Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Autentic Assessment Berbasis Proyek Dengan Pendekatan Saintifik Pada Praktikum Biologi Lismaya, Lilis; Nurlaelah, Ilah; Handayani; Widiantie, Rahma; Setiawati, Ina
Jurnal BIOEDUIN : Program Studi Pendidikan Biologi Vol 15 No 2 (2025): Bioeduin Agustus
Publisher : Department of Biology Education UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/bioeduin.v15i2.47465

Abstract

This study aims to develop an authentic assessment and analyze the implementation of a project-based authentic assessment with a scientific approach in biology practicum. The research method employed was Research and Development (R&D) using the ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) design model. The results showed that, based on expert validation, the content expert evaluation yielded a score of 85.27% and the media expert evaluation yielded 80.35%, indicating that the developed authentic assessment is valid and suitable for use. The practicality test revealed that the use of project-based authentic assessment obtained a percentage score of 83.34%, categorized as practical. The practicality indicators measured included ease of use, clarity of instructions, adequacy of allocated time, and the suitability of the assessment format to user needs. The effectiveness test indicated that the use of project-based authentic assessment obtained a percentage score of 83.35%, categorized as highly effective. The effectiveness indicators measured included the assessment’s ability to optimally measure learning outcomes, the alignment of project tasks with learning objectives, the improvement of students’ skills, and the achievement of learning outcomes as targeted. The findings of this study recommend the use of project-based authentic assessment for learning activities in all practicum courses within the Biology Education study program.
Increasing Farmers' Knowledge and Skills through Socialization of EM4 (Effective Microorganism) Making in Kananga Village, Kuningan Regency: Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Petani Melalui Sosialisasi Pembuatan EM4 (Effective Microorganism) di Desa Kananga Kabupaten Kuningan Setiawati, Ina; Nurlaelah, Ilah; Hindriana, Anna Fitri; Handayani, Handayani; Septiawati, Adevia; Nurdayanti, Rolanda Rasendriya
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1594

Abstract

Farmers in Kananga Village still use chemical fertilizers, this has led to farmers' dependence on chemical fertilizers. Farmers can make their own organic fertilizer, but farmers introduce time for the composting process to the materials that will be used as organic fertilizer. Farmers need technology that can accelerate the process of composting organic matter, and farmers also need to know the effect of chemical fertilizers on reducing soil fertility. Therefore, there is a need for community service activities that train and assist farmers to use organic fertilizer switching, and introduce Effective Microorganism 4 (EM4) technology in making fertilizer or EM4 in agriculture. EM4 is a technology for cultivating a mixture of microorganisms suitable for plant growth in agriculture. These microorganisms are bacteria that can be grown independently by the community, especially farmers in Kananga Village. This PkM activity is designed as an effort to reduce farmers' dependence on chemical fertilizers and invites farmers to use EM4 technology in making fertilizers. The results of this PkM also hope to make the community in Kananga Village more independent by being able to produce their own agricultural products in order to increase the competitiveness of the village. In addition, the PkM training and mentoring program is the commitment of the University of Kuningan in improving community empowerment. Abstrak Petani di Desa Kananga masih menggunkan pupuk kimia, hal ini menimbulkan kergantungan petani terhadap pupuk kimia. Petani dapat membuat pupuk organic sendiri, namun petani mengeluhkan lamanya waktu untuk proses pengomposan pada bahan bahan yang akan dijadikan pupuk organic. Petani perlu teknologi yang dapat mempercepat proses pengomposan bahan organic, dan petani juga perlu mengetahui dampak yang akan ditimbulkan dari pupuk kimia bisa merusak kesuburan tanah. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat yang melatih dan mendampingi petani agar beralih menggunakan pupuk organic, serta mengenalkan teknologi Effective Microorganism 4 (EM4) dalam membuat pupuk ataupun EM4 dalam pertanian. EM4 ini merupakan teknologi dalam mengkultur campuran dari mikroorganisme yang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman dalam usaha pertanian. Mikkroorganisme tersebut merupakan bakteri-bakteri yang dapat dibibit secara mandiri oleh masyarakat khusunya para petani di Desa Kananga. Kegiatan PkM ini merupakan upaya menghilangkan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia serta mengajak petani untuk menggunakan teknologi EM4 dalam membuat pupuknya. Hasil PkM ini juga berharap dapat menjadikan masyarakat di Desa Kananga menjadi semakin mandiri dengan mampu menghasilkan produk pertanian sendiri guna meningkatkan daya saing Desa. Program PkM ini melatih dan mendampingi masyarakat merupakan Visi Universitas Kuningan kearah pemberdayaan masyarakat.
REVOLUTIONIZING BIOLOGY LEARNING THROUGH AR: THE CASE OF LEAFCAPTURE APPLICATION DEVELOPMENT Lilis Lismaya; Ilah Nurlaelah; Handayani Handayani
Indonesian Journal of Learning and Instruction Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/ijli.v7i1.9603

