Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Perubahan Kualitas Buah Tomat yang Disimpan dengan Perlakuan Pelapisan Pati Singkong Rianto, Rahayu Pratiwi Budi; Pratiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 2 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i2.11888

Abstract

Teknik edible coating merupakan metode yang banyak digunakan untuk mempertahankan kesegaran buah. Pada penelitian ini dilakukan pelapisan pati singkong 3% pada buah tomat yang dikenal cepat mengalami penurunan kualitas. Buah tomat dengan pelapisan dan tanpa pelapisan disimpan pade suhu kamar (250C) dan suhu rendah (50C), kemudian diamati perubahan kualitasnya selama penyimpanan 15 hari. Perubahan kualitas tomat  yaitu kandungan air, padatan terlarut total, susut bobot, kadar vitamin C, serta perubahan warna dan tekstur. Selama penyimpanan terjadi penurunan kadar air dan juga vitamin C. Tingkat kehilangan air dan vitamin C pada tomat yang diberi lapisan lebih kecil dibandingkan yang tidak diberi lapisan, begitu juga yang terjadi pada tomat yang disimpan pada suhu rendah dibandingkan dengan suhu kamar. Suhu penyimpanan dan coating pati singkong 3% tidak mempengaruhi susut bobot dan padatan terlarut total. Selamat penyimpanan 15 hari, buah tomat yang di-coating dan disimpan pada suhu 50C masih berwarna merah segar dan bertekstur keras.
Analisis RATA (Rate-All-That-Apply) Minuman Temulawak dan Jahe dengan Penambahan Pemanis Rendah Kalori Utama, Nadia; M. Fakih Kurniawan; Intan Kusumaningrum
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13174

Abstract

Rempah temulawak dan jahe dapat dimanfaatkan menjadi minuman fungsional. Perpaduan serbuk temulawak serta jahe memiliki rasa yang kurang dapat diterima masyarakat karena rasanya pahit sehingga penambahan pemanis rendah kalori bisa menjadi alternative yang tepat. Tujuan riset yakni mengidentifikasi profil sensori minuman serbuk kombinasi temulawak dan jahe dengan pemanis rendah kalori menggunakan RATA (Rate-All-That-Apply). Ada lima sampel perbandingan minuman serbuk temulawak, jahe, dan pemanis rendah kalori yakni 70%:30%:0%, 60%:30%:10%, 50%:30%:20%, 40%:30%:30%, dan 30%:30%:40%. Tahapan metode penelitian yakni penentuan atribut sensori minuman serbuk dengan Focus Group Discussion oleh 6 panelis terlatih dan uji sensori RATA (Rate-All-That-Apply) oleh 50 panelis tidak terlatih (panelis konsumen). Sesuai hasil Focus Group Discussion memiliki profil sensori warna coklat kekuningan, earthy, woody, curcumint, bitter, gingery, manis, licorice, astringent, balsamic, spicy, body/thick/mouthfeel, burnt, mouth drying, gritty, aftertaste manis, dan aftertaste pahit. Pada hasil Friedman’s Test dengan taraf uji 5% terdapat 15 atribut sensori kecuali gritty dan body/thick/mouthfeel dirasakan berbeda di setiap sampel oleh panelis. Terdapat dua formula perbandingan temulawak, jahe, dan pemanis rendah kalori yang disukai pada preference mapping yaitu 40%:30%:30% dan 30%:30%:40% dengan nilai kesukaan 60% dengan atribut sensori yakni gingery, manis, aftertaste manis, dan licorice.
Karakteristik Kimia dan Sensori Marmalade Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) dengan Penambahan Sari Mangga Harum Manis (Magnifera indica L) Anisyah, Yuni Nur; Kusumaningrum, Intan; Fitrilia, Tiana
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13180

