Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Minuman Serbuk Instan Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria tarnatea L.) Nurhalimah, Siti; Muthiatulmillah, Siti; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15559

Abstract

Minuman serbuk merupakan produk yang sudah diolah dari satu atau lebih komponen memberikan manfaat untuk tubuh serta menghasilkan produk minuman dengan ukuran yang lebih halus sehingga mudah dalam penyajian dan penyimpanannya. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun pegagan dan bunga telang sebagai produk inovasi berupa minuman serbuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbandingan ekstrak daun pegagan dan ekstrak bunga telang dengan empat taraf perlakuan yaitu (100%:0%), (75%:25%), (50%:50%), (25%:75%) dan dua kali ulangan. Hasil uji fisik menunjukkan bahwa seiring dengan meningkatnya presentasi ekstrak bunga telang dan menurunnya presentasi ekstrak daun pegagan memberikan pengaruh terhadap waktu larut dan total padatan terlarut, sementara uji kimia berpengaruh nyata pada kadar abu dan aktivitas antioksidan, tetapi tidak pada kadar air, kadar gula total, dan serat kasar. Dalam uji sensori, perbandingan ekstrak daun pegagan dan ekstrak bunga telang mempengaruhi parameter warna dan aroma, namun tidak berpengaruh pada rasa dan tekstur. Uji hedonik menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi ekstrak daun pegagan 25%:75% ekstrak bunga telang memberikan hasil terbaik dalam hal kesukaan, mempengaruhi semua parameter sensori, termasuk warna, rasa, aroma, dan tekstur.
Karakteristik Kimia dan Hedonik Minuman Isotonik Berbahan Baku Air Kelapa Tua dan Ekstrak Buah Nanas Dafazi, Muhamad; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15658

Abstract

Minuman isotonik adalah minuman ringan, baik berkarbonasi maupun tidak berkarbonasi, yang dirancang guna menaikkan kebugaran, yang terdiri dari gula, asam sitrat, serta mineral. Air kelapa umumnya diberi label sebagai minuman isotonik alami karena komposisi mineral natrium dan kaliumnya yang baik bagi tubuh. Pemanfaatan air kelapa tua di Bogor belum optimal, sebagian besar diubah menjadi produk nata de coco, sehingga menghasilkan limbah yang signifikan dan dampak buruk. Untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang terbuang ini, air kelapa dapat diubah menjadi minuman isotonik. Rasa pada buah kelapa sangatlah hambar, maka pada penelitian ini dilakukan penambahan sari buah nanas karena buah nanas memiliki rasa asam serta manis yang alami sehingga membenahi cita rasa dari air kelapa tua yang tidak berasa atau hambar pada minuman isotonik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air kelapa tua yang dilakukan pengolahan jadi minuman isotonik dengan penambahan ekstrak buah nanas. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor yakni perbandingan air kelapa tua serta ekstrak nanas dengan empat taraf perlakuan (500ml : 50ml, 500 ml : 100ml, 500ml : 150ml, 500ml : 200ml). Analisis produk meliputi analisa kimia uji PH, uji Gulatotal, uji Natrium, dan uji Kalium serta uji mutu hedonik. Berdasarkan hasil analisis kadar kimia ( pH, gula total, natrium, kalium) didapatkan bahwa nilai pH isotonik berkisar 4,9 - 5,8, gula total berkisar 25,89 – 35,77 % , natrium berkisar 1770 – 2140 mg/kg, dan kalium berkisar 800 – 1000 mg/kg formulasi kadar kimia isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas tidak memberi dampak nyata pada kadar kimia ( pH, gula) sedangkan natrium dan kalium berpengaruh nyata. Pada uji hedonik (warna dan aroma) perlakuan yang paling banyak disenangi panelis yakni perlakuan dengan formulasi isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas A4 500 ml + 200 ml dengan nilai tertinggi yaitu warna 6,53 dan aroma 7,38. Uji hedonic warna dan aroma (mengarah ke suka) dan rasa, kekeruhan, overall (mengarah tidak suka).
JELLY EXTRACT DRINKING RED BIT Kusumaningrum, Intan; Novidahlia, Noli; Soraya, Dina Ayu
Jurnal Pertanian Vol. 9 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.655 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1150

