Claim Missing Document
Check
Articles

The challenges of literacy, inclusion, and public trust in the digital Islamic banking ecosystem: An urban context study in Indonesia Hasan, Hurriah Ali; Razaq, Abd Rahim; Sa'aid, Hafizah Besar
Journal of Islamic Economics Lariba Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/jielariba.vol12.iss1.art7

Abstract

IntroductionThe development of Islamic banking in Indonesia shows great potential, but still faces literacy constraints, public trust, and low inclusion. The public understands the basic principles of Islamic banking but has not mastered the technical aspects of operations. Digital transformation, which is supposed to expand access to Islamic financial institutions, has not been optimally utilized due to informational barriers, risk perception, and quality of digital services.ObjectivesThis study aims to analyze the relationship between Islamic banking literacy, trust, and inclusion, identify the main obstacles in the use of digital services of Islamic financial institutions, and formulate strategies that can break the cycle of problems related to low public understanding and participation. The study also evaluates how education, transparency, and digital innovation can increase engagement in Islamic banking.MethodThis study uses a descriptive quantitative approach with a cross-sectional design. Data was obtained through a structured questionnaire to 198 respondents in Makassar City. Descriptive statistical analysis is used to describe literacy, trust, and inclusion levels, as well as identify patterns of structural, informational, and perceptual barriers in the use of Islamic banking services, especially digital-based ones..ResultsThe results show that public literacy is still at the level of basic and general understanding, public trust is low due to lack of transparency, while inclusion is hampered by lack of information, limited digital infrastructure, and negative perceptions. The adoption of sharia digital technology is very low despite the high ownership of smartphones. Key barriers include awareness, risk perception, and the quality of the app's user experience.ImplicationsThese findings confirm the need for strategies to improve operational literacy, institutional transparency, and digital innovation based on user needs. Strengthening regulations, optimizing the role of the Sharia Supervisory Board (Dewan Pengawas Syariah - DPS), and collaboration with fintech can increase trust and inclusion. The results of the research provide more effective policy direction and service design to accelerate the transformation of Islamic banking.Originality/NoveltyThis research offers a new perspective by integrating three variables—literacy, trust, and inclusion—in the digitalization of Islamic banking. The study highlights digital barriers from a user experience perspective, not just technology access. This approach results in innovative recommendations based on transparency, user experience, and more applicable educational strategies.
Pendidikan Islam dan Literasi Keuangan Syariah di Era Digital Hasan, Hurriah Ali
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan keuangan digital dan fintech syariah menghadirkan peluang besar bagi perluasan akses dan inklusi keuangan, namun sekaligus memunculkan tantangan serius terkait rendahnya literasi keuangan syariah, pemahaman substantif, dan etika transaksi di ruang digital. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam membangun literasi keuangan syariah yang bernilai, etis, dan berorientasi pada kemaslahatan di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif–eksploratif melalui wawancara mendalam dengan pendidik pendidikan Islam, generasi muda pengguna layanan keuangan digital syariah, serta praktisi literasi keuangan syariah, didukung oleh analisis dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik dengan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah sebagai lensa normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan fundamental dalam membentuk kerangka berpikir, pemahaman substantif, dan etika keuangan digital, melalui internalisasi nilai tarbiyah, ta‘lim, dan ta’dib. Pendidikan Islam membantu individu membedakan antara kepatuhan syariah formal dan kesesuaian nilai secara substantif, serta mendorong perilaku keuangan digital yang lebih etis, reflektif, dan bertanggung jawab. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi pendidikan Islam merupakan prasyarat penting bagi pengembangan literasi keuangan syariah digital yang berkelanjutan dan berorientasi pada keadilan, perlindungan harta, dan kesejahteraan sosial.
