Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

THERMAL PERFORMANCE OF RESIDENTIAL HAUSE USING GREEN ROOF BY UTILIZING THE PASSION FRUIT PLANTS (PASSIFLORA EDULIS) AS ROOF COVER Suwaldi Mopangga; Mohamad Jahja; Dewa Gede Eka Setiawan; Mursalin Mursalin; Idawati Supu; Meilan Demulawa; Abdi Gunawan Djafar
Jambura Physics Journal Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34312/jpj.v5i1.19358

Abstract

Urbanization is the movement of people from villages to cities, this has caused an increase in population growth in urban areas resulting in increased demand for development which has reduced land for green spaces, green roofs are present as a farming concept amidst limited land in urban areas as well as assisting in passive cooling. The process of photosynthesis must play a role in roof shading. The selection of vegetation in the form of passion fruit vines as a roof covering material can spread up to 24 m, the object of research is a house in a housing complex by comparing two rooms, using a vegetation roof cover and without a vegetation roof cover, based on the results obtained a room with a vegetation roof cover experienced a decrease in temperature as the growth of vines covered the roof, the results obtained were a comparison between the two rooms, namely 0.1℃ in January, 1.1℃ in February and 2.6℃ in March when the peak temperature is during the day.
PENERAPAN HEALING ENVIRONMENT PADA RANCANGAN RUMAH SAKIT OTAK DI PROVINSI GORONTALO Veya Iswara Golonggomo; Abdi Gunawan Djafar; Niniek Pratiwi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.18162

Abstract

Rumah Sakit Khusus Otak adalah rumah sakit khusus yang menangani gangguan kesehatan pada otak dan saraf. Di saat padatnya aktivitas dan kurangnya menjaga pola makan, masyarakat di kota-kota besar seringkali rentan terhadap berbagai penyakit yang berkaitan dengan masalah otak dan saraf, salah satunya adalah stroke. Permasalahan terkait kesehatan otak dan saraf di Indonesia makin kompleks karena makin meningkatnya jumlah kasus.Di Indonesia khususnya di Provinsi Gorontalo prevelensi stroke mengalami peningkatan. Berdasarkan Riskesdas Tahun 2018, prevalensi penyakit stroke di Gorontalo mengalami kenaikan dengan persentasi 10,9% dibanding tahun 2013. Selain stroke, penyakit lainnya yang berkaitan dengan permasalahan kesehatan otak dan saraf yang makin bertambah dari tahun ketahun, diantaranya adalah: Radang Otak, Meningitis, Tumor Otak, Epilepsi, Hidrosefalus, dan gangguan lain pada kesehatan otak dan saraf.Maka dari itu, rancangan rumah sakit otak ini bertujuan untuk mewujudkan rancangan fasilitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Provinsi Gorontalo khususnya dalam menangani masalah yang berkaitan dengan otak dan saraf. Perancangan ini menggunakan metode analisis deskriptif yang diuraikan dan dianalisis dalam bentuk penjabaran kata, tabel, gambar maupun skema sehingga mudah dipahami.Lokasi perancangan rumah sakit ini berada di Provinsi Gorontalo tepatnya di Jalan KH. Adam Zakaria dan Jalan Taman Ria, Kelurahan Wongkaditi, Kota Gorontalo. Rumah sakit ini merupakan jenis bangunan tunggal dengan jumlah 6 lantai yang berorientasi ke arah barat daya dengan konsep pola pembangunan rumah sakit baik secara vertikal maupun horisontal, menyesuaikan ketersediaan lahan dan besaran ruang serta memperhatikan peruntukan zonasi terhadap ruangan-ruangan di rumah sakit. Pola tata massa bangunan rumah sakit ini menggunakan pola terpusat dan dirancang dengan tema pendekatan Healing Environment. Pendekatan ini menitikberatkan pada pelayanan pasien dengan menerapkan lingkungan penyembuhan yang maksimal berupa Healing Garden yang diharapkan dapat membantu proses penyembuhan pasien baik secara fisik maupun psikis.
PENERAPAN ARSITEKTUR MODERN PADA RANCANGAN KANTOR BADAN PERENCANAAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN KABUPATEN POHUWATO Rahmatia S. Lamapa; Abdi Gunawan Djafar; Irwan Wunarlan
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 1 (2023): JJoA : Juni 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i1.18201