Abstract

Beets are one of the most useful food ingredients. One of the benefits is to provide natural color in the manufacture of food products. The pigment present in the red bit is betasianin. Betasianin is a class of antioxidants. Drink jelly is a soft gel-shaped drink, generally jelly drinks have elastic properties but consistency or gel strength is weaker than jelly agar. This study aims to diversify food products from red bit beans.The research begins by making red beet extracts first, after which mixing all the ingredients of making jelly drinks. The experimental design used in this research is Completely Randomized Design with three treatment levels and two replications. Data analysis was processed by Kruskal Wallis and ANOVA. The treatments used were comparison of beets and water 1:10, comparison of beets and water 1: 12,5 and comparison of beets and water 1:15. Organoleptic tests used in the study were hedonic rank test and sensory quality test.The results showed that the treatment comparison of beets and water 1:15of  was selected jelly beverage based on hedonic test result by panelist. Chemical analysis of the selected product was then performed. Drink jelly comparison of beets and water 1:15 has antioxidant levels of 4.2 mg vit c / 100g sample, food fiber content of 14, 92%, and total sugar of 26.27%. 
UTILIZATION OF LEMONGRASS EXTRACT (CYMBOPOGON CITRATUS) AGAINST THE ANTIOXIDANT CONTENT AND SENSORY PROPERTIES OF DARK CHOCOLATE PRODUCTS Pratiwy, Amelya Eka; Kusumaningrum, Intan; Aminullah, Aminullah
Jurnal Pertanian Vol. 10 No. 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.349 KB) | DOI: 10.30997/jp.v10i2.1927

Abstract

The use of lemongrass extract on dark chocolate products is a diversification of processed chocolate products to increase the antioxidant content and sensory pofile. This research aims to study the effect of comparison chocolate and spice extracts, interaction chocolate and spice extracts comparison of lemongrass to antioxidant compounds and organoleptic characteristics, and to know the chemical properties of selected products. This study consisted of two phases: the first stage is to prepare lemongrass extract with the steam distillation method, the second stage is to make products that include chocolate melting, mixing and molding, then antioxidant tests and organoleptic to determine the selected products with quality sensory tasts and hedonic tests/preferences, chocolate product selected test chemical (moisture, ash, fat, protein, carbohydrate, and calories). The results of the study by testing the antioxidant different uses of chocolate on antioxidant components showed couverture chocolate types have a higher %inhibition compared to the chocolate kind of compound, the higher the addition of lemongrass extract, the higher antioxidant activity, in the organoleptic tests showed significantly different the parameters of aroma, taste and after taste, but not significantly different from the parameters of melt, interactions between different types of chocolate use, as well as the ratio of chocolate and lemongrass extract significantly influence antioxidant activity, but do not significantly affect organoleptic test results, couverture chocolate products with the addition of 0.3% spice extract are declared as selected products with antioxidant activity of 83.594%, 1.41% moisture, 1.04% ash, 20.96% fat, 3.40% protein content, 73.19% carbohydrates and total calories 495 kcal/100 grams.
PENGARUH LOGO HALAL DAN KESADARAN HALAL TERHADAP PREFERENSI KONSUMEN PRODUK NUGGET AYAM DI CIAWI BOGOR Kusumaningrum, Intan; Apriliana, Riyanda; Hutami, Rosy; Riski Hapsari, Distya
Jurnal Pertanian Vol. 12 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v12i1.4226

Abstract

Halal telah menjadi gaya hidup konsumen muslim di dunia. Seiring meningkatnya populasi muslim, kesadaran untuk mengonsumsi makanan halal juga meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh logo halal dan kesadaran halal terhadap preferensi konsumen pada produk nugget ayam di Ciawi, Bogor. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket kuesioner yang diisi oleh 100 responden dan dipilih melalui metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan analisis linear berganda. Seluruh analisis data statistika dilakukan menggunakan SPSS 22. Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan menguji boraks dan formalin secara kualitatif untuk 12 sampel nugget ayam yang dijual di sekitar wilayah Ciawi, Bogor. Hasil penelitian menunjukan pada uji pengaruh parsial variabel logo halal dan variabel kesadaran halal berpengaruh positif terhadap variabel preferensi konsumen. Uji simultan menyimpulkan pengaruh logo halal dan kesadaran halal terhadap preferensi konsumen secara positif terbukti signifikan mempengaruhi preferensi konsumen. Pengaruh yang diberikan yaitu sebesar 47%, hasil tersebut diperoleh dari nila R square. Berdasarkan hasil uji kandungan boraks dan formalin, dari 12 sampel yang telah diteliti menunjukan bahwa tidak ada nugget yang mengandung Boraks dan formalin.
Identifikasi Boraks, Formalin dan Uji Cemaran Mikroba pada Bawang Putih Giling yang Dijual di Pasar Tradisional Kecamatan Bogor Tengah Widyananda, Anisya; Rejeki Retna Pertiwi, Sri; Kusumaningrum, Intan
Jurnal Ilmiah Pangan Halal Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pangan Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jiph.v6i1.12847

