 3: 10-17. So that the characteristics of the personality of Christian Religious Education teachers are obtained. The results found are that the personality of Christian Religious Education teachers is the personality of teachers who are willing to sacrifice, obedient, and diligent so that these personalities can indirectly influence and foster students who are taught and educated by the teacher concerned.
Exploring the Resources Governance Connectivity of Cultural Ecosystem Services: Evidence in Tanjung Lesung SEZ Tourism, Banten Province, Indonesia Kusuma, Okky Rizal; Adrianto , Luky; Kurniawan, Fery; Zulfikar , Andi
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v16i1.45220

Abstract

Abstract The existence of the utilization of the Tanjung Lesung Special Economic Zone (SEZ) as connectivity, interaction relationships, and the balance of resource governance influence cultural ecosystem service. This research aimed to map out the social-ecological system components of coastal and marine cultural ecosystem services. The focus is on examining the connectivity network between resource governance (RG) components such as resource actors (RA), resource units (RU), and resource systems (RS). The data obtained were analyzed using the stages of social-ecological network analysis. The results show a significant influence and strong interaction between resource governance (RG) components and other components. The presence of institutional structures and typologies is a crucial component that serves as a guideline for SEZ management influenced by actor centrality through links. Several performance indicators are still lacking based on the interaction conditions, indicating the need for strategies to strengthen governance. However, a particular challenge that needs attention is the implementation of every governance strategy formulation. Cohesion among stakeholders in enhancing resource governance performance with the surrounding community is paramount. Improvement can be achieved through strong collaboration to ensure the sustainability of coastal and marine cultural ecosystem services. Highlight Research The components of the social-ecological system of cultural coastal and marine ecosystem services can be identified and analyzed in a case study of a special economic zone. The complexity of the social-ecological system was analyzed using a network perspective approach. Centrality analysis was used to determine the magnitude of influence of each component in the system. The performance condition of governance can be determined using analysis of the resource governance interactions.
PERSEPSI MANFAAT DAN PERILAKU NASABAH TERHADAP BANK SYARIAH Kurniawan, Fery; Fasa, M Iqbal; Suharto, Suharto
Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Syariah Vol. 3 No. 2 (2024): JIEMAS: Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Syariah
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jiemas.v3i2.54