Abstract

Arsitektur modern adalah konsep suatu bangunan yang dirancang dengan mengutamakan kesederhanaan dalam bentuk tanpa tambahan/penggunaan ornamen. Arsitektur modern muncul sebab kemajuan pada bidang teknologi sehingga membuat manusia lebih mengarah pada sesuatu yang ekonomis, praktis serta bagus. Maka dengan ini diterapkan pada rancangan kantor Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Pohuwato dengan tujuan untuk memberikan bentuk dan tampilan baru yang fungsional dan estetik baik luar maupun dalam gedung kantor. Dalam penerapannya terdapat beberapa ciri arsitektur modern yakni bentuk dasar geometri, kesederhanaan bentuk, garis-garis vertikal, horizontal dan diagonal, serta bentuk atap melengkung pada bangunan.
PERANCANGAN BANDARA KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Juan Atie; Elvie Fatmah Mokodongan; Abdi Gunawan Djafar
JAMBURA Journal of Architecture Vol 5, No 2 (2023): JJoA : Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v5i2.21689

Abstract

ABSTRAK .Kabupaten Banggai Laut merupakan kabupaten yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, terpisah dari daratan Pulau Sulawesi. Akses menuju Kabupaten Banggai Laut hanya dapat dilakukan melalui transportasi laut yang memakan waktu cukup lama. Masyarakat sangat mendambakan perlunya suatu fasilitas untuk mendukung kegiatan transportasi agar dapat melakukan perjalanan dengan cepat dan efisien tanpa bergantung pada transportasi laut yang panjang. Perancangan bandara di Banggai Laut menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan transportasi tersebut.Perancangan ini menggunakan penerapan Arsitektur Kontemporer dalam bentuk fisik terminal penumpang yang berfungsi sebagai media komunikasi yang mencerminkan kearifan dan budaya lokal Kabupaten Banggai Laut. Perancangan tersebut bertujuan untuk menciptakan bangunan terminal yang menyampaikan kesan, citra, dan identitas daerah bagi penumpang yang datang dan berangkat. Perancangan bandara juga berupaya untuk meningkatkan aksesibilitas antar pulau, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan kemudahan transportasi ke daerah terpencil diharapkan dapat menarik investasi dan kunjungan wisatawan sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tengah dan khususnya di Kabupaten Banggai Laut.Perancangan ini bertujuan untuk memberikan alternatif moda transportasi udara dan membuat desain bangunan sebagai landmark Kabupaten Banggai Laut.The method used in this discussion is to gather data related to the design object through books, magazines, the internet, and other media, then transform it into our design. The result is an airport design expected to serve as a landmark for Banggai Laut Regency.ABSTRAK. Kabupaten Banggai Laut merupakan kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah yang terpisah dari daratan pulau Sulawesi, Untuk akses menuju Kabupaten Banggai Laut hanya dapat di tempuh menggunakan moda transportasi laut yang memerlukan waktu cukup lama. Kebutuhan akan suatu wadah untuk menunjang kegiatan transportasi sangat dibutuhkan masyarakat untuk dapat berpergian secara cepat dan sesingkat – singkatnya tanpa harus menggunakan transportasi laut yang memerlukan waktu lama. Perancangan Bandara di Banggai Laut ini menjadi salah satu pemecahan dalam hal kebutuhan untuk kegiatan transportasi tersebut.Perancangan ini menggunakan penerapan Arsitektur Kontemporer dalam bentuk fisik terminal penumpang sehingga dapat di jadikan sebagai media komunikasi dari filosofi kearifan lokal dan kebudayaan Kabupaten Banggai Laut sehingga tampilan bangunan terminal penumpang dapat memberi kesan, citra, dan identitas daerah bagi penumpang yang datang dan pergi. Perancangan Bandar Udara ini juga di harapakan dapat meningkatkan aksesbilitas antar pulau, mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena kelancaran transportasi ke daerah terpencil dan akan memancing masuknya investasi dan kunjungan wisatawan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi sulteng pada umumnya dan Kabupaten Banggai Laut pada khususnya.Tujuan yang ingin dicapai pada perencangan ini adalah menghasilkan alternatif moda transportasi udara dan menghadirkan desain bangunan yang bisa menjadi penanda Kabupaten Banggai Laut. Metode yang digunakan dalam pembahasan ini adalah mencari data – data yang terkait dengan objek rancangan melalui buku – buku, majalah, internet dan media lainnya kemudian mentranformasikan menjadi rancangan sendiri. Hasilnya adalah sebuah desain Bandar Udara yang harapannya bisa menjadi penanda Kabupaten Banggai Laut. 
PENERAPAN PRINSIP GREEN BUILDING PADA DESAIN PUSAT PRODUKSI BAHAN PANGAN PERTANIAN DI GORONTALO Sulaeman; Heryati; Abdi Gunawan Djafar
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v1i2.28