Abstract

Bawang putih (Allium sativum) mengandung senyawa organosulfur bernama allicin yang mempunyai efek antibakteri. Bawang putih yang masih utuh belum memiliki kandungan allicin. Senyawa allicin dalam bawang putih baru akan terbentuk ketika bawang putih mentah mengalami proses penghancuran. Namun, allicin rentan terhadap kerusakan pada suhu ruang karena sifatnya yang tidak stabil. Bawang putih yang sudah digiling memuat allicin aktif karena sudah melewati tahap penghancuran. Namun, bumbu giling yang diperjualkan di pasar tradisional kerap kali disimpan tanpa penutup sehingga risiko kontaminasi fisik serta biologis dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan boraks, formalin, serta cemaran mikroba di bawang putih giling yang dijual di pasar tradisional di Kecamatan Bogor Tengah. Pengujian dilaksanakan memakai Rapid Test Kit merek Labstest untuk boraks dan formalin, serta metode Angka Lempeng Total (ALT) untuk cemaran mikroba. Sampel penelitian, sebanyak 23, dipilih dari Pasar Merdeka, Pasar Kebon Kembang, Pasar Bogor, serta Pasar Padasuka memakai metode purposive sampling. Hasil pengujian membuktikan bahwa boraks serta formalin tidak terdeteksi dalam sampel yang diuji. Namun, sebanyak 47,83% sampel tidak memenuhi batasan angka lempeng total mikroba sejalan dengan Peraturan Kepala BPOM No. 16 tahun 2016, yang menetapkan batasan 104 koloni/g untuk bumbu dan kondimen siap pakai pasta (basah).
Physical Chemical Characteristics of Crackers with the Addition of Catfish Bone Paste (Clarias sp) and White Oyster Mushroom Flour (Pleurotus ostreatus) Nurlaela, Raden Siti; Handayasari, Faridah; Kusumaningrum, Intan; Handayani, Delis
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.20907

Abstract

Crackers are a food made from tapioca where the nutritional content, such as protein, is still low. This research aims to study and analyze the effect of adding catfish bone paste and white oyster mushroom flour on the physicochemical properties and determine the selected product. The research design used was a one-factor Completely Randomized Design (CRD), namely the comparison of the addition of catfish bone paste and white oyster mushroom flour with six treatment levels, namely (0% : 0%), (5%: 25%), (10%: 20%), (15%: 15%), (20%: 10%), and (25%: 5%). Data analysis used Analysis of Variance (ANOVA) followed by Duncan's test with a 95% confidence interval. The analysis used is physical and chemical analysis, namely efflorescence, water content, ash content, acid insoluble ash content, protein content, and calcium content. The results of the physical and chemical test analysis of catfish bone paste crackers with the addition of white oyster mushroom flour are that the efflorescence ranges between 227.793 - 384.567%, the water content ranges from 4.76-6.53%, the ash content ranges from 1.15-7.07 %, acid insoluble ash content ranges from 0.19-0.28%, protein content ranges from 1.66-11.77% and calcium content ranges from between 0.46-3.72%. The selected crackers with the addition of 20% catfish bone paste and 10% white oyster mushroom flour had an efflorescence of 311.592%, water content of 5.79%, a total ash content of 6.42%, an acid insoluble ash content of 0.27%, protein content 7.46% and calcium content 3.24%.
Karakteristik Sensori dan Kimia Dendeng Analog Kurma (Phoenix Dactylifera) dengan Substitusi Tepung Tempe Pertiwi, Inno Ariska Puspa; Kusumaningrum, Intan; Rohmayanti, Titi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 5 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i5.19089

Abstract

Dendeng biasanya terbuat dari daging sapi namun tidak semua orang bisa mengonsumsi daging sapi karena alasan kesehatan dan harga daging yang cukup mahal, sehingga pada penelitian ini diciptakan dendeng analog kurma yang disubstitusi dengan tepung tempe yang bertujuan untuk mengembangkan variasi dendeng analog untuk meningkatkan nilai gizinya terutama pada kandungan protein. Penelitian ini menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Legkap) satu faktor dengan kosentrasi penambahan tepung tempe (5%, 10% dan 15%). Analisis produk meliputi uji mutu sensori, uji hedonik dan uji kimia (kadar air, kadar protein dan kadar lemak). Analisis data yang digunakan yaitu Anova dan menggunakan uji lanjutan Duncan pada selang kepercayaan 95%. Hasil mutu sensori menunjukkan warna dendeng ke arah coklat skor 6.60-7.65), aroma dendeng menunjukkan ke arah tidak tercium langu (skor 4.95-5.65), tekstur dendeng menunjukkan ke arah  kering (skor 5.30-6.40), rasa menunjukkan ke arah manis (skor 5.65-6.10) dan pada penampakan keseluruhan menujukkan ke arah menyerupai dendeng (skor 6.45-6.65). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dendeng analog terpilih adalah formulasi F2 (penambahan tepung tempe 10%). Hasil analisis kimia pada dendeng analog parameter kadar air 19,82%, kadar protein 9,66% dan kadar lemak 5.83%.
Karakteristik Kimia pada Minuman Matcha Latte dengan Penambahan Kolagen Gusti, Muhammad Barkah; Kusumaningrum, Intan; Hastuti, Arti
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15659