Integrasi Nilai Pendidikan Islam dalam Pengembangan Sistem Keuangan Syariah Hasan, Hurriah Ali
AL-URWATUL WUTSQA: Kajian Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan sistem keuangan syariah yang pesat dalam dua dekade terakhir belum sepenuhnya diimbangi oleh internalisasi nilai-nilai normatif Islam dalam praktik dan perilaku ekonomi. Dalam banyak kasus, keuangan syariah masih dipahami secara formalistik dan prosedural, sehingga berpotensi melahirkan praktik pseudo-syariah yang menjauh dari tujuan etis dan kemaslahatan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis pendidikan Islam dalam mengintegrasikan nilai-nilai etika dan moral ke dalam pengembangan sistem keuangan syariah yang berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi konseptual–normatif melalui kajian kepustakaan terhadap literatur klasik dan kontemporer, dokumen kebijakan, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis isi dan tematik, dengan menjadikan maqāṣid al-sharī‘ah sebagai kerangka integratif dalam menjembatani nilai pendidikan Islam dan praktik keuangan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam—melalui internalisasi nilai tarbiyah, ta‘lim, dan ta’dib—memiliki peran fundamental dalam membentuk literasi, etika, dan perilaku keuangan syariah yang adil, amanah, dan berorientasi pada kemaslahatan. Integrasi nilai pendidikan Islam tidak hanya memperkuat legitimasi moral sistem keuangan syariah, tetapi juga berimplikasi pada pengembangan produk, tata kelola kelembagaan, serta peningkatan kepercayaan dan inklusi keuangan. Artikel ini menegaskan bahwa pendidikan Islam merupakan fondasi strategis bagi pembangunan sistem keuangan syariah yang etis, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika modernisasi dan digitalisasi keuangan.
Perspektif Hukum Ekonomi Syariah Pada Jual Beli Online Di Aplikasi Shopee Paylater Di Kota Makassa Nadia; Hurriah Ali Hasan; Saidin Mansyur
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 2 (2025): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses jual beli online melalui aplikasi Shopee PayLater, dan (2) perspektif hukum ekonomi syariah terhadap praktik tersebut. Subjek penelitian adalah masyarakat Kota Makassar yang menggunakan fitur Shopee PayLater. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif atau naturalistik, karena dilakukan pada kondisi yang alamiah. Data penelitian bersumber dari data primer dan sekunder, dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, lalu dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli melalui Shopee PayLater masih menimbulkan persoalan dari sudut pandang hukum ekonomi syariah. Hal ini disebabkan adanya sistem pembayaran secara kredit dengan tambahan bunga atau biaya tertentu, yang berpotensi mengandung unsur riba, gharar (ketidakpastian), dan ketidakjelasan akad. Kondisi tersebut menimbulkan keraguan akan kesesuaiannya dengan prinsip muamalah dalam Islam. Dengan demikian, penelitian ini menekankan perlunya pengembangan sistem paylater berbasis syariah yang bebas dari praktik riba dan gharar, sehingga dapat mendukung terciptanya transaksi online yang adil, transparan, dan sesuai syariat Islam.
Analisis Penerapan Wisata Halal Dalam Meningkatkan Pendapatan Usaha UMKM Di Centre Point Of Indonesia (CPI) Kota Makassar Muhammad Zuhud Rizki; Hurriah Ali Hasan; Muhammad Ridwan
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 4 (2026): Advances In Education Journal (Februari)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan wisata halal di kawasan CPI serta dampaknya terhadap peningkatan pendapatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan wisata halal di CPI sudah berjalan cukup baik, yang tercermin dari ketersediaan fasilitas ibadah, penyediaan produk makanan dan minuman halal, serta pelayanan yang ramah dan sesuai prinsip syariah. Penerapan ini memberikan rasa nyaman dan aman bagi wisatawan muslim, sehingga mendorong peningkatan jumlah pengunjung. Dampaknya, pendapatan UMKM di kawasan CPI mengalami peningkatan yang signifikan. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa masih terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya pelatihan khusus bagi pelaku UMKM mengenai standar wisata halal, minimnya promosi, serta perlunya pengawasan yang lebih ketat terhadap kepatuhan pelaku usaha terhadap prinsip halal. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi melalui pelatihan, promosi yang intensif, dan peningkatan fasilitas penunjang untuk memperkuat citra CPI sebagai destinasi wisata halal unggulan.