Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengaruh Model Learning Cycle 5E Disertai LKPD Berbasis Diagram Berpikir Multidimensi Terhadap Kemampuan Scientific Reasoning Siswa SMP Wulandari, Tia; Supeno, Supeno; Diah Wahyuni
Jurnal Sains dan Edukasi Sains Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Sains dan Edukasi Sains
Publisher : Faculty of Science and Mathematics, Universitas Kristen Satya Wacana, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/juses.v7i1p1-11

Abstract

Kemampuan scientific reasoning merupakan salah satu aspek pengetahuan penting yang menjadi tuntutan pada pembelajaran abad 21. Kemampuan penalaran ilmiah ini mampu diterapkan pada pembelajaran IPA sebagai kontribusi dalam keterampilan kognitif siswa dan dapat dijadikan sebagai bekal siswa untuk menyambut tantangan global, namun faktanya kemampuan scientific reasoning siswa masih tergolong rendah. Model pembelajaran yang dapat menjadikan kondisi pembelajaran lebih aktif dan memberikan kesempatan siswa dalam meningkatkan kemampuan nalarnya yaitu Learning Cycle 5E. Pelaksanaan pembelajaran perlu disertai bahan ajar yang mendukung supaya pembelajaran berlangsung dengan baik. Penelitian ini menawarkan inovasi pembelajaran melalui penerapan model Learning Cycle 5E disertai LKPD yang terdapat bantuan berupa diagram berpikir multidimensi pada pembelajaran IPA SMP untuk mempermudah siswa memahami konsep pelajaran sehingga kemampuan scientific reasoning siswa dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan peningkatan kemampuan scientific reasoning siswa menggunakan model Learning Cycle 5E disertai LKPD berbasis diagram berpikir multidimensi. Penelitian ini berjenis quasi eksperimen dan desain non-equivalent control group design. Tempat penelitian berada di SMP Negeri 3 Jember pada kelas 8 yang jumlah siswa masing-masing pada kelas kontrol dan eksperimen sebanyak 31 siswa. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa pembelajaran dengan model Learning Cycle 5E disertai LKPD berbasis diagram berpikir multidimensi berpengaruh signifikan terhadap kemampuan scientific reasoning siswa. Kemampuan scientific reasoning siswa mengalami peningkatan seusai siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model learning cycle 5E disertai LKPD berbasis diagram berpikir multidimensi secara aktif.
Kajian Morfologi dan Hubungan Panjang Dengan Berat Udang Mantis, Harpiosquilla raphidea (Fabricius, 1798) Nurul Oktaviani; Winda Dwi Kartika; Tia Wulandari; Fitriya Shalehati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i1.29651