Abstract

Kebutuhan akan produk-produk pangan pertanian akan terus ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Ketika kebutuhan pangan tidak dapat mengimbangi kepadatan penduduk tersebut akan berdampak terjadinya krisis ketahanan pangan. Bidang pertanian merupakan bidang yang difokuskan dengan permasalahan yang diangkat adalah lahan yang semakin sempit dan iklim yang semakin tidak stabil. Hal tersebut dapat berdampak pada produksi bahan pangan pertanian semakin menurun. Maka isu yang diambil adalah mengenai ketersediaan pangan yang berhubungan dengan produksi bahan pangan pertanian itu sendiri. Tujuan dari perancangan ini adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang memiliki fungsi utama dalam memproduksi bahan pangan pertanian di lahan yang terbatas. Bangunan ini juga memiliki fungsi edukasi pertanian di dalamnya untuk semua kalangan. Sasaran dari perancangan ini yakni mengidentifikasi semua kebutuhan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian di Gorontalo. Mengidentifikasi prinsip prinsip Green Building sebagai bahan informasi agar dapat diimplementasikan pada desain. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data, jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung (observasi), serta wawancara dengan pihak yang berkaitan, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Kemudian data tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan sebagai pedoman dalam merancang bangunan Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian dengan Pendekatan Green Building di Gorontalo.
PENERAPAN CIRI-CIRI ARSITEKTUR REGIONALISME PADA RANCANGAN LABORATORIUM FORENSIK POLRI CABANG GORONTALO Pakaya, Mery; Djafar, Abdi Gunawan; Ernawati, Ernawati
JAMBURA Journal of Architecture Vol 4, No 2 (2022): JJoA : Desember 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v4i2.17384

Abstract

Arsitektur regionalisme ialah aliran arsitektur yang memadukan antara arsitektur modern dan tradisional sehingga diterapkan pada rancangan Laboratorium Forensik Polri Cabang Gorontalo dengan tujuan untuk mewujudkan bangunan yang mampu memunculkan identitas daerah Gorontalo dalam balutan arsitektur modern. Selain itu, penerapan arsitektur regionalisme pada rancangan bertujuan agar Laboratorium Forensik Polri Cabang Gorontalo lebih mudah dikenali karena mengangkat unsur kedaerahan Provinsi Gorontalo yang dipadukan dengan gaya arsitektur modern. Dalam penerapannya, terdapat beberapa ciri arsitektur regionalisme yang digunakan yakni tanggap pada kondisi iklim setempat, dan mengacu pada tradisi, warisan sejarah serta makna ruang dan tempat. Penerapan ciri-ciri arsitektur regionalisme terlihat pada penggunaan secondary skin pada fasad bangunan, atap segitiga bersusun dua pada seluruh bangunan, serta motif karawo pada fasad bangunan.
PERANCANGAN OBJEK WISATA BIOTA LAUT DI DESA BONE BARU KABUPATEN BANGGAI LAUT DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGI Lambause, Muhammad Saiful Z. Lambause; Djafar, Abdi Gunawan; Idji, Berni
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 2 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (OKTOBER)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i2.36

Abstract

Indonesia memiliki potensi wisata alam yang sangat melimpah salah satunya potensi wisata maritim atau bahari. Wisata bahari pada dasarnya merupakan sebuah kegiatan yang di lakukan pada media kelautan atau bahari yang meliputi daerah pantai, pulau pulau serta objek laut yang ada di dalamnya. Banggai laut merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah yang menjadikan wisata bahari sebagai wisata unggulan menyajikan objek biota laut seperi ikan cardinal fish yang merupakan ikan endemik indonesia yang ada diperarian Banggai. Namun, Banggai laut belum memiliki bangunan objek wisata biota laut untuk memperkenalkan dan mengedukasi wisatawan terhadap pelestarian biota laut. Oleh sebab itu perlu dirancangnya objek wisata biota laut berupa bangunan aquarium dan bangunan konservasi sebagai sarana wisata dan pelestarian biota laut dengan lokasi perancangan berada pesisir pantai desa Bone Baru kabupaten Banggai laut, penerapan konsep desain sudah seharusnya menerapkan prinsip ramah lingkungan. Jika dikaitkan pada bidang Arsitektur, ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia dan alam yakni Arsitektur Ekologi. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan jenis pengumpulan data primer dan data sekunder dari data objek perancangan serta data tema perancangan, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung atau observasi, serta wawancara dengan pihak yang berkaitan. Teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Data yang terkumpul tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan dengan memperhatikan ketentuan yang ada. Hasil laporan berupa konsep perancangan dan penerapannya pada rancangan sebagai pedoman untuk melanjutkan perancangan objek wisata biota laut kabupaten bangai laut. Kata kunci: Aquarium, Arsitektur Ekologi, Biota Laut, Konservasi, Objek Wisata
CONSTRUCTION ANALYSIS OF HOUSING’S ROOF IN GORONTALO CITY Djafar, Abdi Gunawan; Rahmayanti, Rahmayanti; Saputra, Wahyu; Kaharu, Arlan
Journal Of Building Architecture Vol. 1 No. 1 (2023): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v1i1.6

