Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Upaya Pencegahan Covid-19 pada Ibu Hamil, Nifas, dan Bayi di Mranggen Demak Indah Wulaningsih; Novita Sari; Dwi Kustriyanti; Witri Hastuti; Hermeksi Hermeksi; Boediarsih Boediarsih
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2022
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v4i2.1069

Abstract

Pandemi Global Covid 19 telah mempengaruhi berbagai sektor kehidupan manusia, mulai dari bidang kesehatan, sosial, agama, ekonomi, bahkan juga bidang pendidikan. Masa pandemi memberikan kecemasan pada ibu hamil, menyusui ataupun pasangan usia subur untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke rumah sakit. Keterbatasan pengetahuan dan informasi tentang perilaku hidup sehat juga dapat menjadi pencetus peningkatan angka kejadian. Tujuan khususnya meningkatkan pengetahuan dan perilaku tentang upaya peningkatan pengetahuan dalam pencegahan terpaparnya covid-19 khususnya pada ibu hanil, nifas dan bayi. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang pencegahan terpaparnya covid-19 untuk merubah pola perilaku hidup sehat sebagai upaya promotive untuk menurunkan angka kematian terhadap terpaparnya covid-19. Dilaksanakan secara luring pada tanggal 24 Februari 2022 yang diikuti oleh 66 orang. Kuesioner pengetahuan diberikan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kuesioner awal menunjukkan hanya 40 kader yang mendapatkan nilai diatas 60, setelah diberikan pendidikan kesehatan, meningkat menjadi sekitar 80 kader mendapatkan nilai diatas 60.
Combination of Lemon Aromatherapy and PC 6 Acupressure in Pregnancy Nausea Vomiting Trimester I Meika Jaya Rochkmana; Widiyowati Widiyowati; Dwi Kustriyanti
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 6 No 1 (2023): MAY
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v6i1.2156

Abstract

Morning sickness occurs in early pregnancy which is characterized by nausea and vomiting. Management can use a combination of lemon aromatherapy and acupressure pericardium 6 (PC 6). Purpose of the study: To determine the effect of the combination of lemon aromatherapy and PC6 acupressure on nausea and vomiting in first trimester pregnant women. Methods: This type of research was quasi-experimental with one group pr test post test design. The research sample was 17 respondents with purposive sampling technique. The research instrument was the PUQE 24 questionnaire. The research was carried out by giving the PUQE 24 questionnaire before and after the intervention. The combination intervention of lemon aromatherapy and PC 6 acupressure was given once a day for 4 consecutive days according to the SOP. Result: There is an effect of combination of lemon aromatherapy and PC 6 acupressure on nausea and vomiting in first trimester pregnant women with value of 0.000. Conclusion: the combination of lemon aromatherapy and PC 6 acupressure can be used as an alternative to treat nausea and vomiting in first trimester pregnant women.
Children Growth And Development Of 18 Months-Aged Babies: Nutritional Status Overview For Early Stunting Screening Retno Apriliyanti; Dwi Kustriyanti
Jurnal Smart Keperawatan Vol 10, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v10i1.709

Abstract

Problems in toddlers include nutrition that can cause malnutrition and stunting. The prevalence of stunting in Indonesia based on the results of the Nutrition Status Monitoring reached 27.5%, while undernourished was 16.29% and underweight babies reached 7.44%. The privilege case in Rowosari, there are 28 children with stunting in 2022. The purpose of this study was to figure out the description of children growth and development at the Rowosari Health Center Semarang for early stunting detection. This type of research was descriptive with a cross-sectional approach. 35 infants under 18 months of age were assessed for nutritional status and stunting by calculating the Z-score and the education and occupation factors of the mother were also analyzed using the chi-square test. The results showed that 5.7% of infants were malnourished and 20% over-nourished, and 17.1% were short and 2.9% were very short.   There is a relationship between nutritional status on stunting with p-value <0.05.Keywords: growth; nutritional status; stuntingPertumbuhan Dan Perkembangan Anak Bayi Umur 18 Bulan: Gambaran Status Gizi Untuk Skrining Stunting DiniABSTRAKMasalah pada balita antara lain gizi yang dapat menyebabkan gizi buruk dan stunting. Prevalensi stunting di Indonesia berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi mencapai 27,5%, sedangkan gizi kurang 16,29% dan bayi kurus mencapai 7,44%. Kasus keistimewaan di Rowosari, terdapat 28 anak stunting pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tumbuh kembang anak di Puskesmas Rowosari Semarang untuk deteksi dini stunting. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional. 35 bayi berusia di bawah 18 bulan dinilai status gizi dan stuntingnya dengan menghitung Z-score serta faktor pendidikan dan pekerjaan ibu juga dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 5,7% bayi mengalami gizi buruk dan 20% gizi lebih, serta 17,1% bayi pendek dan 2,9% bayi sangat pendek. Ada hubungan antara status gizi dengan stunting dengan p-value < 0,05.Kata kunci: pertumbuhan; status gizi; stunting
HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN PERUBAHAN TEKANAN DARAH IBU HAMIL DI RUMAH BERSALIN BIDAN NURIL hermeksi rahayu; Dwi Kustriyanti; Okta Indra
Jurnal Smart Keperawatan Vol 7, No 2 (2020): DESEMBER 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v7i2.121