Abstract

 AbstrakUdang mantis (Harpiosquilla raphidea) memiliki karakter morfologi yang berbeda dengan jenis udang lainnya. Selain itu H. raphidea dikenal sebagai hewan air yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, khususnya di kawasan mangrove Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi. Pemanfaatan H. raphidea secara ekonomis dianggap perlu diselaraskan dengan kajian morfologi, khususnya yang terkait dengan hubungan panjang dan berat untuk mendukung nilai jual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis morfologi dan pola pertumbuhan H. raphidea. Sampel dikoleksi dari perairan mangrove Pangkal Babu Desa Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat. Analisis morfologi menunjukkan bahwa H. raphidea memiliki ciri khas yaitu adanya maksiliped (lengan predator) bercakar tajam dan tidak terdapat perbedaan morfologi antara individu jantan dan betina. H. raphidea yang paling banyak dikoleksi berukuran 168–203mm. Pola pertumbuhan H. raphidea  adalah alometrik negatif yang artinya pertambahan panjang lebih cepat dibandingkan pertambahan beratnya baik untuk individu jantan maupun betina. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hubungan panjang dan berat H. raphidea dari Perairan Pangkal Babu Tanjung Jabung Barat menunjukkan pola pertumbuhan yang sejalan dengan H. raphidea dari kawasan perairan lainnya di Indonesia.AbstractMantis shrimp (Harpiosquilla raphidea) has morphological characteristics that are different from other types of shrimp. Apart from that, H. raphidea is known as an aquatic animal that has high economic value, especially in the West Tanjung Jabung mangrove area, Jambi Province. The economic use of H. raphidea is considered to need to be harmonized with morphological studies, especially those related to the relationship between length and weight to support selling value. This study aims to analyze the morphology and growth patterns of H. raphidea. Samples were collected from the mangrove waters of Pangkal Babu, Tungkal 1 Tanjung Jabung Barat Village. Morphological analysis shows that H. raphidea has distinctive characteristics, namely the presence of maxilipeds (predatory arms) with sharp claws and there are no morphological differences between male and female individuals. The most commonly collected H. raphidea measures 168–203mm. The growth pattern of H. raphidea is negative allometric, which means that the increase in length is faster than the increase in weight for both male and female individuals. So it can be concluded that the relationship between length and weight of H. raphidea from the Pangkal Babu waters of West Tanjung Jabung shows a growth pattern that is in line with H. raphidea from other water areas in Indonesia. 
Pemberdayaan Masyarakat melalui Kolaborasi Pengembangan Wisata Konservasi Berkelanjutan di Desa Pengudang Sari, Rizki Yuli; Pratiwi, Mirza Ayunda; Wulandari, Tia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i4.7783

Abstract

Dalam pengembangan desa wisata, Desa Pengudang menghadapi beberapa permasalahan antara lain kurangnya sinergi antara Pokdarwis, terbatasnya sarana dan prasarana, serta rendahnya kemampuan pengelolaan usahan dan pemasaran. Sehingga diperlukan kolaborasi kelompok masyarakat dalam mewujudkan ekosistem wisata konservasi berkelanjutan di Desa Pengudang yang bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan desa wisata berbasis konservasi. Kegiatan ini melibatkan Pokdarwis Pengudang Bintan Mangrove dan pokdarwis cinta berakit (UMKM) dalam peningkatan kapasitas manajemen, produksi, serta pemasaran digital. Hasil utama dari kegiatan ini mencakup pembangunan sarana prasarana kolaborasi berbentuk mini galeri desa pengudang. Serta peningkatan kemampuan manajemen Pokdarwis melalui kegiatan pelatihan dan promosi wisata melalui platform digital. kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan desa wisata pengudang sehingga terjadi peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat setempat.
Ichthyofauna Diversity in Danau Teluk: Analysis Using Gill Nets and Lift Nets Purba, Citra Amelia; Suprayogi, Dawam; Wulandari, Tia
Biospecies Vol. 17 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v17i2.36054

Abstract

This study aims to explore and document the ichthyofauna diversity in the waters of Teluk Lake, Jambi City, using gill nets and lift nets. Sampling was conducted at three research stations from April to June 2024. Environmental physical and chemical factors such as temperature, pH, and water clarity were measured to understand their impact on the fish community. The results showed that the water temperature at stations I and II was 29°C, while at station III, it was 28°C. The pH values ranged from 6.41 to 6.95, and water clarity ranged from 7 to 21 cm. A total of 218 individual fish from 17 species and 8 families were found, with the Cyprinidae family being the dominant group. The Shannon-Wiener diversity index (H') ranged from 0.94 to 2.01, indicating moderate to high diversity. The evenness index (E) ranged from 0.58 to 0.91, indicating relatively even distribution of individuals. The dominance index (C) ranged from 0.14 to 0.53, indicating no species significantly dominated the community.
The Ground Surface Hemiptera (True Bugs) in The Muhammad Sabki City Forest Area of Jambi City Suhanda, Robet; Wulandari, Tia; Sakinah, Audriella Nadine; Putra, DheanPrimanda
Biospecies Vol. 18 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v18i1.42715