Abstract

Salah satu minuman fungsional berbasis teh hijau adalah matcha latte, yang dibuat dari bubuk teh hijau dan susu. Kolagen, yang merupakan protein esensial dalam tubuh manusia, telah menjadi populer sebagai tambahan dalam minuman fungsional untuk meningkatkan nilai gizinya. Tujuan dari penilitian ini untuk menganalisis karakteristik kimia dari minuman matcha latte yang diberi tambahan kolagen. Meode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode RAL atau rancangan acak lengkap dengan satu faktor, yaitu kolagen sapi dengan konsentrasi lima taraf perlakuan: 5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%. Analisis meliputi pengukuran kadar air, abu, lemak, protein, serat, dan karbohidrat. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa penambahan kolagen mempengaruhi karakteristik kimia matcha latte, dengan perlakuan terbaik pada penambahan 25% kolagen dan 75% matcha latte. Komposisi terbaik mencakup kadar air 80,03%, kadar abu 2,06%, lemak 4,78%, serat 3,78%, protein 8,27%, dan karbohidrat 4,82%.
Proses Pengemasan Produksi Air Minum dalam Kemasan (AMDK) 1.100 ML Di PT.X Fahriza, Muhammad Nur; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 4 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i4.18513

Abstract

Saat ini, air minum kelmasan (AMDK) melnjadi pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari. AMDK yang tersedia di pasaran harus memenuhi standar yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengecek kesesuaian produk AMDK dengan Standar Nasional Indonesia 3553:2015. Penelitian ini menggunakan sampel AMDK merk “A”. Pengujian kemasan meliputi bahan baku preform, screw cap, label, karton, lem, pada kemasan AMDK 1.100 mL di PT. X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada semua jenis produk di PT. X salah satunya produk 1100 mL sudah memenuhi standar BPOM dan SNI, maka dari itu sudah terjamin produk yang di produksi langsung oleh PT.X.
Co-Authors - Misnawi Afiani, Eneus Risty Nur Afifah Izzatu Rahmah Aisyah Intan Pamela Aji Jumiono Aminullah Aminullah, Aminullah Anisyah, Yuni Nur Apriliana, Riyanda Arahmah, Siti Anissa Ariza Budi Tunjung Sari Arti Hastuti Arti Hastuti Balqis, Lily Siti Baswir, Irdawati C Hanny Wijaya Caesandra Indah Arlina Dafazi, Muhamad Deti Nirmala Distya Riski Hapsari Eka Fitri, Zusi Eliska, Arshyla Ellyvia Primaviera Erna Puspasari Fahriza, Muhammad Nur Faridah Handayasari Fauziah, Putri Nurul Feri Kusnandar Fitri Yani Fitrilia, Tiana Guna Wibawa, Sultan Gusrani, Salsabila Syifa Gusti, Muhammad Barkah Hamliyatun Najah Handayani, Delis Hastuti, Arti Izzatu Rahmah, Afifah Juanda, Dede Kurniawan, M. Fakih Lia Amalia LIA AMALIA Lia Amelia Lia Amelia Lidiyani, Nurfitri Mardiah Mardiah Mardiah Muhammad Rifqi Mulya, Sahnur Muthiatulmillah, Siti Najah, Hamliyatun Nirmala, Deti Noli Novidahlia Nurlaela, Raden Siti Nurrohmah, Shadiah Pamela, Aisyah Intan Pertiwi, Inno Ariska Puspa Pertiwi, Sri Rejeki Retna Pratiwi, Sri Rejeki Retna Pratiwy, Amelya Eka Primaviera, Ellyvia Puspitasari, Sri Dewi Putri Damayanti, Anisha Putri Nurul Fauziah Ramadhan, Muhamad Fauzi Refliana, Rana Rejeki Retna Pertiwi, Sri Rianto, Rahayu Pratiwi Budi Riski Hapsari , Distya Rosy Hutami Shaffira, Sania Zulfa Siti Aminah Siti Nurhalimah Siti Nurhalimah Soraya, Dina Ayu Soraya, Dina Ayu Sri Rejeki Retna Pertiwi Suprayatmi, Mira - Titi Rohmayanti Tri Ayu Anjani Triyassari, Fiola Utama, Nadia Widyananda, Anisya Wulandari Putri, Risni