Abstract

Marmalade merupakan makanan semi padat yang terbuat dari sari buah jeruk sebagai bahan utamanya dengan tambahan sukrosa, pektin, asam serta potongan kulit jeruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penambahan sari buah mangga terhadap karakteristik marmalade jeruk pontianak terhadap mutu kimia, sensori dan hedonik. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial satu faktor dengan 4 taraf perlakuan yaitu (100% ; 0%), (70%:30%), (60%:40%), (50%:50%) dengan ulangan sebanyak dua kali. Analisis produk meliputi kadar air, kadar abu, kadar vitamin C, total padatan terlarut, dan derajat keasaman (pH). Marmalade jeruk pontianak dan sari buah mangga yang terpilih dengan perbandingan sari jeruk pontianak 50% dan sari buah mangga 50% dengan kandungan kimia meliputi ototal padatan terlarut 67,20% , dengan kadar air 28,59%, kadar abu 0,23%, pH 3,66 dan kadar vitamin C 49,28 mg/100 g. Hasil uji mutu sensori produk terpilih yang didapatkan berupa warna yang mengarah ke kuning keorenan, aroma mengarah ke tercium jeruk pontianak dan buah mangga, rasa ke manis dan asam, aftertaste mengarah ke tidak pahit, tekstur mengarah ke lembut dan daya mudah dioles. Uji hedonik produk terpilih yang didapatkan dari semua parameter mengarah kearah disukai.
Literature Review: Produk Olahan Ikan Leled dalam Meningkatkan Protein Handayani, Delis; Kusumaningrum, Intan; Nurlaela, Raden Siti; Handayasari, Faridah
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 5 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i5.13308

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan air tawar yang unggul di pasaran. Ikan lele dapat diversifikasi dalam beberapa produk yang dapat meningkatkan nilai protein pada olahan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar protein produk olahan ikan lele dan mengetahui karakteristik yang dihasilkan dari perbedaan jumlah dan bahan produk yang digunakan. Metode penelitian ini yaitu bersumber dari berbagai jurnal yang sesuai dengan permasalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk olahan ikan lele dengan penambahan bahan pangan lain dapat menambahkan kadar protein.
Stik Mocaf dan Tepung Kacang Merah dengan Penambahan Ekstrak Daun Pandan Refliana, Rana; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 7 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i7.14068

Abstract

Camilan stik umumnya berbahan dasar terigu. Bahan baku terigu adalah biji gandum yang merupakan komoditas impor.  Untuk mengurangi impor biji gandum maka bahan pangan lokal yaitu singkong dapat digunakan untuk substitusi terigu. Dengan menggunakan teknologi fermentasi, singkong dapat diolah menjadi mocaf (modified cassava flour) yang memiliki sifat mendekati terigu. Mocaf memiliki kandungan protein rendah.  Untuk meningkatkan kandungan protein maka diperkaya dengan tepung berprotein tinggi dari kacang merah.  Riset ini melakukan inovasi pembuatan camilan stik dari campuran mocaf dan tepung kacang merah serta penambahan ekstrak daun pandan sebagai penambah aroma, pewarna alami dan memberikan nilai tambah yaitu antioksidan.  Stik dibuat dalam 5 perbandingan mocaf dan tepung kacang merah, yaitu (100:0)%, (90:10)%, (80:20)%, (70:30)%, dan (60:40)%. Replikasi dilakukan dua kali ulangan.  Analisis stik meliputi pengujian kimia dan pengujian organoleptik (hedonik).  Perbandingan mocaf dan tepung kacang merah mempengaruhi mutu kimia (kadar air, protein, lemak) dan hedonik warna dan keseluruhan tetapi tidak mempengaruhi hedonik aroma, rasa, dan tekstur.  Semakin meningkat persentase penggunaan tepung kacang merah, semakin meningkat pula kadar air, kadar protein, dan hedonik keseluruhan, tetapi semakin menurun kadar lemak dan hedonik warna stik.   Stik terpilih adalah stik yang dibuat dengan campuran mocaf 60% dan tepung kacang merah 40%.  Stik terpilih memilikimkadar air 3,76%, kadar protein 11,54%, kadar lemak 27,12%, nilai kesukaan secara keseluruhan 7,88, dan aktivitas antioksidan 261 ppm.
Karakteristik Sensori dan Kimia Cookies Cokelat dari Tepung Biji Nangka dan Pati Sagu dengan Penambahan Pati Maizena Shaffira, Sania Zulfa; Kusumaningrum, Intan; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 9 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i9.15194

