Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

MINUMAN JAHE HANGAT UNTUK MENGURANGI EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS NALUMSARI JEPARA Dyah Ayu Wulandari; Dwi Kustriyanti; Rofiatul Aisyah
Jurnal SMART Kebidanan Vol 6, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.85 KB) | DOI: 10.34310/sjkb.v6i1.246

Abstract

Emesis gravidarum merupakan mual muntah yang terjadi selama kehamilan. Mual terjadi pada pagi hari, tetapi ada yang timbul malam hari. Data di Jawa Tengah keluhan mual muntah pada ibu hamil mencapai 40-60% dari total kehamilan. Rasa mual pada awal kehamilan dapat dikurangi dengan menggunakan terapi komplementer antara lain dengan memberikan minuman jahe hangat. Pemberian minuman jahe efektif dalam mengatasi mual muntah ibu hamil trimester I. Keunggulan jahe adalah kandungan minyak atsiri yang mempunyai efek menyegarkan dan memblokir reflek muntah, sedang gingerol dapat melancarkan darah dan saraf bekerja dengan baik.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian minuman jahe hangat terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Nalumsari Jepara. Metode : Quasy Eksperiment dengan pendekatan Control Group Pre-Posttest Design. Populasi penelitian ini adalah ibu hamil di Puskesmas Nalumsari Jepara. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling sehingga besar sampel adalah 50 responden. Uji analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil : Uji Mann Whitney mendapatkan nilai p 0.000. Kesimpulan : Terdapat pengaruh pemberian minuman jahe hangat terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Nalumsari Jepara. Kata Kunci: jahe; emesis gravidarum
Muscle Relaxation Therapy for Dysmenorrhea Dwi Kustriyanti; Boediarsih Boediarsih
Health Notions Vol 1, No 4 (2017): October-December
Publisher : Humanistic Network for Science and Technology (HNST)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.961 KB) | DOI: 10.33846/hn.v1i4.64

Abstract

Dysmenorrhea refers to painful menstruation which appears in the luteal phase that could affect productivity and quality of life, while dysmenorrhea in adolescents can reduce the concentration of learning. Muscle relaxation therapy is a non-pharmacological treatment that is effective, efficient and simple therapy as an treatment of dysmenorrhea. This study was to determine whether the muscle relaxation therapy reduces for dysmenorrhea in adolescents. This study was true experimental with randomized pretest posttest design. Dysmenorrhea screening using ACOG diagnostic criteria, in 207 female students to determine the prevalence of dysmenorrhea and it’s symptoms was recorded in the diary records symptom. Students with dysmenorrhea were divided into a control group (n=30) and an experimental group (n=30). Students in control group received deep breathing relaxation therapy and those in experimental group received muscle relaxation therapy. The intensity of pain, blood pressure, respiration and pulse were measured 15 minutes before being given treatment and would be measured again at 15 minutes after giving the treatment during menstrual pain. Instruments used Numerical Rating Scale. Result: Pain intensity before and after intervention in intervention and control group were 5,53 ± 1,167 vs 4,17 ± 1,053, P = 0,000 and 4,47 ± 1,358 vs 3,87 ± 1,96, P = 0,000 . Test paired t-test and Wilcoxon test to see changes in systolic, diastolic and respiratory pressure changes of pulse before and after relaxation. Comparison of the effects of muscle relaxation and deep breathing relaxation with P <0.05 (0.002) with Mann Whitney test. Keywords: Muscle relaxation, Dysmenorrhea
Pijat bayi meningkatkan perkembangan motorik kasar pada masa pandemi Covid-19 Witri Hastuti; Niken Hayu Geby Bestari; Dwi Kustriyanti
NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 2 (2020): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/nurscope.6.2.96-100