Abstract

Muhammad Sabki City Forest Park (THKMS) is one of the Green Open Spaces in Jambi City, which serves as a natural habitat for various species of flora and fauna, both naturally and through captivity programs. One group of organisms that can be found in the THKMS area is soil surface insects, one of them is the true bug (Order Hemiptera). Hemiptera is an order whose organisms that play a role as phytophagous pests that harm plants in the agricultural sector and also as decomposers in the process of soil material overhaul. In addition to playing a role as phytophages, insects in the Hemiptera order also act as predators in the environment by piercing and sucking their prey, thus reducing the population of plant pests as natural enemies. This study aims to identify the types of soil surface Hemiptera in THKMS. The collection of Hemiptera insect samples was carried out passively using pitfall traps . Based on the identification results, the soil surface Hemiptera species collected were Lisarda rhypara, L. annulata, and Opistoplatys sp., all of them belong to the suborder Heteroptera and included to family Reduviidae. Morphologically, Hemiptera insects have a piercing-sucking mouth type and lack of cerci. Members of the Reduviidae family are known as "Assassin bugs," which are nocturnal. Reduviidae members are large in size and naturally aggressive, making them predators of several other insects. The Reduviidae family is cosmopolitan and has a wide distribution. Ecologically, the insect species found are predators, characterized by their piercing-sucking mouthparts.
Studi Pendahuluan: Kepiting Air Tawar (Parathelphusa maindroni) di Kawasan Geopark Merangin Provinsi Jambi Wulandari, Tia; Ihsan, Mahya; Suprayogi, Dawam
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 3 No. 1 (2023): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v3i1.16444

Abstract

Geopark Merangin is one of the World’s Natural Heritages (Geological Heritage Site) in Jambi Province which under the auspices of UNESCO. The area has the potential to be developed into an eco-geotourism area. To support this development, monitoring is needed for geological diversity, biodiversity, and cultural diversity. One potential study that can be explored is the existence of freshwater crabs. To date, the existence of freshwater crab species in the waters of Geopark Merangin has not been reported. This study aims to collect freshwater crabs that can be found in the Geopark Merangin area as a preliminary study of freshwater crab diversity in that area. The result indicates that one of the freshwater crab can be found is Parathelphusa maidroni. The presence of P. maidroni in Geopark Merangin area can serve as bioindicator of good water quality and open up potential for the discovery of other species. Futhermore, the discovery of P. maidroni in the aquatic region of Geopark Merangin can be considered as an initial step towards the identification of various freshwater crab species in that area.  AbstrakKawasan perairan Geopark Merangin Provinsi Jambi merupakan salah satu warisan alam dunia (Geological Heritage Site) dibawah naungan UNESCO. Kawasan tersebut berpotensi untuk dikembangakan menjadi kawasan Eco-geowisata. Untuk mendukung pengembangan tersebut, perlu dilakukan monitoring baik dari keanekaragaman geologi, keanekaragaman hayati maupun keanekaragaman budaya. Salah satu kajian yang dapat digali potensinya yaitu keberadaan kepiting air tawar. Sampai saat ini belum dilaporkan keberadaan jenis-jenis kepiting air tawar yang ada di perairan Geopark Merangin. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis kepiting air tawar yang dapat ditemukan di kawasan Geopark Merangin sebagai studi pendahuluan terkait keragaman kepiting air tawar yang ada di kawasan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan salah satu jenis kepiting air tawar yang dapat ditemukan yaitu Parathelphusa maidroni. Keberadaan P. maidroni di kawasan perairan Geopark Merangin dapat menjadi bioindikator perairan yang masih baik, dan membuka potensi ditemukan jenis kepiting air tawar lainnya. Selain itu dengan ditemukannya P. maidroni di kawasan perairan Geopark Merangin dapat dijadikan sebagai langkah awal untuk dilakukannya pendataan dan eksplorasi jenis-jenis kepiting air tawar di kawasan tersebut. 
Morphological Study of Cocopet Euborellia arcanum (Order: Dermaptera) in the Muhammad Sabki Urban Forest Area, Jambi City Putra, Dhean Primanda; Wulandari, Tia; Sakinah, Audriella Nadine; Suhanda, Robet
ORGANISMS: JOURNAL OF BIOSCIENCES Vol. 4 No. 2 (2024): Organisms: Journal of Biosciences
Publisher : Pusat HKI, Paten, dan Publikasi Ilmiah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/organisms.v4i2.24604