Abstract

ABSTRAKHipertensi kehamilan dialamai 8% pada ibu hamil yang merupakan penyebab kematian ibu dan neonates serta beresiko mengalami eklampsia dan pre eklampsia. Tekanan darah yang tinggi selama kehamilan dapat  mempengaruhi kualitas tidur. Insomnia dialami 12% ibu hamil trimester pertama dan sebanyak 75% pada akhir kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kualitas tidur terhadap perubahan tekanan darah ibu hamil di Rumah Bersalin Bidan Nuril. Desain penelitian  ini menggunakan pendekatan cross sectional pada 42 ibu hamil trimester III yang diukur tekanan darah dan kualitas tidur menggunakan instrument Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata kualitas tidur 5,78 dan p value systole sebesar 0,002 dan diastole 0,024 menggunakan uji Rank Speramen test. Ada hubungan antara kualitas tidur pada ibu hamil terhadap perubahan tekanan darah baik systole maupun diastole di Rumah Bersalin Bidan Nuril. Kata kunci: kehamilan; kualitas tidur; tekanan darah  RELATIONSHIP OF QUALITY OF SLEEP AND CHANGES OF BLOOD PRESSURE OF PREGNANT WOMEN IN NURIL MATERNAL CLINIC  ABSTRACT Pregnancy hypertension is experienced by 8% of pregnant women which is the cause of mortality maternal and neonatal that can at risk of experiencing eclampsia and pre-eclampsia. High blood pressure during pregnancy can affect sleep quality. Sleep disturbance is experiencing 12% of pregnant women in the first trimester and as much as 75% at the end of pregnancy. This study aims was to see the relationship between sleep quality and changes in blood pressure of pregnant women at Nuril Maternal Clinic. This study was a cross-sectional study design with 42 third trimester pregnant womenwho measured blood pressure and sleep quality using the Pittsburg Sleep Quality Index (PSQI). The results showed that the average sleep quality was 5.78 and the Pvalue systole was 0.002 and diastole was 0.024 using the Speramen Rank test. There was a relationship between the quality of sleep in pregnant women to changes in blood pressure, both systole and diastole at the Nuril Maternal Clinic..  Key words: pregnancy; sleep quality; blood pressure
OPTIMALISASI PELAYANAN POSYANDU DIFFABEL BALITA DI ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN ROWOSARI SEMARANG Indah Wulaningsih; Sa’adah Mujahidah; Dwi Kustriyanti; Witri Hastuti; Hermeksi Rahayu; Boediarsih; Rita Dewi S
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.625