Abstract

Pendahuluan:Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia terutama bidang kesehatan salah satunya adalah kesehatan anak. Tumbuh kembang merupakan aspek yang perlu diperhatikan di masa pandemi. Pijat bayi memberikan stimulus dalam perkembangan motoriknya karena gerakan remasan pada pijat bayi dapat berguna untuk menguatkan otot bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan di OIN BABY SPAPurwodadi. Metode:Penelitian ini menggunakan pendekatan pre-posttestwithout control group design dengan melibatkan 17 responden yang diukur menggunakan Gross Motor Function Measure(GMFM). Responden dilakukan intervensi sebanyak 3 kali selama 3 minggu. Hasil:Nilai rerata perkembangan motorik kasar sebelum dilakukan pijat bayi sebesar 47,99 dan sesudah terapi sebesar 59,66. Hasil oalah data dengan paired t testdidapatkan nilai p value sebesar 0,00 < 0,05. Simpulan:Ada pengaruh perkembangan motorik kasar pada bayi usia 6-12 bulan di OIN Baby SPA Purwodadi.
HUBUNGAN MOBILISASI DINI DAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA OPERASI SECTIO CAESAREA DI SEMARANG Sumartinah -; Eni Kusyati; Dwi Kustriyanti; Hermeksi Rahayu
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.541 KB)

Abstract

Latar belakang: Sectio caesaria adalah suatu tindakan mengeluarkan bayi dengan melakukan insisi atau pemotongan pada kulit, otot perut, serta rahim ibu dan memerlukan pengawasan intensif untuk mengurangi komplikasi akibat pembedahan. Mobilisasi dini bertujuan untuk mempercepat  proses penyembuhan luka, dan mempercepat involusi alatkandungan. Luka post sectio caesarea merupakan hilangnya kontinuitas jaringan dimana kesembuhan luka sectio caesarea sangat dipengaruhi oleh suplai oksigen dan nutrisi kedalam jaringan yang dapat dilihat melalui pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mobilisasi dini dan kadar hemoglobin terhadap penyembuhan luka sectio caesarea di RS.Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang. Metodologi Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien dengan tindakan sectio cesare yang memenuhi kriteria inklusi, besar sampel dengan rumus Solvin 36 responden tempat penelitian di Ruang Helsa RS. Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang. Hasil Penelitian menunjukkan ibu post SC di RS Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang sebagian besar melaksanakan mobilisasi dini post SC  sebanyak 17 responden (77,3 %),  mempunyai kadar Hb normal sebanyak 21 responden (95,5 %), dan  sebagian besar mengalami penyembuhan luka post SC dengan cepat sebanyak 21 responden (58,3%). Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara hubungan mobilisasi dini dan kadar Hb ibu post SC terhadap penyembuhan luka post sectio caesarea di RS.Panti Wilasa “Dr. Cipto” Semarang Tahun 2013 dengan p value 0,004.
PENGETAHUAN DAN UPAYA PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA WANITA PEKERJA SEKSUAL (WPS) DI LOKALISASI SUNAN KUNING SEMARANG I Gusti Ngurah Bagus Suadnyana Dwi Putra; Witri Hastuti; Dwi Kustriyanti
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.39 KB)

Abstract

Pekerja seks komersial menjadi kelompok yang paling beresiko terhadap tertularnya penyakit HIV/AIDS. Provinsi Jawa Tengah menempati peringkat ke tujuh di Indonesia dan di Semarang ditemukan 267 kasus AIDS tahun 2012.Pekerja seks komersial yang bekerja di lokalisasi sangat membutuhkan dukungan dari pihak manajemen untuk dapat terhindar dari penularan HIV/AIDS.Tujuan penelitian ini adalah mengekplorasi pengetahuan dan upaya pencegahan HIV/AIDS pada Wanita Pekerja Seksual di Sunan Kuning Kota Semarang. Rancangan penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Partisipan dalam penelitianini adalah wanita pekerja seksual di lokalisasi Sunan Kuning Kota Semarang yang berjumlah 3 orang. Hasil: Semua partisipan telah memahami tentang penyakit HIV/AIDS dan bahayanya. Partisipan berupaya untuk mencegah tertular penyakit HIV/AIDS dengan cara pemakaian kondom 100%. Proses negosiasai terus dilakukan dengan merayu pelanggan agar menggunakan kondom. Diskusi:Petugas kesehatan memberikan dukungan kepada partisipan dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS dengan cara memberikan penyuluhan secara berkala dan melakukan pemeriksaan rutin. Pengelola memberikan dukungan dengan cara menyediakan kondom bagi tamu selama berhubungan seksual.Dinas Kesehatan atau pihak terkait perlu melakukan pemberdayaan kepada PSK agar mereka memiliki pengetahuan dan sikap yang positif sehingga mempunyai kemampuan tawar dalam penggunaan kondom kepada pelanggannya untuk mengantisipasi penularan HIV/AIDS.Kata Kunci : Pengetahuan, Upaya Pencegahan, HIV/AIDS.
PENGARUH SENAM ASMA TERHADAP KAPASITAS VITAL PARU PADA PENDERITA ASMA DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) SEMARANG Yohana Kristiyaning Rahayu; Dwi Kustriyanti
Jurnal Keperawatan Medikal Bedah Vol 1, No 1 (1): Jurnal Keperawatan Medikal Bedah
Publisher : Jurnal Keperawatan Medikal Bedah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.685 KB)