Abstract

Cookies merupakan salah satu jenis kue kering yang banyak digemari oleh semua jenis kalangan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui dan mempelajari pengaruh penggunaan tepung biji nangka dan pati sagu dengan penambahan pati maizena terhadap karakteristik sensori dan kimia cookies cokelat. Metode penelitian yang digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga taraf perlakuan yaitu perbandingan tepung biji nangka dan pati sagu sebesar (25%:75%), (50%:50%) dan (75%:25%). Analisis cookies cokelat meliputi mutu sensori, hedonik dan mutu kimia. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Selanjutnya hasil penentuan produk terpilih dengan metode indeks efektifitas De Garmo et al. (1984) dan persyaratan SNI. Semakin tinggi konsentrasi tepung biji nangka yang ditambahkan maka semakin tinggi kadar air, kadar abu tidak larut dalam asam, kadar protein dan kadar lemak, tetapi kadar karbohidrat semakin rendah. Hasil penelitian cookies cokelat mutu sensori terpilih didapatkan perbandingan (25% tepung biji nangka: 75% pati sagu) dengan mutu warna coklat tua, aroma tidak berbau khas biji nangka, rasa manis dan tekstur renyah dengan hasil hedonik lebih disukai panelis di setiap karakteristik. Hasil penelitian cookies cokelat uji kimia terpilih didapatkan perbandingan (75% tepung biji nangka: 25% pati sagu) memiliki kandungan gizi yaitu kadar protein 5,32%, kadar karbohidrat 60,10%, kadar lemak 30,33%, kadar abu tidak larut dalam asam 0,28% dan kadar air 3,98%.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Karakteristik Kimia dan Sensori Kombucha Wedang Uwuh Afiani, Eneus Risty Nur; Kusumaningrum, Intan; Rifqi, Muhammad
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15438

Abstract

Kombucha merupakan minuman dari teh dengan gula yang difermentasi oleh SCOBY (simbiosis kultur bakteri dan khamir). Kombucha biasa dibuat dari teh hijau maupun teh hitam, namun lebih banyak orang sekarang membuatnya dengan subtrat berbeda yang mengandung banyak zat bioaktif (Khamidah dan Antarlina, 2020), salah satunya adalah wedang uwuh. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan wedang uwuh dalam pembuatan kombucha dan mengetahui karakteristik kimia dan sensori kombucha wedang uwuh. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu lama fermentasi 4, 7, 10 dan 13 hari, dengan pengujian yang dilakukan yaitu analisa kimia (pH, total asam dan kadar alkohol), uji sensori (warna, aroma, rasa, aftertaste) dan uji hedonik. Data dari pengujian dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat signifikansi α = 5%. Data penelitian, menunjukkan bahwa waktu fermentasi mempengaruhi pH, total asam, kadar alkohol dan karakteristik sensori (warna, aroma, rasa, dan aftertaste) pada kombucha wedang uwuh. Kombucha wedang uwuh terbaik adalah  yang di fermentasi  7 hari dengan nilai pH 3,03, total asam 0,32%, kadar alkohol 0,16% dan nilai hedonik 6,31 pada parameter overall.
Karakteristik Fisikokimia dan Sensori Minuman Serbuk Instan Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dan Ekstrak Bunga Telang (Clitoria tarnatea L.) Nurhalimah, Siti; Muthiatulmillah, Siti; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15559

Abstract

Minuman serbuk merupakan produk yang sudah diolah dari satu atau lebih komponen memberikan manfaat untuk tubuh serta menghasilkan produk minuman dengan ukuran yang lebih halus sehingga mudah dalam penyajian dan penyimpanannya. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan daun pegagan dan bunga telang sebagai produk inovasi berupa minuman serbuk. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu perbandingan ekstrak daun pegagan dan ekstrak bunga telang dengan empat taraf perlakuan yaitu (100%:0%), (75%:25%), (50%:50%), (25%:75%) dan dua kali ulangan. Hasil uji fisik menunjukkan bahwa seiring dengan meningkatnya presentasi ekstrak bunga telang dan menurunnya presentasi ekstrak daun pegagan memberikan pengaruh terhadap waktu larut dan total padatan terlarut, sementara uji kimia berpengaruh nyata pada kadar abu dan aktivitas antioksidan, tetapi tidak pada kadar air, kadar gula total, dan serat kasar. Dalam uji sensori, perbandingan ekstrak daun pegagan dan ekstrak bunga telang mempengaruhi parameter warna dan aroma, namun tidak berpengaruh pada rasa dan tekstur. Uji hedonik menunjukkan bahwa perlakuan dengan konsentrasi ekstrak daun pegagan 25%:75% ekstrak bunga telang memberikan hasil terbaik dalam hal kesukaan, mempengaruhi semua parameter sensori, termasuk warna, rasa, aroma, dan tekstur.
Karakteristik Kimia dan Hedonik Minuman Isotonik Berbahan Baku Air Kelapa Tua dan Ekstrak Buah Nanas Dafazi, Muhamad; Pertiwi, Sri Rejeki Retna; Kusumaningrum, Intan
Karimah Tauhid Vol. 3 No. 10 (2024): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v3i10.15658