Abstract

Euborellia arcanum, an insect from the Dermaptera Order, plays a crucial ecological role as both a predator and a decomposer. However, the genus Euborellia is notoriously challenging to identify. Despite its ecological importance, studies on the genus Euborellia, particularly in Indonesia, remain limited. This study aimed to describe the morphological characteristic of E. arcanum as a reference for identification and scientific information. The study was conducted from August to September 2024 in the Muhammad Sabki Urban Forest Area, using direct sampling and morphological examination by microscopic approach. The Dermaptera Order is characterized by cerci, appendages at the abdomen's end, shaped like tweezers. E. arcanum, a wingless (apterous) species of Euborellia, measures 18–26 mm in total length, including forceps. Specimens collected in this study measured approximately 20 mm. E. arcanum has biting-chewing mouthparts, blackish-brown compound eyes for detecting light and movement, and filiform antennae with 19 antenomeres. The 12th to 15th antenomeres are yellow. The prothorax of E. arcanum is rectangular, slightly longer than wide, with a smooth surface. The mesothorax and metathorax are transverse, wider than long, and also have smooth surfaces. The abdomen consists of nine convex tergite segments, except for the last segment, which is transverse and slightly convex posteriorly. AbstrakEuborellia arcanum, serangga dari Ordo Dermaptera, memainkan peran ekologis yang sangat penting sebagai predator dan pengurai. Namun, genus Euborellia terkenal sulit untuk diidentifikasi. Meskipun memiliki peran ekologis yang penting, penelitian mengenai genus Euborellia, khususnya di Indonesia, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik morfologi E. arcanum sebagai acuan identifikasi dan informasi ilmiah. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2024 di Kawasan Hutan Kota Muhammad Sabki, dengan menggunakan metode pengambilan sampel secara langsung dan pemeriksaan morfologi secara mikroskopis. Ordo Dermaptera memiliki ciri khas berupa cerci, pelengkap pada ujung abdomen yang berbentuk seperti pinset. E. arcanum, spesies Euborellia yang tidak bersayap (apterous), memiliki panjang total 18-26 mm, termasuk forsep. Spesimen yang dikumpulkan dalam penelitian ini berukuran sekitar 20 mm. E. arcanum memiliki bagian mulut yang menggigit dan mengunyah, mata majemuk berwarna coklat kehitaman untuk mendeteksi cahaya dan gerakan, dan antena filiform dengan 19 antena. Antena ke-12 hingga ke-15 berwarna kuning. Prothoraks E. arcanum berbentuk persegi panjang, sedikit lebih panjang dari lebar, dengan permukaan yang halus. Mesotoraks dan metatoraks melintang, lebih lebar daripada panjang, dan juga memiliki permukaan yang halus. Abdomen terdiri dari sembilan segmen tergit cembung, kecuali segmen terakhir yang melintang dan sedikit cembung ke arah posterior.
Pengetahuan Masyarakat Lokal Di Kawasan Penyangga Cagar Alam Hutan Bakau Pantai Timur Resort Mendahara Provinsi Jambi Terhadap Pemanfaatan Keanekaragaman Hayati Mangrove Wulandari, Tia; Suprayogi, Dawam; Ihsan, Mahya; Aulia Putri, Tazkiah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i1.86107