Abstract

sehingga dengan lenturnya rongganya dada dapat mengembang dan mengempis secara optimal, memperbaiki kelenturan dan kekuatan sekat rongga badan sehingga pernapasan perut optimal. Senam asma juga berguna untuk mempertahankan dan atau memulihkan kesehatan. Senam asma yangdilakukan secara teratur akan menaikkan kapasitas vital paru, dan dapat memperkuat otot-otot pernafasan sehingga daya kerja otot jantung dan otot lainnya jadi lebih baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam asma terhadap kapasitas vital paru pada penderita asma di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Semarang. Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperiment dengan rancangan Pre Post test non with control design. Populasi penderita asma di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Semarang sebanyak 70 orang, sampel sebanyak 60 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian didapatkan umur responden rata-rata adalah 37,55 tahun, jenis kelamin sebagian besar perempuan sebanyak 32 responden (53,3%), pendidikan sebagian besarpendidikan menengah sebanyak 35 responden (58,3%), pekerjaan sebagian besar karyawan swasta sebanyak 24 responden (40,0%). Kapasitas vital paru sebelum senam asma rata-rata adalah 2768,33 dengan standard deviasi 670,192. Kapasitas vital paru sebelum senam asma rata-rata adalah 2996,67,dengan standard deviasi 653,405. Ada pengaruh senam asma terhadap kapasitas vital paru sebelum dan sesudah senam asma pada penderita asma di Balai Kesehatan Paru Masyarakat (BKPM) Semarang (pvalue= 0,000). Bagi BKPM Semarang diharapkan selalu memfasilitasi bagi penderita asma untuktaat melakukan senam asma yang telah dianjurkan agar tingkat asma terkontrol baik.Kata kunci : Senam asma, kapasitas vital paru, penderita asma
Cold Compress Using Ice Gel Effectively Reduces Pain Intensity in School Age Children (6-12 Years) During Infusion Procedures Boediarsih Boediarsih; Adi Irawan; Dwi Kustriyanti
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 5, No 1 (2021): JUNE 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v5i1.6909

Abstract

Background: the infusion procedure is an invasive procedure that is often performed when treating children in the hospital, this action is done by inserting a needle into the child's vein which can cause pain. Cold compress using ice gel is one way to stimulate the skin so that it is therapeutic before infusion procedure.Purpose: to find out whether there is an effect of cold compresses using ice gel on the pain intensity during infusion procedure of school age children.Methods: this type of research is a quasi experiment two group posttest only design method. The population in this study were 32 children aged 6-12 years and the reaseach was taken at RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang. The instruments were used ice gel compress, and were measured using pain intensity (OUCHER). The hypothesis test used the Wilcoxon test and Man-Whitney test.Results: data from 32 respondents obtained the results of the pain scale using the cold compress application. Ice gel against pain intensity of school-age children during infusion with p-value - 0,000 0.05. Thus, if p- 0.000 0.05 then Ho is accepted and Ha is rejected, which means that there is a significant difference in the pain scale between giving compresses (ice gel) to school-age children who are subjected to infusion.Conclusion: the application of cold compresses using ice gel can reduce the pain intensity of school-age children during the infusion procedure. That is recomended as the intervension during infusion procedure.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PUSKESMAS PONCOL KOTA SEMARANG Boediarsih Boediarsih; Wahyu Wiedy Aditantri; Dwi Kustriyanti
Jurnal Surya Muda Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Surya Muda
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.298 KB) | DOI: 10.38102/jsm.v1i2.44