Abstract

Sebuah penelitian dilakukan untuk menganalisa konstruksi atap-atap perumahan di kota Gorontalo, Indonesia. Pengamatan terhadap perumahan dilakukan menggunakan google maps dan streets. Sejumlah 12 tipe atap ditemukan setelah menyurvei 30 buah perumahan. Konstruksi ke 12 tipe atap ini diteliti menggunakan metode analisis deskriptif. Bentuk atap, denah, jumlah bidang atap, arah hadap atap, tinggi tiang kuda-kuda, dan keberadaan jurai luar dan jurai dalam merupakan faktor-faktor dalam menganalisa atap-atap perumahan. Hasilnya adalah atap pelana bersusun merupakan bentuk atap yang paling banyak ditemukan pada 27% dari total jumlah perumahan. Atap pelana bersusun memiliki jumlah bidang atap yang sedikit, jenis kuda-kuda rangka atap yang juga sedikit, dan tidak memiliki jurai luar dan jurai dalam, sehingga dipertimbangkan sebagai bentuk atap sederhana jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk atap lainnya. Bentuk atap ini juga merupakan konstruksi yang lebih disukai oleh pengembang perumahan karena mudah dibangun, menghasilkan sedikit sampah sisa material, dan biaya konstruksi yang lebih rendah.
PENERAPAN PRINSIP GREEN BUILDING PADA DESAIN PUSAT PRODUKSI BAHAN PANGAN PERTANIAN DI GORONTALO: - Sulaeman; Heryati; Djafar, Abdi Gunawan
Journal Of Building Architecture Vol. 2 No. 1 (2024): JOURNAL OF BUILDING ARCHITECTURE (APRIL)
Publisher : Program Vokasi Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56190/jba.v2i1.30

Abstract

Kebutuhan akan produk-produk pangan pertanian akan terus ada, bahkan cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya penduduk. Ketika kebutuhan pangan tidak dapat mengimbangi kepadatan penduduk tersebut akan berdampak terjadinya krisis ketahanan pangan. Bidang pertanian merupakan bidang yang difokuskan dengan permasalahan yang diangkat adalah lahan yang semakin sempit dan iklim yang semakin tidak stabil. Hal tersebut dapat berdampak pada produksi bahan pangan pertanian semakin menurun. Maka isu yang diambil adalah mengenai ketersediaan pangan yang berhubungan dengan produksi bahan pangan pertanian itu sendiri. Tujuan dari perancangan ini adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan yang memiliki fungsi utama dalam memproduksi bahan pangan pertanian di lahan yang terbatas. Bangunan ini juga memiliki fungsi edukasi pertanian di dalamnya untuk semua kalangan. Sasaran dari perancangan ini yakni mengidentifikasi semua kebutuhan dan fasilitas yang dibutuhkan dalam Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian di Gorontalo. Mengidentifikasi prinsip prinsip Green Building sebagai bahan informasi agar dapat diimplementasikan pada desain. Metode penelitian yang digunakan dalam perancangan ini adalah dengan menentukan jenis data dan teknik pengumpulan data, jenis data terdiri dari data objek perancangan berupa data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung (observasi), serta wawancara dengan pihak yang berkaitan, teknik pengumpulan data sekunder dilakukan dengan metode studi literatur, referensi buku, jurnal atau skripsi, serta melalui media internet. Kemudian data tersebut dianalisis hingga menghasilkan konsep perancangan sebagai pedoman dalam merancang bangunan Pusat Produksi Bahan Pangan Pertanian dengan Pendekatan Green Building di Gorontalo.
IMPLEMENTASI MESIN HIDROTERMAL UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH POPOK BAYI Esta Larosa; Abdi Gunawan Djafar; Niniek Pratiwi; Syafriyani; Sartika Dewi Usman; Sri Ayu Ashari
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 11 No. 2 (2024): JURNAL PENDIDIKAN TEKNIK MESIN
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v11i2.67

Abstract

The use of disposable baby diapers continues to increase in line with population growth and lifestyle changes that prioritize convenience. However, baby diaper waste has become a significant environmental issue due to its synthetic and chemical components that are difficult to decompose naturally. This study aims to apply hydrothermal machine technology as an environmentally friendly and efficient solution for processing baby diaper waste. Hydrothermal technology utilizes high temperatures and pressure to decompose organic and synthetic materials in diapers, resulting in reusable products such as construction materials, alternative energy, or fertilizers. The study results show that the hydrothermal process can reduce diaper waste volume by up to 90% and produce valuable materials. The implementation of this technology supports waste reduction at landfills (TPA) and advances the vision of zero waste, making it a sustainable solution for waste management challenges.