Abstract

Minuman isotonik adalah minuman ringan, baik berkarbonasi maupun tidak berkarbonasi, yang dirancang guna menaikkan kebugaran, yang terdiri dari gula, asam sitrat, serta mineral. Air kelapa umumnya diberi label sebagai minuman isotonik alami karena komposisi mineral natrium dan kaliumnya yang baik bagi tubuh. Pemanfaatan air kelapa tua di Bogor belum optimal, sebagian besar diubah menjadi produk nata de coco, sehingga menghasilkan limbah yang signifikan dan dampak buruk. Untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya yang terbuang ini, air kelapa dapat diubah menjadi minuman isotonik. Rasa pada buah kelapa sangatlah hambar, maka pada penelitian ini dilakukan penambahan sari buah nanas karena buah nanas memiliki rasa asam serta manis yang alami sehingga membenahi cita rasa dari air kelapa tua yang tidak berasa atau hambar pada minuman isotonik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan air kelapa tua yang dilakukan pengolahan jadi minuman isotonik dengan penambahan ekstrak buah nanas. Penelitian ini memakai Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu factor yakni perbandingan air kelapa tua serta ekstrak nanas dengan empat taraf perlakuan (500ml : 50ml, 500 ml : 100ml, 500ml : 150ml, 500ml : 200ml). Analisis produk meliputi analisa kimia uji PH, uji Gulatotal, uji Natrium, dan uji Kalium serta uji mutu hedonik. Berdasarkan hasil analisis kadar kimia ( pH, gula total, natrium, kalium) didapatkan bahwa nilai pH isotonik berkisar 4,9 - 5,8, gula total berkisar 25,89 – 35,77 % , natrium berkisar 1770 – 2140 mg/kg, dan kalium berkisar 800 – 1000 mg/kg formulasi kadar kimia isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas tidak memberi dampak nyata pada kadar kimia ( pH, gula) sedangkan natrium dan kalium berpengaruh nyata. Pada uji hedonik (warna dan aroma) perlakuan yang paling banyak disenangi panelis yakni perlakuan dengan formulasi isotonik air kelapa tua yang diberi tambahan ekstrak buah nanas A4 500 ml + 200 ml dengan nilai tertinggi yaitu warna 6,53 dan aroma 7,38. Uji hedonic warna dan aroma (mengarah ke suka) dan rasa, kekeruhan, overall (mengarah tidak suka).
JELLY EXTRACT DRINKING RED BIT Kusumaningrum, Intan; Novidahlia, Noli; Soraya, Dina Ayu
Jurnal Pertanian Vol. 9 No. 1 (2018): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.655 KB) | DOI: 10.30997/jp.v9i1.1150

Abstract

Beets are one of the most useful food ingredients. One of the benefits is to provide natural color in the manufacture of food products. The pigment present in the red bit is betasianin. Betasianin is a class of antioxidants. Drink jelly is a soft gel-shaped drink, generally jelly drinks have elastic properties but consistency or gel strength is weaker than jelly agar. This study aims to diversify food products from red bit beans.The research begins by making red beet extracts first, after which mixing all the ingredients of making jelly drinks. The experimental design used in this research is Completely Randomized Design with three treatment levels and two replications. Data analysis was processed by Kruskal Wallis and ANOVA. The treatments used were comparison of beets and water 1:10, comparison of beets and water 1: 12,5 and comparison of beets and water 1:15. Organoleptic tests used in the study were hedonic rank test and sensory quality test.The results showed that the treatment comparison of beets and water 1:15of  was selected jelly beverage based on hedonic test result by panelist. Chemical analysis of the selected product was then performed. Drink jelly comparison of beets and water 1:15 has antioxidant levels of 4.2 mg vit c / 100g sample, food fiber content of 14, 92%, and total sugar of 26.27%.