Abstract

Toddler nutritional status (under five years) is a picture of health regarding food consumption and use by the body at the age of under five years. Nutritional status is influenced by several factors, namely direct, indirect and fundamental. To determine the relationship between parenting, education level, mother's knowledge and family income with the nutritional status of toddlers. This type of research is correlational quantitative research with cross sectional approach. The population of children under five in the Poncol Health Center is 1312 children under five. The sampling technique in this study used proportional stratified random sampling with a sample of 89 respondents in Poncol Health Center, Semarang City. Analysis using Kolmogorov Smirnov. Factors related to nutritional status are parenting (p value = 0.411), education level (p value = 0.018), mother's knowledge (p value = 0.062), family income (p value = 0.000). There is no relationship between parenting, mother's knowledge and nutritional status. There is a relationship between education level, family income and nutritional status. Therefore it is necessary to optimize the nutritional status monitoring program for toddlers and increase community nutrition knowledge
Upaya Pencegahan Covid-19 pada Ibu Hamil, Nifas, dan Bayi di Mranggen Demak Indah Wulaningsih; Novita Sari; Dwi Kustriyanti; Witri Hastuti; Hermeksi Hermeksi; Boediarsih Boediarsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1069

Abstract

Pandemi Global Covid 19 telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia, mulai dari bidang kesehatan, sosial, agama, ekonomi, bahkan juga bidang pendidikan. Masa pandemi memberikan kecemasan pada ibu hamil, menyusui ataupun pasangan usia subur untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. Keterbatasan pengetahuan dan informasi tentang perilaku hidup sehat juga dapat menjadi pencetus peningkatan angka kejadian. Tujuan khususnya meningkatkan pengetahuan dan perilaku tentang upaya peningkatan pengetahuan dalam pencegahan terpaparnya covid-19 khususnya pada ibu hanil, nifas dan bayi. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan terpaparnya covid-19 untuk merubah pola perilaku hidup sehat sebagai upaya promotive untuk menurunkan angka kematian terhadap terpaparnya covid-19. Dilaksanakan secara luring pada tanggal 24 Februari 2022 yang diikuti oleh 66 orang. Kuesioner pengetahuan diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kuesioner awal menunjukkan hanya 40 kader yang mendapatkan nilai diatas 60, setelah diberikan pendidikan kesehatan, meningkat menjadi sekitar 80 kader mendapatkan nilai diatas 60.
Terapi Relaksasi Otot Untuk Dysmenorrhea Dwi Kustriyanti; B Boediarsih
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.232 KB)

Abstract

Dysmenorrhea refers to painful menstruation which appears in the luteal phase that could affect productivity and quality of life, while dysmenorrhea in adolescents can reduce the concentration of learning. Muscle relaxation therapy is a non-pharmacological treatment that is effective, efficient and simple therapy as an treatment of dysmenorrhea. This study was to determine whether the muscle relaxation therapy reduces for dysmenorrhea in adolescents. This study was conducted in May until September 2017 at Karya Husada Science Health College . This design was true experimental with randomized pretest posttest design. Dysmenorrhea screening using ACOG diagnostic criteria, in 207 female students to determine the prevalence of dysmenorrhea and it’s symptoms was recorded in the diary records symptom. Students with dysmenorrhea were divided into a control group (n=30) and an experimental group (n=30). Students in control group received deep breathing relaxation therapy and those in experimental group received muscle relaxation therapy. The intensity of pain, blood pressure, respiration and pulse were measured 15 minutes before being given treatment and would be measured again at 15 minutes after giving the treatment during menstrual pain. Instruments used Numerical Rating Scale. Result: Pain intensity before and after intervention in intervention and control group were 5,53 ± 1,167 vs 4,17 ± 1,053, P = 0,000 and 4,47 ± 1,358 vs 3,87 ± 1,96, P = 0,000 . Test paired t-test and Wilcoxon test to see changes in systolic, diastolic and respiratory pressure changes of pulse before and after relaxation. Comparison of the effects of muscle relaxation and deep breathing relaxation with P <0.05 (0.002) with Mann Whitney test. Muscle relaxation therapy was effective in reducing the intensity of menstrual pain or dysmenorrhea in adolescents.