Abstract

The utilization of organism in the mangrove forest area should always in minimum tolerance of utilization, especially in the vicinity of conservation areas. Therefore, as an initial step to assess the knowledge and understanding of community in the buffer village of the East Coast Mangrove Forest Conservation Area (CAHBPT) need to be conducted. The research was carried out from April to September 2023. This research is descriptive research which divided in two steps, namely interviews with respondents and sample identification. The interview method used in this research is semi-structured interviews, which open-ended and conducted on topic development. Respondent selection in this research uses the snowball sampling technique (26 respondents which conducted by 16 males and 10 females). The result shows the knowledge and understanding of community in the buffer village of the East Coast Mangrove Forest Conservation Area (CAHBPT) about the important of conservation activity is relatively high. 90% of the respondents are familiar with the term of CAHBPT and the conservation efforts being undertaken. The involvement of the BKSDA Jambi has a significant impact of the knowledge and understanding of the community.
Kontribusi Tradisi Ogoh-Ogoh Terhadap Nilai Sosial Masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Wulandari, Tia; Hamid, Abdul; Hasan, Haslita Rahmawati; Nurvita, Nurvita
Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jabi.v7i2.100318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi tradisi ogoh-ogoh terhadap nilai sosial masyarakat di Desa Tolai Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Tradisi ogoh-ogoh yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Nyepi oleh umat Hindu tidak hanya mengandung nilai religius, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap nilai sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, kemudian pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ogoh-ogoh melibatkan partisipasi lintas generasi, baik dari kalangan muda maupun tua yang bekerja sama dalam proses pembuatan ogoh-ogoh dan pelaksanaannya. Masyarakat non-Hindu juga menunjukkan dukungan dengan ikut menyaksikan pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh. Beberapa kepala dusun non-Hindu ikut terlibat dalam pelaksanaan tradisi tersebut dengan membantu menjaga keamanan. Tradisi ini memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, toleransi, serta kepedulian terhadap budaya. Pelaksanaan tradisi ogoh-ogoh juga berdampak pada ekonomi pelaku usaha kecil, seperti pedagang makanan dan minuman, penyedia jasa penyewaan baju adat, pengusaha baju dan sablon. Tradisi ini juga meningkatkan daya tarik pariwisata lokal, karena menarik perhatian masyarakat dari luar daerah untuk datang menyaksikan tradisi tersebut. Dengan demikian, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya menjadi simbol keagamaan, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan sosial antarwarga, penggerak ekonomi dan penguat identitas budaya.
The Long-Horn Beetles (Family: Cerambycidae) in the Muhammad Sabki City Forest Area, Jambi City Sakinah, Audriella Nadine; Wulandari, Tia; Putra, Dhean Primanda; Suhanda, Robet
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 2b (2024): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i2b.7983

Abstract

Muhammad Sabki City Forest Park (THKMS) is generally used as an educational tourism area. Organisms that have not been identified in the THKMS area include longhorn beetles (Cerambycidae). Longhorn beetles (Cerambycidae) are a type of insect that in its larval phase lives on rotting wood that will dry out. Longhorn beetles (Cerambycidae) are spread across several primary and secondary forests, to degraded forests, so that Cerambycidae can be used as environmental bioindicators. Collection of longhorn beetle samples (Cerambycidae) was carried out using purposive random sampling. Sampling was carried out in two utilization zones in the THKMS area, namely the moderate utilization zone and the low utilization zone. Longhorn beetle samples (Cerambycidae) were taken using the jackfruit branch trap method (Artocarpus trap) with 10 Artocarpus traps installed in each zone, and the determination of the trap location was carried out randomly. The result shows there are several species of longhorn beetles that are only found at certain stations. There are 8 species of longhorn beetles that can be found at both stations. The species that are only found at station 1 (low utilization zone) are 1 (Sybra sp.) and the species that are only found at station 2 (moderate utilization zone) are 3 species (Acalolepta rusticatrix, Acalolepta sp. and Pterolophia sp.3). Each genus has its own characteristics of morphology so that it can be distinguished based on morphological characters.