Abstract

This study aims to produce learning media in the form of a Leafcapture Identification Application Based on Augmented Reality (AR) in plant morphology courses with accuracy, user interface, and good content. The research method used in this study is Research and Development (R&D) with the The ADDIE approach involves a systematic process for designing learning media. In the Analyze stage, the focus is on identifying the need for new learning media, specifically the Leafcapture Identification Application Based on AR, and assessing its feasibility and requirements. In the Design stage, activities include application design, interface design, 3D image creation, and marker design. The Development stage involves gathering relevant content, such as plant leaf images and names, and setting up the application interface. During Implementation, the developed media is used and evaluated by experts and users to assess its impact on learning quality. Media experts validated the product with a 75% approval rating, while subject matter experts found it 88.89% valid. Evaluation was conducted by surveying students in plant morphology courses, with results confirming the product's effectiveness. Through AR, students can directly engage with three-dimensional (3D) models of various parts of plants, such as roots, stems, leaves, flowers, and fruits. They can manipulate and examine each part more deeply, enhancing their understanding of the relationships between parts and the functions of each component. Additionally, AR makes learning plant morphology more engaging and lifelike.Keywords: Augmented Reality; biology; Leafcapture identification. 
ANALISIS TEORI KECERDASAN MAJEMUK HOWARD GARDNER SERTA RELEVANSI DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Faojina, Gina; Nurlaelah, Ilah
Education First Journal Vol. 2 No. 1 (2026): February
Publisher : Yayasan Satya Daya Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teori kecerdasan majemuk sangat penting diterapkan pada pembelajaran di sekolah dasar, karena terbukti berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk Menganalisis Teori Kecerdasan Majemuk Howard Gardner Serta Relevansi Dan Implikasi Dalam Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian literatur review. Sumber data meliputi artikel jurnal, skrpsi dan publikasi akademik lain yang membahas teori Gardner. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data seperti Google Scholar. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan multiple intelligences dalam pembelajaran di Sekolah Dasar terbukti berdampak positif bagi perkembangan peserta didik. bahwa strategi pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan teori multiple intelligences secara efektif meningkatkan hasil belajar dan motivasi siswa. pendekatan kecerdasan majemuk dapat meningkatkan motivasi belajar karena proses pembelajaran disesuaikan dengan gaya dan karakteristik tiap peserta didik. Selain itu pembelajaran multiple intellegence dapat meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan siswa dalam pembelajaran, dan prestasi akademik.
Evaluasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Preeklampsia di Puskesmas Tirtajaya Nurlaelah, Ilah; Sinaga, Frida Rismauli; Sukmayanti, Eneng
Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia Vol. 5 No. 01 (2026): Jurnal Masyarakat Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Masyarakat Peduli Anak Indonesia (YMPAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70304/jmsi.v5i01.94

Abstract

Preeklampsia adalah salah satu komplikasi kehamilan yang dapat mengancam kesehatan ibu dan bayi. Di Kabupaten Karawang, prevalensi preeklampsia masih menjadi perhatian, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Upaya untuk menurunkan risiko ini melibatkan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K), yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi persalinan serta komplikasi yang mungkin terjadi.  Tujuan dari inovasi ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dini dan respons cepat terhadap risiko komplikasi ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas, sekaligus meningkatkan cakupan dan kualitas pelaksanaan program P4K. Jenis penelitian yang digunakan evaluasi dengan menggunakan cara yang sistematis untuk menganalisis efektivitas suatu program atau kebijakan yang diteliti, dan juga. Informan sebanyak 16 orang dipilih dari unit kerja Puskesmas Tirtajaya dibagian kebidanan. Berdasarkan komponen input secara keseluruhan tidak memenuhi standar, komponen proses secara keseluruhan tidak memenuhi standar, komponen output secara keseluruhan tidak memenuhi standar. Ketiga komponen yang diteliti seperti input, proses, dan output tidak sesuai dengan standar, sehingga perlu melakukan inovasi dan terobosan baru untuk menjawab tantangan dan masalah yang ada yaitu “SIAGA IBU” (Sistem Aktif Gawatan IBU Hamil).