Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Edukasi dan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Sebagai Upaya Peningkatan Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Masyarakat di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya Hendri Devita; Vitri Yuli Afni Amran; Nurhamidah Rahman; Nirmala Sari; Dian Eka Nursyam; Putri Engla Pasalina; Sevilla Ukhtil Huvaid; Jem Khairil; Annisa Wahyuni
Jurnal Vokasi Vol 10, No 2 (2026): Juli
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/vokasi.v10i2.9682

Abstract

Angka kematian akibat henti jantung di luar rumah sakit (Out-of-Hospital Cardiac Arrest/OHCA) masih tinggi dan sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan pemberian pertolongan pertama. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) menjadi salah satu faktor penyebabnya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat awam dalam penanganan kegawatdaruratan sehari-hari, khususnya Resusitasi Jantung Paru (RJP), di Nagari Lubuk Gadang Barat Daya, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan pembelajaran orang dewasa (andragogi) yang partisipatif, dengan metode pelaksanaan meliputi tiga tahap, yaitu koordinasi dengan mitra terkait, pelaksanaan berupa edukasi melalui ceramah dan tanya jawab yang dilanjutkan dengan demonstrasi serta simulasi praktik RJP secara langsung oleh peserta, dan evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap pengetahuan serta keterampilan peserta. Kegiatan dilaksanakan pada 23 Agustus 2025 di Masjid Baiturrahman Liki dan diikuti oleh 110 peserta yang terdiri dari perangkat nagari, kader posyandu, ibu-ibu PKK, dan masyarakat sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta yang tinggi serta meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan BHD. Mitra, yaitu Wali Nagari, Kepala Jorong, Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Selatan, dan Puskesmas Sangir, memberikan dukungan penuh terhadap keberhasilan kegiatan. Pelatihan BHD berbasis komunitas seperti ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, mengurangi keterlambatan pertolongan, dan menurunkan angka kematian akibat henti jantung di luar fasilitas kesehatan.
DOMINASI FAKTOR DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT ASAM URAT PADA MASYARAKAT USIA PRODUKTIF Nova Arikhman; Andeka Nofra; Sevilla Ukhtil Huvaid; Hary Budiman; Tosi Rahmaddian; Syukra Alhamda
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2977

Abstract

Penyakit rematik seperti penyakit asam urat sangat ditakuti karena menyerang persendian dan sering terjadi pada orang tua. Desa Pauh Tinggi memiliki jumlah penderita tertinggi sebanyak 54 kasus, menurut survei awal yang dilakukan di Puskesmas Pelompek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dominasi faktor determinan yang berkontribusi pada penyakit asam urat.  Penelitian ini merupakan studi kuantitatif yang menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan selama periode Mei hingga Juni 2022. Jumlah populasi adalah 587 orang, dan sampelnya adalah 94 orang. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan uji chi-square dan regresi logistik untuk menentukan variabel yang dominan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,2% orang yang mengikuti penelitian menderita asam urat, 46,2% mengalami pola makan yang buruk, 34% tidak tahu banyak tentang subjek, 56,4% melakukan aktivitas fisik yang kurang, dan 46,2% mengalami kebiasaan istirahat yang buruk.  Ada korelasi signifikan antara kejadian penyakit asam urat dan pola makan, tingkat pengetahuan, aktivitas fisik, dan kebiasaan istirahat. Variabel yang paling dominan dalam korelasi ini adalah kebiasaan istirahat.  Untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mencegah berbagai penyakit, orang diharapkan untuk mengikuti pola makan yang sehat, memperoleh pengetahuan yang cukup, berpartisipasi dalam aktivitas fisik, dan memiliki kebiasaan istirahat yang baik.Kata kunci: Asam urat, tingkat pengetahuan, pola makan, aktivitas fisik dan kebiasaan istirahat.