Abstract

Islam has regulated human behavior in meeting their needs, namely not deviating from Islamic teachings, including financial institutions. Islamic banks are now popular among the people of Indonesia so that Islamic banks have a big role in improving the banking world in Indonesia. With a population of Indonesia that is more Muslim, Islamic banks have great prospects with increased and knowledge about the awareness to use Islamic banking products and feel the benefits. However, different reactions will describe different behaviors, namely different consumers will give different reactions in terms of feelings towards information about the existence of Islamic banking, attitudes usually play a major role in shaping behavior. The purpose of this study was to determine the effect of knowledge and attitudes on people's behavior in Islamic banks.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kecemasan Ibu Hamil Menghadapi Proses Persalinan Di Puskesmas Taman Bacaan Palembang Kurniawan, Fery
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses alamiah untuk menjaga kelangsungan peradapan manusia. Setiap wanita yang hamil dihadapkan pada beberapa keadaan yang mungkin dapat terjadi sehubungan dengan kehamilannya itu, sehingga ibu yang akan melahirkan mengalami kecemasan. Cemas selama kehamilan juga meningkatkan resiko keterlambatan perkembangan motorik dan mental janin, serta dapat menyebabkan colic pada bayi baru lahir dan salah satu penyebab terjadinya partus lama dan kematian janin. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kecemasan salah satunya dukungan keluarga. Penelitian bertujuan untuk mengetahuai hubungan dukungan keluarga dengan kecemasan ibu hamil menghadapi proses persalinan di Puskesmas Taman Bacaan Palembang tahun 2017. Penelitian dilakukan di Puskesmas Taman Bacaan Palembang  pada 1-30 April 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil menghadapi proses persalinan di Puskesmas Taman Bacaan Palembang yang berjumlah 309 dan sampel 120 orang, dengan tehnik pengambilan sampel accidental sampling. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square.Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan antara dukungan emosional dengan kecemasan pada ibu hamil (P value = 0,032). Ada hubungan antara dukungan informasi dengan kecemasan pada ibu hamil (P value = 0,0005). Ada hubungan antara dukungan instrumen dengan kecemasan pada ibu hamil (P value = 0,035). Ada hubungan antara dukungan penghargaan dengan kecemasan pada ibu hamil (P value = 0,044). Ada hubungan antara dukungan suami dengan kecemasan pada ibu hamil (P value = 0,045).Saran pada penelitian ini sebagai bahan masukan Puskesmas dan masyarakat Puskesmas Taman Bacaan Palembang untuk memberikan pengertian dan pengetahuan pentingnya dukungan keluarga dalam menghadapi persalinan dengan cara penyuluhan atau pendidikan kesehatan.
Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Panas Pada Mahasiswa Asrama Gemilang 1 STIK Bina Husada Palembang Saputra, Muhammad Ramli; Kurniawan, Fery
Jurnal Lantera Ilmiah Keperawatan Vol. 1 No. 1 (2023): JUNI
Publisher : CV. Q2 LANTERA ILMIAH INSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit dan hospitalisasi sering kali menjadi krisis pertama yang harus dihadapi anak. Penduduk remaja adalah bagian dari penduduk dunia dan memiliki sumbangan teramat besar bagi perkembangan dunia. Demam   merupakan salah satu   keluhan   utama   tersering yang dialami oleh setiap orang tanpa terkecuali salah satunya pada remaja. Demam pada  umumnya  tidak berbahaya tetapi demam tinggi dapat membahayakan. Penanganan demam secara  nonfarmakologi  dapat  diberikan  kompres  air  hangat, seperti bawang merah. Tujuan pada penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Kompres Bawang Merah Terhadap Penurunan Panas pada Mahasiswa Asrama Gemilang 1 STIK Bina Husada Palembang Tahun 2018. Penelitian tentang pengaruh kompres bawang merah terhadap penurunan panas pada mahasiswa di Asrama Gemilang 1 STIK Bina Husada Palembang Tahun 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa di tahun di Asrama Gemilang 1 STIK Bina Husada Palembang dengan menggunakan pengambilan sampel purposive sampling yang berjumlah 17 responden. Waktu penelitian pada bulan Juni 2018. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan uji statistik yang digunakan adalah uji t-dependent/ berpasangan dengan batas kemaknaan dengan alpha = 0,05 sehingga bila hasil analitik statistik p < 0,05 maka dapat disimpulkan ada pengaruh. Hasil penelitian ini didapatkan Rata-rata suhu tubuh sebelum dilakukan kompres bawang merah adalah 37,941 oC (95% CI: 37,787-38,095), dengan standar deviasi 0,3001 oC. Rata-rata suhu tubuh setelah dilakukan kompres bawang merah adalah 37,353 oC (95% CI: 36,992-37,714), dengan standar deviasi 0,7019 oC. Ada pengaruh kompres bawang merah tehadap suhu tubuh di Asrama Gemilang 1 STIK Bina Husada Palembang Tahun 2018 (p Value = 0,004). Disarankan Bagi Asrama Gemilang 1 STIK Bina Husada khususnya mahasiswa untuk dapat melakukan kompres bawang merah atau menyarankan kepada keluarga untuk melakukan kompres bawang merah sebelum dilakukan pemberian  secara farmakologi.
Analisis Perubahan Garis Pantai dan Resiliensi Ekologis Pesisir Kabupaten Tangerang Provinsi Banten: Analysis of Coastline Changes and Ecological Resilience in Tangerang Coastal Area, Banten Province Kurniawan, Fery; Astuti, Ella Yuni; Damar, Ario
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 15 No. 3 (2023): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v15i3.42885