Abstract

Puskesmas Rowosari bekerja sama dengan kader kesehatan Kelurahan Rowosari membentuk wadah untuk anak-anak difabel ini melalui kegiatan Posyandu Balita Anak Difabel. Dalam posyandu ini anak-anak difabel diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaannya sekaligus juga untuk mengubah stigma masyarakat tentang anak difabel. Namun dalam pelaksanaannya, posyandu anak difabel ini masih jauh dari sempurna. Peran kader yang belum pernah mendapat pelatihan tentang tumbuh kembang anak difabel sehingga dalam mengasuh anak-anak difabel ini hanya berdasarkan atas pengetahuan mereka saja. Selain itu sarana pra sarana dan alat bantu untuk stimulasi tumbuh kembang yang terbatas juga merupakan kendala yang dihadapi oleh para kader kesehatan di Kelurahan ini. Anak disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dengan anak yang bukan disabilitas. Pelayanan kesehatan diawali dengan preventif, promotif dan rehabilitatif. Pencegahan disabilitas harus dilakukan sedini mungkin, namun jika disabilitas sudah terjadi diupayakan tingkat kemandirian seoptimal mungkin sesuai potensi yang dimiliki. Diperlukan sebuah terobosan berupa pendidikan dan pelatihan yang terstruktur yang bertujuan melatih kader baru yang dapat mengelola posyandu balita difabel yang lebih baik. Metode Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan pelatihan yang dikemas dengan menggunakan metode yang lebih interaktif, media yang dapat memberikan gambaran nyata pengelolaan posyandu.
Is Environmental Sanitation as A Trigger Factor Leading to Stunting? Dwi Kustriyanti; Witri Hastuti; Boediarsih Boediarsih; Eni Kusyati; Nanik Pratiwi
JENDELA NURSING JOURNAL Vol 8, No 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jnj.v8i1.9377

Abstract

Background: Stunting became a chronic malnutrition issue that illustrates a growth failure. The prevalence of stunting is around 31-35%, which Demak contributes to 6,82% of children under five with stunting.Purpose: The major aim of the study was to determine the relationship between environmental sanitation with stunting.Methods: The study design used a cross-sectional community-based survey. The population was 32 mothers with stunting children under five years, and there were 30 wholes who were eligible for inclusion criteria. Data were collected by proportional random sampling, and data analysis performed a descriptive analysis dan chi-square test.Results: Environmental sanitation contributes to stunting (p=0,002 0,005). This study found that environmental sanitation such as water and house characteristics, and domestic waste disposal have significant factors leading to stunting.Conclusion: Good water, sanitation, and hygiene practice are related to stunting. The mother and family needily to keep a healthy environment to prevent stunts.  
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK BRONKOPNEUMONIA DENGAN PENERAPAN TERAPI BERMAIN MEDICAL PLAY DI RUANG AMARILIS RSUD GONDO SUWARNO UNGARAN Yuniar, Sheilla Indah; Kustriyanti, Dwi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1392

Abstract

Latar Belakang: Bronkopneumonia adalah salah satu jenis Pneumonia yang mempunyai pola penyebaran berbercak, teratur dalam satu atau lebih area terlokalisasi di dalam bronchi dan meluas ke parenkim paru yang berdekatan di sekitarnya. Tujuan Penelitian: Bronkopneumonia merupakan penyakit yang bahaya untuk anak yang dapat menimbulka banyak sekali masalah keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan anak dengan masalah hospitalisasai pada anak bronkopneumonia dengan penerapan terapi beramain Medical Play. Metode Peneliitian: metode penulisan yang digunakan adalah metode diskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil Penelitian: hasil penelitian ditemukan bahwa penerapan terapi bermain medical play sangat efektif untuk menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak dengan penderita bronkopneumonia. Hal ini dibuktikan dalam asuhan keperawatan dalam 4x7 jam, pengukuran tingkat kecemasan pada penelitian ini menggunakan HARS didapatkan hasil 31 pada hari pertama, 3 pada hari kedua, 6 hari ketiga dan 9 pada hari keempat dimana hasil tersebut menunjukkan anak tidak merasa cemas. Kesimpulan: Hasil yang didapatkan dari penelitian ini selama 4 hari bahwa penerapan bermain medical play efektif untuk menurunkan kecemsan hospitalisasi pada anak
ASUHAN KEPERAWATAN ANAK HOSPITALISASI PADA THYPOID DENGAN PENERAPAN TERAPI BERMAIN LEGGO DI BANGSAL ANAK RUANG AMARILIS RSUD DR.GONDOSUWARNO UNGARAN Millenia, Widya; Kustriyanti, Dwi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1396

Abstract

Latar Belakang: Demam tyhpoid ialah penyakit infeksi akut yang mengenai saluran cerna yang disebabkan oleh bakteri salmonella thyposa. Demam berbahaya jika tidak segera di tangani secara baik dan benar bahkan menyebabkan kematian. Peneliti menggunakan penanganan pada hospitalisasi pada anak dengan menggunakan terapi bermain guna menurunkan kecemasan saat hospitalisasi.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Asuhan Keperawatan Anak Hospitalisasi Pada Thypoid Dengan Penerapan Terapi Bermain Leggo Di Bangsal Anak Ruang Amarilis RSUD Dr.Gondosuwarno Ungaran. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskritif dengan pendekata studi kasus. Subjek dalam penelitian ini adalah pasien anak yang menderita demam Thypoid yang mengalami hositalisasi. Hasil Penelitian: Pemberian tindakan terapi bermain lego sangat efektif digunakan untuk menurunkan kecemasan pada anak dibuktikan dalam 4x 7 jam saat melakukan tindakan peneliti mengukur tingkat kecemasan menggunakan FIS didapatkan hasil 4 pada hari pertama dan kedua lalu ,pad hari ke 3 dan 4 peneliti mengukur kembai tingkat kecemasan pasien dan didapatkan hasil 2 yang berarti tidak cemas. Kesimpulan: Hasil yang di dapatkan dari penelitian ini selama 4 hari bahwa penerapan terapi bermain lego efektif untuk menurunkan kecemasan hospitalisasi pada anak.
Asuhan Keperawatan Hospitalisasi Pada Anak DHF (Dengue Hemorrhagic Fever) Dengan Penerapan Terapi Skin To Skin di Ruang Amarilis Rsud Gondo Suwarno Ungaran Laksana, Laudy Satria Hakim; Kustriyanti, Dwi
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 3 (2023): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i3.1399

Abstract

Latar belakang Dengue Haemoragic Fever (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan karena infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegepty yang dapat memicu terjadinya demam atau hipertermia. Penyakit Dengue Hemorhagic Fever (DBD) masih menjadi masalah kesehatan dan ancaman serius pada beberapa wilayah di Indonesia. Angka kematian DBD di Jawa Tengah mengalami kenaikan sejak tahun 2018 hingga 2021. Datanya pada tahun 2021 mencapai 2,7 persen. Tujuan Karya ilmiah untuk menggambarkan asuhan keperawatan dengan hospitalisasi pada anak dengan pemberian Terapi Skin To Skin untuk menurunkan suhu tubuh pada anak Dengue Haemorhagic Fever (DBD). Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus dengan jumlah sampel sebnayak 1 pasien. Hasil Penelitian ditemukan bahwa penerapan terapi skin to skin efektif untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Setelah diberikan asuhan keperawatan selama 4x7 jam menunjukkan bahwa adanya penurunan suhu tubuh pada pasien, pada hari pertama sebelum dilakukan pemberian terapi suhu tubuh pasien mencapai 39°C, setelah diberikan terapi suhu tubuh turun menjadi 38,6°C, hari kedua 38°C, hari ketiga 37°C, dan hari keempat 36,4°C. Kesimpulan Hasil yang didapatkan dari pemberian asuhan keperawatan selama 4 hari bahwa penerapan terapi skin to skin efektif untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam.
Community-Based Early Childhood Development Center as a Platform to Overcome Stunting in PAUD Kenanga Mekar Asri Semarang Kustriyanti, Dwi; Boediarsih, Boediarsih; Hastuti, Witri; Rahayu, Hermeksi; Wulaningsih, Indah; Mardiyani; Sitepu, Andrew
Swadaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Swadaya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Nuban Jaggadhita Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62265/swadaya.v2i1.60

Abstract

Purpose: This community-based early childhood development center program aims to promote early childhood growth and development by providing a safe stimulating environment and increased knowledge about nutrition that impacts improved dietary practices. Methodology: The method of activities carried out was chosen in the form of counseling, mentoring, and training. The approach uses participatory rural appraisal (PRA) and is modified with oriented project planning (OPP). These two approaches are to achieve a catfish pond/tilapia program as an innovation project and urban farming of various vegetables. This activity requires the participation and role of partners, with the principle of and for the community itself. Findings: The children were boys (60%) with the highest ages being 36 and 48 months (30%). The majority of children develop according to age (70%), of which 4 children (28.5%) are aged 30, 36 &; 48 months, 2 children (14.2%) are 42 months old, Suspect development is 30%, of which 2 children (33.3%) are 36 &48 months and 1 child (16.7%) is 42 and 30 months old. There is only 1 child (5%) who is underweight and male, none of whom are stunted.