Abstract

Wilayah pesisir Kabupaten Tangerang mengalami perubahan secara terus-menerus yang disebabkan faktor alam maupun aktivitas manusia. Perubahan yang terus terjadi ini, dapat merubah tingkat resiliensi ekologi yang ada di pesisir. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai tingkat resiliensi berdasarkan dinamika perubahan garis pantai dan kondisi ekologi, serta kaitannya dengan penggunaan dan penutupan lahan di pesisir Kabupaten Tangerang. Analisis data terdiri atas pengolahan citra satelit Landsat, analisis penggunaan/penutupan lahan (LULC), dan laju perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS), pengolahan data oseanografi, dan penilaian resiliensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesisir Kabupaten Tangerang memiliki tingkat resiliensi rendah dengan dinamika perubahan garis pantai lebih dominan erosi daripada akresi. Laju perubahan garis pantai berkorelasi positif dengan LULC. Erosi terjadi pada kawasan yang dominan lahan tambak dan sedikit mangrove, sedangkan akresi terjadi di daerah muara sungai dan kawasan industri.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERFORMA PENGELOLAAN SUMBER DAYA TERUMBU KARANG DI PULAU PAHAWANG, KABUPATEN PESAWARAN Marietadewi, Astrid; Taryono, Taryono; Kurniawan, Fery
Jurnal Kebijakan Perikanan Indonesia Vol 17, No 2 (2025): (November) 2025
Publisher : Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jkpi.17.2.2025.115-125

Abstract

 Ekosistem terumbu karang banyak dimanfaatkan sebagai destinasi wisata bahari khususnya snorkeling. Ekosistem terumbu karang di Pulau Pahawang menghadapi tekanan akibat aktivitas wisata yang tidak ramah lingkungan. Kerangka kerja Institutional Analysis Development (IAD) digunakan sebagai pendekatan untuk mengevaluasi pengaruh variabel eksogen yaitu kondisi biofisik, atribut komunitas dan aturan yang digunakan (rules-in-use) terhadap interaksi antar aktor dan pengelolaan ekowisata dengan menggunakan metode analisis structural equation modeling-partial least square (SEM-PLS) untuk menguji hubungan kausal antar variabel laten. Hasil menunjukkan bahwa pengelolaan ekowisata dan rules-in-use memiliki pengaruh signifikan terhadap performa pengelolaan, sedangkan peran aktor belum menunjukkan kontribusi signifikan. Atribut komunitas terbukti mempengaruhi aktor, terutama melalui kesamaan karakteristik dan tingkat pemahaman masyarakat. Meskipun terdapat inisiasi konservasi antara pihak akademisi dan masyarakat, implementasi pengelolaan masih terkendala oleh minimnya koordinasi antar pihak, dominasi aktor eksternal, serta keterbatasan kapasitas lokal. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci untuk penguatan pengelolaan ekowisata berkelanjutan. Penelitian ini menekankan pentingnya sinergi antar stakeholder dan penerapan aturan yang efektif dalam mendukung pelestarian terumbu karang serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.Pahawang Island, Pesawaran Regency, Lampung Province has a coral reef ecosystem and is used as a primary resource for marine tourism, especially for snorkeling. The coral reef ecosystem on Pahawang Island faces pressure from environmentally unfriendly tourism. The Institutional Analysis Development (IAD) framework is used as an approach to evaluate the influence of exogenous variables, namely biophysical conditions, community attributes and rules-in-use on interactions between actors and ecotourism management using the structural equation modeling-partial least square (SEM-PLS) analysis method to test the causal relationship between latent variables. The results show that ecotourism management and rules-in-use have a significant influence on management performance, whereas the role of actors does not. Community attributes have been shown to influence actors, especially through similarities in their characteristics and levels of community understanding. Although there is a conservation initiative between academics and the community, its implementation is still constrained by limited coordination among parties, the dominance external actors, and limited local Capacity. Community education and empowerment are the keys to strengthening sustainable ecotourism management. This study emphasizes the importance of synergy between stakeholders and the implementation of effective regulations to support coral reef conservation and improving the welfare of coastal communities